📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

EFEK LINTAS PASAR MASA JABATAN DEWAN DIREKSI TERHADAP INVESTASI R&D: BUKTI DARI PERUSAHAAN BERTEKNOLOGI TINGGI DI NEGARA BERKEMBANG DAN NEGARA MAJU

Dalam industri teknologi tinggi yang volatil, kemampuan untuk terus berinovasi menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Tanpa inovasi, keunggulan kompetitif dapat hilang dalam hitungan tahun. Oleh karena itu, investasi R&D menjadi lifeline penting bagi perusahaan untuk menghadapi cepatnya obsolesensi teknologi dan tetap kompetitif. Meskipun literatur sebelumnya menyoroti peran dewan direksi dalam keputusan strategis ini, sebagian besar penelitian fokus pada ekonomi maju atau industri agregat, sehingga kurang meneliti bagaimana masa jabatan dewan mempengaruhi strategi “survival” di pasar berkembang yang memiliki ketidakpastian institusional lebih tinggi. Studi ini mengkaji apakah masa jabatan dewan mendorong intensitas R&D pada perusahaan teknologi tinggi dan apakah hubungan ini dimoderasi oleh konteks pasar. Argumen utama adalah bahwa masa jabatan yang panjang memberikan pengetahuan dan jaringan yang mendukung inovasi, namun kekosongan institusional di pasar berkembang mungkin mengurangi manfaat tersebut dibandingkan pasar maju. Menggunakan desain penelitian kuantitatif, penelitian ini menerapkan regresi panel fixed effects (FE) pada dataset seimbang 90 perusahaan teknologi tinggi, setengahnya dari pasar berkembang dan setengahnya dari pasar maju, selama periode 2020 hingga 2024. Hasil empiris menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara rata-rata masa jabatan dewan dengan intensitas R&D, menegaskan bahwa dewan berpengalaman mendorong pengambilan risiko strategis. Namun, efek moderasi konteks pasar tidak terbukti; interaksi antara masa jabatan dan tipe pasar tidak signifikan, menunjukkan pengaruh positif masa jabatan berlaku di kedua lingkungan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai strategis pengalaman dewan khususnya akumulasi pengetahuan spesifik perusahaan dan jaringan eksternal merupakan pendorong inovasi universal yang melampaui perbedaan institusional lokal. Secara praktis, penelitian ini menyarankan perusahaan teknologi tinggi di pasar berkembang maupun maju untuk mempertahankan direktur berpengalaman guna mendukung kapabilitas dinamis yang diperlukan untuk investasi R&D berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Rahmi Indita
🏷️ Inovasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Teknologi Tinggi 🏷️ Hubungan Masa Jabatan Dewan Direksi

USULAN STRATEGI INOVASI UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DI JNE 093 PULO GEBANG INDAH MENGGUNAKAN DIMENSI SERVQUAL DAN IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS

Pertumbuhan sektor e-commerce yang pesat telah berdampak terhadap sejumlah sektor pendukung yang turut mengalami perkembangan. Salah satunya yaitu perusahaan logistik yang berperan besar sebagai penopang utama dalam mendukung proses pengiriman di dalam sektor e-commerce. Dengan banyaknya kompetitor di sektor logistik, perusahaan tersebut harus bersaing secara ketat dalam memberikan pelayanan terbaik mereka kepada pelanggan. Saat ini, JNE 093 Pulo Gebang Indah yang merupakan perusahaan agen jasa pengiriman logistik sedang mengalami penurunan jumlah pelanggan dan pendapatan. Salah satu faktor yang berperan besar terhadap penurunan tersebut yaitu kualitas pelayanan. Namun, JNE 093 Pulo Gebang Indah belum pernah melakukan survey customer feedback terhadap kualitas pelayanannya, sehingga perusahaan tersebut tidak dapat mengetahui kualitas pelayanan apa saja yang harus diperbaiki. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi dan ekspektasi pelanggan terhadap kualitas pelayanan di JNE 093 Pulo Gebang Indah serta memberikan rekomendasi perbaikan terhadap kualitas pelayanannya. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan cara melakukan penelitian kuantitatif menggunakan survei kuesioner. Ukuran sampel untuk survei tersebut sebesar 100 responden yang merupakan pelanggan JNE 093 Pulo Gebang Indah. Selanjutnya, penelitian kualitatif dilakukan dengan menggunakan survey yang berbentuk pertanyaan terbuka untuk pelanggan serta wawancara semi terstruktur bersama owner JNE 093 Pulo Gebang Indah dan expert. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelanggan memiliki persepsi dan ekspektasi yang positif terhadap kualitas pelayanan di JNE 093 Pulo Gebang Indah. Akan tetapi, terdapat beberapa indikator pelayanan yang memiliki nilai kesenjangan negatif. kesenjangan tersebut menunjukan bahwa pelayanan yang dipersepsikan oleh pelanggan tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan. Kesenjangan tersebut menjadi landasan utama dalam mengidentifikasi kuadran pertama dari matriks IPA serta memberikan rekomendasi terhadap peningkatan kualitas pelayanan yang dikelompokan berdasarkan Doblin’s types of innovation.

