πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 9 dokumen

PENGARUH PERILAKU KONSUMEN PADA PENGADAAN SUKU CADANG AFTERMARKET DAN NON-ORISINAL PADA INDUSTRI ALAT BERAT DAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Kerusakan pada alat berat dalam operasi pertambangan akan berdampak pada biaya ribuan dolar per jam, terlepas dari perbaikan terjadwal atau yang tidak terjadwal. Lokasi yang terpencil membuat logistic dan rantai pasokan menjadi tantangan tersendiri. Kualitas perawatan, peramalan, kondisi lingkungan, ketersediaan anggaran, sifat pembayaran, kemampuan vendor, dan penyebaran lokasi terpencil merupakan tantangan lain dalam mengelola inventori dalam bisnis pertambangan. Dalam situasi lain, tekanan untuk selalu beroperasi dengan biaya yang efisien wajib dilakukan untuk dapat bertahan di operasional, dan situasi ini mendorong beberapa strategi guna mengurangi biaya konsumsi suku cadang. Oleh karena itu, memastikan ketersediaan suku cadang sangat strategis. Sementara produsen peralatan asli (OEM) secara alami mendominasi ruang ini, banyak merek purnajual telah muncul, menjanjikan masa pakai yang diharapkan, kualitas kinerja yang serupa dengan barang asli dengan harga lebih rendah, Terutama, setelah lepas masa garansinya. Studi ini menyelidiki bagaimana perilaku konsumen B2B yang memengaruhi niat untuk membeli suku cadang purnajual dan non-asli untuk armada alat berat di pertambangan. Berdasarkan teori perilaku terencana seperti risiko downtime yang dirasakan, sensitivitas total biaya kepemilikan (TCO), dan kualitas hubungan pemasok, penelitian ini mempertanyakan faktor kontrol apa yang paling kuat memengaruhi niat pengadaan, antara preferensi asli dan non-asli, dan faktor apa yang memengaruhi keinginan pengadaan untuk beralih ke merek non-asli atau purnajual. Memahami keinginan dan alasan di balik keputusan tersebut akan bermanfaat bagi industri dalam rangka mempersiapkan strategi keterlibatan yang tepat dan penetrasi pasar, serta mengelompokkan perusahaan berdasarkan niat tersebut.

2026
πŸ‘€ Penulis: Tommy Nugrahanto Wisudawan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi Pertambangan 🏷️ Kepemilikan Total Biaya (Tco)

DIAGNOSTIK PRAKTIS PERMASALAHAN PRODUKSI AIR MENGGUNAKAN ANALISIS WATER CUT DAN WOR DERIVATIVE PADA LAPANGAN AX

The AX Field is one of the largest onshore oil fields in Indonesia and contributes significantly to the country’s oil production. After reaching peak production of approximately higher than 220 MBOPD, the field has entered a mature production stage characterized by declining oil rates and increasing water production rapidly. The main producing reservoir is the heterogeneous carbonate buildup of the Kujung Formation that can create preferential flow paths and lead to uneven fluid displacement. This study aims to analyze declining production and rapidly increase of water production in the AX Field through an integrated evaluation of field performance and well-level diagnostics for maintenance field production performance in the future. The study workflow begins with the collection and validation of production and injection data based on production history data from August 2009-May 2025, followed by the development of a historical field production performance plot to evaluate reservoir behavior over time, complemented by the construction of a combined Voidage Replacement Ratio (VRR) and reservoir pressure versus time plot to assess reservoir drive mechanisms and pressure support. Then, production historical evaluation is conducted using Decline Curve Analysis (DCA) to determine decline rate (Di) field and wells. Based on these evaluations, a problematic well is identified for further detailed analysis based on wells production history data. Water production behavior is then examined for every well in the field using DCA method, fractional method, and Watercut/Life time method. Further diagnostic analyses include Chan plot evaluation for production wells, Hall plot interpretation for injection wells, and assessment of well completion data alongside oil–water contact (OWC) conditions. The integration of these analyses provides the basis for proposing appropriate mitigation strategies to optimize production performance and manage excessive water production. The results indicate that injection pressure support successfully stabilized reservoir pressure after the early depletion stage. However, diagnostic analysis shows that channeling is the dominant mechanism causing water breakthrough in several wells, with some wells also exhibiting bottom-water coning. Fractional flow analysis estimates a theoretical breakthrough watercut of approximately 85.7%, and comparison with field data suggests that several wells experienced earlier breakthrough due to preferential flow through high-permeability pathways. The integrated analysis provides insights for identifying problematic wells and supports the implementation of targeted water-management strategies to improve sweep efficiency and sustain oil recovery in the AX Field.

