๐Ÿ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

STUDI PERBANDINGAN METODE INVERSI MAGNETOTELURIK 1D OCCAM DAN VERY FAST SIMULATED ANNEALING MENGGUNAKAN DATA SINTETIK DAN DATA LAPANGAN TANGKUBAN PARAHU

Metode magnetotelurik (MT) merupakan metode geofisika pasif yang digunakan untuk menginterpretasikan distribusi resistivitas bawah permukaan berdasarkan variasi alami medan elektromagnetik. Proses inversi data MT bersifat nonlinier dan memiliki solusi tidak tunggal, sehingga pemilihan algoritma inversi memengaruhi kualitas model resistivitas yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa algoritma inversi Occam dan Very Fast Simulated Annealing (VFSA) pada inversi magnetotelurik satu dimensi (1D) menggunakan data sintetik dan data lapangan di daerah Tangkuban Parahu. Metode penelitian meliputi pemodelan ke depan MT 1D, implementasi algoritma Occam dan VFSA menggunakan MATLAB, serta evaluasi berdasarkan nilai Root Mean Square (RMS) error, waktu komputasi, jumlah iterasi, dan karakteristik model resistivitas hasil inversi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua algoritma berhasil merekonstruksi model resistivitas bawah permukaan. Pada data sintetik, VFSA memberikan performa lebih baik dengan RMS total mencapai 6,86 ร— 10??, sedangkan pada data lapangan Occam menghasilkan RMS total yang lebih rendah (3,0190โ€“3,0790) serta model resistivitas yang lebih halus dan stabil. Sebaliknya, VFSA memiliki waktu komputasi yang lebih cepat dan mampu mempertahankan kontras resistivitas yang lebih tegas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Occam lebih sesuai untuk inversi data lapangan, sedangkan VFSA lebih efektif untuk data sintetik atau model dengan jumlah parameter yang relatif sedikit.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Nada Galuh Khalisa
๐Ÿท๏ธ Geofisika Pasif ๐Ÿท๏ธ Inversi Magnetotelurik 1D ๐Ÿท๏ธ Metode Inverifikasi Algoritma

PEMODELAN GRAVITY UNTUK STUDI AIR TANAH DI KABUPATEN NGAWI, JAWA TIMUR

Perubahan muka air tanah merupakan indikator penting dalam mengidentifikasi kondisi akuifer dan tingkat pemanfaatan air bawah tanah, khususnya di wilayah yang memiliki aktivitas pertanian dan pemukiman padat seperti Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Untuk memahami dinamika sistem akuifer secara menyeluruh, diperlukan pendekatan yang mampu menggambarkan karakteristik bawah permukaan secara spasial dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan hidrogeologi bawah permukaan dengan menggabungkan data gravitasi (gravity) dan data sumur bor guna mengidentifikasi zona potensial akuifer, zona recharge (pengisian ulang), dan zona discharge (pengurasan). Metode gravity yang digunakan merupakan metode geofisika pasif yang mengukur variasi medan gravitasi bumi akibat perbedaan densitas batuan di bawah permukaan. Akuisisi data dilakukan menggunakan gravimeter CG5 Autograv di sejumlah titik pengamatan yang tersebar di wilayah penelitian. Data gravitasi yang diperoleh kemudian dikoreksi melalui tahapan koreksi instrumen, drift, pasang surut, udara bebas, dan Bouguer untuk menghasilkan peta anomali Bouguer lengkap. Selanjutnya, dilakukan interpretasi kuantitatif berupa pemodelan dua dimensi (2D) distribusi densitas batuan bawah permukaan. Sebagai pendukung dan validasi interpretasi geofisika, digunakan data geologi dari sumur bor yang berisi informasi litologi, kedalaman muka air tanah, serta ketebalan lapisan akuifer. Integrasi antara data gaya berat dan data sumur bor memungkinkan pembuatan model hidrogeologi yang lebih akurat dan representatif. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menggambarkan sistem akuifer di Kabupaten Ngawi secara spasial, mengidentifikasi area dengan potensi tinggi terhadap air tanah, serta memberikan rekomendasi ilmiah bagi pengelolaan dan konservasi sumber daya air tanah yang berkelanjutan di masa mendatang.

2026
๐Ÿ‘ค Penulis: Cyrilla Zabrina Putri Arzano
๐Ÿท๏ธ Hidrologi ๐Ÿท๏ธ Geofisika Pasif ๐Ÿท๏ธ Manajemen Sumber Daya Air

STUDI KOMPARATIF INVERSI SATU DIMENSI MAGNETOTELURIK MENGGUNAKAN METODE OCCAM DAN SIMULATED ANNEALING PADA DATA SINTETIK DAN DATA LAPANGAN

Metode Magnetotelurik (MT) merupakan metode geofisika pasif yang digunakan untuk memetakan struktur resistivitas bawah permukaan berdasarkan respons medan elektromagnetik alami. Dalam memetakan distribusi resistivitas bawah permukaan, tantangan utamanya adalah melakukan proses inversi, yaitu proses memperkirakan model resistivitas yang sesuai dengan data observasi. Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dua algoritma inversi satu dimensi yang berbeda pendekatan dalam menghasilkan model resistivitas bawah permukaan, yaitu algoritma Occam yang bersifat deterministik menggunakan pendekatan linier dan algoritma Simulated Annealing (SA) yang bersifat stokastik menggunakan pendekatan global. Metodologi yang digunakan dalam Tugas Akhir ini meliputi studi literatur, eksperimen numerik dengan data sintetik dan data lapangan sekunder di daerah Aceh, serta implementasi kedua algoritma tersebut dalam bahasa pemrograman MATLAB. Performa kedua algoritma inversi dievaluasi berdasarkan nilai RMS, sensitivitas terhadap parameter input dan model tebakan awal, jumlah iterasi, stabilitas, kecepatan konvergensi, dan waktu komputasi. Pada data sintetik, hasil inversi Occam dan SA masing-masing menghasilkan RMS total <10% dan <2%, sedangkan pada data lapangan masingmasing berada pada rentang 17โ€“42% dan 5โ€“10%. Occam menunjukkan konvergensi lebih cepat (20 iterasi, ~10?ยน s) dan menghasilkan model yang smooth dan stabil, sementara SA lebih lambat (300 iterasi, ~10ยณ s), tetapi menghasilkan RMS yang lebih kecil serta fleksibel terhadap struktur data dan model.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Marshanda Adisti Rahmadini
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Geofisika Pasif ๐Ÿท๏ธ Metode Inversi
๐Ÿ’ฌ