2026
👤 Penulis: Muhammad Abigail Athallah
🏷️ Inovasi 🏷️ Manajemen Pelayanan Logistik 🏷️ Servqual

PERANCANGAN ARSITEKTUR SISTEM MANAJEMEN IDE INOVASI TERINTEGRASI (STUDI KASUS: PT. TELKOM INDONESIA)

Belum terintegrasinya sistem manajemen ide inovasi yang digunakan di PT Telkom Indonesia menyebabkan fragmentasi data, pengalaman pengguna yang tidak konsisten, serta keterbatasan dalam pemantauan proses secara menyeluruh. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode design thinking yang menekankan pendekatan berpusat pada pengguna. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang sistem manajemen ide inovasi yang terintegrasi. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan arsitektur sistem manajemen ide inovasi yang mencakup empat lapisan, yaitu lapisan bisnis, data, aplikasi, dan teknologi. Selain itu, penelitian ini menghasilkan prototipe antarmuka sistem yang memvisualisasikan alur manajemen ide secara terintegrasi. Pengujian desain dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu verifikasi dan validasi. Verifikasi dilakukan dengan ketertelusuran kebutuhan fungsional serta pengujian berbasis skenario untuk menilai aspek nonfungsional, khususnya kemudahan penggunaan sistem. Validasi dilakukan melalui kuesioner yang menilai aspek kegunaan, kemudahan, dan penerimaan sistem oleh pengguna. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa rancangan sistem telah memenuhi kebutuhan fungsional maupun nonfungsional yang disusun. Sementara itu, hasil validasi membuktikan bahwa sistem yang dikembangkan mampu menyelesaikan permasalahan integrasi, meningkatkan konsistensi alur kerja, serta mendukung ketercapaian tujuan pembuatan sistem. Dengan demikian, rancangan arsitektur dan prototipe sistem manajemen ide inovasi ini dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna dalam proses pengelolaan ide di perusahaan.

2025
👤 Penulis: Tara Chandani Haryono
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Inovasi

