📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 16 dokumen

STRATEGI PENINGKATAN RANTAI PASOKAN KOPI BERKELANJUTAN BERBASIS PEMBERDAYAAN PETANI LOKAL (STUDI KASUS DI ALLNESIA COFFEE)

Inkonsistensi kualitas dan tingkat cacat yang tinggi merupakan masalah umum dalam rantai pasokan kopi yang bergantung pada petani kecil, terutama pada tahap pengolahan awal. Studi ini mengeksplorasi bagaimana perbedaan praktik pengolahan di tingkat petani dan koperasi memengaruhi tingkat cacat dan mengidentifikasi strategi peningkatan mana yang harus diprioritaskan untuk mengurangi cacat dan memperkuat pemberdayaan petani. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang didukung oleh data tingkat cacat, yang dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan catatan produksi dari petani dan koperasi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar cacat berasal dari tingkat pertanian, khususnya selama panen dan aktivitas pasca panen awal. Praktik-praktik seperti pemetikan ceri campuran, pengeringan yang tidak konsisten, dan tidak adanya pengendalian mutu preventif menciptakan cacat yang tidak dapat sepenuhnya diperbaiki pada tahap selanjutnya. Meskipun koperasi membantu meningkatkan konsistensi kualitas, peran mereka terutama bersifat korektif dan memiliki dampak terbatas pada cacat yang sudah terjadi di hulu. Berdasarkan temuan ini, empat intervensi strategis dievaluasi menggunakan metode prioritas berbasis SMART. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan modal manusia yang ditargetkan yang berfokus pada penyebab cacat utama adalah intervensi yang paling penting, diikuti oleh penerapan manajemen mutu preventif di tingkat pertanian. Kedua strategi ini saling mendukung, karena pelatihan memungkinkan petani untuk menerapkan praktik kualitas standar secara konsisten. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis kemampuan di hulu lebih efektif daripada tindakan korektif di hilir dalam mengurangi cacat dan meningkatkan kinerja rantai pasokan. Temuan ini menawarkan panduan praktis bagi koperasi dan manajer rantai pasokan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas secara berkelanjutan melalui pemberdayaan petani. Kata kunci:

2026
👤 Penulis: Mochammad Robith Aizzurrohman
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Pengelolaan Petani 🏷️ Hidrologi Pertanian

EKSPLORASI PENGGUNAAN ULTRASONIKASI SEBAGAI ELISITOR ABIOTIK DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SERTA KANDUNGAN FITONUTRIEN MICROGREENS BUNGA MATAHARI (HELIANTHUS ANNUUS L.)

Peningkatan populasi Indonesia menuntut strategi diversifikasi pangan bergizi tinggi yang dapat dibudidayakan secara mandiri. Microgreens bunga matahari (Helianthus annuus L.) menjadi solusi potensial untuk menjembatani kesenjangan antara angka harapan hidup (lifespan) dan hidup sehat (healthspan). Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa perlakuan ultrasonikasi (US) mampu mempercepat perkecambahan dan meningkatkan kandungan fitonutrien pada beberapa tanaman. Namun, efeknya pada microgreens bunga matahari belum diketahui. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh ultrasonikasi terhadap produktivitas dan kandungan fitonutrien microgreens bunga matahari. Terdapat lima kelompok durasi perlakuan ultrasonikasi: 0 menit (kontrol), 5 menit, 15 menit, 30 menit, dan 45 menit. Sebanyak 120 benih microgreens bunga matahari, untuk setiap kelompok, disonikasi menggunakan ultrasonicator waterbath dengan frekuensi 35 kHz serta intensitas 70 W. Setelah ultrasonikasi, benih direndam dalam media ultrasonikasi yang sama selama 24 jam, kemudian air tersebut diambil untuk pengujian Angka Lempeng Total (ALT) bakteri dan fungi. Benih ditanam pada media cocopeat dan diamati persentase germinasi (GP) serta laju germinasi (GRI) setiap hari hingga hari ke-10 panen. Sebagian benih dikoleksi pada hari ketiga sebagai sampel analisis ekspresi gen relatif pathogenesis-related 1 protein (PR1) terkait respon terhadap mikroorganisme. Microgreens yang telah dipanen digunakan untuk pengukuran parameter biomassa (tinggi, berat basah, berat kering, dan kadar air) serta parameter fitonutrien (kadar vitamin C, kadar vitamin E, dan aktivitas antioksidan). Hasil menunjukkan bahwa ultrasonikasi tidak berpengaruh signifikan terhadap GP, GRI, tinggi, berat basah, berat kering, kadar air maupun kadar vitamin C (p-value > 0,05). Akan tetapi, perlakuan US selama 5 menit secara signifikan menyebabkan peningkatan kadar vitamin E (p-value < 0,05) sebesar 107,47% serta penurunan aktivitas antioksidan (p-value < 0,01), ditandai oleh peningkatan IC?? sebesar 90,45% dan penurunan persen inhibisi DPPH sebesar 12,59% dibanding kontrol. Ultrasonikasi tidak memengaruhi kelimpahan bakteri pada air (p-value > 0,05), tetapi seluruh variasi durasi ultrasonikasi mampu menurunkan kelimpahan fungi secara signifikan (p-value < 0,05) dibanding kontrol berdasarkan hasil ALT. Analisis ekspresi gen PR1 menunjukkan penurunan ekspresi pada perlakuan ultrasonikasi selama 5 dan 15 menit, masing-masing sebesar 0,636 dan 0,546-fold change (p < 0,01). Penelitian ini menunjukkan bahwa ultrasonikasi pada frekuensi 35 kHz dan daya 70 W tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tanaman, namun berpotensi meningkatkan kadar vitamin E dan secara efektif mereduksi kelimpahan fungi pada permukaan benih, sehingga mendukung kondisi pertumbuhan awal yang lebih optimal.

