📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPERENCANAAN DRAINASE KOTA PEKALONGAN
Kota Pekalongan merupakan sebuah wilayah yang seringkali mengalami banjir. Banjir tersebut disebabkan oleh beberapa sebab, seperti dataran yang rendah dan relatif datar, alih fungsi lahan meningkat, sedimentasi sungai, dan diperparah dengan adanya penurunan muka tanah. Permasalahan tersebut menyebabkan bencana banjir yang merugikan dan mengganggu aktivitas manusia. Selain itu, banjir juga meningkatkan risiko bagi kesehatan serta lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut, direncanakan pengendalian banjir yang didasarkan pada curah hujan periode ulang 5 tahun untuk drainase, debit periode ulang 20 tahun untuk inflow sungai, dan juga kondisi HHWL pada bagian hilir pesisirnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk merencanakan sistem pengendalian banjir yang dapat diterapkan pada Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Sistem pengendalian banjir yang akan diterapkan dalam penelitian ini adalah, penambahan lima pompa dengan kapasitas 250 liter.detik, 500 liter.detik, dan 800 liter.detik pada drainase, Pembangunan sembilan kolam retensi, yaitu Kolam Retensi Krapyak, Kolam Retensi Klego, Kolam Retensi Kusuma Bangsa, Kolam Retensi Lapas, Kolam Retensi Sentono, Kolam Retensi Irian, Kolam Retensi Kramat Sari, Kolam Retensi Bremi, dan Kolam Retensi Jeruk sari serta penambahan pompa dengan kapasitas 0.75 liter/detik dan 0.80 liter/detik. Pemodelan yang digunakan dalam menopang penelitian ini adalah pemodelan hidraulika melalui perangkat lunak PCSWMM yang dilakukan dengan analisis 1D dan 2D. Pemodelan yang dilakukan dalam 2D (dua dimensi) untuk meninjau genangan dan muka air banjir yang terjadi. Alternatif solusi yang dipilih adalah solusi gabungan dari setiap alternatif solusi yang menunjukkan persentase reduksi luas genangan sebesar 21% dari luas genangan eksisting. Berdasarkan analisis rencana anggaran biaya (RAB), total RAB yang diperlukan untuk pembangunan system pengendalian banjir adalah Rp666,922,970,803.80.
KAJIAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI AIR BENGKULU DI KOTA BENGKULU
Provinsi Bengkulu merupakan wilayah yang berada di sisi barat Pegunungan Bukit Barisan dan memiliki karakteristik topografi curam di bagian hulu serta dataran rendah di wilayah hilir. Sungai Air Bengkulu sebagai salah satu sungai utama di provinsi ini melintasi wilayah Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah yang termasuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu. Dalam beberapa dekade terakhir, DAS Bengkulu menunjukkan kecenderungan penurunan fungsi hidrologis dan kualitas lingkungan yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi serta besarnya kejadian banjir, salah satunya peristiwa banjir besar pada April 2019 dan Agustus 2022. Banjir yang terjadi pada Sungai Air Bengkulu disebabkan oleh kombinasi faktor hidrologis dan hidraulis, antara lain besarnya debit banjir akibat curah hujan ekstrem, perubahan karakteristik DAS, serta keterbatasan kapasitas penampang sungai yang mengalami penyempitan akibat sedimentasi, khususnya di bagian muara. Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai tidak mampu mengalirkan debit banjir secara optimal sehingga terjadi limpasan dan genangan di wilayah perkotaan. Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu telah melaksanakan upaya pengendalian banjir secara bertahap dan komprehensif. Namun demikian, kajian teknis terintegrasi tetap diperlukan untuk mendukung upaya penanganan yang telah dan akan dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hidrologi dan hidraulika Sungai Air Bengkulu berdasarkan kejadian banjir aktual melalui pemodelan, menilai pengaruh upaya pengendalian banjir terhadap reduksi banjir, serta mengkaji alternatif upaya tambahan yang diperlukan untuk mendukung pengendalian banjir yang efektif dan efisien. Analisis hidrologi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak HEC-HMS untuk memperoleh debit banjir rencana, diawali dengan pengujian kualitas data curah hujan melalui uji konsistensi, uji outlier, uji independensi. Data curah hujan yang digunakan berasal dari empat pos hujan, yaitu PCH Bajak, Taba Mutung, Tanjung Jaya, dan Batu Raja dengan panjang data 17 tahun (2008–2024). Curah hujan wilayah dihitung menggunakan metode Polygon Thiessen, kemudian dilakukan analisis distribusi frekuensi hujan rencana dengan beberapa metode distribusi dan uji kesesuaian untuk menentukan distribusi terbaik. Perhitungan hujan efektif dilakukan untuk mendapatkan nilai Curve Number berdasarkan ii karakteristik DAS, tutupan lahan, dan jenis tanah. Selanjutnya, debit banjir rencana dihitung menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis Snyder yang telah dikalibrasi terhadap kejadian banjir observasi. Hasil analisis hidrologi menunjukkan bahwa debit banjir rencana kala ulang 50 tahun (Q50) sebesar 879,4 m³/s digunakan sebagai dasar dalam analisis hidraulika. Pemodelan hidraulika dilakukan menggunakan HEC-RAS dua dimensi untuk mensimulasikan kondisi genangan banjir eksisting dan beberapa skenario penanganan banjir. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa kapasitas Sungai Air Bengkulu pada kondisi eksisting tidak mampu menampung debit banjir rencana Q50, yang ditunjukkan oleh luasan genangan mencapai 1.439,8 ha dengan kedalaman genangan berkisar antara 0,66 hingga 3,66 meter. Dari enam skenario penanganan yang disimulasikan, skenario keenam yang merupakan kombinasi peningkatan tanggul eksisting dan normalisasi sungai sepanjang 1,5 km di bagian muara menunjukkan kinerja terbaik dengan reduksi luas genangan sebesar 74,3%. Skenario ini dinilai memenuhi aspek efektivitas dalam pengurangan banjir serta efisiensi dari sisi pemeliharaan. Selain itu, hasil pemodelan menguatkan hipotesis bahwa penyempitan atau bottleneck di bagian muara sungai merupakan salah satu penyebab utama terjadinya banjir. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar teknis dalam perencanaan pengendalian banjir Sungai Air Bengkulu secara berkelanjutan serta mendukung penyusunan mikrozonasi kawasan berisiko tinggi bencana banjir di Kota Bengkulu.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN TANGGUL PADA SUNGAI SEPAKU, IBUKOTA NUSANTARA
Tugas akhir ini membahas perencanaan pembangunan tanggul pada Sungai Sepaku di Ibu Kota Nusantara (IKN). Sungai Sepaku merupakan salah satu sungai utama di wilayah IKN yang rentan terhadap banjir, sehingga pembangunan tanggul diperlukan untuk mengurangi risiko bencana. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem tanggul yang efektif dengan mempertimbangkan aspek hidrologi, hidraulika, dan geoteknis dari tanah pondasi tanggul yang diperoleh melalui proses pemodelan muka air, merencanakan tanggul, serta menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan pembangunan tanggul pada wilayah Sungai Sepaku. Hasil penelitian menunjukan menunjukan dibutuhkan total 93 tanggul yan terbagi pada sisi kiri dan kanan dari sungai dengan jarak antar cross-section 25 m dengan desain tinggi tanggul 1 m dari muka air banjir. Wilayah genanangan yang tereduksi dari perencenaan pembangunan tangul ini adalah 60% (genangan awal 35 ha dan genangan akhir 14 ha). Untuk merealisasikan pembangunan tanggul ini dibutuhkan biaya senilai 18,399,241,521.00 atau terbilang delapan belas milyar tiga ratus sembilan puluh sembilan juta dua ratus empat puluh satu ribu lima ratus dua puluh satu rupiah.