📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 10 dokumenPERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL DENGAN MENGANGKAT MANFAAT TEH UNTUK MEREDAKAN STRESS BAGI PEKERJA USIA 21-30 TAHUN DI JAKARTA
Stres kerja merupakan permasalahan yang banyak dialami oleh pekerja muda di wilayah perkotaan, khususnya pada rentang usia 21–30 tahun. Tingginya tuntutan pekerjaan, tekanan waktu, serta ritme kerja yang cepat sering kali memicu stres akut ringan yang tidak selalu disadari maupun dikelola dengan baik. Di sisi lain, teh sebagai minuman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari memiliki asosiasi dengan rasa tenang dan relaksasi, serta didukung oleh kajian ilmiah mengenai potensinya dalam membantu meredakan stres. Namun, pemanfaatan teh sebagai medium edukasi kesehatan mental melalui kampanye sosial berbasis komunikasi visual masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye sosial yang mampu meningkatkan kesadaran pekerja muda terhadap stres kerja akut, sekaligus memperkenalkan teh sebagai bentuk stress-relief sederhana yang dapat diterapkan dalam keseharian. Metode perancangan yang digunakan adalah Double Diamond, yang mencakup tahap Discover, Define, Develop, dan Deliver. Landasan teori yang digunakan meliputi teori kampanye komunikasi dari Rogers dan Storey, strategi DRIP Marketing Communications, serta teori komunikasi visual. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan pekerja muda untuk menggali persepsi terhadap stres, kebiasaan coping, serta preferensi visual audiens. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi perancangan kampanye sosial yang menekankan pendekatan visual yang tenang, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan pekerja urban. Rekomendasi tersebut mencakup strategi pesan, tone komunikasi, serta pemilihan media kampanye yang bertujuan membangun kesadaran, keterlibatan emosional, dan mendorong audiens untuk menerapkan ritual sederhana minum teh sebagai bagian dari pengelolaan stres. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pendekatan kampanye kesehatan mental yang lebih ringan, relevan, dan mudah diterima oleh pekerja muda.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL DALAM UPAYA MEMPERKENALKAN RISOGRAPH SEBAGAI TEKNIK CETAK RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MAHASISWA DKV DI KOTA BANDUNG
Risograph merupakan teknik cetak yang dikenal lebih ramah lingkungan dibandingkan metode cetak konvensional karena menggunakan tinta berbahan dasar minyak kedelai dan memiliki konsumsi energi yang relatif rendah. Namun, tingkat pengetahuan mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) di Kota Bandung terhadap teknik ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merancang kampanye sosial untuk memperkenalkan risograph sebagai alternatif teknik cetak yang lebih berkelanjutan bagi mahasiswa DKV. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi nonpartisipatif, kuesioner, dan wawancara dengan target audiens serta praktisi kampanye. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil analisis menjadi dasar penyusunan creative brief dan panduan visual kampanye. Berdasarkan creative brief tersebut, dirancang konsep kreatif, visual, dan media kampanye yang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, ketertarikan, serta kesadaran mahasiswa DKV terhadap risograph sebagai teknik cetak yang lebih ramah lingkungan.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL TENTANG PENGELOLAAN KECEMASAN AKIBAT PERBANDINGAN DIRI (SELF-COMPARISON) PADA REMAJA USIA PERTENGAHAN DI WILAYAH URBAN INDONESIA