2026
👤 Penulis: Jovan Adelric
🏷️ Ultrasonikasi 🏷️ Microgreens Bunga Matahari 🏷️ Hidrologi Pertanian

PENGARUH VARIASI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH.)

Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) is a floricultural commodity commonly utilized for its leaves and flowers. Its high antioxidant content, particularly phenolic and flavonoid compounds, makes this plant widely used as a functional food ingredient that contributes to health maintenance and supports herbal medicine applications. As a tropical plant that grows optimally in Indonesia, Cosmos caudatus holds significant potential for extensive cultivation through proper management practices. This study aimed to evaluate the effect of different growing media on the growth of Cosmos caudatus based on several parameters: plant height, number of leaves, leaf area, number of nodes, and number of branches. The research employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments of growing media: soil (P1), soil supplemented with NPK Mutiara 16:16:16 fertilizer (P2), a mixture of 90% compost, 9% vermicompost, and 1% insectfrass (P3), a 1:1 (v/v) mixture of soil and compost (P4), and a 1:1 (v/v) mixture of cocopeat and compost (P5). Statistical analysis using ANOVA at a 95% confidence level revealed that variation in growing media had a significant effect on plant height from the 3rd to the 11th week after planting (WAP), leaf area from the 3rd to the 7th WAP, and the number of leaves from the 3rd to the 5th WAP. No significant effect was observed on the number of nodes and number of branches. The best treatment was the soil and compost mixture (P4) for plant height, and soil medium (P1) for both leaf number and leaf area of Cosmos caudatus.

2025
👤 Penulis: Marsha Widya Nindita
🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Pemeliharaan Tanaman 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Kompos

PENGEMBANGAN SISTEM PENGONTROLAN SPEKTRUM CAHAYA DAN ANTARMUKA PERANGKAT LUNAK MOBILE UNTUK RUANG TUMBUH TANAMAN TERKONTROL

