📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenKAJIAN PELETAKAN KABEL DAN PIPA BAWAH LAUT DALAM KAITANNYA DENGAN PENETAPAN KADASTER KELAUTAN DI INDONESIA
Peletakan kabel dan pipa bawah laut, beresiko terhadap tumpang tindih kepentingan aktivitas pengguna ruang laut. Karena itulah dibutuhkan sistem pengaturan ruang yang memungkinkan adanya pencatatan batas-batas dan kepentingan di laut, untuk mencegah konflik penggunaan ruang laut. Dengan menerapkan sistem kadaster kelautan, informasi mengenai batas-batas, posisi, luas, data perorangan atau badan hukum sebagai pemegang hak atau subjek dari ruang laut, kepentingan yang melekat pada objek-objek tersebut, dan nilai pajak atau iuran dari kabel dan pipa bawah laut dapat teradministrasi dalam suatu sistem basis data yang bermuara pada Infrastruktur Data Spasial Nasional dan tercapainya tertib administrasi kelautan.
KAJIAN INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL KOTA MEDAN
Kebutuhan akan data dasar dan informasi spasial baik untuk perencanaan maupun pengelolaan sumber daya alam. Ketersediaan akan data dan informasi spasial pada hakekatnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pengelolaan data dan informasi spasial masih dilakukan secara parsial sehingga menimbulkan kesan kurang koordinatif. Diperlukan suatu media yang dapat memfasilitasi pemanfaatan informasi spasial dengan membentuk Infrastruktur Data Spasial (IDS). Setelah dikeluarkannya Perpres No.85 Tahun 2007 maka dimulailah pembangunan IDS di Indonesia. Salah satu bentuk implementasinya adalah dengan pembangunan IDSK. Kajian dilakukan terhadap komponen pembentuknya. Kemudian dikaji mengenai kelengkapan kota Medan. Dari kebutuhan dan ketersediaan kota Medan terhadap komponen pembentuk IDS Kota, maka dapat diketahui kekurangan yang harus dipenuhi oleh kota Medan. Untuk itu, diperlukan penataan yang sistematis pada komponen kelembagaan, data utama, teknologi, sumber daya manusia dan regulasi karena kelima komponen inilah yang menjadi faktor kunci dalam pembangunan IDS.