2026
πŸ‘€ Penulis: Husnani Rachmawati
🏷️ Hidrologi Pertambangan 🏷️ Analisis Curva Penurunan Produksi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Minyak

MENGURANGI LEAD TIME PENGADAAN SUKU CADANG PERAWATAN DI PT BUKIT ASAM TBK

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memproses 2.679 permintaan pengadaan pada paruh pertama tahun 2025, di mana 55% di antaranya merupakan suku cadang perawatan yang penting untuk menjaga kelancaran dan keandalan operasi dengan total 1.368 Purchase Requisition (PR). Fokus penelitian ini adalah menganalisis dan meningkatkan waktu pengadaan untuk suku cadang perawatan mulai dari saat PR diajukan hingga Purchase Order (PO) selesai diterbitkan. Metodologi penelitian menggabungkan analisis kuantitatif terhadap data transaksi dengan pemodelan proses menggunakan BPMN dan simulasi melalui perangkat lunak Bizagi. Wawasan tambahan diperoleh melalui wawancara dan diskusi kelompok terarah bersama para pemangku kepentingan terkait. Simulasi proses As-Is menunjukkan bahwa total waktu pengadaan mencapai 60,5 hari dari awal hingga akhir, jauh melebihi target perusahaan sebesar 50 hari. Keterlambatan utama terjadi pada tahap pelaksanaan pengadaan dan pembuatan PO, terutama karena adanya prosedur berulang dan proses persetujuan yang masih dilakukan secara manual. Untuk mengatasi hal tersebut, penulis mengusulkan beberapa solusi bisnis melalui pendekatan Business Process Reengineering (BPR) seperti penerapan tanda tangan elektronik untuk mempercepat persetujuan, penerapan umbrella contract untuk menghilangkan siklus pengadaan yang berulang, serta implementasi sistem vendor rating dan risk dashboard yang memberikan visibilitas waktu nyata terhadap potensi masalah. Simulasi To-Be dari perbaikan yang diusulkan menunjukkan bahwa dalam skenario campuran, di mana 45% pengadaan menggunakan umbrella contract dan 55% tetap dengan metode konvensional, rata-rata waktu pengadaan menurun menjadi 44.7 hari dan berhasil melampaui target KPI yang diharapkan. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi alur persetujuan digital, pengaturan kontrak yang terstandar, dan pemantauan risiko secara proaktif dapat meningkatkan efisiensi operasional pengadaan. Selain itu, penelitian ini juga membuktikan nilai praktis dari penerapan BPR dalam meningkatkan proses pengadaan agar lebih responsif dan andal di sektor pertambangan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Oktavia Indriani
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi Pertambangan 🏷️ Analisis Kuantitatif