Ruang tumbuh tanaman terkontrol atau disebut sebagai plant growth chamber merupakan sebuah komponen yang penting untuk menciptakan kondisi optimal bagi pertumbuhan tanaman. Kondisi ini dapat dicapai melalui pengaturan parameter mikro lingkungan, seperti suhu, kelembapan udara, dan intensitas cahaya. Penelitian sebelumnya sudah mengembangkan chamber berbasis Internet of Things (IoT) yang memiliki pengaturan intensitas cahaya dalam spektrum PAR. Namun, user membutuhkan kustomisasi spektrum cahaya, seperti untuk pengaturan cahaya pada spektrum biru-merah, UV-A, dan Far-Red sangat penting untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan dan kehidupan tanaman. Dalam hal ini, proses perancangan dan implementasi Tugas Akhir difokuskan pengembangan sistem pengontrol spektrum cahaya dan mengembangan antarmuka mobile application yang mendukung penambahan sistem pengontrolan. Pengembangan subsistem cahaya berfungsi untuk mengatur spektrum dan intensitas cahaya berdasarkan setpoint dari pengguna. Dalam hal ini, pengontrolan dipengaruhi juga oleh pembacaan sensor sebagai feedback. Implementasi subsistem cahaya menggunakan PCB LED dan PCB driver dari masing-masing warna, yaktu PAR, merah, biru, UV, dan IR. PCB Driver dihubungkan pada mikrokontroler Mega 2560 PRO untuk memberikan sinyal PWM berdasarkan input setpoint kecerahan atau intensitas. Dalam hal ini, didapatkan profil warna yang sesuai untuk masing-masing warna yang tersedia pada PCB LED. Selanjutnya, untuk pengontrolan mode preset, hasil akhir intensitas hanya bervariasi sebesar ±2% dari setpoint. Subsistem mobile application digunakan sebagai perantara antara chamber dengan pengguna dan digunakan untuk mengoperasikan chamber dan melakukan pemantauan parameter pertumbuhan dari jarak jauh, dengan kondisi perangkat terhubung pada jaringan internet. Aplikasi yang dibuat dirancang menggunakan framework Flutter dan bahasa pemrograman Dart. Dalam hal ini, seluruh menu telah diimplementasikan, yang meliputi menu kredensial (login dan register), menu utama (home, graph, setpoint, camera, spectrum, dan notifikasi), serta menu pengaturan (edit profile, change password, night-day hour settings, dan device settings).

2025
👤 Penulis: Daven Darmawan Sendjaya
🏷️ Kontrol Mikro Lingkungan 🏷️ Perangkat Lunak Mobile 🏷️ Hidrologi Pertanian

UJI EFEKTIFITAS ASAP CAIR LIMBAH KAYU JABON (ANTHOCEPHALUS CADAMBA) SEBAGAI BIOPESTISIDA TERHADAP HAMA ULAT GRAYAK (SPODOPTERA LITURA)

Produksi kayu jabon (Anthocephalus cadamba) di Indonesia menghasilkan limbah serbuk gergaji dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Limbah ini berpotensi dikonversi menjadi asap cair melalui pirolisis dan dimanfaatkan sebagai biopestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu pirolisis terhadap karakteristik asap cair kayu jabon, menentukan suhu optimum untuk menghasilkan biopestisida yang efektif, mengidentifikasi senyawa aktif yang berperan dalam pengendalian hama, serta mengevaluasi efektivitas asap cair terhadap ulat grayak (Spodoptera litura). Pirolisis dilakukan pada suhu 450°C, 500°C, dan 550°C. Hasil menunjukkan bahwa suhu pirolisis memengaruhi rendemen, pH, berat jenis, kadar asam, dan kadar fenol asap cair. Suhu 500°C menghasilkan kadar fenol tertinggi (4,18%) dan kualitas asap cair terbaik secara keseluruhan.Uji GC-MS mengidentifikasi senyawa aktif seperti fenol, guaiakol, siringol, asam asetat, dan asam propionat yang memiliki potensi insektisidal. Pengujian efektivitas asap cair terhadap ulat grayak menunjukkan bahwa konsentrasi 7% (AC3) menghasilkan mortalitas tertinggi (83,33%) dan tidak berbeda nyata dibandingkan insektisida kimia berbahan aktif deltametrin (86,67%). Dengan demikian, asap cair kayu jabon hasil pirolisis suhu 500°C dinilai efektif sebagai biopestisida nabati alternatif yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan pestisida kimia dalam mengendalikan hama pertanian.

2025
👤 Penulis: Aurell Chanaya Putri
🏷️ Biopestisida 🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGARUH SISTEM TANAM DAN VARIASI PUPUK NPK 16-16-16 TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL BIOMASSA, DAN KADAR VITAMIN C TANAMAN BAYAM HIJAU (AMARANTHUS HYBRIDUS L.)

