📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

ANALISIS MORFOTEKTONIK ZONA FOLD-THRUST-BELT DAERAH GEOPARK LEMBAH CISAAR-JATIGEDE, KABUPATEN SUMEDANG

Zona fold-thrust-belt (FTB) di Jawa Barat terbentuk akibat kompresi Plio-Pleistosen yang menginversi cekungan busur belakang dan menghasilkan sistem lipatan serta sesar naik berarah baratlaut–tenggara. Pendekatan morfometri dibutuhkan untuk mengkuantifikasi evolusi lanskap terutama pada zona ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan metode kuantitatif pada sub-DAS Cimanuk untuk bisa memahami evolusi bentang alam pada zona FTB serta menilai objek warisan geologi sebagai bagian dari pengembangan Geopark Lembah Cisaar-Jatigede. Metode yang digunakan meliputi analisis indeks geomorfik berbasis DEMNAS resolusi 8 m, yaitu SL, RDE, Re, Dd, Rh, indeks hipsometri, dan profil swath, yang dikelompokkan menggunakan klaster hierarki Ward dan Indeks Aktivitas Tektonik Relatif (IATR) untuk menentukan zonasi aktivitas tektonik relatif. Penilaian warisan geologi dilakukan secara semi-kuantitatif mengacu pada Permen ESDM No. 1 Tahun 2020 difokuskan pada risiko degradasi. Sebanyak 362 sub-DAS dianalisis dan menghasilkan lima kluster morfotektonik dengan variasi parameter terbesar 42,8% pada dua dimensi utama. Hasil menunjukkan dominasi sub-DAS memanjang dengan nilai Re rata-rata 0,52 dan indeks hipsometri berkisar 0,45–0,50 yang mengindikasikan stadia geomorfik muda menuju dewasa Serta kontrol tektonik aktif pada lembah struktural utama. Nilai SL dan RDE orde 2 teridentifikasi pada segmen yang berasosiasi dengan punggungan lipatan dan sesar anjak, sedangkan orde 1 terindikasi strultur berumur resen pada Sungai utama Cimanuk. Kluster dengan kekasaran relief tinggi terdistribusi di bagian tengah–selatan, merepresentasikan intensitas deformasi lebih besar dibandingkan bagian utara (northward propagation). Kuantifikasi berbasis morfometri menambahkan lapisan analisis objektif terhadap penilaian semi-kuantitatif pada evaluasi geosite. Parameter risiko degradasi dominan berada pada kategori sangat rendah yang mengindikasikan potensi risiko degradasi tinggi. Kondisi ini konsisten dengan hasil morfometri yang memperlihatkan nilai elongation ratio, indeks hipsometri, serta anomali RDE tinggi pada lokasi yang sama dan mencerminkan lereng curam, insisi vertikal aktif, dan kerentanan terhadap erosi maupun longsoran.

2026
👤 Penulis: Muhammad Farul Ridho Awaludin
🏷️ Morfotektonika 🏷️ Geopark Lembah Cisaar-Jatigede 🏷️ Analisis Geomorfik
💬