📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 11 dokumenDESIGNING WIRELESS INTEGRATION TIME RECORDER DEVICE USING ARDUINO FOR AGILITY TEST
Uji kelincahan digunakan untuk mengukur performa seorang atlet, namun alat yang tersedia secara luas untuk mengukur hal tersebut kurang terjangkau bagi semua kalangan karena harganya. Pelatih dari PB Mutiara Cardinal di Bandung mengajukan permasalahan berupa kurangnya alat uji kelincahan untuk atlet bulu tangkis serta adanya interupsi selama pengujian berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi hal tersebut dengan menawarkan solusi menggunakan ESP32 sebagai alat uji kelincahan. Dalam penelitian ini, diusulkan sebuah solusi alternatif berbiaya rendah dengan baterai yang dapat ditukar dengan cepat (hot-swappable), yang memerlukan perangkat pintar untuk beroperasi. Pengujian dilakukan secara lokal di lapangan dengan ukuran 4,2 x 5,6 meter dan berada di dalam ruangan (indoor). Pemilihan komponen dilakukan menggunakan Pugh Matrix untuk memperoleh solusi yang layak. Hasil dari prototipe yang dibuat sebagian besar bertujuan untuk memastikan pengujian berjalan sesuai rencana. Data yang direkam dari stimulus atlet diunggah ke server web lokal yang dapat ditampilkan dan diakses melalui perangkat pintar.
PINJAMAN HIJAU, INOVASI TEKNOLOGI, DAN DEKARBONISASI: STUDI PANEL EMPIRIS PADA SEKTOR TRANSPORTASI DI NEGARA ANGGOTA UNI EROPA
Penelitian ini menganalisis pengaruh pinjaman hijau dan inovasi teknologi terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor transportasi pada 27 negara anggota Uni Eropa menggunakan data panel selama 13 tahun dan regresi fixed-effects berdimensi tinggi. Pinjaman hijau dari European Investment Bank secara konsisten menunjukkan koefisien negatif dan menjadi signifikan ketika emisi diukur per kapita serta dengan penggunaan struktur lag yang lebih panjang. Sebaliknya, paten hijau terkait transportasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap emisi, dan interaksinya dengan pinjaman hijau juga tidak menunjukkan efek moderasi. Uji ketahanan menggunakan intensitas R&D dan lag yang lebih panjang menunjukkan bahwa kapasitas inovasi nasional yang lebih kuat serta horizon waktu yang lebih panjang berkaitan dengan penurunan emisi. Secara keseluruhan, difusi teknologi yang lambat dan umur aset yang panjang dapat membatasi dampak jangka pendek pinjaman hijau dan inovasi teknologi terhadap pengurangan emisi. Temuan ini menekankan pentingnya horizon waktu yang lebih panjang, indikator inovasi yang berorientasi pada implementasi, serta sistem inovasi nasional yang lebih kuat untuk menangkap efek gabungan dari keuangan hijau dan kemajuan teknologi dalam dekarbonisasi sektor transportasi.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MITRA BALITA SEJAHTERA SEBAGAI SARANA UNTUK BERSAING DI INDUSTRI IBU & ANAK
Tesis ini menelaah sebuah permasalahan organisasi yang relevan dalam lingkungan bisnis yang berkembang pesat serta mengusulkan kerangka strategi komprehensif untuk mengatasi tantangan yang teridentifikasi. Penelitian ini berangkat dari meningkatnya kebutuhan organisasi—baik publik maupun privat—untuk beradaptasi terhadap perubahan teknologi, struktural, dan perilaku yang memengaruhi kinerja serta keberlanjutan mereka. Seiring meningkatnya tekanan kompetitif dan berubahnya ekspektasi pelanggan, organisasi dituntut untuk meninjau kembali kapabilitas internal dan posisi eksternal mereka. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan memberikan analisis empiris dan teoritis yang dapat mendukung pengambilan keputusan strategis yang efektif. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran (mixed methods), yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif guna memperoleh pemahaman yang menyeluruh atas masalah penelitian. Data primer diperoleh melalui survei yang didistribusikan kepada pemangku kepentingan yang relevan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari dokumen organisasi, laporan industri, jurnal akademik, dan berbagai sumber kredibel lainnya. Penggunaan metode campuran meningkatkan reliabilitas dan kedalaman temuan melalui triangulasi, sekaligus memperkuat validitas hasil penelitian. Analisis penelitian disusun menggunakan berbagai kerangka manajemen strategis yang telah mapan. Kondisi internal ditelaah melalui model Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP), bauran pemasaran (7P), serta analisis VRIO, yang memberikan pemahaman mengenai sumber daya, kapabilitas, serta proses penciptaan nilai organisasi. Faktor eksternal dianalisis menggunakan kerangka PESTEL dan model Lima Kekuatan Porter untuk mengidentifikasi dinamika makro, tekanan kompetitif, dan tantangan struktural dalam industri. Alat analisis ini membantu mengungkap pola terkait perilaku konsumen, tren pasar, dan risiko yang muncul. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja organisasi dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara kompetensi internal dan kekuatan eksternal. Secara internal, penelitian mengidentifikasi berbagai kekuatan seperti kualitas produk, jangkauan pasar, atau proses operasional, sekaligus mencatat kelemahan seperti keterbatasan teknologi, keterbatasan sumber daya, atau kurang optimalnya integrasi antar-unit. Secara eksternal, terdapat berbagai peluang penting yang muncul dari inovasi teknologi, transformasi digital, serta perubahan preferensi konsumen. Namun, ancaman juga tetap signifikan, termasuk meningkatnya persaingan, sensitivitas harga, perubahan regulasi, dan kondisi ekonomi yang fluktuatif. Integrasi temuan tersebut dilakukan melalui analisis SWOT, yang mensintesis wawasan internal dan eksternal untuk membentuk pemahaman komprehensif mengenai posisi strategis organisasi. Selanjutnya, matriks TOWS dikembangkan untuk merumuskan alternatif strategi yang menyesuaikan kekuatan organisasi dengan peluang eksternal, meminimalkan paparan terhadap ancaman, dan mengatasi kelemahan internal. Strategi-strategi tersebut menjadi dasar dari rekomendasi strategis multidimensional yang menekankan peningkatan operasional, pengembangan kapabilitas, dan diferensiasi kompetitif. Usulan strategi akhir mencakup beberapa arah tindakan, antara lain peningkatan proses organisasi melalui integrasi digital, penguatan keterlibatan pelanggan menggunakan pendekatan berbasis data, optimalisasi alur kerja internal untuk meningkatkan efisiensi, serta perluasan kehadiran pasar melalui inisiatif promosi yang terarah. Selain itu, penelitian menekankan pentingnya pengembangan kemitraan, peningkatan kapabilitas karyawan, dan adopsi praktik kepemimpinan adaptif guna mendukung pertumbuhan jangka panjang organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi harus mengadopsi pendekatan strategis yang proaktif dan holistik agar tetap kompetitif dalam lingkungan yang semakin dinamis. Dengan mengintegrasikan analisis internal dan eksternal, tesis ini memberikan landasan yang kuat bagi pengambilan keputusan dan berkontribusi pada pengetahuan akademik mengenai strategi organisasi. Temuan penelitian juga menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan, inovasi, dan keselarasan strategi untuk mencapai kinerja yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menawarkan kontribusi teoretis dan wawasan praktis. Dari sisi teoretis, penelitian ini menegaskan relevansi kerangka manajemen strategis klasik dan menunjukkan penerapannya dalam tantangan organisasi kontemporer. Dari sisi praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pemimpin, manajer, dan pemangku kepentingan dalam menghadapi ketidakpastian dan mencapai keberhasilan jangka panjang. Penelitian selanjutnya dapat memperluas temuan ini melalui studi kasus komparatif, metode longitudinal, atau analisis implementasi strategi pada berbagai konteks organisasi.