Masa remaja merupakan periode transisi krusial dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai oleh perubahan fisik, kognitif, emosional, dan sosial yang signifikan. Pada fase remaja pertengahan (usia 15–18 tahun), individu mulai mampu berpikir abstrak dan reflektif, namun masih menghadapi berbagai tantangan perkembangan, seperti pencarian identitas diri, tekanan sosial, serta konflik interpersonal. Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan perasaan kesepian. Kondisi ini diperparah oleh karakteristik kehidupan masyarakat urban yang serba cepat (fast-paced) serta tingginya paparan media digital, yang berpotensi meningkatkan tekanan psikologis pada remaja. Penelitian ini dilakukan untuk merancang sebuah kampanye sosial yang berfokus pada pengelolaan kecemasan remaja usia pertengahan di masyarakat urban melalui penerapan teknik grounding 5-4-3-2-1 sebagai bentuk intervensi preventif nonklinis. Metode perancangan yang digunakan mengacu pada pendekatan desain komunikasi visual dengan mengintegrasikan teori perkembangan remaja, konsep kecemasan, serta strategi kampanye sosial. Kampanye dirancang menggunakan media online dan offline, meliputi konten media sosial (Instagram, Tiktok, dan Whatsapp), KOL, situs web, pameran interaktif, animatik, buku jurnal, stiker, dan poster interaktif. Hasil perancangan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan mental, memberikan pemahaman tentang mengelola kecemasan sebagai kondisi yang wajar dalam fase perkembangan, serta membekali remaja dengan keterampilan praktis dalam mengelola kecemasan secara mandiri melalui teknik grounding. Kampanye ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya preventif dalam mendukung kesejahteraan psikologis remaja urban secara berkelanjutan.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL UNTUK MENGEDUKASI PEMILIH PEMULA GENERASI Z AGAR LEBIH KRITIS TERHADAP POLITIK UANG PADA MASA PEMILU
Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan momen penting dalam demokrasi yang menentukan arah masa depan bangsa. Pada Pemilu 2024, pemilih pemula dari kalangan Generasi Z memiliki peran strategis dalam menentukan hasil pemilihan. Namun, praktik politik uang yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab masih menjadi ancaman serius terhadap integritas demokrasi, terutama karena rendahnya kesadaran dan pemahaman pemilih pemula terhadap isu tersebut. Penelitian ini bertujuan merancang kampanye sosial yang bertujuan untuk membangun kesadaran dan sikap kritis Generasi Z terhadap politik uang melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan karakteristik mereka. Dengan menggunakan metode studi literatur, wawancara, serta eksplorasi desain komunikasi visual, kampanye ini memanfaatkan media konvensional dan digital sebagai sarana utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kampanye yang selaras dengan kebiasaan Gen Z dan didukung oleh visual yang berani serta tidak konvensional mampu meningkatkan ketertarikan mereka mengenai bahaya politik uang serta mendorong partisipasi mereka dalam Pemilu secara lebih kritis dan independen
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN TENTANG PENTINGNYA ATTENTION SPAN DI ERA DIGITAL UNTUK PELAJAR SMA
Isu penurunan attention span pelajar SMA yang semakin rendah akibat distraksi gawai dan media sosial yang kian intens menjadi dasar dari perancangan kampanye sosial ini. Fenomena ini berimplikasi pada memburuknya kemampuan kognitif siswa, prestasi akademik, kesehatan mental sampai kehidupan sosial mereka. Penelitian kualitatif ini menggunakan kerangka Double Diamond dengan metode pengambilan data menggunakan studi literatur, observasi, serta wawancara mendalam dengan pelajar, guru, konselor, dan ahli media. Hasil data analisis menunjukkan penurunan fokus dan attention span juga disebabkan oleh ketidaksesuaian materi dengan minat siswa. Temuan lain menunjukkan Gen Z menempatkan media sosial sebagai rujukan utama kehidupan sehari-hari mereka. Menanggapi wawasan dan temuan ini, dirancang kampanye sosial “FYP: Fokus Yuk, Please” sebagai program Corporate Social Responsibility Ruangguru. Konsep utama kampanye adalah cultural hijack terhadap istilah populer FYP (For You Page) yang dikemas dalam nada kasual agar tidak menggurui, dengan strategi menyusup ke ekosistem digital Gen Z alih-alih melawannya secara frontal. Rancangan medianya mencakup serial konten di TikTok dan Instagram yang membangun narasi bertahap, kuis interaktif “Profil FYP-mu”, poster digital, playlist belajar, dan fitur “SmartStudy” di aplikasi Ruangguru untuk membantu manajemen waktu belajar. Kampanye ini membangun kesadaran lewat pendekatan ringan dan relevan, mendorong refleksi sebagai awal perubahan perilaku.