📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

PERAN INKLUSI KEUANGAN DALAM MEMBENTUK PENGELUARAN KONSUMSI RUMAH TANGGA DI JAKARTA, INDONESIA

Inklusi keuangan semakin penting sebagai instrumen kebijakan untuk meningkatkan akses rumah tangga terhadap layanan keuangan formal dan digital. Namun demikian, bukti empiris mengenai pengaruh inklusi keuangan terhadap pengeluaran rumah tangga dalam konteks transformasi digital masih menunjukkan hasil yang beragam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah pengeluaran konsumsi rumah tangga bulanan di Jakarta, Indonesia, berkaitan dengan inklusi keuangan yang diukur melalui kepemilikan rekening bank dan dompet digital. Penelitian ini menggunakan metode regresi Ordinary Least Squares (OLS) dengan standar error robust berdasarkan data mikro cross-sectional dari 12.600 rumah tangga yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2024. Pengeluaran konsumsi rumah tangga diukur menggunakan logaritma natural dari total konsumsi rumah tangga bulanan. Dua spesifikasi model diestimasi, yaitu: (1) model dasar yang hanya mencakup variabel inklusi keuangan, dan (2) model lanjutan yang mempertimbangkan ukuran rumah tangga dan wilayah tempat tinggal. Hasil estimasi menunjukkan bahwa inklusi keuangan memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan peningkatan pengeluaran konsumsi rumah tangga, bahkan setelah mengontrol ukuran rumah tangga dan wilayah tempat tinggal. Temuan ini memberikan implikasi kebijakan yang relevan dalam upaya memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif dan bertanggung jawab di Indonesia, serta menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan tradisional dan digital berasosiasi dengan peningkatan pengeluaran rumah tangga di Jakarta.

2026
👤 Penulis: Nadelene Zeta Illona
🏷️ Inklusi Keuangan 🏷️ Pengeluaran Rumah Tangga 🏷️ Analisis Regresi

INOVASI DIGITAL KEUANGAN DAPAT MEMPERKUAT INKLUSI KEUANGAN BAGI PEREMPUAN DAN KAUM MUDA

Digitalisasi masih menjadi isu penting, seiring dengan kemajuan teknologi, terutama di sektor keuangan. Inovasi digital di bidang keuangan (DIF) telah mendorong transformasi layanan keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan mudah diakses, mulai dari perkotaan hingga pedesaan. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, seperti kesenjangan literasi keuangan digital dan kesenjangan antara perempuan dan pemuda, yang masih menjadi penghalang dalam mewujudkan inklusi keuangan (FI) yang merata di Indonesia. Tujuan utama dari penelitian kuantitatif ini adalah untuk menguji bagaimana inovasi digital di bidang keuangan (DIF), karakteristik demografi (DC), dan literasi keuangan digital (DFL) mempengaruhi inklusi keuangan (FI) di kalangan perempuan dan pemuda di Indonesia, dengan menekankan pada literasi keuangan digital (DFL) sebagai faktor mediasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen survei online. Sampel akhir penelitian ini adalah 400 responden, baik perempuan maupun pemuda, di Indonesia. Penelitian ini dianalisis melalui analisis deskriptif, PLS- SEM, dan MGA dengan menggunakan SmartPLS 3.2.9. Selain itu, penelitian ini menggunakan filosofi positivis dan menggunakan pendekatan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden penelitian ini adalah perempuan dan pemuda dari Gen Z. Literasi keuangan digital (DFL) merupakan mediator parsial yang signifikan antara inovasi digital di bidang keuangan (DIF) dan inklusi keuangan (FI). Sebagian besar karakteristik demografis hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki pengaruh langsung terhadap literasi keuangan digital (DFL) atau inklusi keuangan (FI). Jumlah pengeluaran memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui inklusi keuangan. Selain itu, analisis multi-kelompok (MGA) tidak menemukan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam hal literasi keuangan digital (DFL) - inklusi keuangan (FI) antara Gen Z pada perempuan dan anak muda. Implikasi dari temuan ini sangat besar. Penelitian ini menggarisbawahi literasi keuangan digital (DFL) sebagai mediator utama dalam meningkatkan inklusi keuangan (FI) melalui inovasi digital di bidang keuangan (DIF). Pengaruh tidak langsung dari karakteristik demografis seperti jumlah pengeluaran menunjukkan perlunya strategi literasi yang lebih inklusif dan tepat sasaran, terutama bagi perempuan dan generasi muda. Oleh karena itu, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, lembaga keuangan, dan pembuat kebijakan diperlukan untuk mempercepat adopsi keuangan digital dan memaksimalkan potensi bonus demografi 2045. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ketidakseimbangan jumlah sampel antar generasi dan pendekatan kuantitatif yang belum mengeksplorasi pengalaman digital dan faktor sosial budaya secara mendalam. Untuk peneliti selanjutnya, bisa menggunakan pendekatan campuran, sehingga memungkinkan sampel yang lebih tepat sasaran dan representatif di seluruh wilayah dan generasi, dengan fokus hanya pada kabupaten, kota, provinsi, atau lebih mendalam menggunakan kecamatan, serta memperpanjang jangka waktu penelitian untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai literasi keuangan digital (DFL) dan inklusi keuangan (FI).