MENGEKSPLORASI BISNIS INTERNASIONAL DI ERA INFORMASI DAN DIGITAL: PERSPEKTIF GENERASI Z TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI, KONEKTIVITAS GLOBAL, PERKEMBANGAN PERILAKU KONSUMEN, DAN MASA DEPAN PASAR DIGITAL DI INDONESIA
Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian digital Indonesia telah berkembang pesat, yang sebagian besar didorong oleh meningkatnya pengaruh Generasi Z terhadap tren bisnis internasional dan perkembangan ekonomi digital. Sebagai generasi asli digital (digital natives), mereka tumbuh dengan akses yang konsisten terhadap internet, ponsel pintar, dan platform media sosial, yang membentuk cara mereka berkomunikasi, berbelanja, dan terhubung dengan merek lintas negara. Generasi ini menghargai transparansi, pengalaman yang dipersonalisasi, dan interaksi yang autentik, ekspektasi yang mempengaruhi cara perusahaan merancang produk, memberikan layanan, dan berinteraksi dengan pelanggan di era globalisasi saat ini. Namun, meskipun peluangnya besar, banyak perusahaan internasional maupun usaha kecil dan menengah (UKM) masih menghadapi tantangan dalam membangun hubungan yang bermakna dengan Generasi Z di Indonesia. Meskipun kelompok ini diakui secara luas sebagai segmen pasar yang penting, masih terdapat kesenjangan dalam memahami bagaimana perilaku digital, konektivitas global, dan preferensi konsumen yang terus berkembang membentuk keterlibatan mereka dengan merek. Salah satu tantangan yang umum adalah kegagalan bisnis dalam mengubah inovasi teknologi menjadi pengalaman digital yang mulus, relevan, dan mudah digunakan. Sementara konektivitas global memberikan peluang bagi brand untuk menjangkau audiens yang lebih luas, banyak yang belum berhasil menyesuaikan strategi mereka dengan budaya lokal menyebabkan konten dan kampanye terasa umum dan kurang selaras dengan konteks unik Indonesia. Kesenjangan ini semakin melebar karena Generasi Z mengadopsi teknologi baru jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan banyak perusahaan internasional dalam menyesuaikan strategi mereka. Lambat beradaptasi bisa membuat perusahaan tertinggal di pasar digital Asia Tenggara yang berkembang pesat dan melewatkan peluang menjangkau generasi yang membentuk tren global. Penelitian ini mengkaji adaptasi strategi bisnis Indonesia di pasar global terhadap nilai, preferensi, dan perilaku Gen Z. Fokus penelitian meliputi tiga faktor utama: inovasi teknologi, konektivitas global, dan perilaku konsumen yang terus berkembang, serta bagaimana ini mempengaruhi persepsi terhadap globalisasi dalam perekonomian digital. Studi ini melibatkan responden berusia 18 hingga 28 tahun di Indonesia yang secara rutin berinteraksi dengan merek internasional dan menggunakan platform digital dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan melalui survei daring dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 29, dengan penerapan analisis regresi linear berganda, statistik deskriptif, serta uji validitas dan reliabilitas. Penelitian ini memberikan wawasan untuk membantu perusahaan menyesuaikan strategi dengan kebutuhan dan ekspektasi Gen Z yang memiliki literasi digital tinggi dan konektivitas global.
DAMPAK INOVASI TEKNOLOGI TERHADAP EFISIENSI PENGIRIMAN LAST-MILE DALAM E- COMMERCE INDONESIA
Pertumbuhan pesat e-commerce di Indonesia telah secara signifikan meningkatkan permintaan akan solusi pengiriman last-mile yang efisien, andal, dan hemat biaya. Namun, kondisi geografis Indonesia yang kompleks, kemacetan perkotaan, serta infrastruktur pedesaan yang kurang berkembang menghadirkan tantangan logistik unik yang menghambat efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Dengan logistik last-mile yang menyumbang hingga 30% dari total biaya pengiriman, peningkatan segmen ini menjadi krusial bagi keberlanjutan jangka panjang dan skala pertumbuhan platform e-commerce. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana inovasi teknologi seperti sistem penentuan rute berbasis AI, loker paket, pusat pemenuhan mikro, robot pengiriman otonom, dan logistik berbasis crowdsourcing dapat meningkatkan kinerja pengiriman last-mile di Indonesia. Dengan mengacu pada tren global dan mengontekstualisasikannya ke dalam lingkungan Indonesia, penelitian ini mengidentifikasi potensi manfaat dan keterbatasan penerapan teknologi tersebut di wilayah perkotaan dan pedesaan. Tinjauan pustaka yang komprehensif mendukung gagasan bahwa inovasi ini dapat meningkatkan kecepatan pengiriman, efisiensi biaya, keandalan layanan, dan keberlanjutan lingkungan. Misalnya, sistem AI mengoptimalkan perencanaan rute untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan kegagalan pengiriman, sementara pusat pemenuhan mikro mendekatkan persediaan ke pelanggan guna meminimalkan waktu tunggu. Sementara itu, model pengiriman berbasis crowdsourcing menawarkan solusi fleksibel dan berbiaya rendah yang selaras dengan pola mobilitas perkotaan di Indonesia. Meski demikian, penelitian ini menemukan bahwa penerapan skala penuh menghadapi hambatan besar, termasuk kesenjangan infrastruktur, fragmentasi regulasi, kesenjangan digital, dan preferensi perilaku konsumen. Model hibrida yang menggabungkan kemajuan teknologi dengan pendekatan berpusat pada manusia serta adaptasi teknologi sederhana dinilai lebih layak untuk meningkatkan pengiriman last-mile di berbagai wilayah Indonesia. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman logistik last-mile di pasar berkembang dengan mengintegrasikan perspektif operasional, etis, dan keberlanjutan. Penelitian ini juga menawarkan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan, perusahaan e-commerce, dan penyedia logistik untuk mendorong inovasi, meningkatkan inklusivitas, serta memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia berlangsung secara efisien dan merata.
