πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 7 dokumen

COMPANY VALUATION OF PT PERTAMINA DRILLING SERVICE INDONESIA

Industri minyak dan gas di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang perkembangannya sangat mempengaruhi perekonomian negara. Industry ini memeliki peranan penting karena setiap perubahan yang terjadi di sektor ini memberikan dampak yang cukup krusial bagi sektor - sektor lainnya. Pada penelitian ini, peneliti tidak memfokuskan pada industry minyak dan gas secara general, melainkan meneliti mengenai salah satu esensi penting dalam industri ini, yaitu jasa pengeboran. Perusahaan yang di bahas pada research ini adalah PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PT PDSI) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran dan berdiri pada tahun 2008 di bawa wewenang PT PERTAMINA (Persero) sebagai perusahaan induk. PT PDSI memiliki performa yang baik pada tahun 2008 dan 2009 dikarenakan "captive market", namun pada tahun selanjutnya performa mereka menurun karena perubahan peraturan oleh BP MIGAS. Berdasarkan performa mereka pada tahun 2008-2010 dan metode valuasi perusahaan, peneliti menggunakan 3 pendekatan finansial, yaitu pendekatan berdasarkan asset, pendekatan berdasarkan pasar, dan pendekatan berdasarkan pemasukan. Pada metode pendekatan berdasarkan aset, peneliti mengkalkulasikan nilai aset dan hutang yang dimiliki perusahaan untuk di setarakan dengan kondisi pada tahun berikutnya. Metode pendekatan berdasarkan pasar menfokuskan pada perhitungan yang di perhitungkan oleh shareholder, yaitu rasio Price-Earning. Dan pendekatan terakhir adalah berdasarkan penghasilan dimana perhitungan memfokuskan pada kalkulasi Free-Cash-Flow perusahaan. Hasil kalkulasi yang didapatkan peneliti adalah Rp 3,078,651 juta untuk perhitungan berdasarkan pendekatan asset, Rp 7,305,895 juta berdasarkan pendekatan market, dan Rp 8,885,664 juta berdasarkan pendekatan penghasilan. Jarak yang di dapat dari ketiga kall Jasi ini memberikan gambaran berapakah jaraknilai yang dimiliki PT PDSI pada tahun berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, nilai yang dimiliki perusahaan sudah sangat baik namun tidaktermanfaatkan dengan maksimal. Untuk menggapai rencana jangka panjang perusahaan, PT PDSI harus melakukan transformasi yang mempengaruhi seluruh aktifit. Untuk membatu mencapai hal tersebut, PT PDSI harus menjadi sebuah perusahaan yang lebih mandiri dan salah satu opsi yang akan mungkin dilakukan adalah melakukan IPO. Kata-kata kunci:Industri minyak dan gas di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang perkembangannya sangat mempengaruhi perekonomian negara. Industry ini memeliki peranan penting karena setiap perubahan yang terjadi di sektor ini memberikan dampak yang cukup krusial bagi sektor - sektor lainnya. Pada penelitian ini, peneliti tidak memfokuskan pada industry minyak dan gas secara general, melainkan meneliti mengenai salah satu esensi penting dalam industri ini, yaitu jasa pengeboran. Perusahaan yang di bahas pada research ini adalah PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PT PDSI) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran dan berdiri pada tahun 2008 di bawa wewenang PT PERTAMINA (Persero) sebagai perusahaan induk. PT PDSI memiliki performa yang baik pada tahun 2008 dan 2009 dikarenakan "captive market", namun pada tahun selanjutnya performa mereka menurun karena perubahan peraturan oleh BP MIGAS. Berdasarkan performa mereka pada tahun 2008-2010 dan metode valuasi perusahaan, peneliti menggunakan 3 pendekatan finansial, yaitu pendekatan berdasarkan asset, pendekatan berdasarkan pasar, dan pendekatan berdasarkan pemasukan. Pada metode pendekatan berdasarkan aset, peneliti mengkalkulasikan nilai aset dan hutang yang dimiliki perusahaan untuk di setarakan dengan kondisi pada tahun berikutnya. Metode pendekatan berdasarkan pasar menfokuskan pada perhitungan yang di perhitungkan oleh shareholder, yaitu rasio Price-Earning. Dan pendekatan terakhir adalah berdasarkan penghasilan dimana perhitungan memfokuskan pada kalkulasi Free-Cash-Flow perusahaan. Hasil kalkulasi yang didapatkan peneliti adalah Rp 3,078,651 juta untuk perhitungan berdasarkan pendekatan asset, Rp 7,305,895 juta berdasarkan pendekatan market, dan Rp 8,885,664 juta berdasarkan pendekatan penghasilan. Jarak yang di dapat dari ketiga kall Jasi ini memberikan gambaran berapakah jaraknilai yang dimiliki PT PDSI pada tahun berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, nilai yang dimiliki perusahaan sudah sangat baik namun tidaktermanfaatkan dengan maksimal. Untuk menggapai rencana jangka panjang perusahaan, PT PDSI harus melakukan transformasi yang mempengaruhi seluruh aktifit. Untuk membatu mencapai hal tersebut, PT PDSI harus menjadi sebuah perusahaan yang lebih mandiri dan salah satu opsi yang akan mungkin dilakukan adalah melakukan IPO. Kata-kata kunci: valuasi, nilai, pendekatan berdasarkan aset, pendekatan berdasarkan pasar, pendekatan berdasarkan penghasilan, IPO

