π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5 dokumenAPLIKASI MULTIBEAM ECHOSOUNDER UNTUK IDENTIFIKASI BANGKAI KAPAL
Berbagai kegiatan survei hidrografi dapat dilakukan di wilayah perairan Indonesia yang begitu luas. Salah satu kegiatan survei hidrografi adalah survei batimetri. Survei batimetri merupakan kegiatan pengukuran kedalaman pada suatu wilayah lautan. Survei batimetri dapat menunjukan informasi tentang kedalaman dan informasi tentang dasar laut. Survei batimetri dapat dilakukan dengan menggunakan multibeam echosounder yang memiliki berbagai aplikasi yang menunjang kegiatan survei di laut. Multibeam echosounder dapat menghasilkan data batimetri dengan resolusi tinggi. Dengan mendapatkan titik-titik kedalaman, multibeam echosounder dapat mendeteksi keberadaan objek yang berada di bawah permukaan laut. Salah satu objek yang dapat di deteksi oleh multibeam echosounder adalah bangkai kapal. Keberadaan bangkai kapal dapat mempengaruhi penentuan jalur pelayaran serta kegiatan pembangunan infrastruktur dibawah laut. Dengan menggunakan multibeam echosounder dapat dilakukan identifikasi lokasi keberadaan bangkai kapal dan dimensi dari bangkai kapal.
PEMBUATAN SPESIFIKASI TEKNIS SURVEY HIDROGRAFI DALAM PENETAPAN LANDAS KONTINEN EKSTENSI DI INDONESIA
Landas kontinen adalah dasar laut dan tanah dibawahnya sampai kejauhan batas landas kontinennya atau sejauh 200 mil laut atau hingga jarak 350 mil laut dari garis pangkal. Berdasarkan pasal 76 United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 suatu negara pantai berhak atas Landas Kontinen melebihi jarak sejauh 200 mil laut yang diukur dari garis pangkal. Negara Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus sebagai negara pantai mempunyai kesempatan untuk melakukan submisi kepada CLCS (Commission on the Limits of the Continental Shelf) dan mensahkan landas kontinen ekstensi di wilayah negaranya. Untuk keperluan tersebut harus dilakukan kegiatan survey hidrografi untuk penetapan landas kontinen ekstensi, dan sampai dengan saat ini belum ada spesifikasi teknis yang khusus untuk penetapan landas kontinen ekstensi di Negara Indonesia. Metodologi yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan studi pustaka yang mencakup kegiatan pencarian literatur yang dapat memberikan informasi mengenai landas kontinen ekstensi, spesifikasi teknis yang dapat menjadi acuan dalam melakukan kegiatan survey hidrografi dan perancangan spesifikasi teknis survey hidrografi yang diperoleh dari jurnal ilmiah, text book, serta dari media elektronik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh suatu spesifikasi teknis yang dapat digunakan sebagai acuan maupun panduan dalam pelaksanaan survey hidrografi untuk penetapan landas kontinen ekstensi di Negara Indonesia, agar kegiatan survey hidrografi penetapan landas kontinen ekstensi tersebut dapat berjalan dengan optimal, efektif serta efisien.
PEMETAAN DASAR LAUT MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER UNTUK PENELITIAN LAUT DALAM (STUDI KASUS: SURVEI INDEX - SATAL 2010)
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki luas perairan yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan daratannya. Sekitar dua per tiga dari luas negara ini adalah wilayah perairan. Selain itu daerah lautan Indonesia juga banyak memiliki keunikan, salah satu keunikannya adalah beragamnya topografi bawah laut yang ada di wilayah Indonesia. Potensi laut dalam pada saat ini sudah banyak menarik perhatian para peneliti. INDEXΓβΓβSATAL 2010 adalah salah satu penelitian yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang laut dalam, termasuk hydrothemal vent yang merupakan satu dari sekian banyak fenomena menarik yang ada pada laut dalam. Multibeam Echosounder merupakan salah satu alat yang seringkali dipakai saat penelitian laut dalam. Multibeam Echosounder mempunyai kemampuan yang baik untuk menampilkan bentuk dasar laut yang representatif, sehingga memberikan pemahaman lebih mengenai fenomena dasar laut. Survei pemetaan dengan multibeam echosounder pada dasarnya dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu perencanaan dan persiapan, pelaksanaan, pengolahan data, dan penyajian. Manfaat yang dihasilkan dari pemetaan dengan menggunakan multibeam echosounder dapat menunjang penelitian laut dalam. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat tersebut antara lain untuk navigasi kapal, navigasi wahana selam, penelitian pergerakan lempeng bumi, pergerakan arus laut, dan penelitian kolom air.
SURVEI LOKASI UNTUK PELETAKAN ANJUNGAN EKSPLORASI MINYAK LEPAS PANTAI (Contoh Kasus Lapangan Matindok-Sulawesi Tengah)
Abstrak: Tahap awal dari program eksplorasi minyak lepas pantai, anjungan untuk pengeboran harus diletakkan pada lokasi yang aman dan target yang telah direncanakan. Untuk memastikan hal tersebut, target pengeboran yang telah direncanakan harus memberikan gambaran yang cukup dan memiliki prospek yang baik untuk kesuksesan pengeboran. Untuk keperluan hal tersebut, beberapa data dasar dibutuhkan bagi seluruh lokasi pengeboran. Data tersebut mencakup posisi (lintang, bujur, dan kedalaman laut), target di bawah dasar laut, kondisi geologi dasar laut. Informasi-informasi tersebut diperoleh melalui survei lokasi, survei lokasi juga mencakup studi met-ocean untuk menentukan cuaca, angin, gelombang, pasut, dan berbagai kemungkinan yang ditimbulkan oleh hal-hal tersebut pada desain instalasi anjungan. Dalam tugas akhir ini dikaji tahapan-tahapan dari survei lokasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan survei lokasi untuk eksplorasi minyak lepas pantai.
STUDI EVALUASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN PULAU SIPURA, KEPULAUAN MENTAWAI, SUMATERA BARAT.
abstrak bisa dilihat difilenya