📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 8 dokumenPENGEMBANGAN SUBSISTEM PEMANTAUAN, KEAMANAN, DAN SIKLUS HIDUP DATA PADA NETFLOW: SISTEM UTILITAS PRABAYAR BERBASIS INTERNET OF THINGS
Pengelolaan utilitas listrik dan air pada gedung hunian bertingkat masih banyak dijalankan secara manual, yaitu pencatatan meter melalui foto, penagihan yang disusun tangan, serta pengisian token listrik secara fisik di loket, tanpa jalur komunikasi data dua arah. Cara ini menanggung biaya operasional tinggi, rentan salah baca, serta lambat mendeteksi kebocoran maupun manipulasi meter, sejalan dengan tingginya angka air tak berekening dan susut listrik secara nasional. Tugas akhir ini mengembangkan subsistem perangkat lunak pada sistem pengukuran utilitas prabayar berbasis Internet of Things bernama Netflow, dengan lingkup empat subsistem, yaitu deteksi anomali multi-tingkat, kontrol akses berlapis, pemeliharaan dan pembaruan jarak jauh, serta manajemen siklus hidup data. Pengembangan mengikuti proses siklus hidup ISO/IEC/IEEE 12207, dengan arsitektur dimodelkan menggunakan Model C4 dan setiap rancangan diturunkan langsung dari analisis kebutuhan. Hasil pengembangan berupa mesin deteksi deterministik berbasis aturan atas delapan kondisi anomali, kendali akses yang memadukan token web JSON, autentikasi pihak ketiga, dan daftar kendali akses pesan yang menolak akses secara baku, distribusi pembaruan melalui antrean tugas, serta retensi data yang mematuhi ketentuan SNI 2416:2021 dan KUH Perdata. Logika deteksi diverifikasi melalui empat puluh pengujian unit deterministik yang seluruhnya lulus, sedangkan verifikasi fungsional dijalankan terhadap armada perangkat di lingkungan produksi, dengan basis data yang dirancang menampung lebih dari sepuluh ribu unit. Secara kuantitatif, latensi peringatan anomali terukur di bawah sembilan puluh detik dan tidak ada akses lintas unit yang lolos pada pengujian, sehingga keempat tujuan tugas akhir tercapai dan proses manual tergantikan oleh pengawasan yang terpusat, otomatis, serta dapat ditelusuri.
PENGEMBANGAN SISTEM TRASH SKIMMER BERBASIS INTERNET OF THINGS
Pengelolaan sampah di perairan menjadi salah satu permasalahan global yang terus meningkat akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan aktivitas ekonomi. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 23,41 juta ton per tahun. Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu penyumbang terbesar, dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum menerima timbulan sampah sebesar 431.173 ton per tahun. Salah satu solusi untuk mengatasi timbulan sampah di perairan adalah penggunaan alat pengangkut sampah Trash Skimmer. Penelitian ini merancang sistem Trash Skimmer skala pilot sebagai pengembangan dari Trash Skimmer skala produk yang telah dibuat sebelumnya. Sistem yang dikembangkan meliputi sistem komunikasi berbasis modul LoRa e-BYTE E220-400T22D untuk kontrol gerak Trash Skimmer dan konveyor, serta sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau suhu baterai, ketinggian air, dan posisi Trash Skimmer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem komunikasi LoRa mampu mencapai Packet Delivery Ratio (PDR) sebesar 100% pada kondisi line of sight (LOS) hingga jarak 1150 m dan pada kondisi non-line of sight (NLOS) hingga jarak 360 m. Selain itu, sistem pelacakan posisi menggunakan GPS memiliki akurasi rata-rata 4,43 m. Kemudian hasil sistem kontrol berhasil mengendalikan gerak Trash Skimmer, konveyor, sesuai dengan perintah yang diberikan. Hasil pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengambilan sampah di sungai serta menjadi solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan sampah perairan, khususnya pada wilayah dengan tingkat pencemaran tinggi seperti DAS Citarum.
