📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 11 dokumenTHE EFFECT OF CAPITAL, ASSET PRODUCTIVITY, LIQUIDITY,EFFICIENCY, AND INFLATION RATE TOWARDS RURAL BANK'SPROFITABILITY: STUDY ON WEST JAVA RURAL BANKS 2007 - 2010
Perkembangan BPR di Indonesia sejalan dengan cita-cita bangsa untuk selalu meningkatkan kesejahteraan warga negaranya. Peran awal Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah untuk bertindak sebagai lembaga keuangan yang melayani masyarakat di pedesaan atau daerah yang relatif terpencil yang memiliki keterbatasan akses kepada lembaga keuangan profesional untuk membantu mereka terlepas dari jeratan rentenir. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, BPR juga berfungsi sebagai ujung tombak dalam pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM). Fungsi-fungsi strategis BPR inilah yang dilihat sebagai alasan yang lebih dari cukup untuk melakukan studi tentang kinerja BPR, khususnya di Indonesia. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan kinerja BPR di Indonesia dengan melakukan regresi linear berganda. Regresi ditujukan untuk menguji pengaruh rasio-rasio keuangan sebagai faktor internal dan tingkat inflasi sebagai faktor eksternal, terhadap Return on Asset (ROA) sebagai indikator kinerja. Data sekunder dala bentuk laporan keuangan triwulanan digunakan dalam penelitian ini untuk memberikan rasio-rasio keuangan. Rasio-rasio keuangan dipilih dengan mengadaptasi dan memodifikasi kerangka yang dikembangkan oleh Majalah Infobank untuk menilai kinerja BPR, yang terdiri dari CAR, Pertumbuhan Modal, NPL, Pertumbuhan Kredit, LDR, Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan NIM. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 42 BPR di Jawa Barat, dalam tahun fiskal 2007-2010. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ROA secara signifikan dan positif dipengaruhi oleh NPL, Pertumbuhan Kredit, LDR, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan NIM. Kata Kunci Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Regresi Linear Berganda, Profitabilitas, Return on Asset (ROA), Rasio Kecukupan Modal (CAR), Pertumbuhan Modal, Non Performing Loan (NPL), Pertumbuhan Kredit, Loan to Deposit Ratio (LDR), Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Net Interest Margin (NIM), Tingkat Inflasi.
STRATEGI RANTAI PASOK ADAPTIF RUSIA DALAM MENANGGAPI SANKSI NEGARA BARAT
Setelah aneksasi Krimea pada tahun 2014, aliansi negara Barat memberlakukan sanksi yang menargetkan berbagai sektor Rusia termasuk keuangan, pertahanan, dan energi dengan tujuan membatasi kekuatan ekonomi negara tersebut. Meskipun banyak ahli memperkirakan akan terjadi destabilisasi besar, Rusia justru menunjukkan kapasitas yang signifikan dalam mengelola dan merespons tekanan sanksi tersebut. Studi ini meneliti bagaimana Federasi Rusia menyesuaikan sistem rantai pasoknya sebagai respons terhadap sanksi sanksi tersebut, dengan fokus pada strategi dan hasil yang muncul selama periode pasca sanksi awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, terutama melalui analisis kualitatif terhadap data sekunder berupa dokumen kebijakan, literatur akademik, dan laporan organisasi internasional, yang dilengkapi dengan analisis kuantitatif mengenai ketahanan sektoral menggunakan model Time to Recovery. Penelitian ini mengidentifikasi empat strategi adaptif utama: substitusi impor, pengalihan arah perdagangan, pengembangan infrastruktur keuangan alternatif, dan pemanfaatan industri yang dikendalikan negara untuk menstabilkan rantai pasok. Temuan kuantitatif utama menunjukkan bahwa sektor primer, sekunder, dan tersier Rusia memperlihatkan tingkat ketahanan yang berbeda beda, dengan sektor sekunder dan tersier pulih sepenuhnya ke tingkat output pra sanksi pada kuartal I 2018. Kesimpulan umum dari studi ini adalah bahwa meskipun Federasi Rusia belum mencapai kedaulatan ekonomi penuh, strategi strategi adaptif tersebut berhasil mengurangi ketergantungan negara terhadap sistem keuangan dan perdagangan Barat, sehingga memungkinkan terjadinya pemulihan yang terukur dari guncangan ekonomi tahun 2014
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI FASILITAS PRODUKSI TABLET HORMON SEKS DAN KONTRASEPSI
