📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5 dokumenANALISIS PERMASALAHAN TITIK KONTROL GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) PADA PROSES KEGIATAN AKUISISI DATA MIGAS
Untuk menentukan letak sumber minyak dan gas bumi, diperlukan survei eksplorasi geofisika sebagai metode yang menggunakan sifat dan karakteristik fisika bumi dalam pencarian minyak dan gas bumi. Di dalam tahapan eksplorasi geofisika, diperlukan kegiatan dari teknik geodesi salah satunya untuk pengadaan titik kontrol dimana pengadaan titik kontrol tersebut dibutuhkan sebagai tahapan awal dalam pengerjaan eksplorasi geofisika yang akan digunakan pada tahapan eksplorasi geofisika selanjutnya. Dikarenakan pentingnya pengadaan titik kontrol tersebut, maka dibutuhkan penggunaan sistem referensi koordinat yang jelas dan tingkat akurasi yang tinggi dalam penentuan posisi pada pengadaan titik kontrol tersebut. Global Positioning System (GPS) telah dapat digunakan untuk pengadaan titik kontrol dengan tingkat ketelitian cukup akurat dan juga dapat digunakan secara mudah, optimal, dan efisien. Meskipun sudah jelas kebutuhan sisi geodetik seperti yang dimaksud di atas, namun ditengarai masih terdapat permasalahan geodetik terkait titik kontrol pada tahapan metode eksplorasi geofisika. Konsekuensi selanjutnya dapat terjadi perambatan kesalahan yang akan mempengaruhi tahapan metode eksplorasi geofisika tersebut secara keseluruhan. Pada penelitian ini, dilakukan analisis terhadap sistem yang digunakan pada koordinat titik kontrol yang bermasalah. Namun ditemukan bahwa kesalahan koordinat titik kontrol tersebut bukan disebabkan karena perbedaan sistem yang digunakan. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menjadi pembelajaran dalam menghindari perambatan kesalahan yang terjadi pada proses pengerjaan eksplorasi geofisika.
KOREKSI KECEPATAN KAPAL UNTUK PENGUKURAN ARUS LAUT SECARA KINEMATIK DARI DGPS VERIPOS
Pengukuran arus laut secara kinematik menghasilkan nilai kecepatan arus yang masih relatif terhadap pergerakan kapal. Koreksi kecepatan kapal dibutuhkan untuk mendapatkan nilai kecepatan arus yang absolut (relatif terhadap dasar perairan). Untuk mendapatkan informasi posisi dan waktu untuk menghitung kecepatan kapal digunakan Global Positioning System (GPS). Posisi dari GPS haruslah memiliki tingkat akurasi yang memadai. Tugas akhir ini membahas kajian terhadap keterandalan Differential GPS (DGPS) Veripos dalam memberikan informasi posisi dan waktu yang dibutuhkan untuk menentukan koreksi kecepatan kapal. Hasil kajian menunjukkan simpangan baku kecepatan kapal dari DGPS Veripos sebesar ±0.024 m/s. Simpangan baku tersebut didapatkan pada kecepatan kapal antara 0.48 m/s dan 1.66 m/s. Hal ini berarti kecepatan arus yang diukur harus lebih besar dari dua kali lipat simpangan baku kecepatan kapal atau 0.048 m/s.
ANALISIS DEFORMASI GUNUNGAPI TALANG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS TAHUN 2005 - 2009
Gunungapi Talang adalah salah satu gunungapi yang terletak di Sumatera Barat. Letusan magmatik terakhir terjadi pada tahun 1883. Letusan terakhir berupa letusan abu terjadi pada tahun 2005. Letusan pada tahun 2005 tersebut terjadi beberapa hari setelah gempa tektonik di Mentawai. Sejak saat itu aktivitas vulkanik gunungapi Talang terus meningkat, meskipun tidak terjadi erupsi.Untuk meneliti deformasi yang terjadi pada gunungapi Talang pada tahun 2005-2009 digunakan data pengamatan Global Positioning System (GPS) yang diamati pada bulan Desember 2005, Maret 2006, Februari 2007, Februari 2008, Juli 2009, Agustus 2009, dan Oktober 2009. Data GPS kemudian diproses sehingga didapatkan koordinat geodetik dan geosentrik beserta standar deviasinya. Koordinat geosentrik yang dihasilkan ditransformasikan ke dalam koordinat toposentrik. Setelah dilakukan uji statistik dengan distribusi-t dan nilai resultan kecepatan vektor pergeseran yang dihasilkan dinyatakan telah lolos, kecepatan vektor pergeseran per tahun diplot. Perhitungan lokasi pusat magma menggunakan model Mogi dan pemilihan hasil terbaik melalui metode optimasi.
