📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 9 dokumen

PERANCANGAN INTERIOR LIVING HERITAGE & VILLAGE DENGAN PENDEKATAN CRAFT-BASED SPATIAL NARRATIVE SEBAGAI UPAYA REGENERASI TENUN IKAT PEWARNA ALAM DI DESA WANGGA, SUMBA TIMUR

Tenun ikat pewarna alam Sumba Timur merupakan identitas budaya dan warisan kriya masyarakat yang saat ini menghadapi tantangan regenerasi akibat keterbatasan akses pasar, ketimpangan nilai ekonomi pengrajin, serta menurunnya minat generasi muda terhadap profesi menenun. Permasalahan spasial turut muncul akibat belum tersedianya fasilitas yang mampu mengintegrasikan fungsi produksi, edukasi, dan hospitalitas secara berkelanjutan, sementara pariwisata konvensional cenderung menempatkan budaya sebagai objek konsumsi tanpa memberikan dampak ekonomi yang merata bagi komunitas lokal. Perancangan interior Living Heritage dan Village di Desa Wangga ini bertujuan menghasilkan fasilitas pusat kriya dan akomodasi yang mampu memperkuat posisi pengrajin sekaligus menghadirkan pengalaman edukatif yang menghubungkan wisatawan dengan nilai budaya tenun Sumba Timur. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif dan Double Diamond yang meliputi riset lapangan, analisis aktivitas, hingga pengembangan desain interior. Fokus area perancangan mencakup lobby dan Discovery Hub, Motif Dyeing Workshop Area, Tenun Workshop Area, Circular Business Hub, serta Village House. Konsep desain yang diusung adalah Ammu Tinung dengan pendekatan Craft-Based Spatial Narrative yang mentransformasikan makna Mamuli sebagai simbol perempuan dan rahim budaya ke dalam tiga tahapan narasi ruang, yaitu fase inisiasi dan penyambutan, metode dan edukasi, serta ekonomi dan regenerasi. Strategi interior diimplementasikan melalui pengalaman ruang yang imersif, transformasi elemen budaya Sumba ke dalam desain interior, serta penerapan sistem rotasi pengrajin dari lima desa tenun utama di Sumba Timur. Inovasi perancangan terletak pada Circular Business Hub yang menghubungkan aktivitas hospitalitas dengan peluang bisnis tanpa memutus narasi budaya yang dibangun. Melalui perancangan ini, interior berperan sebagai media regenerasi budaya sekaligus penguat ekosistem ekonomi komunitas pengrajin tenun Sumba Timur.

2026
👤 Penulis: Jesseline C Sabas
🏷️ Interior Desain 🏷️ Regenerasi Budaya Tenun Ikat 🏷️ Spatial Narrative

PERANCANGAN BOARDING SCHOOL SMP-SMA PUTRI DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORAL DESIGN DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN HOLISTIK

Boarding school merupakan sistem pendidikan yang tidak hanya berfungsi sebagai tampat belajar formal, tetapi juga sebagai lingkungan tinggal yang berperandalam membentuk karakter serta menduung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Pada jenjang SMP-SMA, siswi berada pada fase yang membutuhkan dukungan terhadap perkembangan intelektual, emosional, sosial, fisik, dan spiritual. Boarding school memiliki potensi untuk mendukung pendidikan holistik karena proses belajar berlangsung selama 24 jam melalui kegiatan akademik, kehidupan berasrama, dan interaksi sosial. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa peserta didik boarding school rentan mengalami homesickness, stress, kekurangan privasi, kecemasan, serta kesulitan beradaptasi apabila lingkungan belum mampu mengakomodasi kebutuhan perilaku dan psikologis penggunanya. Selain itu, banyak fasilitas boarding school yang masih berorientasi pada pemenuhan fungsi dasar saja sehingga belum optimal dalam mendukung perkembangan holistik peserta didik. Penelitian ini bertujuan merancang interior boarding school SMP-SMA putri dengan pendekatan behavioral design untuk menciptakan lingkungan yang adaptif, nyaman, aman dalam mendukung perkembangan holistik peserta didik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, obeservasi lapangan, dan wawancara untuk mengidentifikasi karakteristik pengguna, pola aktivitas, kebutuhan ruang, serta aspek perilaku yang mempengaruhi pengalaman tinggal dan belajar di boarding school. Analisis difokuskan pada perancangan ruang kelas, asrama, area komunal, dan fasilitas penunjang untuk mendukung pengalaman belajar, interaksi sosial yang positif, dan kesejahteraan siswi. Data yang diperoleh menjadi dasar penyusunan konsep dan strategi perancangan interior.

