📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

ANALISIS SPASIAL DEFORMASI TEKTONIK WILAYAH JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE INTERPOLASI MOVING AVERAGE

Wilayah Jawa Barat merupakan salah satu daerah rawan gempa bumi karena posisinya yang terletak di daerah subduksi antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo Australia. Wilayah Jawa Barat juga memiliki beberapa patahan (sesar) yang merupakan salah satu pemicu terjadinya gempa bumi. Pemahaman mengenai deformasi di wilayah Jawa Barat penting untuk selalu dilakukan karena adanya potensi bahaya tersebut. Pengamatan deformasi di wilayah Jawa Barat telah dilakukan di beberapa titik pengamatan. Hasilnya adalah data vektor kecepatan pergeseran tanah wilayah Jawa Barat di setiap titik pengamatan. Untuk pemahaman yang lebih baik diperlukan suatu model yang dapat menggambarkan pergeseran tanah di wilayah Jawa Barat secara menyeluruh bukan hanya di titik-titik pengamatan. Untuk itu dilakukan proses interpolasi dengan metode Moving Average yang membentuk suatu grid tertentu di wilayah Jawa Barat untuk memberikan data pergeseran yang kontinyu. Hasil interpolasi Moving Average yang didapatkan kemudian dijadikan model untuk melakukan analisis regangan dengan menggunakan metode segmen segitiga.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil interpolasi Moving Average terbaik yang dapat memberikan data kontinyu adalah yang dilakukan dengan ukuran window 0,940. Hasil analisis regangan menunjukkan bahwa deformasi wilayah Jawa Barat dipengaruhi oleh postseismic akibat gempa Pangandaran pada tahun 2006, fenomena subduksi antar lempeng, dan aktifitas sesar.

2026
👤 Penulis: OSSY MAULITA BUDIAWATI (NIM 15107030); Pembimbing: Dr. Ir. Dina Anggreni, M.T dan Dr. Irwan Meilano,
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Deformasi Tektonik 🏷️ Interpolasi Geografis

ON THE STUDY OF CONSTRUCTING A SEAMLESS VERTICAL DATUM FOR HYDROGRAPHY IN THE MAHAKAM DELTA, EAST KALIMANTAN

Permukaan datum vertikal nirkelim (seamless) memiliki potensi penerapan yang luas dalam hidrografi, termasuk pada surveying dan navigasi. Datum nirkelim merupakan komponen penting dari Model Separasi Hidrografi (Hydrographic Separation Model – HSM). HSM memungkinkan transformasi antar sistem referensi vertikal seperti muka laut rata-rata (Mean Sea Level – MSL) dan muka surut terendah (Lowest Astronomical Tide – LAT) dengan ellipsoid sebagai referensi. Dalam penelitian ini, dilakukan pembangunan permukaan datum vertikal di Delta Mahakam, terdiri atas permukaan MSL dan LAT. Tiga model permukaan laut rata-rata (Mean Sea Surface – MSS) global dan model pasut buatan Badan Informasi Geospasial (BIG) digunakan untuk membangun permukaan MSL dan LAT. Model MSS DTU21 menujukkan performa terbaik dibandingkan MSS CLS 15 dan SDUST2020, ditunjukkan dengan nilai rerata galat mutlak (Mean of Absolute Errors – MAE) terkecil sebesar 0,326 m terhadap delapan stasiun pasut permanen. Model pasut BIG menujukkan nilai MAE sebesar 0,125 m di Delta Mahakam. Interpolasi nilai MSL dan LAT dari enam stasiun pasut menghasilkan permukaan nirkelim yang disebut sebagai MSLoid dan LAToid. Metode interpolasi bobot jarak terbalik (Inverse Distance Weighted – IDW), spline, kriging, dan triangulasi interpolasi linear dengan berbagai parameter digunakan pada studi ini. Pengukuran galat dilakukan pada dua stasiun yang tidak digunakan pada proses interpolasi. MSLoid yang dihasilkan dari interpolasi kriging memiliki performa terbaik dengan nilai MAE sebesar 0,287 m dibandingkan permukaan MSL lainnya. Adapun permukaan LAT terbaik ditunjukkan oleh LAToid dari interpolasi kriging dengan nilai MAE sebesar 0,083. Penggunaan metode lain yang dapat mendeskripsikan perilaku pasut dengan lebih baik diperlukan, dalam hal ini direkomendasikan pemodelan hidrodinamika. Permukaan LAT nirkelim dari model pasut BIG diterapkan sebagai muka surutan (Chart Datum – CD) dalam skenario navigasi di area dengan jarak bebas lunas (under keel clearance) terbatas. Apabila dengan chart datum sebelumnya, penggunaan CD optimum dari permukaan nirkelim menghasilkan peningkatan jendela operasi sebesar 11 dari 30 hari.

2024
👤 Penulis: Farras Rizqy Hafizh
🏷️ Hidrologi 🏷️ Model Pasut Buatan 🏷️ Interpolasi Geografis
💬