📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenEVALUASI KINERJA INTEGRASI ANTARMODA DENGAN PENDEKATAN MULTI-CRITERIA DECISION ANALYSIS (STUDI KASUS: KAWASAN TOD DUKUH ATAS)
Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas mengintegrasikan lima moda transportasi publik (MRT, KRL, LRT Jabodebek, KA Bandara, dan BRT Transjakarta) melalui enam titik simpul transportasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja integrasi antarmoda berdasarkan lima dimensi, yaitu jaringan, fisik, temporal, tarif, dan informasi, serta merumuskan rekomendasi prioritas perbaikan. Pendekatan yang digunakan adalah Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), di mana bobot kriteria dan sub-kriteria dihitung menggunakan Eigenvector Method (EVM) dan Logarithmic Least Squares Method (LLSM) sebagai dua teknik pembobotan dalam AHP. Bobot dari 22 responden pada empat klaster (akademisi, regulator, operator, dan pengguna rutin) dikombinasikan dengan hasil penilaian kinerja pada 15 lintasan transfer untuk menghasilkan indeks kinerja integrasi setiap lintasan. Hasil penelitian menunjukkan Integrasi Temporal (bobot 0,284) sebagai kriteria dengan tingkat kepentingan tertinggi, diikuti Integrasi Jaringan (0,205), Tarif (0,186), Fisik (0,180), dan Informasi (0,144), dengan Waktu Tunggu, Pembayaran Terintegrasi, dan Jarak Transfer sebagai sub-kriteria dengan bobot tertinggi. Indeks kinerja integrasi rata-rata kawasan sebesar 0,771. Analisis sensitivitas menunjukkan model relatif stabil terhadap perubahan bobot, sementara analisis kesenjangan mengidentifikasi pembayaran terintegrasi, jarak transfer, waktu transfer, dan tarif integrasi sebagai prioritas perbaikan utama.
PRINSIP PERANCANGAN KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT LEUWIPANJANG KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN ECOLOGICAL URBANISM
Kota Bandung menghadapi tantangan urban sprawl dan kemacetan sehingga memunculkan urgensi transformasi menjadi compact city. Ini dapat dicapai salah satunya melalui pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD). Berdasarkan berbagai rencana tata ruang, rencana transportasi, analisis potensial kawasan TOD, serta potensi eksisting kawasan sekitar Terminal Penumpang Tipe A Leuwipanjang, kawasan ini dinilai cocok untuk dikembangkan menjadi kawasan TOD. Namun, kawasan ini masih memiliki beberapa persoalan ekologis. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prinsip perancangan kawasan TOD Leuwipanjang Kota Bandung dengan pendekatan ecological urbanism. Tujuan ini tercapai melalui perumusan prinsip normatif perancangan kawasan TOD dengan pendekatan ecological urbanism yang dikontekstualisasikan secara deskriptif-kualitatif dengan potensi dan persoalan eksisting pada wilayah studi. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 20 komponen yang perlu dirancang yang memenuhi minimal satu dari 8 kriteria perancangan kawasan TOD dengan pendekatan ecological urbanism. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi dalam merancang kawasan TOD Leuwipanjang Kota Bandung yang responsif terhadap isu lingkungan.