📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

PENANGANAN KONFLIK KORIDOR JALAN ARTERI PERKOTAAN PADA KAWASAN KOMERSIAL KASUS STUDI JALAN JENDERAL SUDIRMAN KOTA BANDUNG

Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu koridor arteri sekunder di Kota Bandung yang berfungsi sebagai jalur pergerakan utama sekaligus koridor komersial dengan intensitas aktivitas tinggi. Peran ganda tersebut menimbulkan konflik karena fungsi arteri menuntut kelancaran pergerakan dan pengendalian akses, sementara aktivitas komersial membutuhkan ruang berhenti, parkir, bongkar muat, akses persil, pergerakan pejalan kaki, serta visibilitas usaha. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan penyelesaian konflik pada koridor jalan arteri perkotaan di kawasan komersial, dengan kasus studi Jalan Jenderal Sudirman Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi literatur dan normatif, analisis kinerja lalu lintas, observasi lapangan, analisis spasial, serta analisis kesenjangan. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan tahun 2026, sedangkan data sekunder kinerja lalu lintas menggunakan LHR Dinas Perhubungan Kota Bandung tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Jenderal Sudirman memiliki kapasitas 3.231 SMP/jam dengan VC Ratio rata-rata harian 0,80 atau LOS D. Kondisi paling kritis terjadi pada sore hari dengan VC Ratio 0,97 atau LOS E, sehingga ruas jalan sangat sensitif terhadap hambatan samping. Titik konflik utama berada pada Simpang Jamika dan Simpang Waringin. Konflik yang ditemukan terdiri atas konflik fungsional, konflik teritorial, dan konflik visual. Arahan penyelesaian konflik meliputi relokasi parkir on-street ke parkir offstreet atau parkir komunal, pengaturan bongkar muat, penyediaan akses bersama dan crossaccess, penataan trotoar 4 meter dengan zona plasa/transisi 0,75 meter, zona pejalan kaki 2,05 meter, dan zona perlengkapan/utilitas 1,20 meter, serta pengendalian signage dan reklame. Penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan koridor arteri-komersial tidak cukup dilakukan melalui rekayasa lalu lintas, tetapi memerlukan pendekatan rancang kota yang mengintegrasikan mobilitas, aktivitas komersial, ruang pejalan kaki, dan karakter visual koridor.

2026
👤 Penulis: Krisnaputra
🏷️ Kawasan Komersial 🏷️ Rantai Pasok Jalan 🏷️ Analisis Lalu Lintas
💬