📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenMENGOPTIMALKAN PRAKTIK MANAJEMEN TALENTA: STUDI KASUS KANTOR PUSAT PT X PADA SEKTOR KEHUTANAN INDONESIA
PT X merupakan perusahaan kehutanan yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan talenta akibat keterbatasan sumber daya manusia, luasnya wilayah operasional, dan kebutuhan regenerasi kepemimpinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk sekaligus mengidentifikasi tantangan utama pada sistem manajemen talenta di PT X, menganalisis akar penyebab tantangan utama, dan merumuskan rekomendasi perbaikan berbasis keadilan organisasi. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam melakukan penelitian adalah pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sebelas narasumber dari berbagai tingkatan organisasi serta analisis dokumen internal perusahaan. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksetaraan struktural dalam proses rekrutmen, mobilitas karier, pengembangan karyawan, promosi, dan perencanaan suksesi. Situasi ini dapat menimbulkan ketidaksetaraan dalam peluang kemajuan karier dan berpotensi mengganggu jalur pengembangan karier. Penelitian menemukan bahwa akar penyebab berbagai permasalahan ini adalah karena tidak adanya Human Resource Information System (HRIS) yang terintegrasi yang menghambat pengelolaan data, pengembangan karyawan, dan pengambilan keputusan sumber daya manusia secara sistematis. Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem manajemen talenta berbasis keadilan melalui implementasi HRIS terintegrasi, penyusunan jalur karier yang terstruktur, dan peningkatan transparansi dalam pengelolaan talenta. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan keadilan organisasi, memperkuat mobilitas karier, dan mendukung keberlanjutan sumber daya manusia di PT X.
PERANCANGAN HUMAN RESOURCE INFORMATION SYSTEM UNTUK PT DONGSUH INDONESIA DENGAN METODE SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE
Perkembangan industri yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan memiliki sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif, efisien, dan terintegrasi. PT Dongsuh Indonesia, sebagai perusahaan di sektor industri kimia, masih menerapkan sistem manajemen HR secara manual dengan bantuan spreadsheet sederhana. Kondisi ini menimbulkan berbagai kendala, antara lain keterlambatan pemrosesan administrasi, tingginya potensi kesalahan pencatatan, duplikasi data, keterbatasan akses informasi secara real-time, dan kesulitan dalam penyusunan laporan kinerja yang cepat dan akurat. Keterbatasan ini berdampak langsung terhadap efisiensi operasional dan akurasi pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, diperlukan Human Resource Information System (HRIS) yang mampu mengintegrasikan seluruh proses bisnis HR, meminimalkan kesalahan administratif, dan mendukung evaluasi kinerja berbasis data. Metode pengembangan yang dipilih dalam penelitian ini adalah System Development Life Cycle (SDLC). Pemilihan metode ini didasarkan pada karakteristik SDLC yang memiliki tahapan kerja terstruktur, dokumentasi lengkap, serta pengendalian kualitas di setiap fase, mulai dari perencanaan, analisis, perancangan, implementasi, hingga pemeliharaan. SDLC dinilai sesuai untuk pengembangan HRIS di PT Dongsuh Indonesia karena kebutuhan sistem yang relatif stabil, kebutuhan dokumentasi untuk kepatuhan regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi, dan perlunya integrasi lintas modul HR yang kompleks. Dengan pendekatan ini, proses pengembangan dapat dikendalikan dengan baik, risiko dapat diminimalkan, dan hasil akhir lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan fungsional dan nonfungsional, analisis proses bisnis eksisting, perancangan model proses menggunakan context diagram dan data flow diagram (DFD), pemodelan data dengan entity relationship diagram (ERD), serta perancangan physical design dan user interface tree. Selain itu, dikembangkan low fidelity prototype yang menampilkan rancangan antarmuka sistem sesuai peran pengguna, mencakup staf HR, manajer, direktur, karyawan, dan departemen keuangan. Penelitian ini juga menghasilkan rancangan Key Performance Indicators (KPI) yang relevan dengan manajemen SDM, seperti biaya perekrutan per karyawan, tingkat retensi karyawan, efektivitas pelatihan, kepuasan karyawan, dan efisiensi proses HR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HRIS yang dirancang mampu meningkatkan integrasi data antarproses HR, mempercepat alur kerja, mengurangi kesalahan pencatatan, x dan menyediakan laporan kinerja berbasis data secara real-time. Dengan penerapan HRIS berbasis SDLC, PT Dongsuh Indonesia diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan SDM, meningkatkan akurasi dan transparansi informasi, serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih cepat dan tepat. Implementasi sistem ini juga berpotensi memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, dan peningkatan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri kimia yang semakin ketat.
PERANCANGAN HUMAN RESOURCE INFORMATION SYSTEM UNTUK PT X DENGAN METODE PROTOTYPING
Outsourcing sumber daya manusia (SDM) merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan melalui kesepakatan kontrak dengan perusahaan di bidang penyediaan tenaga kerja, seperti PT X. Pengelolaan data tenaga alih daya (TAD) menjadi aktivitas penting bagi PT X. Namun, saat ini aktivitas pengelolaan TAD dirasa tidak efisien karena pergantian TAD yang terlalu cepat, seringnya terjadi kesalahan pencatatan, dan keterbatasan data dalam pengambilan keputusan. Dengan problem tree analysis tool ? ditemukan beberapa akar permasalahan sehingga solusi yang diusulkan penulis adalah untuk merancang human resource information system (HRIS), yaitu sistem informasi yang digunakan untuk menyimpan dan menganalisis informasi SDM suatu perusahaan. Perancangan sistem informasi HR PT X dilakukan dengan menggunakan metodologi protoyping. Metodologi ini digunakan karena cocok untuk merancang sistem informasi yang bersifat sederhana dan melibatkan user secara aktif di dalam proses perancangannya. Metodologi prototyping terdiri dari lima tahapan, yaitu determine requirements, analyze alternatives, specify design, implement design, dan user review. Kelimat tahapan ini kemudian diulang terus menerus sampai memenuhi jumlah iterasi yang telah ditentukan. Penelitian ini menghasilkan dua jenis prototype sistem informasi HR. Jenis pertama adalah wireframe ? yaitu prototype berketepatan rendah yang hanya berfokus menunjukkan layout sederhana dari elemen pada sistem. Wireframe digunakan untuk jenis kedua, yaitu user interface prototype yang dirancang oleh tim programmer. User interface prototype merepresentasikan interface secara detail dengan melibatkan aspek fungsional dan estetika sehingga menyerupai produk akhir. User interface prototype ini telah sesuai dengan hasil pemetaan kebutuhan PT X sehingga dapat digunakan sebagai dasar pembangunan sistem informasi HR untuk mendukung berbagai aktivitas pengelolaan TAD PT X.