2026
πŸ‘€ Penulis: Mohammad Rinaldy
🏷️ Valuasi Perusahaan 🏷️ Pengeboran Minyak Dan Gas 🏷️ Industri Pertambangan

COMPANY VALUATION OF PT PERTAMINA DRILLING SERVICE INDONESIA

Industri minyak dan gas di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang perkembangannya sangat mempengaruhi perekonomian negara. Industry ini memeliki peranan penting karena setiap perubahan yang terjadi di sektor ini memberikan dampak yang cukup krusial bagi sektor - sektor lainnya. Pada penelitian ini, peneliti tidak memfokuskan pada industry minyak dan gas secara general, melainkan meneliti mengenai salah satu esensi penting dalam industri ini, yaitu jasa pengeboran. Perusahaan yang di bahas pada research ini adalah PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PT PDSI) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran dan berdiri pada tahun 2008 di bawa wewenang PT PERTAMINA (Persero) sebagai perusahaan induk. PT PDSI memiliki performa yang baik pada tahun 2008 dan 2009 dikarenakan "captive market", namun pada tahun selanjutnya performa mereka menurun karena perubahan peraturan oleh BP MIGAS. Berdasarkan performa mereka pada tahun 2008-2010 dan metode valuasi perusahaan, peneliti menggunakan 3 pendekatan finansial, yaitu pendekatan berdasarkan asset, pendekatan berdasarkan pasar, dan pendekatan berdasarkan pemasukan. Pada metode pendekatan berdasarkan aset, peneliti mengkalkulasikan nilai aset dan hutang yang dimiliki perusahaan untuk di setarakan dengan kondisi pada tahun berikutnya. Metode pendekatan berdasarkan pasar menfokuskan pada perhitungan yang di perhitungkan oleh shareholder, yaitu rasio Price-Earning. Dan pendekatan terakhir adalah berdasarkan penghasilan dimana perhitungan memfokuskan pada kalkulasi Free-Cash-Flow perusahaan. Hasil kalkulasi yang didapatkan peneliti adalah Rp 3,078,651 juta untuk perhitungan berdasarkan pendekatan asset, Rp 7,305,895 juta berdasarkan pendekatan market, dan Rp 8,885,664 juta berdasarkan pendekatan penghasilan. Jarak yang di dapat dari ketiga kall Jasi ini memberikan gambaran berapakah jaraknilai yang dimiliki PT PDSI pada tahun berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, nilai yang dimiliki perusahaan sudah sangat baik namun tidaktermanfaatkan dengan maksimal. Untuk menggapai rencana jangka panjang perusahaan, PT PDSI harus melakukan transformasi yang mempengaruhi seluruh aktifit. Untuk membatu mencapai hal tersebut, PT PDSI harus menjadi sebuah perusahaan yang lebih mandiri dan salah satu opsi yang akan mungkin dilakukan adalah melakukan IPO. Kata-kata kunci:Industri minyak dan gas di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang perkembangannya sangat mempengaruhi perekonomian negara. Industry ini memeliki peranan penting karena setiap perubahan yang terjadi di sektor ini memberikan dampak yang cukup krusial bagi sektor - sektor lainnya. Pada penelitian ini, peneliti tidak memfokuskan pada industry minyak dan gas secara general, melainkan meneliti mengenai salah satu esensi penting dalam industri ini, yaitu jasa pengeboran. Perusahaan yang di bahas pada research ini adalah PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PT PDSI) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran dan berdiri pada tahun 2008 di bawa wewenang PT PERTAMINA (Persero) sebagai perusahaan induk. PT PDSI memiliki performa yang baik pada tahun 2008 dan 2009 dikarenakan "captive market", namun pada tahun selanjutnya performa mereka menurun karena perubahan peraturan oleh BP MIGAS. Berdasarkan performa mereka pada tahun 2008-2010 dan metode valuasi perusahaan, peneliti menggunakan 3 pendekatan finansial, yaitu pendekatan berdasarkan asset, pendekatan berdasarkan pasar, dan pendekatan berdasarkan pemasukan. Pada metode pendekatan berdasarkan aset, peneliti mengkalkulasikan nilai aset dan hutang yang dimiliki perusahaan untuk di setarakan dengan kondisi pada tahun berikutnya. Metode pendekatan berdasarkan pasar menfokuskan pada perhitungan yang di perhitungkan oleh shareholder, yaitu rasio Price-Earning. Dan pendekatan terakhir adalah berdasarkan penghasilan dimana perhitungan memfokuskan pada kalkulasi Free-Cash-Flow perusahaan. Hasil kalkulasi yang didapatkan peneliti adalah Rp 3,078,651 juta untuk perhitungan berdasarkan pendekatan asset, Rp 7,305,895 juta berdasarkan pendekatan market, dan Rp 8,885,664 juta berdasarkan pendekatan penghasilan. Jarak yang di dapat dari ketiga kall Jasi ini memberikan gambaran berapakah jaraknilai yang dimiliki PT PDSI pada tahun berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, nilai yang dimiliki perusahaan sudah sangat baik namun tidaktermanfaatkan dengan maksimal. Untuk menggapai rencana jangka panjang perusahaan, PT PDSI harus melakukan transformasi yang mempengaruhi seluruh aktifit. Untuk membatu mencapai hal tersebut, PT PDSI harus menjadi sebuah perusahaan yang lebih mandiri dan salah satu opsi yang akan mungkin dilakukan adalah melakukan IPO. Kata-kata kunci: valuasi, nilai, pendekatan berdasarkan aset, pendekatan berdasarkan pasar, pendekatan berdasarkan penghasilan, IPO

