📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPEMBUATAN APLIKASI DESKTOP GIS DATA PERTANAHAN (P4T, SKP, DAN ZNT)
Amanat konstitusi di bidang pertanahan menuntut agar politik dan kebijakan pertanahan dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses mewujudkan “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” ( sebagaimana diamanatkan pada Sila kelima Pancasila dalam pembukaan UUD 1945) dan mewujudkan “sebesar-besar kemakmuran rakyat” ( sebagaimana diamanatkan pada Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 ). Nilai-nilai dasar ini mensyaratkan dipenuhinya hak rakyat untuk dapat mengakses berbagai sumber kemakmuran, terutama tanah. Amanat yang besar ini menuntut pihak yang berwenang untuk memberikan kebijakan di bidang pertanahan sesuai amanat tersebut. Untuk membantu tugas tersebut diperlukan suatu aplikasi yang memberikan akses penuh dan mudah terhadap data Pemilikan, Penguasaan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P4T), Sengketa, Konflik dan Perkara (SKP), dan Zona Nilai Tanah (ZNT). Dalam proses pembuatan aplikasi tersebut dibutuhkan data-data kepemilikan tanah, penggunaan dan pemanfaatan tanah, data nilai tanah dan data kasus pertanahan. Data-data tersebut di simpan dalam sebuah basis data relasional menggunakan suatu perangkat lunak database. Setelah itu dibuat suatu prototype aplikasi yang menggambarkan produk akhir dari aplikasi tersebut berdasarkan desain yang telah dibuat setelah melakukan analisis kebutuhan. Pada penelitian ini, pembuatan aplikasi desktop GIS data pertanahan (P4T, ZNT, dan SKP) dilakukan dengan menggunakan program MapInfo dan bahasa pemograman Mapbasic. Sementara itu, Implementasi basis data terkait Database Management System (DBMS) dibangun menggunakan perangkat lunak Oracle karena perangkat pengelolaan basis data tersebut memungkinkan untuk mengintegrasikan data spasial dan data atribut dalam satu perangkat dan mendukung costomizing program GIS.
DAMPAK PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP KEGIATAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT WILAYAH PESISIR (WILAYAH STUDI: KABUPATEN INDRAMAYU)
Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari + 17.508 pulau serta wilayah pesisir dan laut mencapai 63% dari wilayah Indonesia secara keseluruhan. Terkait dengan fenomena dinamika pantai seperti abrasi dan sedimentasi, wilayah pesisir merupakan wilayah yang terkena langsung dampak dari dinamika pantai tersebut. Dengan adanya fenomena dinamika pantai ini maka akan mempengaruhi luas wilayah pesisir. Rasio lahan terbentuk dari komponen wilayah dan penduduk. Luas wilayah yang cenderung tetap bahkan berkurang dan jumlah penduduk yang semakin bertambah mempengaruhi besar rasio lahan dan berdampak pada pola hidup masyarakat. Besarnya dinamika pantai diturunkan dari citra satelit wilayah pesisir Kabupaten Indramayu tahun 1994 dan 2007. Hubungan antara dinamika pantai dengan aspek sosial masyarakat pesisir Indramayu dapat dilihat dari nilai korelasi dan asosiasi geografikal sedangkan untuk aspek ekonomi dilihat dari nilai regresi dan location quotient. Nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai acuan dalam menganalisis kondisi ekonomi dan sosial akibat abrasi.