📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenANTARA SENI DAN AGAMA : PERANCANGAN SADALI ART SPACE SEBAGAI RUANG REFLEKSI HUBUNGAN SENI, ISLAM, DAN ARSITEKTUR DENGAN PENDEKATAN CONCEPT BASED
Art space sebagai ruang representasi seni tidak hanya berfungsi sebagai wadah apresiasi dan aktivitas kreatif, tetapi juga dapat menjadi medium dialog antara nilai dan pengetahuan yang ingin disampaikan. Di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin menjauh dari ruang-ruang kontemplasi, seni kerap dipahami hanya sebagai objek visual sehingga kehilangan perannya sebagai media refleksi. Padahal dalam Islam, seni bisa menjadi salah satu jalan untuk membangun kesadaran spiritual. Seni dalam Agama Islam sering dianggap sebagai suatu hal yang tabu karena akan mengarah kepada kemusyrikan. Padahal jika ditelaah lebih jauh, seni bukan hanya tentang membuat sebuah karya fisik namun dapat membantu kita dalam mencintai Sang Maha Pencipta, dengan memiliki jiwa seni kita akan mendapatkan keindahaan, kesyahduan, dan ketenangan jiwa yang justru akan membantu kita dalam memahami lebih ajaran-ajaran Islam. Berangkat dari kondisi tersebut, tugas akhir ini bertujuan merancang Sadali Art Space sebagai ruang refleksi yang mengintegrasikan seni, Islam, dan arsitektur melalui penerjemahan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari serta nilai spiritual dalam karya Ahmad Sadali ke dalam pengalaman ruang dengan pendekatan Concept Based Design. Pendekatan Concept Based Design digunakan dengan menjadikan konsep sebagai dasar utama dalam proses perancangan. Konsep dirumuskan melalui kajian terhadap prinsip-prinsip lukisan Ahmad Sadali, nilai-nilai arsitektur Islam, studi preseden, analisis tapak, serta kebutuhan pengguna. Prinsip-prinsip tersebut kemudian ditransformasikan menjadi strategi perancangan yang diwujudkan melalui pembentukan massa bangunan, organisasi ruang, pemanfaatan cahaya alami, material, tekstur, elemen air, serta penyusunan alur sirkulasi sebagai sebuah perjalanan reflektif yang mengajak pengunjung mengalami proses pencarian, perenungan, hingga kembali kepada kesadaran akan hubungan manusia dengan Tuhan. Lokasi perancangan dipilih di kawasan Summarecon Gede Bage, Kota Bandung, berdasarkan pertimbangan strategis, kontekstual, dan konseptual. Kedekatannya dengan Masjid Raya Al Jabbar, kawasan Pendidikan Islam, serta lanskap danau buatan memberikan potensi untuk menghadirkan ruang publik yang mendukung pengalaman refleksi sekaligus memperkuat karakter kawasan sebagai destinasi budaya dan spiritual. Perancangan art space ini juga menerapkan prinsip desain pasif, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, serta pengelolaan air hujan sebagai bagian dari strategi arsitektur berkelanjutan yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 10 (Reduce Inequalities) melalui penyediaan ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun keyakinan, serta SDG 13 (Climate Action) melalui pendekatan desain yang responsif terhadap iklim. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan konseptual mampu menghasilkan art space yang tidak hanya mewadahi kegiatan seni, tetapi juga menghadirkan ruang edukatif dan reflektif yang memperlihatkan keterkaitan antara seni, Islam, dan arsitektur. Melalui penerjemahan nilai-nilai spiritual ke dalam pembentukan massa bangunan, organisasi ruang, pemanfaatan cahaya alami, material, tekstur, elemen air, serta penyusunan alur sirkulasi tanpa bergantung pada simbol-simbol religius yang eksplisit, Sadali Art Space diharapkan menjadi ruang publik yang mampu memperkuat apresiasi seni, memperdalam kesadaran spiritual, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan arsitektur, pendidikan, dan budaya di Kota Bandung.