📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

IDENTIFIKASI DAERAH BAHAYA TSUNAMI BERDASARAKAN ZONASI KERENTANAN TSUNAMI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ( STUDI KASUS : DAERAH PESISISR PANGANDARAN )

Bencana tsunami saat ini merupakan momok bagi masyarakat Indonesia. Daerah – daerah di sepanjang pesisir pantai Indonesia merupakan daerah dengan potensi bencana yang cukup besar dikarenakan posisi Indonesia berada di beberapa jalur patahan atau tumbukan antara landasan kontinen. Tidak terkecuali dengan pesisir Pangandaran yang telah terlanda bencana tsunami sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 400 tahun terakhir. Untuk itu diperlukan usaha – usaha mitigasi tsunami dengan cara melakukan identifikasi daerah – daerah bahaya bencana tsunami. Daerah bahaya bencana tsunami merupakan interaksi antara variabel potensi bahaya dan tingkat kerentanan terhadap bahaya. Dengan mengidentifikasi daerah bahaya tsunami, diharapkan peluang upaya evakuasi akan semakin besar untuk dilakukan sehingga dapat menekan kerugian yang ditimbulkan oleh tsunami tersebut.

2026
👤 Penulis: Adnan Fabyandi
🏷️ Zonasi Kerentanan Tsunami 🏷️ Geografi Kritis 🏷️ Manajemen Risiko Bencana

DINAMIKA ARSITEKTUR VERNAKULAR DI KECAMATAN MUARA KEMUMU, PROVINSI BENGKULU SEBAGAI IMPLIKASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR MODERN

Pandangan umum cenderung menganggap arsitektur vernakular sebagai sesuatu yang tradisional, berkaitan dengan masa lalu, dan terbatas pada wilayah rural. Tesis ini berupaya menempatkan arsitektur vernakular sebagai entitas yang dinamis, hasil negosiasi antara kearifan lokal dan konteks sosial-politik pada suatu masa. Di era modern, pembangunan dan modernisasi menjadi faktor utama yang memengaruhi karakter arsitektur vernakular. Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun di sisi lain, membawa perubahan sosial budaya bagi komunitas lokal. Hal ini juga mengakibatkan arsitektur venakular mengalami perubahan, baik secara fisik maupun non fisik. Studi kasus dilakukan pada permukiman tradisional Suku Rejang di Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran sejarah dalam membentuk sistem kepranataan dan pembangunan infrastruktur, mengetahui produksi ruang arsitektur vernakular terbentuk seiring pembangunan infrastruktur dan memahami dinamika vernakularitas pada arsitektur Suku Rejang masa kini. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi lapangan yang didukung studi literatur. Penelitian ini akan membahas bagaimana sejarah membentuk sistem kepranataan dan pembangunan di tingkat lokal, serta mengidentifikasi produksi ruang infrastruktur dan arsitektur vernakular. Hasil penelitian ini dapat memperkaya pengetahuan tentang arsitektur vernakular dan memberikan pertimbangan kebijakan pembangunan infrastruktur agar berpihak kepada komunitas lokal.

2025
👤 Penulis: Retno Rasmi Rosati
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Geografi Kritis
💬