PERSPEKTIF MULTI-LEVEL PADA TRANSISI KEBERLANJUTAN DI PELABUHAN HIJAU STUDI KASUS: TERMINAL TELUK LAMONG DAN PELABUHAN PANJANG
Pelabuhan memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi regional, hal ini merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan tingkatkan kualitas kinerjanya untuk memberikan kontribusi pada perkembangan negara. Diketahui sekitar 90% perdagangan interasional diangkut melalui jalur laut, namun pelabuhan juga menyumbangkan pencemaran terhadap lingkungan dan kegiatan transportasi maritim. Kebijakan perubahan iklim yang dilakukan pada sektor transportasi ditegaskan dalam dua program utama yaitu mitigasi dan adaptasi. Mitigasi adalah tindakan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sedangkan adaptasi adalah tindakan mengurangi kerentanan terhadap efek perubahan iklim. Indonesia dan negara Internasional lainnya dalam kebijakan “Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change” juga telah ikut berkomitmen untuk mengurangi isu perubahan iklim salah satunya dengan mengupayakan dekarbonisasi. Saat ini pelabuhan-pelabuhan di dunia telah menerapkan konsep pelabuhan hijau, sebagai bentuk mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Pelabuhan hijau sebagai bentuk dari transisi keberlanjutan pada dimensi teknologi dan sosial. Transisi pada pelabuhan akan coba dilihat pada Terminal Teluk Lamong sebagai pelabuhan hijau dan Pelabuhan Panjang sebagai pelabuhan yang bertransformasi menuju pelabuhan hijau. Pendekatan multi-level perspective melihat dari kondisi lanskap, dinamika rezim dan inovasi/niches digunakan pada penelitian ini untuk melihat transisi dan menjawab transformasi pelabuhan menuju pelabuhan hijau pada Terminal Teluk Lamong dan Pelabuhan Panjang untuk melihat tata kelola, kebijakan serta inovasi teknologi yang berkembang di pelabuhan sebagai pembelajaran konteks Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan transisi pelabuhan hijau di Indonesia berpengaruh pada dinamika rezim yang berhubungan dengan kondisi lanskap studi kasus. Inovasi ceruk/ niches innovation yang muncul ke permukaan paling signifikan adalah pemanfaatan infrastruktur berbasis digital dan manless serta munculnya kerangka koordinasi baru khusus pelabuhan hijau. Pada teori transportasi berkelanjutan, penerapan pelabuhan hijau di Indonesia lebih dekat dengan bentuk perencanaan top-down. Penelitian ini juga menemukan bahwa masing-masing studi kasus memiliki karakteristik yang berbeda mengenai konsep pelabuhan hijau pada aspek lanskap sosioteknis. Hasil analisis terhadap karakteristik konteks lanskap sosio-teknisdi lokasi studi kasus memiliki fase perubahan spasial berbeda sesuai dengan dokumen rencana pengembangan pelabuhan masing-masing. Pada Terminal Teluk Lamong, perencanaan pelabuhan dengan konsep pelabuhan hijau sejak awal sudah direncanakan dan diimplementasikan, sedangkan pada Pelabuhan Panjang dimulai sejak diberlakukannya peraturan Menteri terkait tentang penerapan konsep pelabuhan hijau untuk seluruh perusahaan yang mampu dan mau melaksanakan konsep tersebut. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi bahwa parameter yang digunakan masih beragam namun serupa, sehingga perlu penyepakatan parameter utama yang digunakan agar output dan outcome yang dihasilkan sesuai ekspektasi. Berdasarkan pemetaan aktor yang terlibat dalam pelaksanaan, masih sangat banyak dan beragam dari setiap level baik nasional, sub-nasional, dan lokal. Hal ini juga dikhawatirkan menjadi sebab tidak berfungsinya secara optimal tugas pokok dan fungsi stakeholders pada level-level subnasional dan lokal, sehingga ketika dilakukan analisa lanjutan didapatkan hasil koordinasi yang lemah. Proses perencanaan pelabuhan hijau di Terminal Teluk Lamong dan Pelabuhan Panjang berangkat dari tujuan perencanaan masing-masing pelabuhan, selanjutnya pemerintah pusat menyusun kebijakan untuk diterapkan pada setiap perusahaan pelabuhan di Indonesia. Pada Terminal Teluk Lamong, proses perencanaan bersifat topdown, yaitu dari level pusat kemudian dilanjutkan ke instansi level kota/kabupaten, selanjutnya disampaikan pada perusahaan pelabuhan. Tantangan