Seiring meningkatnya permintaan bayam (Amaranthus hybridus L.), komoditas ini terus mengalami penurunan produksi, yang terjadi seiring dengan penurunan luas lahan produksi. Dalam upaya peningkatan produksi bayam pada keterbatasan lahan dan air dalam Urban Agriculture (UA), dibuat inovasi sistem recirculating watering dengan pemanfaatan nutrisi berulang. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan pengaruh perlakuan sistem tanam (recirculating watering; non-recirculating watering) dan variasi dosis pupuk NPK 16-16-16 (1,5 gram; 3 gram; 4,5 gram) terhadap pertumbuhan, hasil biomassa, dan kadar Vitamin C tanaman bayam hijau (Amaranthus hybridus L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan, sistem tanam dan variasi dosis pupuk NPK 16-16-16. Analisis yang digunakan yaitu ANOVA Two Way taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test). Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis dan sistem tanam terhadap pertumbuhan, hasil biomassa, dan kadar Vitamin C tanaman bayam hijau. Perlakuan sistem tanam recirculating watering (p2) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan kadar klorofil) pada 30 HST; 35 HST; 40 HST; dan 45 HST, bobot segar, bobot kering, luas daun, dan kadar Vitamin C tanaman bayam hijau (Amaranthus hybridus L.). Perlakuan dosis pupuk NPK 16-16-16 4,5 gram (q3) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan kadar klorofil) pada 20 HST; 25 HST; dan 30 HST, dan shoot-root ratio tanaman bayam hijau (Amaranthus hybridus L.).

2025
👤 Penulis: Satrio Adinoto Hertian Putro
🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Penanaman Tanaman 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian

STUDI EMPIRIS RANTAI PASOKAN KOPI INDONESIA - SUMATERA SELATAN

Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar dan pengekspor kopi terbesar. Pada tahun 2019 total nilai ekspor kopi adalah $872.355,44K (World Integrated Trade Solution, 2023). Mengingat jumlah ekspornya yang besar, saya ingin menganalisis rantai pasok kopi di Sumatera Selatan dengan fokus pada kopi. Kopi Luwak merupakan jenis kopi paling langka yang dibuat dari pencernaan buah kopi luwak, dikenal karena rasa cokelatnya yang unik dan teksturnya yang lembut serta tingkat keasaman yang rendah pada kopi yang membuatnya unik (Graham, 2023). Namun, rantai pasoknya tidak berkelanjutan dan sebagian besar produsen kurang memiliki pengetahuan tentang produk di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas kesadaran pasar internasional bagi para pemangku kepentingan utama, khususnya petani dan konsumen dalam bisnis kopi. Selain itu, bagian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kopi luwak sebagai penggerak pariwisata (Bali Golden Tour, 2024), yang diambil dari Bali sebagai inspirasi untuk membuka peluang bagi para petani untuk mengembangkan bisnis mereka. Data primer adalah jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini. Saya akan melakukan wawancara santai dan melakukan survei daring dengan mereka yang terlibat dalam industri kopi untuk mengumpulkan data primer. Publikasi pemerintah, makalah akademis, dan penelitian tentang budidaya dan perdagangan kopi Indonesia akan memberikan data tambahan. Saya juga akan memeriksa data dari Badan Pusat Statistik Indonesia. Ini akan meningkatkan pemahaman saya tentang manajemen risiko dalam rantai pasokan kopi. Saya akan menyelidiki bagaimana rantai pasokan kopi Indonesia berfungsi dengan memeriksa data primer, dengan fokus pada petani Sumatera Selatan. Saya akan membuat perbandingan antara produsen kopi luwak dan petani kopi tradisional. Saya akan menyajikan data secara visual dengan grafik atau gambar agar lebih mudah dipahami. Hasil disertasi ini memiliki arti penting bagi perusahaan kopi Indonesia. Pertama, mereka dapat menghemat waktu dan uang dengan meningkatkan efisiensi rantai pasokan mereka dengan bantuan penelitian. Untuk menonjol di pasar, mereka juga dapat berkonsentrasi pada produksi varietas kopi yang unik, seperti kopi luwak. Ketiga, mereka dapat menemukan pasar baru untuk kopi mereka, baik di dalam negeri maupun internasional. Mereka juga dapat menemukan kelemahan rantai pasokan dan meningkatkan sistem rantai pasokan agar berkelanjutan dalam keberlangsungan sektor kopi.