RANCANG BANGUN SISTEM IOT UNTUK PEMANTAUAN KEMATANGAN CABAI RAWIT PADA KOTAK PENGAWETAN BUAH DAN SAYUR
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang memiliki sifat alami mudah rusak. Purwarupa kotak pengawetan atmosfer termodifikasi pasif (Harvpod) mampu memperlambat pematangan, tetapi belum dilengkapi sistem pengawasan kondisi internal secara waktu nyata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun sistem Internet of Things (IoT) berbasis mikrokontroler ESP32 dan ESP32-CAM untuk memantau tingkat pematangan dan pembusukan cabai rawit di dalam kotak Harvpod secara komprehensif. Sistem yang dirancang mengintegrasikan instrumen multisensor yang meliputi sensor suhu dan kelembapan DHT21, sensor gas optik Non-Dispersive Infrared (NDIR) seri MH-Z, sensor semikonduktor MQ-135, serta algoritma pengolahan citra digital berbasis Python. Pengujian sistem dilakukan selama 476 jam dengan skenario tanpa pengabutan dan dengan pengabutan pelarut propilen glikol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor semikonduktor MQ-135 memiliki kerentanan tinggi terhadap sensitivitas silang kelembapan dan uap pelarut sehingga tidak andal untuk mendeteksi CO? (????2 < 0,44). Sebaliknya, sensor NDIR seri MH-Z terbukti konsisten dan stabil sebagai referensi valid pengukuran respirasi CO?. Melalui fusi parameter visual dan gas, dirumuskan matriks keputusan tiga fase transisi cabai rawit. Fase pembusukan dinyatakan secara definitif setelah jam ke-325, yang divalidasi oleh lonjakan indeks tekstur Canny yang menembus ambang batas fisis 6% hingga mencapai nilai akhir 10%, stagnasi persentase warna merah pada kisaran 60%–65%, serta pelambatan emisi CO? di kisaran 40.000 ppm. Seluruh parameter fisis dan citra berhasil ditransmisikan secara nirkabel melalui Google Apps Script ke aplikasi Android berbasis Kodular sebagai dasbor pemantauan waktu nyata tanpa kendala kehilangan paket data. Kata Kunci: Internet of Things, Cabai Rawit, Pengolahan Citra Digital, Sensor NDIR, Atmosfer Termodifikasi.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM AKUISISI DATA CUACA UNTUK PERHITUNGAN TEMPERATURE HUMIDITY INDEX
Sedikitnya titik Automatic Weather Station (AWS) yang tersedia menyebabkan sulitnya melakukan observasi Temperature Humidity Index (THI). BMKG sebagai instansi pengelola data pembacaan AWS hanya menyediakan data harian berupa data statistik pada halaman websitenya. Hal tersebut menjadi kendala untuk melakukan observasi THI karena observasi THI membutuhkan data historis. Kendala lainnya, observasi THI berskala mikro tidak dapat menggunakan citra satelit yang berskifat makro. Karena kendala-kendala tersebut menyebabkan diperlukannya sistem akuisisi data THI. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan sistem akuisisi data THI yang menyediakan data cuaca historis berskala mikro. Sistem AWS diusulkan sebagai solusi untuk pengambilan data suhu dan kelembapan dan aplikasi web sebagai penyedia data bagi pengguna. Konsep Internet of Things (IoT) digunakan pada sistem dan memanfaatkan internet untuk mengirimkan data dari AWS ke penyimpanan data. Teknologi LoRa digunakan sebagai media untuk pengiriman antar komponen alat akuisisi data dan teknologi MQTT digunakan sebagai media untuk pengiriman dari alat akuisisi data ke cloud. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode blackbox dan mencakup 4 tahap pengujian. Pengujian terdiri dari pengujian unit, pengujian integrasi, pengujian sistem, dan pengujian penerimaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat melakukan akuisisi, penyimpanan, dan penyediaan data ke client. Sistem yang dirancang memiliki latensi sebesar 816 milidetik untuk transmisi dari endpoint ke gateway, 90 milidetik untuk pengolahan data di gateway, dan 367 milidetik untuk transmisi gateway ke backend service. Data dapat tersedia pada backend service setelah 1273 milidetik dari waktu pembacaan.
