📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN EKONOMI DESA MELALUI SINERGI BUMDES DAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH (STUDI KASUS: DESA SARIMUKTI, GARUT)

Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dibentuk sebagai motor pengembangan ekonomi desa. Saat ini potensi keduanya masih banyak menghadapi segala bentuk tantangan dan hambatan. KDMP sebagai lembaga baru memiliki potensi untuk tumpang tindih dengan BUMDES. Di Desa Sarimukti, Kabupaten Garut, kondisi ini menjadi lebih kompleks karena KDMP dibentuk pada saat BUMDES Bakti Mandiri sedang berada dalam proses reaktivasi kelembagaan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana kondisi kelembagaan membentuk pola relasi antara kedua lembaga dan implikasinya terhadap potensi sinergi bagi pembangunan perdesaan. Untuk mengurai hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan kelembagaan ekonomi desa melalui sinergi antara BUMDES Bakti Mandiri dan Koperasi Desa Merah Putih dalam mendukung pengembangan perdesaan di Desa Sarimukti, Kabupaten Garut. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakanlah kerangka Institutional Analysis Development (IAD) yang dituangkan ke dalam tiga sasaran serta satu sasaran yang bersifat preskriptif, yaitu teridentifikasinya variabel eksternal dalam relasi BUMDES-KDMP, teridentifikasinya arena aksi, dan mengevaluasi hasil interaksi berdasarkan kriteria evaluatif serta merumuskan strategi penguatan ekonomi desa melalui sinergi BUMDES dan KDMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif-preskriptif dengan penalaran abduktif, dioperasionalkan melalui kerangka IAD dari Ostrom(1995). Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur denganvi narasumber dipilih dengan teknik purposive sampling yang dilanjutkan dengan snowball, dilengkapi tinjauan dokumen kebijakan dan kelembagaan. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi-penyajian-penarikan kesimpulan, pemetaan aktor menggunakan matriks kekuasaan-kepentingan Mendelow’s, serta analisis kesenjangan untuk perumusan strategi. Penelitian yang dilakukan menunjukkan BUMDES memiliki basis produksi dan modal yang belum dapat diaktivasi akibat kekosongan kepemimpinan, sementara KDMP memiliki akses distribusi namun belum memiliki modal dan lokasi gerai. Analisis arena aksi memperlihatkan bahwa hanya tiga aktor yang relevan dalam relasi ini dan tidak satu pun memiliki kapasitas sekaligus kewenangan untuk membuka koordinasi, sehingga interaksi yang terjadi bersifat personal dan tidak terlembaga. Evaluasi terhadap lima kriteria evaluatif menunjukkan bahwa keduanya belum optimal bukan akibat konflik kepentingan, melainkan akibat ketiadaan mekanisme koordinasi yang menghubungkan fungsi produksi BUMDES dengan fungsi distribusi KDMP. Maka dibangunlah konsep pengembangan dan strategi pengembangan yang mengusulkan bentuk hubungan koordinatifkomplementer. Strategi berfokus pada aktivasi operasional kedua lembaga, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penataan pembagian peran usaha, serta pelembagaan bentuk hubungan kedalam bentuk yang formal sehingga terciptanya arena sinergi sebagai ekosistem ekonomi desa yang kolaboratif, melekat, dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Naufal Raihan Hakim
🏷️ Desain Kelembagaan Ekonomi Desa 🏷️ Institutional Analysis Development (Iad) 🏷️ Hubungan Bumdes-Kdmp
💬