📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

AN EXPLORATORY STUDY OF MUSIC INDUSTRY IN BANDUNG

In this globalization era has brought competitive pressure to the business activities around the world. Porter (1990) said that national prosperity is created not inherited. This condition brought that we need new type of industry that can make a competitive advantage to this nation. Florida (2002) said that in the new economic era; competitive advantages depend on the quality of creativity and initiation, design and technical ability, deep conceptualization, and ability to deal with fast change. The current condition shows that music industry is the leading industry on creative industry. Based on Dinas Perdagangan Republik Indonesia's research, the condition was supported by: • Creative music industry have the higher growth than the other creative industry (18.06% in 2002-2006) • 80% market share on music industry is occupied by Indonesian music. • Indonesian music has been approved and sale at other country, like Malaysia, Brunei Darussalam, Singapore. • High playing ratio on television and radio •High frequency of concert on television or off-air, even the concert hall not good enough. This study talking about how the rich picture of creative music industry in Bandung, and how to bring this industry to their potential throughout several analysis data and tools, like stakeholders analysis, value chain analysis and diamond of porter model. In this study, in-depth interview has been used to 10 informants from five stakeholders by recommendation from various stakeholders. This study succesfully described the rich picture of creative music industry and also identify the potential or problems that exist on the creative music industry in this town. This study also identify how each stakeholder's reaction about collaboration and how to achieve that. Keywords: Creative industry, music industry, stakeholders analysis, value chain analysis, diamond of porter model, collaboration

2026
👤 Penulis: Yohanes Ganjar Wicaksana
🏷️ Creative Industry 🏷️ Hidrologi Musik 🏷️ Analisis Porter

KUANTIFIKASI KOMPLEKSITAS MUSIK DENGAN MATRIKS DAN GRAF TRANSISI NADA

Musik sebagai seni suara memiliki keragaman dan kompleksitas yang terus berkembang. Meskipun matematika dan musik sering dianggap terpisah, Pythagoras telah menunjukkan hubungan erat antara keduanya melalui rasio matematis di balik interval musik. Penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi hubungan ini dari sudut pandang abstrak, seperti teori grup dan teori graf dalam musik. Namun, seringkali hasil abstrak tersebut sulit diinterpretasikan secara langsung oleh musisi untuk mendeskripsikan atau membandingkan kompleksitas musik. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan pendekatan praktis untuk mengukur kompleksitas musik dari aspek melodinya menggunakan representasi matematis. Fokus penelitian ini adalah kompleksitas dalam menyanyikan musik, khususnya pada melodi dominan suatu lagu. Transisi nada yang terdapat pada melodi dominan dianggap memiliki faktor kompleksitas yang setara, dan data musik yang digunakan berupa berkas MIDI. Nada-nada yang ditinjau juga dibatasi pada cakupan alat musik piano. Representasi matematis transisi nada dari melodi dominan dibangun dalam bentuk Matriks Transisi Nada (MTN) dan Graf Transisi Nada (GTN). Matriks Transisi Nada merangkum frekuensi transisi antar nada, sedangkan GTN memvisualisasikan struktur jaringan transisi tersebut. Dari MTN, dikembangkan metrik kuantitatif seperti jangkauan, usaha, dan kelangkaan, sedangkan dari representasi GTN, diukur sentralitas simpul untuk mengidentifikasi nada-nada penting. Implementasi metrik pada beberapa berkas MIDI dari berbagai genre musik dengan bantuan Python 3 menunjukkan bagaimana ukuran-ukuran ini dapat memberikan gambaran praktis mengenai kompleksitas melodi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi matriks dan graf berhasil menguantifikasi dinamika transisi nada, memberikan informasi terukur mengenai jangkauan, usaha, kelangkaan, serta peran penting nada melalui sentralitas derajat dan keantaraan. Ditemukan juga adanya ketidaktelitian dalam ekstraksi melodi dominan pada beberapa lagu, yang dapat diatasi dengan peningkatan kualitas data dan algoritma. Saran untuk pengembangan meliputi peningkatan kualitas melodi dominan, pengukuran kompleksitas berbagai jenis transisi, dan pengoptimalan metrik kelangkaan.

2025
👤 Penulis: M. Atta Pranata Amir
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Musik 🏷️ Hidrologi Musik
💬