MEMPERKUAT BUDAYA INOVASI DALAM TRANSFORMASI PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Industri pertambangan global mengalami pergeseran struktural yang mendalam, didorong oleh urgensi lingkungan dan volatilitas pasar, yang menuntut perusahaan pertambangan bertransformasi menjadi perusahaan energi dan teknologi berkelanjutan. Hal ini membutuhkan adaptasi budaya yang mendalam di luar efisiensi operasional. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), sebuah perusahaan pertambangan batu bara milik negara di Indonesia, sedang melakukan transformasi strategis besar-besaran menuju model energi dan bahan kimia terintegrasi, sejalan dengan tujuan dekarbonisasi nasional dan global. Inovasi menjadi pendorong utama strategi ini. Namun, terlepas dari berbagai inisiatif, inovasi belum sepenuhnya tertanam dalam budaya organisasi PTBA, menghambat adaptabilitas dan daya tarik talenta di tengah lanskap energi yang berkembang pesat. Penelitian ini mengkaji kesenjangan strategis kritis antara agenda transformasi ambisius PTBA dan budaya inovasinya saat ini. Kurangnya dasar budaya yang jelas menghambat intervensi yang tepat sasaran dan inovasi lintas silo. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis budaya inovasi PTBA yang ada, mengidentifikasi keterbatasan internal yang krusial, dan mengusulkan intervensi strategis untuk memperkuat dimensi budaya yang vital ini. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan pendekatan metode campuran yang menggabungkan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Fase kuantitatif menggunakan instrumen survei Innovation Quotient (IQ) yang terdiri dari 54 pernyataan di enam blok bangunan utama budaya inovasi: Nilai, Perilaku, Iklim, Sumber Daya, Proses, dan Keberhasilan. Sebanyak 120 tanggapan valid dikumpulkan dari berbagai direktorat dan tingkatan jabatan di PTBA. Uji validitas dan reliabilitas yang ketat mengkonfirmasi kesesuaian survei. Melengkapi ini, wawasan kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tujuh pemangku kepentingan utama, memberikan konteks yang lebih dalam untuk temuan survei, terutama untuk area yang memerlukan perbaikan. Analisis data melibatkan statistik deskriptif dan analisis tematik, diikuti dengan pendekatan terintegrasi untuk mensintesis wawasan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan budaya inovasi PTBA tergolong moderat, dengan skor IQ keseluruhan 3.53. Meskipun blok Iklim, Nilai, dan Keberhasilan memperoleh skor di atas rata-rata, kelemahan kritis teridentifikasi pada Perilaku (3.30), Proses (3.46), dan Sumber Daya (3.50). Data kualitatif sangat mendukung temuan ini, mengungkapkan inkonsistensi kepemimpinan, ketakutan akan kegagalan, alur kerja inovasi yang tidak jelas, hambatan birokrasi, serta kurangnya waktu, pendanaan, dan mentorship yang memadai untuk proyek inovasi. Berdasarkan temuan terintegrasi ini, tiga program prioritas diidentifikasi melalui metode prioritisasi terstruktur. Inovasi Leadership Bootcamp menargetkan perubahan perilaku di kalangan pemimpin. Innovation Workflow Toolkit bertujuan untuk menstandardisasi dan menyederhanakan proses inovasi. Terakhir, Innovation Time Allocation (10% Rule) berfokus pada penyediaan waktu khusus untuk kegiatan inovasi. Program-program ini, yang direncanakan menggunakan model manajemen perubahan yang diakui, bertujuan untuk secara langsung mengatasi hambatan budaya yang teridentifikasi, menanamkan inovasi, dan mendukung perjalanan transformasi PTBA menuju perusahaan energi kelas dunia. .

2025
👤 Penulis: Najib Arangi Panjah
🏷️ Inovasi 🏷️ Transformasi Perusahaan Pertambangan 🏷️ Manajemen Budaya

STRATEGI INOVASI UNTUK ORIENTASI PERTUMBUHAN (KASUS PADA SELFSCAPE STUDIO)

Penurunan pendapatan yang dialami oleh Selfscape Studio menyoroti perlunya mendefinisikan ulang strategi bisnis agar tetap kompetitif dan menanggapi perubahan preferensi pelanggan. Sebagai studio foto independen yang menawarkan layanan fotografi pribadi, Selfscape menghadapi tantangan dari meningkatnya persaingan dan pergeseran tren pasar. Studi ini bertujuan untuk merumuskan kerangka kerja strategis bagi Selfscape Studio untuk mengatasi tantangan ini melalui strategi pertumbuhan yang diidentifikasi menggunakan Matriks Ansoff. Studi ini menggunakan analisis terstruktur, seperti Resources-Based View (RBV), Analisis Pesaing, dan Wawasan Pelanggan. Temuan dari analisis ini diformulasikan menjadi matriks SWOT untuk mengidentifikasi kapabilitas perusahaan. Pendekatan metode kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi analisis mendalam dari beberapa data. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, diskusi kelompok fokus dengan pemangku kepentingan, dan survei terhadap 200 pelanggan setia yang telah melakukan setidaknya dua transaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan Produk merupakan strategi pertumbuhan yang paling relevan bagi Selfscape Studio, sebagaimana diidentifikasi melalui Matriks Ansoff. Strategi inovasi yang diusulkan mencakup pengenalan layanan penyuntingan berbasis AI, paket foto tematik yang dipersonalisasi, dan stan foto produk swalayan untuk UMKM. Strategi ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat proposisi nilai unik perusahaan.

2024
👤 Penulis: Nuzul Rachmatiyah
🏷️ Inovasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan
💬