2026
👤 Penulis: Fahira Rahma Tazyida
🏷️ Interior Desain 🏷️ Pendidikan Holistik 🏷️ Behavioral Design

PERANCANGAN INTERIOR PUSAT LITERASI DENGAN PENDEKATAN RUANG KETIGA DI KOTA BANDUNG

Perancangan ini merupakan hasil dari penelitian kondisi perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana dampaknya terhadap minat baca maupun minat untuk mengujungi perpustakaan. Seiring perkembangan zaman, informasi dapat diakses secara instan, padahal tidak semua informasi di internet memiliki kredibilitas. Oleh karena itu, perlu dilatih juga kemampuan literasi seseorang agar dapat menghadapi maraknya misinformasi. Mendorong masyarakat agar dapat membangun minat membaca dengan menjadikan perpustakaan yang pada umumnya dimiliki oleh instansi pendidikan dan dapat dikategorikan sebagai ruang kedua, menjadi ruang ketiga dimana seseorang dapat berinteraksi serta menjalin hubungan satu sama lain bahkan menciptakan sebuah rasa komunitas dan Sense of Belonging. Perancangan ini akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sudah memiliki kegemaran membaca maupun menciptakan rasa kegemaran membaca pada masyarakat setempat. Dengan dua jenis konsep desain yang berbeda, pusat literasi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan macam-macam pengguna ketika berada di tempat berbasis literasi, seperti pengguna yang menginginkan interaksi, dan juga pengguna yang menginginkan tempat senyap agar dapat fokus membaca.

2025
👤 Penulis: Riskha Irryani Suhendro
🏷️ Interior Desain 🏷️ Literasi Sosial 🏷️ Perpustakaan

PERANCANGAN INTERIOR COMIC CENTER DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN COLLABORATIVE DESIGN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS

Laporan Tugas Akhir ini mengkaji tentang sebuah tempat yang menyediakan fasilitas yang berfokus pada komik. Laporan ini berlokasi di JL. Bangbayang Sel, Coblong, Dago, Kota Bandung. Perancangan ini bertujuan untuk memberikan tempat yang memperkenalkan serta mengembangkan industri dan komunitas komik di Indonesia, seperti tempat kursus komik dan museum komik. Tempat ini juga dapat memberikan wadah bagi para pecinta komik untuk berkumpul dan bersosialisasi. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu berupa studi literatur serta survey wawancara. Selain itu, dilakukan juga survey lapangan dengan melihat tempat kursus komik dan mengamati kegiatan pengunjung. Selain itu dilakukan studi literatur untuk mendapatkan data-data tersebut kemudian dipaparkan dalam bentuk kalimat ataupun dalam bentuk tabel. Data dan laporan yang diterima dan didapat akan digunakan sebagai landasan dalam perancangan fasilitas publik berupa Comic Center di Kota Bandung, dengan menggunakkan konsep interior Collaborative Design, yang mengadaptasi tiga kata kunci, yaitu Collaborative, Geometric, dan Cozy. Kemudian konsep tersebut akan diimplementasikan ke dalam perancangan dengan mempertimbangkan kenyamanan, kebutuhan, keberlanjutan dan tujuan dari perancangan.

2025
👤 Penulis: Myra Amirah Sari
🏷️ Interior Desain 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Komunitas Komik

PERANCANGAN INTERIOR LITERACY CENTER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DAN KEMAMPUAN KOGNITIF MASYARAKAT KOTA SEMARANG