MENGURANGI LEAD TIME PENGADAAN SUKU CADANG PERAWATAN DI PT BUKIT ASAM TBK

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memproses 2.679 permintaan pengadaan pada paruh pertama tahun 2025, di mana 55% di antaranya merupakan suku cadang perawatan yang penting untuk menjaga kelancaran dan keandalan operasi dengan total 1.368 Purchase Requisition (PR). Fokus penelitian ini adalah menganalisis dan meningkatkan waktu pengadaan untuk suku cadang perawatan mulai dari saat PR diajukan hingga Purchase Order (PO) selesai diterbitkan. Metodologi penelitian menggabungkan analisis kuantitatif terhadap data transaksi dengan pemodelan proses menggunakan BPMN dan simulasi melalui perangkat lunak Bizagi. Wawasan tambahan diperoleh melalui wawancara dan diskusi kelompok terarah bersama para pemangku kepentingan terkait. Simulasi proses As-Is menunjukkan bahwa total waktu pengadaan mencapai 60,5 hari dari awal hingga akhir, jauh melebihi target perusahaan sebesar 50 hari. Keterlambatan utama terjadi pada tahap pelaksanaan pengadaan dan pembuatan PO, terutama karena adanya prosedur berulang dan proses persetujuan yang masih dilakukan secara manual. Untuk mengatasi hal tersebut, penulis mengusulkan beberapa solusi bisnis melalui pendekatan Business Process Reengineering (BPR) seperti penerapan tanda tangan elektronik untuk mempercepat persetujuan, penerapan umbrella contract untuk menghilangkan siklus pengadaan yang berulang, serta implementasi sistem vendor rating dan risk dashboard yang memberikan visibilitas waktu nyata terhadap potensi masalah. Simulasi To-Be dari perbaikan yang diusulkan menunjukkan bahwa dalam skenario campuran, di mana 45% pengadaan menggunakan umbrella contract dan 55% tetap dengan metode konvensional, rata-rata waktu pengadaan menurun menjadi 44.7 hari dan berhasil melampaui target KPI yang diharapkan. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi alur persetujuan digital, pengaturan kontrak yang terstandar, dan pemantauan risiko secara proaktif dapat meningkatkan efisiensi operasional pengadaan. Selain itu, penelitian ini juga membuktikan nilai praktis dari penerapan BPR dalam meningkatkan proses pengadaan agar lebih responsif dan andal di sektor pertambangan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Oktavia Indriani
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi Pertambangan 🏷️ Analisis Kuantitatif

CORE TO FIELD-SCALE NUMERICAL SIMULATION STUDY OF SP FLOODING: SENSITIVITY PARAMETER FOR OPTIMIZING THE INJECTION STRATEGY IN WAXY OIL RESERVOIR

The Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) has set a production target of 1 million BOPD by 2030. However, many fields have experienced a drastic decline and have matured, making this production target challenging. The application of Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR) in waxy oil reservoirs has the potential to support this commitment. Laboratory studies through coreflooding experiments have been conducted previously. The study results successfully demonstrated that surfactant polymer flooding can increase oil recovery by 27.47% compared to waterflooding. This study aims to predict the effectiveness of applying surfactant polymer flooding using numerical simulation with CMG-STARS at the field scale, determine the optimal injection strategy through sensitivity analysis of key injection parameters, and evaluate its streamline form. This study began with calibrating the core model with laboratory test results. The core model was then recalibrated through a connecting model. Field-scale simulations used a conceptual model with a 5-Spot well pattern. Numerical simulation results showed that the increase in oil recovery through surfactant polymer flooding decreased to 7.55%. This result is due to the level of heterogeneity at the field scale. Through the determined injection strategy, the increase in oil recovery can be optimized to 12.27%.

2025
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Fathan Sepwiandy
🏷️ Hidrologi Pertambangan 🏷️ Optimisasi Penggunaan Eor 🏷️ Analisis Sensitivitas