2026
πŸ‘€ Penulis: Mohammad Rinaldy
🏷️ Valuasi Perusahaan 🏷️ Pengeboran Minyak Dan Gas 🏷️ Industri Pertambangan

STUDI DAMPAK KEBIJAKAN LARANGAN EKSPOR BIJIH NIKEL PADA HUBUNGAN KINERJA KEUANGAN DAN NILAI PERUSAHAAN

Larangan ekspor bihi nikel menjadi penting bagi perusahaan karena akan berdampak pada kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan larangan ekspor bijih nikel terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan di sektor pertambangan Indonesia. Industri pertambangan, khususnya nikel, memegang peran strategis dalam perekonomian nasional, namun kebijakan larangan ekspor yang diberlakukan menimbulkan tantangan signifikan. Dengan menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) dan regresi linear, penelitian ini mengkaji bagaimana berbagai rasio keuangan (termasuk likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas) yaitu ROA, NPM, CR, QR, DAR, DER, TATO, dan WCTO berkontribusi terhadap nilai perusahaan (Tobin's Q) baik sebelum maupun sesudah implementasi kebijakan tersebut. Data keuangan perusahaan pertambangan terkait akan dianalisis untuk mengidentifikasi pergeseran prioritas investor dan perubahan dalam faktor penentu nilai perusahaan. Hasilnya adalah CR dan QR menjadi kinerja keuangan yang berdampak paling signifikan pada nilai perusahaan pada periode sebelum adanya kebijakan larangan ekspor sedangkan pada periode setelah kebijakan larangan ekspor, DAR dan CR menjadi yang palling signifikan. Ini diindikasikan karena adanya pembayaran hutang

2025
πŸ‘€ Penulis: Yehezkiel Abadi Wahyudi
🏷️ Kebijakan Ekonomi 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Industri Pertambangan