Laporan penelitian perancangan interior literacy center ini dilatarbelakangi oleh hasil data indeks Aktivitas Literasi Membaca yang memiliki permasalahan pada minimnya aksesibilitas dan budaya literasi pada Provinsi Jawa Tengah. Di sisi lain, muncullah potensi perwujudan Kota Semarang sebagai Kota Literasi oleh pemerintah setempat. Sayangnya, hal ini tidak diimbangi dengan pengadaan fasilitas yang mendukung. Sebagai contoh, perpustakaan pemerintah hingga swasta dinilai bersifat konvensional dan kaku sehingga tidak dapat mengakomodasi kebutuhan, dan menciptakan banyaknya distraksi yang mengganggu produktivitas pengguna. Perancangan terkait berlokasi di Tegalsari, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dengan adanya isu terkait dan pemilihan lokasi yang mudah diakses memberikan harapan agar fasilitas terkait dapat meningkatkan minat baca dan kemampuan kognitif masyarakat Kota Semarang. Metodologi pada penelitian ini bersifat kualitatif yang sumber informasinya dapat diperoleh melalui studi literatur, wawancara, dan observasi lapangan. Data-data yang diolah disusun menjadi suatu Latar Belakang, Rumusan Masalah, dan Tujuan Penelitian yang kemudian disajikan dalam bentuk laporan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan dalam perancangan fasilitas literacy center di Kota Semarang dengan mengangkat konsep alon-alon waton kelakon’ melalui pendekatan slow design yang menggabungkan unsur mindfulness dan meaningful interactions. Dengan 6 (enam) prinsip slow design; reveal, expand, reflect, engange, participate, dan evolve, diimpelemtasikan menjadi 4 (empat) kata kunci berupa exploratory, conscious, transformative, dan synergy yang terimplementasikan pada aspek-aspek interior fasilitas terkait.

2024
👤 Penulis: Muhammad Luqman
🏷️ Interior Desain 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN INTERIOR KAMPUNG BETAWI ORA DENGAN PENDEKATAN EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK REMAJA DI KOTA TANGERANG SELATAN

Kota Tangerang Selatan menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya lokalnya, khususnya kebudayaan Betawi Ora. Sebagai kota permukiman dengan aspek multikultural yang berkembang pesat, sebagian besar wilayahnya didominasi oleh perumahan dan permukiman. Namun, identitas budaya Betawi Ora mengalami ancaman karena kurangnya pengelolaan pusat kebudayaan dan minimnya panggung bagi komunitas lokal. Penurunan pengetahuan masyarakat tentang kebudayaan Betawi Ora menyebabkan rendahnya kesadaran akan warisan budaya lokal. Kebudayaan etnis yang seharusnya diwariskan turun temurun hampir hilang karena Identitas sosial- budaya menjadi krusial dalam menciptakan sense of belonging, pride, dan obligation. Tanpa eksistensi identitas ini, masyarakat rentan terhadap pengaruh kebudayaan luar. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan fasilitas pusat kebudayaan dan kesenian Betawi Ora yang yang meliputi sarana wisata edukasi dan pelatihan intensif kesenian di sanggar. Fasilitas ini berlokasi di Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan yang strategis dari aspek aksesibilitas sehingga memudahkan masyarakat sekitar untuk mengunjungi lokasi. Perancangan ini juga bertujuan agar warga lokal kota Tangerang Selatan dapat mempelajari sejarah dan peninggalan budaya Betawi Ora terkait dengan kesenian dan budaya. Hal ini merupakan upaya untuk mencegah degradasi budaya dan merancang strategi pemulihan untuk menghidupkan kembali keberlanjutan identitas budaya Betawi Ora di Kota Tangerang Selatan.

2024
👤 Penulis: Vidyana Rizqita Putri
🏷️ Interior Desain 🏷️ Kebudayaan Etnis Betawi Ora 🏷️ Pemanfaatan Situs Wisata Edukasi

PERANCANGAN INTERIOR YOUTH CENTER UNTUK REMAJA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN PERILAKU REMAJA

Remaja merupakan periode yang penting bagi perkembangan manusia. Pada periode tersebut, remaja melalui berbagai jenis perkembangan meliputi fisik, kognitif, dan psikososial yang berdampak bagi diri mereka di masa depan. Positive Youth Development (PYD) merupakan sebuah pendekatan yang digunakan dalam membantu proses perkembangan remaja. Pendekatan ini melihat remaja sebagai individu yang memiliki kemampuan, potensi, dan berdaya untuk berkembang secara optimal dan memberikan kontribusi kepada lingkungan serta masyarakat. Salah satu implementasi PYD yang dinilai paling efektif adalah melalui kegiatan sukarela terstruktur di lingkup komunitas. Hal ini didukung oleh karakteristik remaja yang seringkali menghabiskan waktu luang di lingkup komunitas bersama teman sebaya yang memiliki minat yang sama. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi nomor 1 yang terpilih sebagai tujuan untuk melanjutkan pendidikan oleh remaja Indonesia. Hal ini menyebabkan jumlah remaja di DIY konsisten naik setiap tahunnya oleh remaja asli maupun pendatang. Dengan demografi remaja sejumlah 859.658 jiwa pada tahun 2024 berdasarkan BPS, sebuah fasilitas untuk mendukung perkembangan remaja secara positif menjadi kebutuhan yang penting. Perancangan interior Youth Center Yogyakarta hadir sebagai sebuah wadah remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam bereksplorasi, mengembangkan keterampilan, minat, dan bakat, serta menjalin hubungan yang positif dengan komunitasnya.

