📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

KARAKTERISASI DAN DIFERENSIASI LIMONIT EKS SITU SERTA IN SITU DENGAN PENDEKATAN GEOKIMIA SERIUM (CE) DAN UNSUR UTAMA PADA ENDAPAN NIKEL LATERIT DI DAERAH ROUTA, KABUPATEN KONAWE, SULAWESI TENGGARA

Daerah Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara merupakan bagian dari Ofiolit Sulawesi Timur. Batuan ultramafik di daerah ini telah berkembang menjadi endapan nikel laterit akibat aktivitas tektonik serta pelapukan intensif. Morfologi cekungan memungkinkan terjadinya transportasi dan redeposisi material laterit sehingga membentuk zona limonit eks situ dengan karakteristik geokimia yang berbeda dari limonit in situ. Penelitian ini bertujuan untuk mengarakterisasi dan mendiferensiasi kedua zona tersebut melalui pendekatan geokimia serium (Ce) dan unsur utama. Penelitian menggunakan 1653 data assay ICP-MS dan XRF dari 43 titik bor, serta data pengamatan lapangan pada 31 titik. Metode yang digunakan meliputi pemetaan lapangan, analisis data eksploratif, analisis geokimia, analisis petrografi, serta pemodelan laterit implisit tiga dimensi. Daerah penelitian tersusun atas litologi berupa harsburgit, lerzolit, dan dunit yang telah mengalami serpentinisasi dengan struktur geologi interpretatif berarah dominan barat laut–tenggara dan barat–timur. Profil laterit terdiri atas limonit eks situ atau transported limonite (TRL), endapan rawa (SED), limonit in situ (LIM), soft saprolite (SSP), hard saprolite (HSP), dan batuan dasar (BRK). Analisis geokimia menunjukkan bahwa limonit eks situ memiliki tren laterisasi yang menyimpang dari pola laterisasi dominan pada profil laterit. Semakin besar penyimpangan mengindikasikan transportasi dan redeposisi limonit yang semakin jauh. Hal ini ditunjukkan oleh kecenderungan peningkatan Al2O3. Pengayaan Ce pada limonit eks situ bersifat non-selektif, sedangkan limonit in situ menunjukkan pengayaan selektif (Ce/Ce* > 1) akibat oksidasi Ce3+ menjadi Ce4+. Pada limonit eks situ, Ce berkorelasi dengan Al2O3 dan SiO2, sedangkan pada limonit in situ, Ce berkorelasi dengan MnO dan Fe2O3. Secara vertikal, limonit eks situ menunjukkan distribusi heterogen berupa perselingan endapan rawa dan perulangan red–yellow limonite yang merepresentasikan redeposisi bertahap dari berbagai sumber limonit. Secara spasial, perbedaan genesis menyebabkan limonit eks situ hanya berkembang pada area cekungan, sedangkan limonit in situ terbentuk langsung di atas batuan dasar sehingga tersebar hampir di seluruh area penelitian berdasarkan pemodelan implisit tiga dimensi. Perbedaan karakteristik geokimia antara limonit eks situ dan in situ dikontrol oleh geomorfologi, perbedaan kondisi redoks, mobilitas unsur selama laterisasi, sifat valensi unsur, serta proses pembentukan yang berbeda.

2026
👤 Penulis: Rafi Shafwan Subiyanto
🏷️ Geokimia Serium 🏷️ Limonit Eks Situ Dan In Situ 🏷️ Pembentukan Endapan Nikel Laterit
💬