STRATEGI BISNIS B2B SOLUSI DIGITAL B2B DI PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI STUDI KASUS: TELKOMSEL ENTERPRISE SOLUSI DIGITAL DI INDUSTRI PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menjadi pemain utama di pasar global. Pertumbuhan ekonomi Indonesiai terutama didorong oleh sumber daya alamnya, termasuk minyak, gas, dan pertambangan, dengan sektor pertambangan memainkan peran yang penting. Program pemerintah seperti β€œMaking Indonesia Digital 4.0” berupaya untuk mempercepat transformasi digital yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemimpin dalam ekonomi digital. Upaya pemerintah seperti regulasi dan pedoman, investasi langsung, dan mengundang investasi asing terkait infrastruktur digital untuk mempercepat adopsi Teknologi Industri 4.0 ke semua sektor termasuk industri pertambangan. Dalam konteks ekonomi digital Indonesia, PT. Telekomunikasi Selular (TSEL) sebagai pemimpin pasar operator/penyedia layanan seluler di Indonesia, menghadapi tantangan dan peluang bisnis yang signifikan saat berupaya memperluas bisnisnya di pasar solusi digital B2B, khususnya di industri pertambangan & mineral dan sektor industri lainnya. TSEL telah melihat bisnis inti B2C seperti layanan suara, SMS, dan data mengalami stagnasi pertumbuhan pendapatan dan marjin laba bersih menurun, mendorong perusahaan untuk melakukan diversifikasi ke bisnis digital. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan bisnis strategis TSEL B2B/Enterprise Digital Solutions (TEDS) di industri pertambangan Indonesia, menyediakan studi kasus mendalam tentang upaya strategi bisnis digitalnya. Penelitian ini menggunakan kode data kualitatif dari wawancara informan utama dengan manajemen tingkat tinggi TEDS dan pakar digitalisasi pertambangan sebagai data primer dan data sekunder dari laporan, jurnal, makalah, dan internet. Penelitian ini menggunakan beberapa kerangka kerja strategis yang terdiri dari Aktivitas Rantai Nilai, VRIO, Lingkungan Umum PESTLE, Industri, Pesaing & Lima Kekuatan Porter, SWOT, matriks TOWS, Strategi Generik Michael Porter dan Kanvas Model Bisnis untuk menganalisis faktor Internal dan Eksternal TEDS (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) di sektor pertambangan dan merumuskan strategi bisnis dengan Strategi Generik Michael Porter dan matriks TOWS dan mengembangkan model bisnis baru yang sesuai dengan kanvas Model Bisnis. Penelitian ini menemukan bahwa kekuatan TEDS meliputi jangkauan jaringan yang luas, hubungan pemerintah yang kuat, dan kepemimpinan dalam menyediakan solusi digital yang lengkap (jaringan, IoT, platform, cloud, edge computing, dan AI). Namun, TEDS memiliki kelemahan seperti Merek dan reputasi yang berpusat pada Telco, paket solusi yang terfragmentasi, lambatnya adopsi teknologi terkini di sektor pertambangan, dan kurangnya tim ahli khusus pertambangan. Secara eksternal, penelitian ini menyoroti peluang seperti meningkatnya tekanan regulasi terkait keberlanjutan dan pelaporan emisi, meningkatnya adopsi teknologi seperti IoT, Cloud, dan AI, serta pergeseran industri pertambangan menuju otomatisasi sebagai peluang utama bagi TEDS. Ancaman eksternal meliputi persaingan ketat dari penyedia teknologi global dan lokal serta siklus pengadaan yang panjang dalam industri pertambangan. Rekomendasi strategis yang dihasilkan dari Strategi Generik Michael Porter adalah Kepemimpinan Biaya Terpadu dan Diferensiasi dan hasil analisis matriks TOWS untuk strategi detail dan penggunaan dari matriks prioritas strategi adalah Maxi-maxi - SO (Kekuatan & Peluang) dan Mini-Maxi - WO (Kelemahan & Peluang) hasil strategi hibrida berfokus pada pemanfaatan kekuatan TEDS untuk meraih peluang yang dikombinasikan dengan perbaikan kelemahan untuk memaksimalkan peluang secara efektif dalam industri pertambangan. Penelitian ini juga mengusulkan rekomendasi dan strategi rencana implementasi, dengan jangka waktu 3 tahun untuk meningkatkan skala TEDS dalam industri pertambangan, melalui solusi modular yang ditingkatkan, pengembangan & perluasan bakat, dan kemitraan yang lebih kuat dengan perusahaan pertambangan, mitra atau vendor dan pemerintah/regulasi. Memanfaatkan teknik penjualan konsultatif dan mengintegrasikan solusi yang berpusat pada pelanggan sangat penting bagi TEDS untuk berhasil di pasar yang kompetitif dan dinamis ini. Tesis ini bertujuan untuk berkontribusi pada diskusi tentang bagaimana perusahaan telekomunikasi dapat mengubah arah bisnis mereka menjadi penyedia/perusahaan solusi digital di sektor industri, memberikan wawasan bagi TEDS dan perusahaan lain yang menghadapi transformasi digital dan tantangan bisnis serupa di pasar negara berkembang.