STUDI PEMANFAATAN SISTEM GPS CORS DALAM RANGKA PENGUKURAN BIDANG TANAH
Kegiatan pendaftaran tanah di Indonesia salah satunya bertujuan untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan kepada pemegang hak atas suatu bidang tanah yang dinyatakan dalam bentuk sertipikat. Dalam kegiatan pendaftaran tanah dilakukan pengukuran batas-batas bidang tanah dengan mengacu pada titik-titik dasar teknik yang dinyatakan dalam bentuk pilar orde 2, 3, dan 4 yang diselenggarakan oleh BPN-RI (Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia). Jumlah titik dasar yang seharusnya dibangun di Indonesia mencapai jutaan sedangkan pada kenyataannya jumlah dan sebaran titik dasar yang ada belum merata dan menjangkau seluruh wilayah. Keterbatasan jumlah titik dasar ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor biaya pengadaan titik dasar yang tidak murah dan selanjutnya mempengaruhi waktu yang diperlukan BPN untuk melakukan sertifikasi seluruh bidang tanah di Indonesia. Untuk mengatasi keterbatasan jumlah titik dasar dan mendukung percepatan sertifikasi bidang tanah, diusulkan sistem GPS CORS (Global Positioning System Continuously Operating Reference Stations) yang berwujud sebagai titik kerangka referensi yang dipasangi receiver GPS dan beroperasi secara kontinyu selama dua puluh empat jam. Dalam penelitian ini dilakukan kajian dan analisis mengenai pemanfaatan sistem GPS CORS dalam rangka pengukuran bidang tanah secara ekonomis dan efisien. Dalam pemanfaatan sistem GPS CORS ini, BPN harus mempersiapkan hal-hal terkait seperti pengembangan sumber daya manusia dan struktur organisasi di dalam BPN agar sistem GPS CORS dapat dimanfaatkan dalam pengukuran bidang tanah.
STUDI PEMANFAATAN SISTEM GPS CORS DALAM RANGKA PENGUKURAN BIDANG TANAH
Kegiatan pendaftaran tanah di Indonesia salah satunya bertujuan untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan kepada pemegang hak atas suatu bidang tanah yang dinyatakan dalam bentuk sertipikat. Dalam kegiatan pendaftaran tanah dilakukan pengukuran batas-batas bidang tanah dengan mengacu pada titik-titik dasar teknik yang dinyatakan dalam bentuk pilar orde 2, 3, dan 4 yang diselenggarakan oleh BPN-RI (Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia). Jumlah titik dasar yang seharusnya dibangun di Indonesia mencapai jutaan sedangkan pada kenyataannya jumlah dan sebaran titik dasar yang ada belum merata dan menjangkau seluruh wilayah. Keterbatasan jumlah titik dasar ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor biaya pengadaan titik dasar yang tidak murah dan selanjutnya mempengaruhi waktu yang diperlukan BPN untuk melakukan sertifikasi seluruh bidang tanah di Indonesia. Untuk mengatasi keterbatasan jumlah titik dasar dan mendukung percepatan sertifikasi bidang tanah, diusulkan sistem GPS CORS (Global Positioning System Continuously Operating Reference Stations) yang berwujud sebagai titik kerangka referensi yang dipasangi receiver GPS dan beroperasi secara kontinyu selama dua puluh empat jam. Dalam penelitian ini dilakukan kajian dan analisis mengenai pemanfaatan sistem GPS CORS dalam rangka pengukuran bidang tanah secara ekonomis dan efisien. Dalam pemanfaatan sistem GPS CORS ini, BPN harus mempersiapkan halhal terkait seperti pengembangan sumber daya manusia dan struktur organisasi di dalam BPN agar sistem GPS CORS dapat dimanfaatkan dalam pengukuran bidang tanah.