2024
👤 Penulis: Jordan Numaru Nainggolan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Pariwisata

PENGERINGAN BUAH DENGAN METODE VACUUM DRYING

Potensi kelimpahan buah nanas dan mangga di Provinsi NTT dapat digunakan sebagai produk makanan dengan masa simpan yang lebih lama, yang dapat diberikan sebagai oleh-oleh unik kepada wisatawan yang datang ke Labuan Bajo. Cara terbaik untuk menghasilkan buah kering dengan kualitas komersial adalah dengan pengeringan buah dengan vakum. Pengeringan dilakukan hingga pengeringan konstan dan sesuai dengan SNI 3710:2018 mengenai buah kering yaitu kadar air mencapai di bawah 20% untuk dapat dikatakan sebagai buah kering terstandar. Penelitian dilakukan untuk menentukan pengaruh temperatur terhadap laju pengeringan pada vacuum drying serta alternatif metode pengeringan dengan greenhouse dan mini-greenhouse dengan menentukan pengaruh pre-treatment pada sampel buah terhadap laju pengeringan. Variasi temperatur dengan vacuum drying yang dilakukan adalah pada 60o C, 75o C, dan 90o C. Semakin tinggi temperatur pengeringan dengan vacuum drying, semakin cepat laju pengeringan. Pada variasi pre-treatment yang dilakukan pada masing-masing buah mangga dan nanas adalah kontrol, larutan asam sitrat pH 4, dan larutan garam 5%. Pre-treatment sitrat sedikit mempercepat proses pengeringan mangga tetapi tidak signifikan pada pengeringan greenhouse sedangkan pre-treatment garam sedikit memperlambatnya tetapi tidak secara signifikan. Pre-treatment dapat mempengaruhi laju pengeringan dengan mengubah sifat fisik dan kimia mangga, seperti aktivitas air dan struktur jaringan.

2024
👤 Penulis: Zikrizihni Zuljana Qisthi
🏷️ Pengolahan Makanan 🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Kecerdasan Buatan

MENGANALISIS LANSKAP MANAJEMEN PROYEK DALAM PROYEK KELAPA SAWIT DI PT.ABC

Pertumbuhan signifikan pasar minyak sawit global telah mendorong PT. ABC untuk memperluas pabriknya guna memenuhi permintaan pasar. Namun, selama proyek ekspansi, beberapa masalah muncul terkait waktu, biaya, dan kualitas, dengan keterlambatan proyek menjadi kontributor paling signifikan terhadap masalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan solusi atas masalah yang terjadi selama ekspansi proyek PT. ABC. Metodologi penelitian melibatkan eksplorasi masalah bisnis, pengumpulan data, dan analisis akar penyebab melalui analisis tematik dan diagram Pareto. Analisis akar penyebab mengidentifikasi tiga penyebab utama: praktik manajemen proyek, masalah tim proyek, dan masalah terkait kontraktor atau vendor. Untuk menemukan solusi, ketiga penyebab ini dianalisis menggunakan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Praktik manajemen proyek mencakup proses dan alat yang digunakan untuk merencanakan, melaksanakan, dan memantau proyek. Masalah umum dalam sistem ini, seperti manajemen komunikasi yang tidak memadai, telah diidentifikasi. Untuk masalah terkait tim proyek, metode kuantitatif akan digunakan dengan mengacu pada kapasitas manajemen strategis. Untuk masalah terkait kontraktor dan vendor, penting untuk menemukan metode terbaik dalam proses seleksi untuk meningkatkan kinerja kontraktor atau vendor yang terlibat dalam proyek. Dari penelitian ini, diamati bahwa solusi bisnis untuk mengatasi masalah tersebut meliputi peningkatan perencanaan sumber daya, pengembangan rencana komunikasi, dan penerapan Proses Hierarki Analitik dalam seleksi kontraktor atau vendor. Keterbatasan penelitian ini adalah kurangnya perspektif dari sudut pandang biaya. Mengingat keterlambatan proyek memiliki dampak signifikan terhadap biaya, sangat penting untuk melakukan studi lebih lanjut untuk mengukur kerugian finansial yang sebenarnya terjadi.