2025
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Sa'ad
🏷️ Industri Pertambangan 🏷️ Digitalisasi Bisnis 🏷️ Strategi Porter

ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG) TERHADAP REPUTASI PERUSAHAAN PADA INDUSTRI PERTAMBANGAN, DENGAN STUDI KASUS PADA PT X

Penelitian ini menganalisis implementasi program Environmental, Social, and Governance (ESG) di PT X, sebuah perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia, dan dampaknya terhadap reputasi perusahaan. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya perhatian global terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan, di mana para pemangku kepentingan tidak hanya mengevaluasi kinerja keuangan tetapi juga komitmen terhadap prinsipprinsip ESG, terutama dalam industri pertambangan yang memiliki dampak lingkungan dan sosial yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana implementasi ESG mempengaruhi reputasi perusahaan dalam konteks pertambangan Indonesia, mengingat masih terbatasnya penelitian yang berfokus pada aspek ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Implementasi program ESG di PT X dinilai melalui analisis dokumen perusahaan, kebijakan, dan wawancara dengan pemangku kepentingan utama. Dampak implementasi ESG terhadap reputasi perusahaan dievaluasi melalui analisis media, persepsi pemangku kepentingan dari wawancara dan diskusi kelompok terarah, serta analisis korelasi antara indikator kinerja ESG dan ukuran reputasi perusahaan seperti sentimen media, survei pemangku kepentingan, dan potensi metrik kepercayaan investor. Asumsi utama penelitian ini adalah bahwa program ESG yang kuat dan dikomunikasikan secara efektif akan berdampak positif terhadap reputasi perusahaan pertambangan. Penelitian ini menguji proposisi bahwa peningkatan implementasi ESG di PT X akan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, citra publik yang lebih baik, dan potensi kepercayaan investor yang lebih besar. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program ESG di PT X, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, serta menentukan dampaknya terhadap reputasi perusahaan di antara berbagai pemangku kepentingan, dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan strategi ESG PT X. Tinjauan literatur menunjukkan adanya hubungan antara kinerja ESG dan reputasi serta kinerja keuangan perusahaan. Penelitian sebelumnya menekankan pentingnya transparansi, keterlibatan pemangku kepentingan, dan integrasi ESG ke dalam strategi bisnis inti. Namun, penelitian yang secara spesifik membahas implementasi ESG dan dampaknya pada reputasi dalam industri pertambangan di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan ini melalui studi kasus mendalam tentang PT X. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah penilaian komprehensif terhadap implementasi program ESG PT X, termasuk identifikasi inisiatif spesifik dan efektivitasnya. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan sejauh mana upaya ESG ini mempengaruhi reputasi PT X di antara berbagai kelompok pemangku kepentingan, mengidentifikasi faktor-faktor utama dan potensi perbedaan persepsi. Penelitian ini juga akan memberikan rekomendasi praktis bagi PT X untuk mengoptimalkan strategi dan komunikasi ESG guna meningkatkan reputasi perusahaan dan keberlanjutan jangka panjang. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris mengenai hubungan antara implementasi ESG dan reputasi perusahaan dalam konteks industri pertambangan Indonesia. Temuan penelitian ini diharapkan memberikan wawasan berharga bagi perusahaan pertambangan di Indonesia dan negara berkembang lainnya yang ingin memanfaatkan praktik ESG untuk meningkatkan reputasi perusahaan dan menciptakan nilai berkelanjutan. Penelitian ini juga berkontribusi pada pemahaman akademis yang lebih luas mengenai interaksi antara keberlanjutan, citra perusahaan, dan hubungan pemangku kepentingan dalam sektor dengan dampak sosial dan lingkungan yang signifikan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Henrika Kristi
🏷️ Industri Pertambangan 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS DAMPAK PEMBATASAN EKSPOR NIKEL INDONESIA TERHADAP ARUS MASUK INVESTASI ASING LANGSUNG DI INDUSTRI PERTAMBANGAN