Berdasarkan data dari Indonesia Total Market Audit (ITMA), permintaan untuk produk obat hormon seks dan kontrasepsi cenderung meningkat setiap tahunnya. Untuk mendirikan fasilitas produksi tablet hormon seks diperlukan investasi yang cukup besar, sehingga perlu dilakukan studi kelayakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan bisnis dan investasi fasilitas produksi tablet hormon seks dan kontrasepsi dengan menggunakan metode analisis pasar. Studi meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek yuridis dan analisis aspek finasial ekonomi. Studi akan didasarkan pada biaya investasi yang dikeluarkan dan target penjualan beberapa tahun. Analisis dilakukan secara komprehensif mulai dari market share produk di Indonesia tahun 2023 dan pembuatan portofolio penjualan produk. Hasil menunjukan potensi pasar produk tablet hormon seks di Indonesia berdasarkan data IQVIA tahun 2023 adalah sebesar Rp 774.870.335.382 dengan MAT GR sebesar 18% dan CAGR 3 tahun terakhir terhitung sejak 2021 hingga 2023 sebesar 9%. Berdasarkan analisis 12 produk portofolio yang akan dibuat, diperoleh hasil Net Present Value (NPV) sebesar Rp 191.886.357.660 dengan Internal Rate of Rerturn (IRR) sebesar 53% dan Pabyback Period (PBP) selama 2,13 tahun. Setelah melakukan uji kelayakan investasi, dilakukan analisis sensitivitas untuk melihat perubahan nilai Net Present Value (NPV) terhadap Harga Pokok Penjualan dan revenue. Hasil uji sensitivitas menunjukkan investasi masih layak dijalankan pada perubahan kenaikan Harga Pokok Penjualan sebesar 30%, dan penurunan nilai revenue sebesar 15%. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa rencana investasi layak untuk dilaksanakan.
VALUASI SAHAM PT UNILEVER INDONESIA TBK: ANALISIS DAMPAK KEUANGAN DARI TEKANAN EKONOMI DAN INDUSTRI DI SEKTOR FCMG
Penelitian ini mengkaji kinerja keuangan dan valuasi saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR.JK) di tengah meningkatnya tantangan ekonomi dan persaingan di sektor fast-moving consumer goods (FMCG) Indonesia selama periode 2020 hingga 2024. Unilever Indonesia, sebagai pemimpin pasar dalam produk kebutuhan rumah tangga dan perawatan pribadi, mengalami penurunan kinerja keuangan yang signifikan selama periode ini, ditunjukkan oleh penurunan pendapatan, margin laba, dan valuasi pasar. Tekanan makroekonomi, termasuk inflasi, depresiasi nilai tukar rupiah, peningkatan biaya operasional, dan pergeseran preferensi konsumen, secara langsung mempengaruhi profitabilitas dan kepercayaan investor. Laba bersih perusahaan menurun dari Rp5,8 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp3,4 triliun pada tahun 2024, sementara pendapatan menurun dari Rp38,6 triliun menjadi Rp35,1 triliun. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Unilever Indonesia memiliki ekuitas merek yang kuat dan jaringan distribusi nasional yang luas, perusahaan menghadapi berbagai tantangan struktural seperti inefisiensi rantai pasok, ketergantungan tinggi pada bahan baku impor, serta keterbatasan dalam merespons perubahan perilaku konsumen yang cepat. Pangsa pasar perusahaan juga mengalami penurunan signifikan, yang diperparah oleh boikot geopolitik dan meningkatnya persaingan dari perusahaan lokal yang lebih gesit seperti Indofood CBP, Kino, dan Mayora Indah. Variabel makroekonomi, khususnya inflasi dan volatilitas nilai tukar, terbukti memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap kinerja keuangan dan volatilitas harga saham. Analisis valuasi menunjukkan bahwa nilai intrinsik saham Unilever, yang dihitung menggunakan metode Discounted Cash Flow dan Dividend Discount Model, lebih tinggi daripada harga pasar saat ini. Hal ini mengindikasikan potensi undervaluasi apabila perusahaan berhasil melakukan perbaikan operasional dan penyesuaian strategi. Berdasarkan temuan ini, lima rekomendasi strategis yang diusulkan adalah: mendiversifikasi rantai pasok untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor, mempercepat transformasi digital di bidang pemasaran dan distribusi, melakukan ekspansi ke kategori produk yang sedang tumbuh seperti kesehatan dan kebugaran, memperkuat kerangka manajemen risiko untuk mengantisipasi guncangan makroekonomi, serta merestrukturisasi basis biaya untuk meningkatkan profitabilitas jangka panjang.