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESADARAN DAN KEPATUHAN PENGGUNA TRANSPORTASI UMUM KRL COMMUTER LINE JABODETABEK TERHADAP ATURAN YANG BERLAKU
Tingginya angka mobilitas masyarakat Jakarta dan sekitarnya menghasilkan transportasi umum KRL Commuter Line Jabodetabek tulang punggung transportasi massal masyarakat di wilayah tersebut. Angka pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek yang semakin tinggi ini tidak merefleksikan kepatuhan pengguna terhadap kebijakan dan peraturan yang ditetapkan, masih terdapat banyak pengguna yang melakukan hal-hal yang merefleksikan ketidakpatuhan dan kurangnya kepedulian akan etika dan peraturan yang berlaku di lingkup KRL Commuter Line Jabodetabek. Oleh karena itu, perancangan kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku pengguna KRL agar lebih tertib dan mematuhi etika serta aturan KRL Commuter Line Jabodetabek. Kampanye ini dirancang dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil dari analisis berupa adalah strategi dan konsep Iklan Layanan Masyarakat dalam bentuk kampanye sosial yang dirancang sesuai dengan urutan tahapan kampanye dan menggunakan model komunikasi AIDCA.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL TENTANG PEER PRESSURE BAGI REMAJA AKHIR
Peer pressure adalah tekanan yang diberikan oleh kelompok teman sebaya untuk memengaruhi individu agar menyesuaikan sikap, nilai, atau perilaku mereka dengan standar atau aturan kelompok. Fenomena ini merupakan bagian dari kehidupan sosial yang umum terjadi pada remaja akhir dan dapat berfungsi sebagai peluang maupun tantangan dalam proses perkembangan mereka. Pada remaja akhir, peer pressure memiliki pengaruh yang lebih kompleks, karena mereka berada dalam fase transisi menuju kedewasaan, di mana pengaruh teman sebaya sering kali bersinggungan dengan pembentukan identitas diri dan nilai-nilai pribadi. Perancangan kampanye ini bertujuan untuk mendorong remaja akhir agar lebih menghargai diri sendiri tanpa selalu bergantung pada validasi sosial. Kampanye ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai perbedaan antara peer pressure yang konstruktif dan destruktif. Melalui pemanfaatan berbagai media, seperti media sosial, situs web, media fisik, dan media cetak, kampanye ini diharapkan dapat membantu remaja akhir membangun self-esteem, mengelola tekanan sosial, dan membuat keputusan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai pribadi mereka.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN TERHADAP CLIMATE ACTION MELALUI CROSS-CULTURE (STUDI KASUS PADA INDONESIA DAN BELGIA)
Industri komunikasi visual periklanan memiliki peran signifikan dalam memperkuat konsumsi yang tidak berkelanjutan dan menyumbang pada kerusakan lingkungan global. Pola konsumsi yang terbentuk lebih menitikberatkan pada simbol daripada manfaat, memperkuat kesadaran semu dalam masyarakat. Di sisi lain, periklanan juga berpotensi menjadi alat perubahan sosial jika diarahkan untuk mendorong aksi kolektif dan perilaku prolingkungan. Penelitian ini menggunakan teori decolonizing design, politics of design, design of the pluriverse, social engineering, poverty porn, serta pendekatan cross-culture untuk mengeksplorasi peran kampanye sosial lintas budaya dalam meningkatkan kesadaran terhadap climate action. Studi ini juga meninjau bagaimana pendekatan kreatif dan partisipatif dapat mengatasi hambatan psikologis serta