PENGEMBANGAN INTERNET OF THINGS DALAM INOVASI SISTEM PEMILAHAN SAMPAH DI KAWASAN KAMPUS (STUDI KASUS: KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG)
Pengelolaan sampah yang kurang baik berpengaruh secara signifikan terhadap kesehatan orang- orang dan lingkungan di sekitarnya. Salah satu masalah besar pada proses pengelolaan sampah di Indonesia adalah minimnya proses pemilahan sampah sebelum dialirkan ke tempat pembuangan sampah. Tingginya biaya pemilahan sampah di ranah industri mengakibatkan industri daur ulang di Indonesia terpaksa harus melakukan impor bahan baku. Oleh sebab itu, diperlukan adanya tindakan pemilahan sampah secara rutin, baik di kawasan rumah tangga, sekolah, kantor, dan lain-lain. Pada penelitian ini, lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung dijadikan sebagai objek studi kasus dalam rangka merancang inovasi sistem pemilahan sampah yang dapat menurunkan tingkat ketercampuran sampah. Permasalahan yang dihadapi oleh Ditmawa Sarana dan Prasarana dalam melakukan pengelolaan sampah adalah diperlukannya waktu dan tenaga yang besar untuk melakukan pemilahan sampah anorganik sebelum dibawa ke Bank Sampah. Padahal, tempat sampah anorganik di kampus telah dibedakan berdasarkan setiap kategorinya. Oleh sebab itu, diperlukan suatu sistem yang dapat melakukan pemilahan sampah anorganik secara otomatis serta sistem yang dapat melakukan pemantauan data sampah yang terkumpul. Penelitian ini dilakukan menggunakan metodologi systems engineering dan dihasilkan dua jenis subsistem dalam pengembangannya, yaitu Subsistem Pemilahan Sampah dan Subsistem Manajemen Data. Subsistem Pemilahan Sampah dikembangkan dengan menerapkan teknologi Internet of Things, machine learning, dan penyimpanan data di cloud database. Sementara Subsistem Manajemen Data Sampah dikembangkan dengan menerapkan teknologi cloud database dan website untuk menampilkan data statistik pengumpulan sampah. Pengujian fungsional, spesifikasi kinerja, dan usability testing dilakukan untuk mengevaluasi sistem ini. Hasil pengujian mengindikasikan bahwa sistem dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan fungsional dan non-fungsional, serta mudah untuk digunakan.
SISTEM PEMANTAUAN TRASH SKIMMER BERBASIS INTERNET OF THINGS
Menurut PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, total sampah nasional di tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton, dengan rincian jumlah sampah plastik ialah sebesar 17%. Selain itu, Indonesia juga pernah dinobatkan sebagai kontributor pencemaran plastik di lautan terbesar kedua di dunia. Melihat fenomena ini, dilakukan berbagai pengembangan teknologi untuk pengolahan sampah di lautan. Salah satunya ialah alat pengumpul sampah yang dapat dioperasikan di atas air atau Water Trash Skimmer. Pengoperasian Water Trash Skimmer di atas air tentunya perlu disertai dengan pemantauan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, seperti misalnya berlebihnya beban pada trash skimmer yang dapat menyebabkan alat tenggelam atau misalnya kurangnya daya dari panel surya menuju komponen sehingga alat tidak dapat berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemantauan berbasis Internet of Things untuk memantau kapasitas sampah, kecukupan daya, jarak alat dengan benda sekitar, lokasi trash skimmer serta nilai arus pada driver motor. Sensor yang digunakan diantaranya ialah sensor tegangan untuk mengetahui kecukupan daya, water level sensor untuk identifikasi status kapasitas sampah, sensor ultrasonik untuk menghitung jarak trash skimmer dengan benda sekitar, sensor GPS Neo-7M untuk mengetahui lokasi, serta sensor arus driver motor. Dilakukan kalibrasi water level sensor dan diperoleh apabila ketinggian air melebihi ambang batas maka bacaan analog water level sensor ialah >1000. Dilakukan pula pengujian bobot sampah pada trash area, diperoleh bobot maksimumnya ialah 6.7 kg dengan volume sebesar 0.144 m3 dan dengan ketinggian sarat air trash skimmer mencapai 11.3 cm. Seluruh data pemantauan trash skimmer dapat dipantau melalui dashboard Grafana yang telah terintegrasi dengan database InfluxDB.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PERANGKAT KERAS UNTUK PEMANTAUAN DAN PERAWATAN KEBUN BERBASIS INTERNET OF THINGS