MENUTUP ATAU MELEBARKAN KESENJANGAN? PERAN FDI DAN CUTI MELAHIRKAN BERBAYAR TERHADAP KESENJANGAN UPAH GENDER DI NEGARA-NEGARA DI ASIA
Foreign Direct Investment (FDI) secara signifikan memengaruhi pasar tenaga kerja; namun, dampaknya terhadap kesenjangan upah berdasarkan gender, khususnya di kawasan ASEAN dan negara-negara berkembang Asia lainnya, masih belum dieksplorasi. Studi yang ada mengungkapkan bagaimana pengaruh FDI terhadap kesenjangan upah, yang dibentuk oleh konteks kelembagaan dan kebijakan. Meskipun demikian, sedikit perhatian telah diberikan pada dinamika ekonomi ASEAN yang unik. Studi ini menggunakan fixed-effect model dengan data panel dari 33 negara berkembang Asia (2013–2022) untuk menganalisa dampak FDI terhadap kesenjangan upah berdasarkan gender dan peran moderasi cuti hamil berbayar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa FDI memperburuk kesenjangan upah berdasarkan gender, dengan cuti hamil berbayar mengurangi dampak ini di negara-negara berkembang Asia yang lebih luas, meskipun menunjukkan dampak yang lebih kecil di ASEAN. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya kebijakan yang berfokus pada gender, seperti cuti hamil yang didanai pemerintah dan kerangka kerja dalam pengasuhan anak bersama, dalam mempromosikan kesetaraan dalam ekonomi yang didorong oleh FDI.
ANALISIS PREFERENSI PENUMPANG TERHADAP PILIHAN LAYANAN PENERBANGAN DOMESTIK: STUDI KASUS RUTE JAKARTA–PONTIANAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi penumpang dalam memilih layanan penerbangan domestik pada rute Jakarta–Pontianak. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya harga tiket penerbangan domestik di Indonesia, yang berdampak pada berkurangnya aksesibilitas dan mobilitas masyarakat. Selain itu, operator penerbangan juga menghadapi tantangan tingginya biaya operasional, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan keterjangkauan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei stated preference dan revealed preference. Sebanyak 424 responden mengisi kuesioner, namun hanya 411 yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model logit multinomial untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi penumpang. Data primer dikumpulkan melalui survei terhadap penumpang yang pernah menggunakan penerbangan pada rute tersebut. Variabel dependen yang dianalisis mencakup karakteristik sosio-demografi dan karakteristik perjalanan responden. Sementara itu, variabel independen meliputi atribut layanan seperti harga tiket, jadwal penerbangan, pilihan kursi, fasilitas makanan dan minuman di pesawat, bagasi kabin, bagasi terdaftar, premi asuransi, serta jalur check-in dan boarding. Pendekatan ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai preferensi penumpang berdasarkan atribut layanan yang ditawarkan oleh maskapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga tiket, jadwal penerbangan, pilihan kursi, pendapatan, serta keberadaan anak atau tanggungan memiliki pengaruh signifikan terhadap preferensi penumpang. Selain itu, penumpang cenderung lebih sensitif terhadap harga pada maskapai full-service dibandingkan dengan maskapai no-frills. Temuan ini memberikan masukan penting bagi maskapai dalam merancang strategi harga dan layanan yang lebih sesuai dengan preferensi penumpang untuk meningkatkan keterjangkauan dan daya saing
STRATEGI PENETAPAN HARGA HTL INTERNATIONAL (FREIGHT FORWARDER INTERNASIONAL) DALAM MERESPONS FLUKTUASI TARIF PENGIRIMAN FCL (FULL CONTAINER LOAD) DARI CHINA