meningkatkan efektivitas pesan pada Gen Z. Perancangan kampanye sosial ini mengusung konsep dualisme antara negara maju dan berkembang, dengan fokus pada kolaborasi kolektif, bukan saling menyalahkan. Strategi kampanye dirancang melalui pendekatan lokalisasi budaya guna menciptakan pesan yang relevan dan inklusif bagi audiens di Indonesia dan Belgia. Kampanye sosial bertajuk Adpocalypse, yang mengusung gaya naratif yang sulit diabaikan dengan mekanisme “tidak bisa diskip”, menyerupai kekacauan apokaliptik yang memaksa perhatian. Meskipun dapat dilewati, struktur visual dan emosional kampanye dirancang untuk menciptakan keterlibatan bawah sadar di kalangan Gen Z. Kampanye ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi nyata terhadap perubahan iklim lintas budaya.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL UNTUK MENGATASI DAMPAK NEGATIF INTERPERSONAL CHILDHOOD EMOTIONAL NEGLECT (CEN) PADA REMAJA AKHIR
Childhood Emotional Neglect (CEN), atau pengabaian kebutuhan emosional anak, merupakan salah satu penyebab utama kesulitan psikososial yang terbawa hingga dewasa. Minimnya interaksi emosional dengan orang tua berdampak pada kemampuan individu dalam menjalin hubungan interpersonal, terutama saat memasuki tahap remaja akhir/dewasa muda. Dampaknya meliputi kesulitan mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi, yang dapat memicu isolasi sosial dan menurunkan kualitas relasi. Di Indonesia, kesadaran terhadap CEN masih rendah dan belum banyak direspons secara praktis. Penelitian ini bertujuan merancang strategi kampanye sosial untuk mengatasi dampak interpersonal CEN pada remaja akhir. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Strategi kampanye dirancang dengan pendekatan berbasis empati, menekankan validasi dan pengelolaan emosi, serta pengembangan relasi yang sehat, melalui pendekatan storytelling yang emosional dan relatable. Hasil analisis melahirkan kampanye berjudul “Anak Bawang Berhak Disayang” dengan tagline “Dulu Diabaikan, Kini Dirayakan.” Kampanye ini mengajak remaja akhir untuk menelusuri jejak pengabaian emosional di masa lalu, mengolah luka menjadi kekuatan baru, serta membangun relasi yang lebih sehat dan penuh kasih dengan orang lain, khususnya dalam upaya rekoneksi dengan orang tua. Website dan media sosial digunakan sebagai media utama kampanye, dengan menerapkan model komunikasi AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share).
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL SEBAGAI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PARAGONCORP UNTUK MEMBERDAYAKAN SINGLE MOTHER DALAM PERAN PARENTING
Di tengah meningkatnya jumlah single mother di Indonesia, banyak ibu yang harus menjalani peran ganda di tengah stigma sosial. Kampanye sosial dapat menjadi strategi potensial untuk mendukung mereka. Oleh karena itu, penelitian ini merancang konsep, strategi, dan desain media kampanye sosial sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility ParagonCorp, dengan fokus pada pemberdayaan single mother dalam parenting. Dengan metode double diamond, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur, lalu dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif Miles & Huberman. Hasilnya adalah kampanye “Cerita Satu Ibu”, sebuah integrated campaign yang berfokus pada produksi film partisipatif sebagai media utama, didukung oleh berbagai media lainnya. Kampanye ini menggunakan model AISAS, narasi four-act structure, serta tahapan conditioning–informing–reminding, dengan tone heartfelt, empowering, dan real. Single mother dilibatkan langsung dalam produksi kampanye, menghadirkan keterwakilan autentik dan koneksi emosional. Uji persepsi menunjukkan keberhasilan kampanye dalam membangun empati dan ruang ekspresi. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan kampanye yang empatik dan representatif dapat memberdayakan single mother dalam menjalani peran parenting.