penerapan pelabuhan hijau di masing-masing studi kasus berbeda-beda. Pada Terminal Teluk Lamong, tantangan utama adalah mendefinisikan parameter pelabuhan hijau saat akan melakukan implementasi pelabuhan hijau, serta birokrasi perizinan pembangunan untuk fase 2 menuju fase 3 (beyond). Tata kelola pada proses koordinasi kelembagaan pada transformasi pelabuhan hijau pada aspek socio-technical regime di masing-masing studi kasus menunjukkan bahwa ada dua kelompok stakeholder yaitu internal dan eksternal pelaksana. Masingmasing aktor memiliki power, legitimacy, dan urgency yang berbeda. Paling tinggi power, legitimacy, dan urgency adalah Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada level Nasional. Hal ini menjadi gambaran untuk menyusun model aktor khusus pelaksanaan pelabuhan hijau di Indonesia. Interaksi antara inovasi di tingkat niche, dinamika rezim, dan tekanan lanskap membentuk arah proses transisi menuju pelabuhan hijau. Inovasi-inovasi yang muncul adalah digitalisasi dan pemanfaatan teknologi pada operasional pelabuhan serta pemanfaatan green energy pada alat angkut di area pelabuhan. Parameter pelabuhan hijau di Indonesia dan aktor yang terlibat telah coba disusun oleh peneliti sebagai usulan untuk generalisasi pada kasus-kasus pelabuhan lainnya di Indonesia.
USULAN PEMASARAN STRATEGIS DAN KEPUTUSAN BISNIS UNTUK MEMATURASIKAN HUAWEI CLOUD UNTUK MENINGKATKAN PANGSA PASAR DI INDONESIA
Ekonomi digital Indonesia telah mengalami pertumbuhan eksponensial, dengan komputasi awan menjadi landasan upaya transformasi digital negara ini. Huawei Cloud, penyedia layanan awan terkemuka, telah memasuki pasar Indonesia yang kompetitif, yang didominasi oleh raksasa global seperti Amazon Web Services (AWS), Google Cloud, dan Microsoft Azure. Meskipun Huawei Cloud telah melakukan investasi infrastruktur yang kuat, termasuk peluncuran wilayah Pemulihan Bencana 3-AZ untuk mematuhi peraturan kedaulatan data lokal, perusahaan menghadapi tantangan seperti persaingan yang ketat, sensitivitas harga di antara usaha kecil dan menengah (UKM), dan persyaratan keamanan siber yang terus berkembang. Studi ini menganalisis pendekatan pemasaran strategis Huawei Cloud untuk meningkatkan pangsa pasar dan daya saing di sektor layanan awan Indonesia. Dengan menggunakan metodologi penelitian terstruktur, data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan Huawei Cloud dan survei dengan pelanggan, dilengkapi dengan data sekunder dari laporan industri, publikasi (Gartner, IDC), dan analisis pasar awan. Penelitian ini menerapkan kerangka kerja yang sudah mapan termasuk Lima Kekuatan Porter, Analisis SWOT, STP (Segmentasi, Penargetan, Pemosisian), dan Bauran Pemasaran (7P) untuk memeriksa dinamika pasar eksternal dan strategi internal Huawei Cloud. Temuan utama menyoroti perlunya Huawei Cloud untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia cloud yang terlokalisasi, patuh, dan inovatif. Strategi pemasaran yang terarah berfokus pada sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi seperti fintech, e-commerce, pemerintah, dan media, sambil memenuhi kebutuhan biaya dan skalabilitas UKM. Inovasi teknologi perusahaan, khususnya dalam AI dan big data, merupakan pembeda strategis yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penyampaian nilai. Rekomendasi meliputi penyempurnaan model penetapan harga, perluasan kemitraan lokal, dan peningkatan komunikasi pemasaran yang berpusat pada pelanggan untuk mengatasi tantangan pasar dan membangun kepercayaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Huawei Cloud memiliki peluang signifikan untuk meraih pangsa pasar cloud Indonesia yang tumbuh cepat dengan berfokus pada diferensiasi layanan, kemitraan strategis, dan strategi akuisisi pelanggan yang disesuaikan dengan dinamika pasar lokal. Upaya ini sejalan dengan inisiatif "Making Indonesia 4.0" Indonesia yang memposisikan Huawei Cloud sebagai pendorong utama transformasi digital negara ini
PENGARUH KERJA JARAK JAUH TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DI DAERAH JABODETABEK