Terdapat tarif yang tidak dapat diprediksi yang diaplikasikan pada pengisian kontainer penuh atau lebih dikenal full container load (FCL) pada pengiriman dari proper hub yang berada dibawah naungan negara Cina. Hal tersebut dapat berpotensi merugikan finansial perusahaan trucking seperti HTL Internasional. Selain mengatasi permasalahan alur logistik, perusahaan ini juga memikul tanggung jawab keuangan sebagai NVOCC. Ketidakpastian geopolitik dan perubahan kebijakan perdagangan dapat memengaruhi biaya pengiriman global. Volatilitas tarif ini dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan. Jika tidak menggunakan pendekatan penetapan harga yang fleksibel dan responsif, stabilitas keuangan HTL akan terancam. Akibatnya, sangat sulit bagi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar sambil tetap mempertahankan pendapatan. Jika nilai tukar FCL tidak stabil, itu mungkin menimbulkan tantangan dan peluang bagi HTL International. Untuk menjaga keadaan finansialnya stabil, HTL harus menggunakan strategi seperti manajemen risiko keuangan dan penetapan harga strategis. Dengan mengoptimalkan pendapatan, mengendalikan biaya, dan proaktif mengurangi risiko, HTL dapat meningkatkan ketahanan finansial. Untuk mengatasi perubahan tarif pengiriman FCL dari Cina, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi keuangan untuk HTL International. Data eksternal dan internal digunakan dalam penelitian ini; ini termasuk laporan industri, tren pengiriman, tolok ukur pasar, tarif pengiriman historis, catatan pendapatan, data biaya operasional, dan tolok ukur pasar. Data internal dari HTL International dicocokkan dengan laporan keuangan, dan tolok ukur eksternal dibandingkan dengan berbagai sumber untuk memastikan keandalannya. Selain itu, Anda dapat menggunakan spreadsheet seperti Microsoft Excel dan Google Sheet untuk menyusun data. Tren masa lalu dalam fluktuasi tingkat FCL dan dampaknya terhadap HTL ditunjukkan dalam bagan dan grafik. Hasil penelitian ini meliputi hal-hal berikut: penetapan harga yang dinamis dan terbukti lebih fleksibel; penetapan harga cost-plus memberikan stabilitas tetapi membatasi peluang; volume kontainer 40FT memiliki pengaruh paling besar terhadap pendapatan; tarif pengangkutan 40FT memiliki korelasi yang lebih kuat dengan pendapatan daripada tarif pengangkutan 20FT; dan analisis sensitivitas menunjukkan bahwa v profitabilitas HTL sangat sensitif terhadap perubahan. Dengan mengoptimalkan berbagai komponen ini, laba operasional dapat meningkat secara cepat. Hasil ini mendukung kesimpulan bahwa HTL dapat secara efektif mengatasi volatilitas pasar dengan menerapkan strategi penetapan harga yang didukung oleh pengoptimalan volume dan efisiensi operasional. HTL memiliki kemampuan untuk membuat perjanjian tarif tetap dengan klien tertentu, mengubah harga sesuai dengan pasar, dan meningkatkan layanan yang menambah nilai. Dengan mengelola pendapatannya dengan bijak, HTL dapat mengurangi paparannya terhadap tarif FCL yang berubah-ubah. Ini dapat memperkuat posisinya di Asia Tenggara juga. Pengujian sensitivitas dan analisis prediktif harus diintegrasikan secara berkala ke dalam proses perencanaan keuangannya oleh HTL. Ini berguna untuk menentukan risiko, memperkirakan perubahan tarif, dan membuat strategi kontinjensi. Untuk meningkatkan ketahanan finansial HTL, HTL International harus menerapkan strategi penetapan harga hibrida, meningkatkan volume kontainer 40FT, menggunakan analisis sensitivitas dalam perencanaan keuangan, berinvestasi dalam analisis prediktif, dan fokus pada volume kontainer 40FT sebagai pendorong pendapatan utama..