FKGG (Forum Komunikasi Gunung Geulis) merupakan sebuah komunitas pertanian dan perkebunan percontohan yang berlokasi di Jatiroke, Jatinangor. Komunitas ini memiliki dua macam kebun yang berbeda, yaitu kebun konvensional dengan media tanam berupa tanah dan kebun hidroponik dengan media tanam berupa air. Dua tahun lalu, para petani di FKGG melakukan perawatan dan pemantauan kebun secara manual sehingga memerlukan tenaga kerja yang cukup banyak. Pada tahun sebelumnya, pengembang dari SCCIC dan STI ITB telah mengadakan pengabdian masyarakat untuk membantu para petani di FKGG dengan membuat sistem perawatan dan pemantauan kebun berbasis internet of things. Namun, setelah dilakukan peninjauan ulang, alat yang dipasang belum sepenuhnya optimal. Terdapat beberapa aspek yang dapat diperbaiki, seperti microcontroller yang restart setiap kali pompa dinyalakan, ketergantungan terhadap koneksi internet, dan tidak adanya mekanisme kontrol secara on-site. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan lanjutan pada sistem yang sudah ada untuk meningkatkan keandalan sistem dan mengurangi ketergantungan terhadap koneksi internet. Pada laporan ini, desain dan implementasi perangkat keras untuk otomasi pertanian konvensional dan pertanian hidroponik dibahas secara rinci. Perangkat keras yang diimplementasikan dicirikan oleh keselamatan, keandalan, dan keserbagunaan karena dapat berfungsi dengan baik dalam berbagai situasi untuk sistem pertanian konvensional maupun hidroponik. Perangkat keras ini juga memiliki redundansi bawaan dan mekanisme fail-safe untuk kejadian-kejadian yang tidak terduga. Untuk sistem pertanian konvensional, perangkat keras ini dirancang untuk mengontrol pompa air dan katup solenoid untuk keperluan irigasi terjadwal. Selain itu, perangkat keras ini juga dapat membaca data dari lingkungan, seperti kelembaban tanah, ketersediaan air, dan aliran air. Untuk sistem pertanian hidroponik, perangkat keras terutama dirancang untuk mengontrol pompa air dan pompa peristaltik untuk keperluan pemberian dosis otomatis. Selain itu, perangkat keras ini juga dapat membaca data lingkungan seperti tingkat pH, tingkat ppm, dan ketersediaan larutan dosis. Setelah pengujian menyeluruh, semua subsistem perangkat keras telah berfungsi dengan baik. Subsistem- subsistem yang telah diuji dan berhasil dengan baik meliputi (1) unit manajemen daya, (2) antarmuka untuk sensor, (3) antarmuka untuk aktuator, (4) antarmuka manusia-mesin (human machine interface), (5) kontroler utama dan komponen pendukung, serta (6) wireless transceiver.
SISTEM PEMANTAUAN KESEHATAN PASIEN BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN NOTIFIKASI MELALUI WHATSAPP STUDI KASUS RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG
Tugas akhir ini bertujuan untuk mengembangkan sistem perangkat monitoring kondisi kesehatan pasien di rumah sakit dengan studi kasus di Rumah Sakit Advent Bandung. Hal ini diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang muncul selama proses pemeriksaan kondisi kesehatan pasien, seperti pengiriman data pasien yang tidak tepat waktu dan beban kerja yang berlebihan. Kualitas perawatan dan tindak lanjut pasien sangat penting karena kondisi pasien.Oleh karena itu, tugas akhir ini mengembangkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau kesehatan pasien dan mem- percepat pengiriman informasi data pasien. Perangkat ini menggunakan beberapa sen- sor untuk mengukur kadar SpO2, suhu tubuh, detak jantung, dan elektrokardiogram, dan dapat diakses melalui aplikasi web dan menerima notifikasi melalui media WhatsApp apabila kondisi pasien memburuk. Tugas akhir ini berkonsentrasi pada pengembangan perangkat menggunakan metode pengembangan V-Model. Hasilnya adalah berbentuk "Proof of Concept", yang merupakan rancangan konsep awal untuk perangkat yang digunakan untuk memantau kondisi kesehatan pasien. Proof of Concept (PoC) dimulai dengan pemilihan teknologi kemudian implementasi perangkat lunak dan perangkat keras lalu memasuki tahap pengujian pada tiap komponen dan pengujian terintegrasi komponen. Berdasarkan hasil Acceptance Test kepada dokter dan tenaga medis di Rumah Sakit Advent maka perangkat ini dapat diterima dan diharapkan men- jadi alat bantu untuk mempercepat pengiriman data pasien ke dokter.