PENGELOLAAN INVENTORI OLEH VENDOR UNTUK RANTAI PASOKAN STRATEGIS PADA BAHAN PELEDAK DI OPERASI PERTAMBANGAN BATU BARA

Penelitian ini mengamati Rantai Pasokan (SC) Amonium nitrat (AN), bahan peledak bernilai tinggi dan kritikal, penting untuk operasi pertambangan batu bara, yang saat ini mengalami gangguan karena fluktuasi permintaan batu bara global dan domestik, yang berdampak pada produksi dan volatilitas permintaan AN. Proses yang panjang, kompleks, ketergantungan kepada supplier, tidak terintegrasi, ditambah dengan kondisi dan regulasi pertambangan yang ketat, menyebabkan waktu pengadaan lama dan biaya inventaris yang tinggi. Penelitian ini menggunakan Kepner-Tregoe Analysis (KTA), Business Process Engineering (BPE), Business Process Model and Notation (BPMN), Vendor Managed Inventory (VMI), dan Economic Order Quantity (EOQ), untuk menilai situasi SC yang kompleks, mengevaluasi proses bisnis, membangun model manajemen inventaris yang efektif dan efisien, serta melakukan analisa biaya. Desain VMI diharapkan memperbaiki proses SC dengan pembagian tanggung jawab: operasional harian pengadaan dan inventory dikelola vendor, sementara perusahaan lebih kepada fungsi kontrol. Ini juga meminimalkan waktu pengiriman yang sulit diprediksi, mengatasi kekurangan stok melalui optimasi stok oleh vendor, menjaga stabilitas naik dan turun harga melalui kerjasama jangka panjang, perbaikan arus kas dengan mekanisme penagihan bulanan, dan rekonsiliasi berbasis penggunaan, serta pengurangan signifikan dalam biaya pemesanan dan penyimpanan inventaris. Pada akhirnya penelitian ini memberikan keuntungan kepada Perusahaan, vendor dan panduan bagi praktisi SC untuk membangun manajmene SC yang strategis melalui implementasi VMI.

2025
πŸ‘€ Penulis: Sadarmadi Sapardiman
🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Hidrologi Pertambangan 🏷️ Kepner-Tregoe Analysis

DALAM RANGKA MENJADI PEMIMPIN PASAR DI INDUSTRI MINERAL KRITIS USULAN STRATEGY UNTUK MIND ID

Indonesia memiliki keberagaman sumber daya alam, diantaranya mineral logam. Berdasarkan Keputusan Menteri no. 296 tahun 2023, telah ditetapkan 47 mineral kritis yang juga meliputi 21 mineral strategis untuk dikembangkan. Setidaknya terdapat beberapa komoditas unggul Indonesia yang menjadi ujung tombak dalam sektor kendaraan listrik dan energi bersih, yakni nickel, bauksit, tembaga, dan timah. MIND ID sebagai perusahaan holding di bidang pertambangan, mendapatkan mandat dari pemerintah untuk menjadi pemimpin pasar dalam industri mineral kritis. Salah satunya dengan terdaftar di dalam Fortune Global 500. Namun, tantangan yang dihadapi pun cukup besar, untuk itu di butuhkan strategi yang tepat untuk dapat memajukan industri mineral kritis di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah, capital investment, regulation frameworks, technological advancement, and human resources. Dalam penelitian ini, akan ditelaah secara mendalam mengenai strategi yang dapat diusulkan kepada MIND ID. Penelitian berbasis kualitatif ini, akan dilaksanakan dengan metode triangualation dimana 7 orang responden akan diinterview secara terpisah dengan metode semi-structure. Dengan menggunakan analisa internal dan external, berbasis macroekonomi, industri, benchmark, dan perusahaan, kerangka TOWS akan disusun dan dilanjutkan dengan formulasi strategi menggunakan ANSOFF Matrix. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa MIND ID secara korporasi memiliki kapabilitas internal yang dapat dikembangkan untuk mencapai tujuan. Dengan penguatan strategic partnership, MIND ID dapat melakukan diversifikasi produk sesuai dengan kebutuhan di pasar global. Operational excellence perlu ditingkatkan untuk dapat mereduksi ongkos produksi sehingga produk dapat lebih bersaing di pasar dengan harga dan kualitas yang kompetitif. Perlunya penyederhanaan peraturan juga menjadi sangat penting untuk mempermudah MIND ID melakukan merger&akuisisi perusahaan berizin IUP dan menarik investor asing untuk mengembangkan hilirisasi. Perlindungan terhadap barang impor melalui larangan terbatas impor tidak kalah penting sebagai bentuk perlindungan kepada subsidiari dan FDI yang melakukan operasi pertambangan baik di hulu dan di hilir. Mengacu kepada performance projection yang dilakukan dengan asumsi pertumbuhan pendapatan rata-rata, didapatkan bahwa MIND ID memperoleh pendapatan sekitar USD 34,2 milyar pada tahun 2034 dan menggantikan Xinjiang Guanghui Industry Investment Group di urutan terakhir FG 500 dengan pendapatan USD 31,6 billion. Berdasarkan analisa, MIND ID perlu meningkatkan penguatan strategi pada penetrasi pasar, pengembangan produk, dan pengembangan pasar. Adopsi technologi berbasis artificial intelligent, research and developments, product diversifying, customer feedback, brand awareness, trend prediction, localized market, and sustainability are some crucial points MIND ID need to be concerned to enable the company on becoming the global market leader in critical mineral industry.