2024
👤 Penulis: Kristian Lespaul
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Analisis Masalah Bisnis

EFEK PENYIMPANAN JANGKA PENDEK PADA SUHU 4-8OC DAN KRIOPRESERVASI SPERMA IKAN PATIN (PANGASIANODON HYPOPHTHALMUS) TERHADAP MOTILITAS DAN KEMAMPUAN FERTILISASI SEL TELUR

Ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan komoditi perikanan budidaya yang mempunyai nilai ekonomis dan produktivitas yang tinggi. Penelitian kriopreservasi pada sperma ikan patin diharapkan dapat mendukung kegiatan produksi benih tanpa dipengaruhi musim, daya simpan sperma yang lebih lama, serta efisiensi pemeliharaan dan penggunaan induk jantan terutama untuk produk hasil pemuliaan. Selain itu teknik kriopreservasi juga dapat dimanfaatkan sebagai teknologi untuk konservasi ex-situ sumberdaya atau materi genetik induk (cryobanking) serta membantu distribusinya ke seluruh wilayah. Pada teknik kriopreservasi, ekstender dan krioprotektan digunakan pelindung sel saat terjadi kejutan suhu dan mencegah dehidrasi selama proses freezing. Oleh karena itu penting dilakukan penelitian tentang formulasi krioprotektan yang efektif pada pengawetan sperma ikan Patin. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) memperoleh formula terbaik kombinasi krioprotektan permeating dan non-permeating yang optimal untuk kriopreservasi sperma ikan Patin, (2) memperoleh hasil sperma awetan menggunakan kombinasi krioprotektan permeating dan non-permeating yang efektif digunakan pada fertilisasi telur ikan Patin. Pada penelitian ini temperatur yang diujikan pada suhu 4-8°C dan -196°C. Krioprotektan permeating yang digunakan yaitu Dimethil Sulfoxidase (DMSO) dan Tris Aminomethane (TA) serta kriprotektan non-permeating berupa kuning telur ayam dalam bentuk sediaan segar (KTAS), kering beku (KTAKB) dan nanopartikel (KTANP). Tahapan penelitian meliputi: (a) seleksi induk, (b) produksi sperma dan telur ikan patin, (c) formulasi krioprotektan dan freezing sperma ikan patin, (d) pengamatan kualitas sperma sebelum dan setelah freezing, dan (e) pengujian in vivo fertilisasi sel telur menggunakan sperma hasil freezing. Pada penyimpanan jangka pendek suhu 4-8°C selama 24 jam, motilitas sperma ikan patin terbaik ditunjukkan pada perlakuan 5% DMSO dan 10% DMSO serta kombinasinya dengan kuning telur ayam nanopartikel (KTANP). Sedangkan pada kriopreservasi pada suhu -196°C motilitas sperma ikan patin terbaik pasca pencairan kembali ditunjukkan pada perlakuan 5% DMSO. Pada tahap penyimpanan jangka pendek maupun kriopreservasi, derajat fertilisasi sangat baik yaitu diatas 90% dan tidak berbeda nyata antar perlakuan. Derajat penetasan terbaik pada penyimpanan jangka pendek pada suhu 4-8oC yaitu pada perlakuan kombinasi krioprotektan DMSO 10% dengan kuning telur segar dan kuning telur kering beku. Sedangkan pada tahap kriopreservasi, meskipun sperma beku ikan patin dapat digunakan untuk fertilisasi namun belum berhasil sampai penetasan diduga adanya kendala pada tahap embriogenesis.

2024
👤 Penulis: Dessy Nurul Astuti
🏷️ Kriopreservasi Sperma Ikan Patin 🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Teknologi Pembibitan

BAGAIMANA PRAKTEK KEBERLANJUTAN MENDORONG PERSEPSI PELANGGAN DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DALAM KONTEKS BISNIS PERTANIAN DI INDONESIA?

Penelitian ini menyelidiki bagaimana PT. Dinasty Inti Agrosarana dapat secara efektif memanfaatkan praktik-praktik berkelanjutannya untuk mempengaruhi persepsi pelanggan dalam sektor pertanian Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi inisiatif keberlanjutan perusahaan, termasuk produksi benih, pengelolaan rumah kaca, pengelolaan limbah, dan keterlibatan masyarakat. Penelitian mengungkapkan bahwa meskipun perusahaan telah membuat langkah-langkah menuju keberlanjutan, masih ada kesenjangan pengetahuan di antara pelanggan mengenai manfaat dari praktik-praktik ini. Untuk meningkatkan posisi pasarnya, PT. Dinasty Inti Agrosarana harus memprioritaskan edukasi pelanggan, memperkuat hubungan pemasok, dan menyesuaikan penawarannya untuk memenuhi kebutuhan spesifik petani. Studi ini menyimpulkan bahwa dengan menyelaraskan praktik-praktik berkelanjutan dengan permintaan pasar dan secara efektif mengkomunikasikan nilainya, perusahaan dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang dan berkontribusi pada lanskap pertanian yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