2024
👤 Penulis: Puteri Safira Ayuningtyas
🏷️ Interior Desain 🏷️ Perkembangan Remaja 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Komunitas

PERANCANGAN ULANG INTERIOR STASIUN KERETA API SOLO BALAPAN DENGAN PENDEKATAN BUDAYA JAWA DI SURAKARTA

Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang menjunjung budaya jawa sebagai identitasnya. Kota Surakarta memiliki slogan, yaitu “Solo The Spirit of Java” yang bermakna sebagaimana Kota Surakarta dikenal sebagai pusat perkembangan budaya jawa. Namun, slogan tersebut masih belum dapat dirasakan oleh masyarakat dikarenakan kurangnya intensitas pengimplementasian slogan tersebut secara konsisten. Seperti pada bangunan publik yang lebih berfokus pada konsep modern yang minim kearifan lokal menjadikan suatu wilayah tidak memiliki identitas tersendiri. Sedangkan, bangunan publik memiliki peran penting dalam pelestarian budaya secara pasif untuk melestarikan budaya kearifan lokal. Stasiun Solo Balapan menjadi salah satu bangunan publik yang membuka gerbang bagi masyarakat untuk mengenal Kota Surakarta. Setelah berbagai peningkatan pelayanan dan renovasi, interior pada Stasiun Solo Balapan belum secara optimal merespon bangunan cagar budaya untuk melestarikan dan mengenalkan masyarakat terkait budaya kota Surakarta. Perancangan Stasiun Solo Balapan akan menjadi salah satu pusat penyebaran budaya Kota Surakarta dengan mengutamakan kenyamanan pengguna dalam melaksanakan aktivitasnya. Perancangan berfokus pada kebudayaan jawa di Kota Surakarta dengan menitikberatkan edukasi pasif agar kebudayaan Kota Surakarta dapat secara intensif dikenali dan dilestarikan oleh masyarakat Kota Surakarta maupun masyarakat mancanegara. Perancangan Stasiun Solo Balapan akan mengangkat konsep ‘Gateway to Javanese Treasure’ dengan menjadikan Stasiun Solo Balapan sebagai akses menuju seluruh kebudayaan Surakarta

2024
👤 Penulis: Amarin Rusyda Hanif
🏷️ Interior Desain 🏷️ Kebudayaan Jawa 🏷️ Pengenalan Budaya

PERANCANGAN INTERIOR COMMUNITY CENTER BERBASIS BANGUNAN WATERFRONT SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAERAH HINTERLAND PULAU REMPANG, KOTA BATAM

Dalam laporan penelitian desain interior ini akan mengkaji mengenai potensi masyarakat lokal wilayah Hinterland Kota Batam, tepatnya masyarakat yang berlokasi di Pulau Rempang yaitu kelurahan Sembulang dan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam. Topik perancangan ini diangkat dengan tujuan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat yang direlokasikan akibat dampak dari pembangunan Kota Batam. Khusus pada daerah Hinterland, terdapat potensi wisata bahari dengan pemanfaatan bangunan tepi laut dan kekayaan hasil komoditas perikanan. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk perkembangan pemberdayaan masyarakat pada daerah Hinterland atau pesisir Kota Batam. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan pengamatan serta pendekatan kualitatif. Pendekatan dilakukan dengan studi literatur terhadap jurnal, observasi ke lapangan, dan melakukan wawancara baik secara sinkron atau asinkron kepada pengguna fasilitas aktivitas masyarakat. Data yang telah terkumpul akan diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan kategori sesuai fungsinya. Kemudian data tersebut akan diolah dan disusun dalam bentuk laporan deskriptif kualitatif. Data dan laporan yang telah disusun kemudian akan dipergunakan sebagai landasan dalam perancangan fasilitas publik yaitu Perancangan Interior Community Center Berbasis Bangunan Waterfront Sebagai Sarana Pemberdayaan Masyarakat Daerah Hinterland Pulau Rempang, Kota Batam.

2024
👤 Penulis: Salsabilla Rista Putri R
🏷️ Interior Desain 🏷️ Pemberdayaan Masyarakat 🏷️ Perancangan Publik
💬