2025
πŸ‘€ Penulis: Nova Chisilia Zahara
🏷️ Industri Mineral Kritis 🏷️ Hidrologi Pertambangan 🏷️ Kecerdasan Buatan

TEKNOLOGI PENYISIHAN LOGAM DAN COLLOIDAL CLAY PADA AIR TAMBANG BATUBARA TERBUKA: KOMPARASI METODE KOAGULASI KIMIA DAN ELEKTROKOAGULASI

Operasi penambangan dilakukan melalui penggalian dan pengangkutan material tanah penutup dalam jumlah yang relatif besar. Kegiatan tersebut dapat menimbulkan potensi dampak terhadap aspek lingkungan terutama pengelolaan air. Air tambang batubara cenderung memiliki karakteristik koloid dengan komposisi lempung (colloidal clay) yang sulit untuk mengendap. Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi air tambang batubara dan potensi pengolahannya melalui proses koagulasi kimia dan elektrokoagulasi. Proses koagulasi kimia dilakukan dengan alum dan PAC pada rentang dosis 140 - 400 mg/L sedangkan elektrokoagulasi dilakukan dengan reaktor kontinu sebanyak 15 liter dengan elektroda aluminium (Arus 6A; Debit 0,3 LPM). Dilakukan pengujian pada fasa cair maupun fasa padatan baik pada parameter fisik, kimia maupun logam sebelum dan sesudah pengolahan air tambang. Didapatkan bahwa sampel air tambang batubara termasuk ke dalam kelompok air tambang netral dengan tipe air tambang natrium-bikarbonat. Padatan tersuspensi mempunyai ukuran 1862,5 nm pada pengamatan menggunakan LR-TEM dengan nilai zeta potensial -20,9 mV. Dominasi mineral yang terkandung adalah kaolinite (62,4%) dan kuarsa (25,9%). Padatan tersuspensi dapat tersisihkan hingga 96% pada dosis 230 mg alum/L dan 98% pada elektrokoagulasi. Karakterisasi dan pemahaman proses koagulasi kimia serta elektrokoagulasi diharapkan dapat memberikan dasar penentuan untuk metode pengolahan yang efektif pada operasi pertambangan batubara.

2025
πŸ‘€ Penulis: Faiz Hasan
🏷️ Koagulasi Kimia 🏷️ Elektrokoagulasi 🏷️ Hidrologi Pertambangan

ANALISIS PENGARUH INTELLIGENT CIRCULATING SUB TERHADAP EFISIENSI PEMBERSIHAN LUBANG DI LAPANGAN X

Hole cleaning is a critical aspect of drilling operations, involving the removal of drill cuttings from the well bore to ensure stability and prevent issues such as stuck pipes or reduced drilling efficiency. The effectiveness ofhole cleaning is influenced by various factors, including drilling fluid flow rate, annular velocity, and wellbore geometry. This study examines the role of the Intelligent Circulating Sub (ICS), a key component of the Bottom Hole Assembly (BHA), in enhancing hole cleaning efficiency. Unlike conventional circulating subs that rely on drop ball systems, the ICS offers advanced control through pressure or RPM activation, allowing for more precise management of flow rates and circulating paths. By analyzing changes in Equivalent Circulating Density (ECD) and annular velocity with ICS, this research aims to highlight the advantages of ICS over conventional methods in improving drilling performance and maintaining wellbore stability.

2024
πŸ‘€ Penulis: Unggul Laksana Bagaskara
🏷️ Hidrologi Pertambangan 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertambangan
πŸ’¬