EFEK VARIASI FUNGSI KERNEL PADA PREDIKSI SAHAM SEKTOR INDUSTRI PERTANIAN MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VEKTOR REGRESSION
Ekonomi fisika merupakan cabang ilmu fisika yang menerapkan konsep-konsep dalam fisika untuk memecahkan permasalahan ekonomi. Salah satu hal yang menarik adalah dinamika stokastik pada data saham. Data saham termasuk pada dinamika stokastik karena memiliki pola yang berubah-ubah mengikuti waktu yang cenderung fluktuatif serta sulit untuk diprediksi. Oleh karena itu, digunakan metode untuk memprediksi data saham tersebut. Pada penelitian ini, akan digunakan metode ekonomi fisika yaitu Support Vector Regression untuk memprediksi data saham penutupan sektor pertanian di delapan perusahaan Indonesia. Pertanian merupakan sektor yang memiliki peranan signifikan bagi perekonomian Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik, pada triwullan II tahun 2018 kontribusi pertanian pada laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 13,63%. Sektor pertanian sangat menjanikan untuk dijadikan usaha dan bisnis serta tujuan investasi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu adanya suatu model untuk memprediksi kondisi indeks harga saham di sektor industri pertanian untuk membantu investor dalam melakukan pengambilan keputusan dalam penanaman modal atau saham. Preprocessing data akan dilakukan sebelum digunakan sebagai data pada proses pembelajaran SVR. Preprocessing data membagi data menjadi dua bagian yaitu 80% data latih dan 20% data uji. Setelah didapatkan hasil prediksi untuk indeks harga saham, dilakukan analisis terhadap keakurasian dengan menghitung nilai error dan membandingkan efek variasi dari fungsi Kernel terhadap keakuratan prediksi. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa data sektor saham pertanian memiliki karakteristik yang hampir sama. Hal tersebut ditandai dengan penggunaan fungsi kernel polinomial yang menghasilkan nilai error minimum di 50% jumlah perusahaan dengan rata-rata error terkecil yaitu MAPE=13,10 % dan NRMSE = 0,07%.
USULAN RENCANA PERBAIKAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KEUANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH: STUDI KASUS ORBIT
Tesis ini menyajikan analisis komprehensif dan usulan rencana perbaikan untuk Orbit, sebuah perusahaan desain interior yang didirikan pada tahun 2020 di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Sebagai usaha kecil dan menengah (UKM), Orbit menghadapi tantangan yang signifikan dalam manajemen keuangan, efisiensi operasional, dan persaingan pasar. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi praktik-praktik manajemen keuangan tertentu yang menyebabkan masalah keuangan Orbit dan mengusulkan langkah-langkah untuk mengoptimalkan kinerja keuangannya. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja analisis internal dan eksternal, termasuk Resource-Based View (RBV), Analisis VRIO, Analisis PESTEL, Porter's Five Forces, dan Analisis SWOT, untuk menilai situasi Orbit saat ini secara komprehensif. Kinerja keuangan dievaluasi dengan menggunakan rasio likuiditas, aktivitas, utang, dan profitabilitas, sedangkan kinerja non-keuangan dinilai melalui indikator pemasaran, sumber daya manusia, tata kelola, dan operasional. Temuan utama menunjukkan bahwa Orbit mengalami kesulitan dalam manajemen arus kas, terutama karena piutang yang tinggi dan proses penagihan yang tidak efisien. Selain itu, fluktuasi ekonomi berdampak buruk pada efisiensi operasional dan stabilitas keuangan. Rencana perbaikan yang diusulkan merekomendasikan untuk menerapkan kebijakan kredit yang lebih ketat, meningkatkan proses penagihan, menetapkan batas anggaran yang jelas, Memperluas jangkauan pasar dengan menargetkan segmen baru dan membentuk kemitraan strategis, memperkuat pemasaran dan upaya pemasaran dengan menampilkan kemampuan desain yang unik dan mempertahankan hubungan klien yang kuat sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