Fenomena kerja jarak jauh telah mendapat perhatian besar secara global, mengubah struktur tempat kerja tradisional. Penelitian ini mengkaji dampak kerja jarak jauh terhadap produktivitas karyawan di wilayah Jabodetabek, dengan fokus khusus pada PT JAR, sebuah perusahaan kecil yang sepenuhnya bekerja jarak jauh. Kerja jarak jauh menawarkan manfaat seperti fleksibilitas dan penghematan waktu, tetapi juga menghadirkan tantangan, termasuk batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang kabur, efisiensi kolaborasi yang berkurang, dan isolasi sosial. Mengatasi tantangan ini menjadi penting untuk mengoptimalkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dan analisis tematik untuk mengeksplorasi pengalaman karyawan. Hasilnya menunjukkan bahwa tugas rutin dan individu lebih cocok dilakukan dalam pengaturan jarak jauh, sementara tugas kolaboratif sering mengalami ketidakefisienan akibat keterlambatan komunikasi dan kurangnya keterlibatan. Solusi yang diusulkan mencakup penerapan model kerja hibrida, peningkatan alat komunikasi, penetapan batasan kerja-kehidupan yang jelas, penguatan sistem dukungan organisasi, dan pembentukan kohesi tim melalui acara hibrida. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dampak ganda kerja jarak jauh, menawarkan strategi praktis bagi perusahaan seperti PT JAR dan organisasi lain di Jabodetabek. Studi ini menyoroti pentingnya menyeimbangkan fleksibilitas dengan kolaborasi terstruktur serta menyediakan landasan untuk penelitian lanjutan tentang praktik kerja hibrida dan inovasi teknologi
PENGEMBANGAN MODEL PENGUKURAN DESA CERDAS DI INDONESIA
Konsep desa cerdas telah hadir sebagai sebuah paradigma transformatif bagi pembangunan pedesaan di Indonesia. Didorong oleh semangat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa, konsep ini menempatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, inovasi, serta pendekatan partisipatif sebagai pilar utama. Visi desa cerdas adalah terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan sejahtera dengan mengoptimalkan potensi lokal dan memberdayakan masyarakatnya. Meskipun menjanjikan, implementasi desa cerdas di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang paling krusial adalah ketiadaan model pengukuran yang komprehensif dan sesuai dengan konteks lokal. Tanpa alat ukur yang tepat, sulit untuk mengukur kemajuan dan efektivitas program Desa cerdas secara objektif, mengidentifikasi area yang membutuhkan intervensi khusus, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan mengembangkan model pengukuran desa cerdas yang terukur dan relevan dengan konteks di Indonesia. Model ini dirancang sesuai dengan konsep Garuda Smart City Framework (GSCF). Metode yang digunakan untuk membangun model pengukuran desa cerdas dalam penelitian ini adalah Design Science Research Methodology (DSRM). Dimulai dengan melakukan analisis kebutuhan dan studi literatur yang mendalam untuk mengkaji konsep desa cerdas, indikator-indikator kunci, dan model-model pengukuran yang telah ada. Selanjutnya, mengidentifikasi masalah dan solusi permasalahan. Tahap selanjutnya adalah pengembangan model pengukuran desa cerdas. Diakhiri dengan pengujian terhadap model dan indikator yang sudah dibangun. Hasil dari penelitian ini adalah model pengukuran desa cerdas yang disusun dari enam domain berupa tiga domain utama yakni smart economy, smart society, smart environment dan tiga domain sebagai enabler yakni people, ICT, dan governance. Model pengukuran tersebut dilengkapi dengan 13 komponen dan indikator- indikator terkait untuk masing-masing domain dengan jumlah total 44 indikator. 3 Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis berupa model pengukuran desa cerdas yang dapat direplikasi dan diadaptasi untuk implementasi di berbagai desa di Indonesia. Secara teoritis, penelitian ini akan memperkaya wacana konseptual dan pengetahuan tentang pembangunan desa berbasis teknologi dan inovasi. Lebih jauh lagi, model ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah, pembuat kebijakan, dan stakeholder terkait dalam merumuskan strategi dan intervensi yang tepat sasaran untuk mewujudkan desa cerdas yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan di Indonesia.