Indonesia telah berupaya memanfaatkan sumber daya alamnya yang melimpah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi. Namun, pemerintah juga menyadari risiko yang terkait dengan ketergantungan pada sumber daya alam dan fenomena yang dikenal sebagai "resource curse," yaitu kondisi di mana negara dengan kekayaan sumber daya alam justru mengalami pertumbuhan yang lebih lambat akibat terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah. Untuk mengatasi tantangan ini serta mendorong industri dengan nilai tambah yang lebih tinggi, Indonesia menerapkan kebijakan pembatasan ekspor nikel pada tahun 2020. Studi ini menyelidiki pengaruh kebijakan pembatasan ekspor nikel terhadap arus masuk investasi asing langsung (FDI) di sektor pertambangan Indonesia dengan menggunakan metodologi Dif erence-in-Dif erences dan data dari tahun 2014 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan ekspor tidak menyebabkan penurunan signifikan dalam arus masuk FDI di sektor pertambangan. Hal ini menantang asumsi umum bahwa ketidakpastian kebijakan dan perubahan regulasi selalu menjadi penghambat investasi. Sebaliknya, FDI berpotensi dialihkan ke industri hilir seperti peleburan dan produksi baterai, yang memang menjadi tujuan utama kebijakan tersebut. Selain itu, variabel kontrol seperti pertumbuhan PDB, inflasi, keterbukaan perdagangan, dan stabilitas politik menunjukkan korelasi yang lemah dengan arus masuk FDI. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor makroekonomi tersebut mungkin tidak memainkan peran yang signifikan dalam menentukan keputusan investasi di sektor pertambangan. Riset ini memperkaya literatur mengenai determinan FDI dengan menunjukkan hubungan antara pembatasan ekspor dan investasi dalam industri berbasis sumber daya. Temuan ini menekankan pentingnya kondisi makroekonomi yang stabil dan penguatan industri hilir dalam menarik arus masuk FDI. Bagi pembuat kebijakan, studi ini memberikan wawasan mengenai perspektif strategis nasionalisme sumber daya dan bagaimana hal tersebut mengubah pola aliran modal di negara-negara yang kaya akan sumber daya alam.

2025
πŸ‘€ Penulis: Khansa Alifah Jasmine
🏷️ Pembatasan Ekspor 🏷️ Investasi Asing Langsung (Fdi) 🏷️ Industri Pertambangan

PENGARUH PERFORMA ENVIRONMENTAL, SOCIAL AND GOVERNMENT (ESG)TERHADAP RISIKO FINANSIAL PERUSAHAAN: STUDI KASUS PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi isu penting dalam industri ekstraktif. Kelompok negara maju menjadikan integrasi ESG di dalam kegiatan operasional perusahaan sebagai salah satu tolak ukur bagi investor dalam melakukan kegiatan pendanaan. Pertambangan merupakan salah satu industri ekstraktif yang kegiatan operasionalnya akan memberikan dampak terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat yang ada di lingkar tambang. Apabila perusahaan tidak mengelola dampak tersebut, maka kan berakibat kepada reputasi perusahaan yang menyebabkan sulitnya pendanaan dari para investor. Keadaan tersebut menjadi suatu resiko finansial perusahaan yang perlu diperhitungkan oleh pelaku usaha pertambangan. Indonesia sebagai negara berkembang mulai mengintegrasikan ESG ke dalam kegiatan operasional pertambangan. Hal tersebut menjadi tantangan bagi para pelaku usaha pertambangan di Indonesia. Studi ini dilakukan untuk melihat bagaimana dampak integrasi ESG terhadap resiko finansial perusahaan pertambangan yang ada di Indonesia. Data yang digunakan adalah data skor ESG perusahaan pertambangan mineral dan batubara di Indonesia yang berasal dari Bloomberg. Ukuran resiko finansial perusahaan menggunakan Altman Z-score (bankruptcy model). Pengolahan data dilakukan dengan melakukan regresi data panel sesuai dengan prinsip ekonometrik. Berdasarkan studi ini, akan didapatkan hubungan antara integrasi Environmental, Social, and Government (ESG) dalam terhadap risiko finansial perusahaan pertambangan di Indonesia

2024
πŸ‘€ Penulis: Mohammad Ikhwanul Yogaswara
🏷️ Industri Pertambangan 🏷️ Resiko Finansial 🏷️ Integrasi Esg
πŸ’¬