PENGEMBANGAN RENCANA BISNIS PRODUSEN STIK KENDALI UNTUK GIM FIGHTING
Komunitas fighting game Indonesia (juga disebut sebagai FGC Indonesia) adalah pasar yang luas dan masih memiliki banyak kebutuhan tidak terpenuhi. Karena komunitas yang terpisah-pisah, kebutuhan keterampilan dasar yang lebih tinggi untuk mulai bermain, dan popularitas gim fighting yang tidak setinggi gim dari genre lain, jumlah bisnis yang memenuhi kebutuhan FGC lokal sangat sedikit. Contohnya adalah pembuatan stik kendali gim fighting, yang mengambil inspirasinya dari kabinet arkade tempat gim fighting bermula. Jenis stik kendali ini sudah menjadi bagian penting dari budaya gim fighting secara global, sebagai cara seseorang dapat mendalami sejarah gim fighting serta meningkatkan performa mereka di dalam gimnya. Namun, produksi di Indonesia untuk jenis stik kendali ini masih sangat terbatas dan susah diakses karena faktor-faktor yang sudah disebutkan di atas. Produsen luar negeri juga mahal karena kurs mata uang dan bea cukai, sehingga menjadi opsi yang kurang menarik bagi pemain lokal. Melihat kesempatan blue ocean ini, ditambah dengan latar belakang dan pengalaman penulis sendiri dalam tidak hanya gim fighting tetapi juga bisnis, teknik, dan dunia esports yang lebih luas, penulis menyusun rencana bisnis manufaktur yang mampu memenuhi kebutuhan FGC lokal. Harapannya adalah untuk menjadi produsen terdepan untuk stik kendali gim fighting di Indonesia, dengan kualitas terbaik untuk budget yang cocok dengan target pasar lokal sembari meningkatkan aksesibilitas untuk stik kendali gim fighting melalui pemasaran strategis dan pelibatan komunitas.
SUATU MODIFIKASI MODEL HUBUNGAN TINGKAT INFLASI DAN PENGANGGURAN DENGAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN DIFERENSIAL TUNDA
Kinerja ekonomimakro suatu negara didasarkan dua komponen makroekonomi yang saling terkait satu sama lain, yaitu tingkat inflasi dan pengangguran. Keduanya memiliki hubungan yang penting karena adanya perubahan yang terkait dengan tingkat inflasi dan/atau pengangguran dapat menimbulkan risiko keuangan di kalangan masyarakat, baik di masa peristiwa terjadi, maupun di masa setelahnya. Jadi, kinerja ekonomimakro dan peristiwa yang terjadi di masa lampau merupakan elemen yang penting untuk diperhatikan dalam upaya penanggulangan ketidakpastian keuangan. Relasi kinerja ekonomimakro dan peristiwa yang terjadi di masa lampau dinyatakan dalam suatu model ekonomi yang dimodifikasi dengan persamaan diferensial tunda dan model tersebut terbagi menjadi model ekonomi non-sistemik dan sistemik yang memiliki parameter. Taksiran parameter yang relevan dari model dapat digunakan untuk meramalkan tingkat inflasi untuk masa yang akan datang dan dengan pemilihan suatu waktu tunda, diharapkan hasil peramalan tingkat inflasi mampu menyelidiki risiko keuangan yang bisa saja terjadi dan selanjutnya mencegah ketidakpastian keuangan di kalangan masyarakat di masa depan.