USULAN STRATEGI MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN PENDAPATAN(KASUS: PT. GOJEK INDONESIA)
Dalam beberapa tahun terakhir, industri transportasi berbasis aplikasi telah muncul sebagai disruptor, mengubah paradigma transportasi perkotaan secara global. Industri ini telah mengkontribusikan pertumbuhan dan persaingan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan banyak pemain bersaing untuk dominasi pasar. Tesis ini bertujuan untuk menganalisis dinamika persaingan dalam industri transportasi berbasis aplikasi, terutama Gojek, dengan fokus pada dimensi kuantitatif dari niat beli dan strategi pemasaran. Dengan menggunakan metodologi pengelompokan K-means, penelitian ini bertujuan tidak hanya untuk mengukur karakteristik perilaku pelanggan tetapi juga untuk membedah strategi pemasaran spesifik yang diterapkan oleh perusahaan untuk mengamankan posisi pasar mereka. Ulasan literatur mengkontekstualisasikan evolusi historis industri transportasi berbasis aplikasi, ekonomi berbagi, konsep niat beli, dan teori pemasaran yang bersumber dari penelitian akademis dan jurnal untuk membangun pemahaman komprehensif tentang tantangan yang dihadapi oleh perusahaan yang beroperasi di ruang dinamis ini. Tujuan utama penelitian ini mencakup pemeriksaan yang cermat tentang dinamika strategi kompetitif, analisis pesaing, inovasi teknologi dan gangguan, serta strategi akuisisi dan retensi pelanggan dalam lanskap transportasi berbasis aplikasi. Dinamika kompetitif merupakan titik fokus analisis, membongkar taktik yang digunakan oleh pesaing untuk memperoleh dan mempertahankan pangsa pasar. Dari model penetapan harga yang agresif hingga diversifikasi layanan, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan yang diadopsi dalam upaya mencapai supremasi industri. Inovasi teknologi dan gangguan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi transportasi berbasis aplikasi, membentuk dinamika kompetitif dan pengalaman pengguna. Dari munculnya penetapan harga dinamis hingga integrasi kecerdasan buatan, studi ini secara kritis menilai bagaimana kemajuan teknologi mempengaruhi strategi perusahaan transportasi berbasis aplikasi dan mendefinisikan lanskap industri. Selain itu, penelitian ini menyelidiki tantangan dalam mengakuisisi dan mempertahankan pelanggan dalam lingkungan di mana loyalitas semakin sulit dicapai. Dengan analisis yang meluas sampai pada efektivitas strategi pemasaran, program loyalitas, dan pengalaman pelanggan secara keseluruhan, studi ini bertujuan untuk mengungkap kompleksitas hubungan pelanggan dalam pasar yang sangat kompetitif. Metodologi yang digunakan mengadopsi pendekatan campuran, menggabungkan metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif. Diskusi mendalam dengan manajemen akan dilakukan, dilengkapi dengan survei dan wawancara dengan konsumen dan tim managemen Gojek. Analisis statistik di mana pengelompokan k-means akan digunakan untuk mendapatkan wawasan dari tren pola pasar dan preferensi pengguna, memberikan dasar yang kokoh untuk temuan. Signifikansi dari penelitian ini terletak pada potensinya untuk memberikan kerangka strategi pemasaran, dan inovasi dalam sektor transportasi berbasis aplikasi. Dengan menawarkan eksplorasi yang halus terhadap isu bisnis yang terkait dengan meningkatnya persaingan, tesis ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dan menawarkan wawasan kepada manajemen dan pemangku kepentingan Gojek. Pada akhirnya, dalam era perubahan transformasional, ketika industri transportasi berbasis aplikasi menghadapi tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh persaingan yang semakin intens, penelitian ini berusaha untuk memberikan peta jalan komprehensif bagi pemangku kepentingan untuk berkembang dalam lanskap transportasi perkotaan yang dinamis dan cepat berubah.
