π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERANCANGAN DAN KARAKTERISASI MATERIAL KOMPOSIT SIO2βAL2O3βBN SEBAGAI KANDIDAT BAHAN PELAPIS ISOLATOR
Isolator tegangan tinggi pasangan luar berperan penting dalam menjaga keandalan sistem penyaluran tenaga listrik, terutama pada wilayah tropis dengan tingkat polusi yang tinggi. Salah satu teknologi yang dikembangkan untuk meningkatkan performa isolator keramik yang bersifat hidrofilik adalah pelapisan menggunakan Room Temperature Vulcanized Silicone Rubber (RTV-SiR). Meskipun mampu meningkatkan karakteristik permukaan, pelapis RTV-SiR masih rentan terhadap degradasi termal dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengarakterisasi pelapis RTV-SiR berbasis nanokomposit trifiller yang terdiri atas nano-aluminium oksida (nAl2O3), nano-boron nitrida (nBN), dan nano-silika (nSiO2). Konsentrasi nSiO2 divariasikan dari 0,5β4 wt%, sedangkan nAl2O3 dan nBN dipertahankan masing-masing sebesar 2 wt% dan 1 wt%. Karakterisasi dilakukan melalui pengujian hidrofobisitas, permitivitas relatif, rugi-rugi dielektrik (tan ?), resistivitas permukaan, dan morfologi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Komposisi optimum ditentukan menggunakan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nSiO2 meningkatkan hidrofobisitas permukaan, dengan sudut kontak statis maksimum sebesar 107,9Β° dan klasifikasi hidrofobisitas HC1 pada kandungan nSiO2 ? 2,5 wt%, sedangkan sudut kontak dinamis mencapai 65,2Β° pada 4 wt% nSiO2. Berdasarkan karakteristik dielektrik dan evaluasi multikriteria, komposisi optimum diperoleh pada RAB + 2 wt% nSiO2 dengan permitivitas relatif 4,61, faktor rugi dielektrik 0,24, resistivitas permukaan 1,44 T?, dan skor evaluasi tertinggi sebesar 0,642. Pengamatan SEM menunjukkan bahwa peningkatan kandungan nSiO2 di atas komposisi optimum mulai memicu aglomerasi nanopartikel. dan retakan yang berpotensi menurunkan homogenitas material. Formulasi nanokomposit trifiller yang diusulkan berpotensi meningkatkan keandalan pelapis RTV-SiR untuk aplikasi isolator tegangan tinggi pasangan luar di lingkungan tropis.
KARAKTERISTIK ISOLASI PADA BAHAN PELAPIS RTV KARET SILIKON DENGAN PENGISI NANOSILIKA UNTUK ISOLATOR TEGANGAN TINGGI PASANGAN LUAR
Isolator porselen pada daerah pesisir sering terganggu karena akumulasi dari polutan garam yang terbawa angin akibat dari penguapan air laut. Karet silikon RTV umumnya digunakan sebagai bahan pelapis untuk meningkatkan kinerja isolasi dan hidrofobisitas serta mempertahankan sifat-sifat tersebut bahkan dalam kondisi berpolutan. Bahan pelapis menggunakan pengisi nanosilika untuk memodifikasi kinerja polimer, seperti meningkatkan sifat mekanik dan elektrik. Penelitian ini mengevaluasi sifat isolasi bahan pelapis karet silikon, dalam hal hidrofobisitas, resistivitas permukaan, dan permitivitas relatif dengan berbagai konsentrasi nanosilika. Studi menemukan bahwa lapisan karet silikon RTV yang diisi 4 wt% nanosilika dengan resistivitas permukaan tertinggi, menjadikannya komposisi optimal sebagai aplikasi pelapisan isolator tegangan tinggi pasangan luar. Pengujian arus bocor dalam kondisi buatan (kering, kabut bersih, dan kabut garam) dilakukan untuk membuktikan kinerja isolasi lapisan karet silikon RTV yang telah dimodifikasi. Hasilnya menunjukan bahwa dengan pelapisan karet silikon RTV + 4 wt% nSiO2 secara signifikan menurunkan magnitude arus bocor dan THD jika dibandingkan dengan isolator yang tidak dilapisi. THD arus bocor isolator dengan pelapis karet silikon RTV + 4 wt% nSiO2 pada permukaan tanpa polutan dan dalam semua jenis kondisi kabut, menunjukan persentase THD yang paling kecil dari semua sampel isolator. Selain itu juga dihitung nilai cross product dari magnitude arus bocor dan THD untuk menentukan kondisi isolator. Pada hasil cross product isolator dengan pelapis karet silikon RTV + 4 wt% nSiO2, lebih efektif penurunannya pada kondisi kabut kering. Penelitian ini menunjukan keefektifan bahan pelapis karet silikon RTV dengan pengisi nanosilika dalam meningkatkan keandalan dan kinerja isolator di lingkungan yang tercemar.