📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERENCANAAN BANGUNAN PENGENDALI ABRASI DI PANTAI CUPEL, KABUPATEN JEMBRANA, BALI
Pantai Cupel yang terletak di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, mengalami permasalahan abrasi dalam sepuluh tahun terakhir dengan kemunduran garis pantai mencapai 100 meter. Selain terjadinya abrasi, adanya defisit transpor sedimen sejajar pantai akibat dampak pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan membuat garis pantai semakin mundur. Kondisi ini mengancam fasilitas publik, termasuk jalan desa dan Masjid Pantai Raudlatul Jannah, serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat nelayan setempat. Hingga saat ini, lokasi terdampak belum memiliki bangunan pengaman pantai untuk mereduksi energi gelombang. Oleh karena itu, diperlukan sebuah perencanaan teknis bangunan pengaman pantai yang mampu melindungi wilayah pesisir Desa Cupel dari kerusakan. Penelitian ini diawali dengan analisis kondisi eksisting menggunakan data primer dan sekunder. Analisis pasang surut dilakukan menggunakan metode Least Square untuk menentukan elevasi muka air penting. Peramalan gelombang dilakukan berdasarkan data angin selama tahun 2016–2025 dengan metode hindcasting sesuai standar Shore Protection Manual (SPM) 1984. Gelombang dan arus di kawasan tersebut dimodelkan menggunakan pemodelan numerik Delft3D untuk mengevaluasi kondisi eksisting serta efektivitas bangunan pengaman pantai yang direncanakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa gelombang dominan pada musim timur berasal dari arah tenggara membangkitkan arus sejajar pantai yang menjadi penyebab utama transpor sedimen dan abrasi. Berdasarkan kondisi tersebut dipilih struktur seri groin sebagai solusi penanganan abrasi. Hasil pemodelan memperlihatkan bahwa penambahan struktur groin mampu menurunkan tinggi gelombang di depan pantai dan mengurangi kecepatan arus sejajar pantai hingga berada di bawah kecepatan kritis, sehingga meningkatkan potensi sedimentasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur seri groin efektif mereduksi energi gelombang dan transpor sedimen sejajar pantai sehingga mampu mengurangi abrasi serta memberikan perlindungan terhadap fasilitas publik secara berkelanjutan.
STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI DI MUARA CIMANUK INDRAMAYU TAHUN 2014-2024 BERDASARKAN CITRA SATELIT DAN SURVEI LAPANGAN MENGGUNAKAN DRONE
Muara Sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu merupakan wilayah pesisir yang mengalami dinamika garis pantai signifikan akibat proses akresi dan abrasi, yang dipicu oleh kombinasi faktor oseanografi dan aktivitas manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengestimasi perubahan garis pantai di Muara Cimanuk dari tahun 2014 hingga 2024 dan (2) menghitung laju perubahan serta luas area terkait proses erosi dan akresi. Metode yang digunakan mencakup analisis citra satelit Landsat 8 OLI dengan teknik Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) dan analisis garis pantai menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Selain itu, dilakukan survei lapangan menggunakan drone di dua area representatif, yaitu Pantai Waledan (akresi) dan Pantai Tiris (abrasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muara Cimanuk didominasi oleh akresi, dengan rata-rata pergeseran garis pantai sebesar 46,77 m dan laju perubahan mencapai 4,68 m/tahun. Secara keseluruhan, terjadi perubahan area daratan seluas 818,27 ha, terdiri dari akresi sebesar 515,12 ha dan abrasi sebesar 303,16 ha. Validasi spasial terhadap data dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan penginderaan drone menunjukkan rata-rata Shoreline Change Envelope (SCE) antara 12–16 m, yang masih dalam batas toleransi resolusi citra satelit Landsat (30 m). Faktor oseanografi seperti pasang surut, topografi landai, dan arah gelombang dominan dari barat daya, serta konversi lahan pesisir menjadi tambak, turut memengaruhi pola sedimentasi dan abrasi di wilayah studi.