FORMULASI MODEL BISNIS UNTUK TOKO BENANG SEBAGAI WISATA BUDAYA : STUDI KASUS MONDU CRAFTS
Indonesia kaya dengan serat alami dan warisan budaya sehingga memberikan peluang besar bagi Mondu Crafts, sebuah toko benang, untuk berkembang terutama dengan dukungan pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan bagi Mondu Crafts dalam mendirikan toko fisik pertamanya menjadi destinasi wisata budaya yang menarik. Tujuan penelitian mencakup menganalisis karakteristik pasar untuk memahami preferensi wisatawan, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi bisnis, dan merancang strategi bisnis yang sesuai. Dengan metode campuran, penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara, diolah melalui metode analisis deskriptif dan cross-table. Untuk menciptakan model bisnis yang strategis, penelitian ini menggabungkan framework analisis seperti SWOT, PESTEL dan Nine Building Blocks Business Model Canvas (BMC). Temuan utama menunjukkan minat yang besar terhadap Mondu Crafts di kalangan wanita berusia 17-35 tahun, namun juga tidak terbatas pada penggemar hobi seni & kerajinan saja karena individu dengan hobi maskulin seperti olahraga juga menunjukkan minat tinggi dalam mengunjungi dan membeli dari Mondu Crafts. Kelompok berpenghasilan tinggi menunjukkan minat signifikan, namun ditemukan dalam keterbatasan waktu. Di sisi lain, kelompok berpenghasilan rendah menunjukkan minat tinggi tetapi terbatas oleh anggaran. Untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan keterlibatan pengunjung, studi ini merekomendasikan strategi seperti menyelenggarakan workshop percobaan gratis dan singkat. Hasil penelitian juga menunjukkan tren dalam konsep one-stop-shop, menciptakan pengalaman komprehensif yang mencakup wisata, makanan, kegiatan, dan souvenir. Poin penting lainnya adalah menciptakan lokasi yang mudah diakses baik dengan transportasi pribadi maupun umum dengan perbaikan aksesibilitas jalan bagi pengunjung yang membutuhkan, seperti stroller dan kursi roda, terutama ketika pasar target melibatkan ibu-ibu dan lansia yang tertarik pada aktivitas yang membutuhkan energi rendah. Studi juga menemukan bahwa ketika orang melakukan perjalanan, mereka akan membawa teman atau keluarga yang memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda. Pendamping pria (anak laki-laki, saudara laki-laki, pasangan laki-laki) mungkin tidak tertarik untuk ikut dalam workshop kerajinan, namun mereka menunjukkan minat besar dalam aktivitas lain seperti makan dan kegiatan berenergi tinggi, oleh karena itu toko Mondu Crafts akan menyediakan Cafe dan area permainan instalasi benang. Toko juga dapat membuat pop-up dan pameran untuk menarik pengunjung baru dan yang sudah datang kembali. Selain itu, untuk keberlanjutan jangka panjang, studi ini menekankan integrasi teknologi inovatif seperti layanan terjemahan bahasa berbasis AI untuk wisatawan. Inisiatif lingkungan, seperti daur ulang limbah benang dan kain dengan insentif melalui program reward toko, diusulkan untuk mendorong praktik-praktik hijau. Studi ini menyimpulkan bahwa pendirian Mondu Crafts Cafe & Store di Bandung tidak hanya layak secara pasar dan finansial, tetapi juga memiliki potensi ekspansi ke Bali untuk menjangkau pasar wisatawan yang lebih luas. Wawasan dari penelitian ini memberikan panduan praktis untuk mengembangkan Business Model Canvas yang kokoh yang disesuaikan untuk pariwisata budaya, dengan menyoroti faktor-faktor penting untuk menciptakan destinasi wisata yang menarik. Secara keseluruhan, studi ini menawarkan wawasan berharga tentang pemanfaatan warisan budaya dan alam Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inisiatif pariwisata yang berkelanjutan. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini dapat menjadi panduan bagi Mondu Crafts dan bisnis serupa yang ingin menjadikan diri mereka sebagai landmark budaya dan destinasi pilihan bagi wisatawan lokal maupun internasional. Dengan merangkul inovasi, inklusivitas, dan tanggung jawab lingkungan, bisnis tidak hanya dapat berhasil tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lanskap pariwisata dan pembangunan ekonomi Indonesia.