2025
👤 Penulis: Ayu Rahmadani
🏷️ Inklusi Keuangan 🏷️ Digitalisasi Keuangan 🏷️ Literasi Kepribadian

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN TRANSAKSI QRIS DI TENGAH TRANSFORMASI DIGITAL PERBANKAN (STUDI KASUS PT BANK SULSELBAR)

Transformasi digital di Indonesia telah memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor keuangan, khususnya pada sistem pembayaran digital seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Meskipun memiliki potensi yang besar, tingkat adopsi QRIS Bank Sulselbar di kalangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Sulawesi Selatan khususnya di Makassar masih jauh dari harapan. Penelitian ini menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi adopsi, mengevaluasi motivator pedagang, dan mengusulkan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan volume transaksi dan inklusi keuangan. Analisis internal terdiri dari bauran pemasaran 7P dan STP. Sedangkan untuk analisis eksternal, penulis menggunakan PESTEL, 5 Porter's Forces, analisis pesaing, dan melakukan analisis pelanggan melalui metode wawancara langsung dengan menggunakan kerangka kerja perilaku pembelian bisnis, yang terdiri dari dua pembahasan utama, meliputi analisis pusat pembelian dan analisis proses keputusan pembelian. Responden adalah pemilik atau CEO dari bisnis yang termasuk dalam segmentasi pasar Bank Sulselbar, yang terdiri dari pedagang di tiga sektor: Fnb, Ritel, dan Layanan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa hambatan internal seperti fitur teknologi yang terbatas, branding yang tidak memadai, dan kurangnya dukungan yang berpusat pada pedagang, dikombinasikan dengan tantangan eksternal seperti persaingan fintech, literasi digital yang rendah, dan infrastruktur yang lemah, menghambat adopsi yang lebih luas. Namun, inisiatif pemerintah yang kuat, preferensi konsumen untuk transaksi non-tunai, dan penawaran unik Bank Sulselbar, seperti pencairan dana di hari yang sama, menghadirkan peluang pertumbuhan. Studi ini merekomendasikan intervensi yang ditargetkan untuk mengatasi tantangan ini, termasuk memperkuat pelatihan pedagang dan dukungan purnajual, meningkatkan fitur teknologi QRIS, meluncurkan kampanye branding yang terfokus, dan memanfaatkan kemitraan dengan pemerintah daerah dan penyedia TI. Dengan mengadopsi strategi ini, Bank Sulselbar dapat memperluas jangkauan pasarnya, meningkatkan adopsi QRIS, dan berkontribusi pada tujuan inklusi keuangan Indonesia. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya menyelaraskan sistem pembayaran digital dengan kebutuhan lokal, khususnya untuk UMKM di daerah yang kurang terlayani.

2025
👤 Penulis: Andi M Rifad Rahadi Rahmat
🏷️ Transformasi Digital 🏷️ Pembayaran Digital Qris 🏷️ Inklusi Keuangan

BAGAIMANA IMPLEMENTASI CENTRAL BANK DIGITAL CURRENCY DAPAT MEMPENGARUHI AKTIVITAS EKONOMI INDONESIA SERTA RISIKO DAN PELUANG TEKNOLOGI

Central Bank Digital Currency (CBDC) telah menjadi topik diskusi yang penting di antara bank sentral di seluruh dunia. CBDC adalah teknologi di mana bank sentral mengeluarkan mata uang digital secara langsung kepada masyarakat. Dengan teknologi ini, efisiensi dan inklusivitas keuangan dapat ditingkatkan. Penelitian ini berfokus pada penilaian dampak CBDC dalam konteks Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi bagaimana CBDC dapat mempengaruhi aktivitas keuangan di Indonesia, tantangan teknologi yang muncul, serta potensinya untuk meningkatkan inklusi keuangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan literatur tentang perkembangan implementasi CBDC di seluruh dunia, serta melalui wawancara dengan personel kunci dalam industri perbankan Indonesia. Tahap awal penelitian dimulai dengan memahami dasar- dasar CBDC, potensi manfaatnya, dan menganalisis penggunaan uang elektronik saat ini di Indonesia. Dasar ini memberikan landasan untuk menilai bagaimana CBDC dapat mempengaruhi pasar uang di Indonesia. Salah satu manfaat utama yang sering dikaitkan dengan CBDC adalah potensinya untuk meningkatkan inklusi keuangan. Namun, pendidikan publik mengenai teknologi ini sangat penting untuk memastikan adopsi yang sukses. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana CBDC dapat membentuk kembali pasar keuangan Indonesia, mempengaruhi kebijakan moneter, serta memahami implikasi teknologi dari penerapan CBDC dalam konteks Indonesia.

2024
👤 Penulis: Kevin Yudha Pratama
🏷️ Central Bank Digital Currency 🏷️ Inklusi Keuangan 🏷️ Pengaruh Teknologi Pada Ekonomi
💬