2024
👤 Penulis: Azzahwa Pradipta Pinasthi
🏷️ Kebijakan Perusahaan Berkelanjutan 🏷️ Manajemen Pasar Petani 🏷️ Hidrologi Pertanian

DAMPAK PERISTIWA EL NINO ?O-SOUTHERN OSCILLATION TERHADAP HARGA STOK BERAS INDONESIA TAHUN 2023

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak El Niño-Southern Oscillation (ENSO), dengan penekanan khusus pada El Niño, terhadap return saham beras di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan apakah peristiwa iklim ini menghasilkan ketimpangan signifikan dalam respons individu di pasar keuangan. Sektor pertanian, yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, secara tradisional telah mengalami kesulitan ekonomi akibat episode El Niño, yang ditandai dengan meningkatnya suhu laut dan gangguan iklim yang meluas. Di Indonesia, El Niño telah dikaitkan dengan periode kekeringan yang berkepanjangan, yang menyebabkan penundaan dalam penanaman dan panen padi. Penundaan ini berdampak langsung pada stabilitas ekonomi penduduk pedesaan serta kemampuan mereka dalam memastikan ketahanan pangan. Pendekatan studi peristiwa digunakan untuk menganalisis abnormal return dari harga saham yang dipilih. Analisis ini memberikan wawasan apakah perubahan iklim ini menghasilkan reaksi pasar negatif yang signifikan atau apakah pasar bereaksi kurang terhadap peristiwa tersebut. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengevaluasi dampak peristiwa-peristiwa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang dampak finansial baik langsung maupun tertunda yang ditimbulkan oleh peristiwa El Niño pada sektor pertanian. Hal ini akan dicapai dengan mengaitkan data historis dengan kinerja saham sebelum, selama, dan setelah peristiwa besar El Niño. Temuan ini akan sangat penting bagi para pembuat kebijakan dan investor dalam memasukkan risiko iklim ke dalam perencanaan ekonomi dan strategi investasi. Ini pada akhirnya akan membantu dalam mengurangi kemungkinan kerugian yang mungkin terjadi akibat episode El Niño di masa depan. Diusulkan agar penelitian di masa depan dilakukan dengan memasukkan aktivitas volume perdagangan sebagai variabel penelitian tambahan untuk mendapatkan perspektif penelitian yang lebih komprehensif. Selain itu, penambahan indikator sektoral lainnya dan modifikasi pendekatan yang digunakan untuk memprediksi hasil juga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas penelitian di masa depan.

2024
👤 Penulis: Lucelle Leong Aura Faatihah
🏷️ El Niño 🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Analisis Pasar Keuangan

PRA-RANCANGAN STORAGE ROOM UNTUK INDUSTRI PISANG CAVENDISH SKALA UMKM DI DESA BUKTI, BALI: EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FRUIT STORAGE CHAMBER (FSC) BERPELAT TIO2 TERDEKORASI MANGAN TERHADAP PENGHAMBATAN PERUBAHAN WARNA DAN PENCOKELATAN PADA PISANG CAVENDISH (MUSA ACUMINATA VAR. CAVENDISH)

