📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

STUDI SPEKTROSKOPI PLANETARY NEBULAE: APLIKASI METODE ZANSTRA UNTUK MENENTUKAN TEMPERATUR BINTANG PUSAT

Planetary nebula merupakan tahap akhir evolusi bintang bermassa rendah hingga menengah sebelum berakhir menjadi bintang katai putih. PN terdiri dari sebuah bintang pusat yang merupakan inti bintang progenitor dan awan nebula yang mengelilingi bintang pusat tersebut. Bintang pusat PN memiliki temperatur yang sangat tinggi, merentang dari 25000 K hingga 300000 K yang dapat mengionisasi unsur-unsur yang ada pada awan nebula. Sehingga temperatur bintang pusat PN menjadi salah satu parameter fisis yang penting untuk diketahui karena dapat memberikan informasi tentang proses-proses ionisasi yang terjadi di dalam PN. Dalam studi tugas akhir ini, telah dilakukan perhitungan nilai temperatur Zanstra bintang pusat PN pada IC 2165, IC 4953, NGC 2440, NGC 5882, dan NGC 6629. Nilai temperatur Zanstra ditentukan melalui pengamatan spektroskopi di OB Observatory, Australia menggunakan spektrograf UVEX (R?1000). Hasil perhitungan menggunakan metode Zanstra menghasilkan 2 besaran, yaitu temperatur Zanstra hidrogen, TZ(H) dan temperatur Zanstra helium terionisasi, TZ(HeII). Nilai TZ(H) dan TZ(HeII) untuk masing masing PN adalah : 121228 K dan 140737 K untuk IC 2165, 23352 K dan 47170 K untuk IC 4593, 169981 K dan 190922 K untuk NGC 2440, 78997 K dan 106337 K untuk NGC 2867, 37725 K dan 59599 K untuk NGC 5882, serta 40739 K untuk NGC 6629. Perbedaan antara TZ(H) dan TZ(HeII) dikenal sebagai diskrepansi Zanstra. Secara umum, nilai temperatur Zanstra memiliki kesesuaian dengan nilai temperatur energy balance dengan galat < 20%. Adapun perbedaan kedua nilai temperatur berasal dari masalah ketebalan optis PN.

2026
👤 Penulis: Dudih Purwadi
🏷️ Spectrofotomi 🏷️ Ionisasi Fisika Bintang 🏷️ Proses Ionisasi Planetary Nebula
💬