📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenREGANGAN TEKTONIK DI SUMATERA BERDASARKAN PENGAMATAN KONTINU SUMATRAN GPS ARRAY (SUGAR) TAHUN 2007-2008
Sumatera terletak dekat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Saat Lempeng Indo-Australia bergerak kebawah Lempeng Eurasia, terjadi kontak bidang antar lempeng sehingga terakumulasi regangan. Regangan yang telah melewati batas elastisitas akan dilepaskan sebagai gempa bumi. Pengamatan GPS dilakukan untuk mempelajari kecepatan vektor pergeseran dan variasi regangan tektonik di permukaan. Hasil pengolahan data menunjukkan vektor pergeseran di sumatera mengarah ke timur-laut yang mengindikasikan inter-seismic dan ke baratdaya yang mengindikasikan post-seismic. Distribusi regangan berupa ekstensi yang mengindikasikan post-seismic tersebar merata dominan di zona tempat terjadinya gempa Aceh 2004, gempa Nias 2005, gempa Bengkulu 12 September 2007 dan gempa Kepulauan Mentawai 13 September 2007. Adapun regangan berupa kompresi menunjukkan sumatera masih dipengaruhi inter-seismic.
STUDI PERGERAKAN LEMPENG TEKTONIK DI WILAYAH AUSTRALIA MENGGUNAKAN DATA VERY LONG BASELINE INTERFEROMETRY
Pemantauan pergerakan lempeng tektonik adalah sesuatu yang penting dalam mitigasi bencana alam, khususnya terkait dengan gempa bumi. Studi ini berfokus pada penerapan Very Long Baseline Interferometry (VLBI) dalam memonitor gerak lempeng tektonik di wilayah Australia dan menganalisis pergerakan lempengnya berdasarkan data VLBI dengan membandingkannya terhadap model geologi MORVEL2010. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, pengumpulan, dan pengolahan data. Data yang digunakan adalah data VLBI sesi AUSTRAL dari bulan Agustus 2011 sampai Desember 2023. Pengolahan data VLBI dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak VieVS. Terdapat dua hal yang menjadi poin analisis pada studi ini, yaitu: panjang baseline dan kecepatan setiap stasiun VLBI yang ikut serta. Hasil analisis data VLBI menunjukkan bahwa panjang baseline antar stasiun VLBI berubah sepanjang waktu, dengan tren mengikuti pergerakan lempeng. Selanjutnya, berdasarkan hasil solusi global analisis VLBI, didapat nilai kecepatan dari pergerakan lempeng tersebut. Nilai kecepatan tersebut kemudian dibandingkan dengan model lempeng tektonik MORVEL2010. Perbandingan menunjukkan secara umum terdapat kesesuaian antara hasil kecepatan yang didapat dari analisis VLBI dengan model MORVEL2010.