Fruit Storage Chamber (FSC) terdekorasi TiO2-Mn sebagai ethylene scavenger diketahui dapat menghambat perubahan warna dan pencokelatan pisang hingga 2 hari. Efektivitas penghambatan warna dan pencokelatan FSC terhadap pisang setelah disimpan beberapa saat masih belum diteliti. Pisang disimpan dalam FSC selama 11 hari dengan suhu 20±3°C dan pengujian terhadap produksi etilen dan CO2, mutu hedonik, indeks pencokelatan, kadar klorofil dan karotenoid, hue angle, susut bobot dan kadar air dari daging beserta kulitnya. Suhu dalam FSC selama penyimpanan 23 ± 2oC dan RH 67,4±2%, lebih tinggi dan stabil dibandingkan kontrol. Susut bobot dan kadar air dari kulit dan daging tidak berbeda signifikan antar perlakuan. Terjadi akumulasi sementara gas karbondioksida dengan kadar oksigen 10±1% yang stabil dan kondisi pencahayaan 345±56,6 lux. Hasil penelitian menunjukkan laju produksi etilen dan karbondioksida pisang FSC lebih rendah sebelum fase klimaks. Etilen meningkat (1,50±0,43 ppm C2H4/100 g.menit) sedangkan respirasi di 7,69 ppm C2H4/100 g.menit setelah klimaks. Pencokelatan pisang FSC tampak jelas di hari ke-7 (36,0±7,7%), kontrol di hari ke-9 (48,5±8,5%). Hue angle dari F lebih kuning (64,74±11,07°) dari K (72,43±7,56°) di akhir penyimpanan. FSC mampu menekan laju produksi etilen dan perubahan warna hingga hari kelima penyimpanan, tetapi FSC tidak mampu menekan akumulasi etilen setelah fase klimaks yang kemudian meningkatkan laju pematangan secara keseluruhan.

2024
👤 Penulis: Najma Shafiya Firdausi
🏷️ Kontrol Mutu Makanan 🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Pengolahan Buah

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAYAM HIJAU (AMARANTHUS SPP.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KASGOT KOTORAN AYAM DAN DARAH SAPI

Bayam hijau (Amaranthus spp.) merupakan tanaman sayuran yang mengandung zat besi yang cukup besar. Pada tahun 2022, produktivitas bayam menurun sebesar 2,89% dengan total produktivitas hanya mencapai 1.129,67 kuintal/ha. Oleh karena itu, produktivitas bayam hijau perlu ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas bayam hijau secara berkelanjutan adalah melalui pemberian pupuk organik bekas maggot (kasgot). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil bayam hijau terhadap pemberian pupuk organik kasgot yang berasal dari substrat kotoran ayam dan darah sapi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu dosis pupuk organik kasgot yang terdiri dari lima taraf perlakuan dosis kasgot yaitu 0, 5, 10, 15, dan 20 ton/ha dengan lima ulangan. Perlakuan pemberian dosis pupuk organik kasgot sebanyak 15 ton/ha meningkatkan pertumbuhan dan hasil bayam hijau secara signifikan. Pemberian berbagai dosis pupuk organik kasgot menunjukkan pola respon quadratik pada seluruh parameter yang ditandai dengan menurunnya pertumbuhan dan hasil pada dosis tertinggi sehigga dapat dilakukan optimasi dosis pupuk. Dosis optimum pupuk organik kasgot yang direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bayam hijau adalah sebesar 13,94 ton/ha.

2024
👤 Penulis: Ayu Syafira
🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Pengelolaan Tanaman 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS JALUR DISTRIBUSI MINYAK ATSIRI DENGAN MODEL INPUT OUTPUT (STUDI KASUS: IKM MINYAK ATSIRI AKAR WANGI DI KABUPATEN GARUT)

Model jalur distribusi terdiri dari produsen, pengolah, konsumen, dan konsumen akhir. Terdapat beberapa cara untuk membuat model jalur distribusi. Metode input output dapat digunakan untuk membuat model jalur distribusi walaupun ada metode lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model jalur distribusi dengan metode input output. Model digunakan untuk menganalisis Backward Lingkages dan Forward lingkages dari petani, penyuling, pedagang pengumpul, dan distributor Industri kecil dan menengah (IKM) minyak atsiri. Pembahasan model akan digunakan untuk rancangan kebijakan. Dari hasil analisis model dilakukan simulasi dengan menggabungkan kegiatan petani/penyuling dan memberikan hasil positif dengan bergesernya posisi petani penyuling dari kuadran III ke kuadran II. Berdasarkan hasil simulasi dapat diusulkan kebijakan untuk mengembangkan IKM minyak atsiri. Berdasarkan pembahasan simulasi model, rancangan kebijakan dapat susun meliputi peningkatan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, subsidi berupa insentif kepada petani/penyuling, usulan kebijakan penanaman silang untuk menjaga kontiniutas bahan baku tanaman penghasil minyak atsiri.

2024
👤 Penulis: Yulia Arsiyelis
🏷️ Analisis Jalur Distribusi Minyak Atsiri 🏷️ Manajemen Industri Kecil Dan Menengah (Ikm) 🏷️ Hidrologi Pertanian
Halaman 1 dari 2
💬