📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PERPUSTAKAAN DESAIN MULTISENSORI: PUSAT LITERASI DAN SOSIAL DI KAWASAN TRANSIT JAKARTA TIMUR

Perpustakaan inklusif berbasis desain multisensori yang terletak di Jakarta Timur berperan sebagai ruang literasi sekaligus ruang produktif belajar, bekerja, dan bersosialisasi. Topik ini mendukung Sustainable Development Goals 4: Quality Education dan Goals 10: Reduced Inequalities dengan mengurangi ketimpangan akses masyarakat terhadap ruang literasi publik non-komersial yang layak dan inklusif. Ruang belajar yang nyaman dan mudah diakses dapat meningkatkan minat literasi dan produktivitas dalam belajar maupun bekerja. Tingkat minat literasi yang tinggi juga harus didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana di lokasi yang strategis. Isu utama yang melatarbelakangi topik ini adalah terbatasnya fasilitas belajar dan bekerja dengan akses yang memadai serta minimnya ketersediaan perpustakaan umum, khususnya di Jakarta Timur. Kota tersebut hanya memiliki satu perpustakaan umum tingkat kota dengan lokasi jauh dari transportasi publik. Selain itu, perpustakaan yang ada di Jakarta Timur hanya dapat digunakan orang yang memiliki akses berupa perpustakaan kampus, perusahaan, maupun berbayar. Rancangan perpustakaan ini berlokasi 150 meter dari stasiun LRT Ciracas arah Cibubur yang merupakan titik transportasi penghubung antara Bekasi dengan Jakarta serta terhubung dengan pusat perbelanjaan dan tempat tinggal berupa LRT City Ciracas. Lokasi strategis ini memungkinkan perpustakaan berfungsi sebagai pendukung kebutuhan masyarakat akan ruang literasi. Perpustakaan umum yang terletak pada kawasan Transit Oriented Development (TOD) dapat dijangkau oleh tidak hanya pengguna kendaraan pribadi tetapi juga pejalan kaki, pengguna transportasi umum, dan masyarakat sekitar sehingga mampu menerima pengunjung dari berbagai kalangan termasuk difabel, anak-anak, dan lansia. Metode yang dilibatkan dalam proses perancangan merupakan studi literatur pada konsep perpustakaan yang inklusif di area transit berbasis multisensori. Selain itu dilakukan juga observasi lapangan dan analisis komparatif sebagai pendukung untuk perancangan dengan melihat kondisi nyata lapangan serta untuk membandingkan konsep yang serupa untuk diterapkan di tapak yang berbeda. Tujuan utama perancangan pada topik ini adalah menghasilkan rancangan perpustakaan dengan desain multisensori agar pengunjung tidak hanya melihat informasi baru tetapi juga dapat terlibat dan menciptakan hasil kreativitas sendiri dengan semua indera. Selain itu, ruang yang diciptakan dapat menimbulkan interaksi sosial yang merupakan bagian dari pembelajaran yang menarik. Perpustakaan inklusif tersebut dapat memperluas jangkauan akses literasi dan menjadi ruang publik yang merata bagi seluruh kalangan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.

2026
👤 Penulis: Danica Sekar Kirana
🏷️ Desain Multisensori 🏷️ Perpustakaan Inklusif 🏷️ Kawasan Transit Oriented Development (Tod)

IDENTIFIKASI POTENSI KAWASAN WISATA DI SEKITAR STASIUN KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG (KCJB) TEGALLUAR

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) merupakan salah satu proyek strategis nasional yang menarik perhatian publik karena menghadirkan inovasi transportasi modern pertama di Indonesia. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung Tahun 2016–2036, kawasan di sekitar Stasiun KCJB Tegalluar ini ditetapkan sebagai lokasi pengembangan jaringan kereta api dan fasilitas pendukungnya, termasuk pembangunan stasiun, depo, serta kawasan Transit Oriented Development (TOD). Arahan tata ruang ini memberikan indikasi kuat bahwa kawasan sekitar Stasiun Tegalluar memiliki potensi besar tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai kawasan dengan nilai ekonomi dan wisata yang tinggi. Namun, berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, hanya sekitar 30–40% penumpang KCJB yang memilih untuk turun di Stasiun Tegalluar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata di sekitar Stasiun Tegalluar untuk mendukung pemanfaatan kawasan yang direncanakan menjadi Kawasan TOD dengan sasaran mengidentifikasi sebaran titik wisata dan jaringan transportasi di dalam radius 5000 meter dari Stasiun KCJB Tegalluar, konsentrasi aktivitas wisata menggunakan metode analisis spasial, serta wilayah potensial pengembangan wisata di dalam radius 5000 meter dari Stasiun KCJB Tegalluar. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis spasial berbasis konsep hotspot dan coldspot dan menggunakan data berupa titik wisata, rating, dan jumlah ulasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi wisata di sekitar Stasiun KCJB Tegalluar dalam radius 5000 meter terbagi empat klasifikasi zona pengembangan dengan didominasi oleh zona pengembangan ekstensifikasi berada hampir di seluruh wilayah delineasi dengan mayoritas bagian tengah, timur, tenggara, dan selatan radius studi. Strategi pengembangan yang disarankan adalah fokus pada pengembangan zona prioritas dengan strategi penguatan fungsi wisata hingga pengembangan wisata baru yang terintegrasi dengan konsep TOD.

2025
👤 Penulis: Syifaa Belvania
🏷️ Transportasi Modern 🏷️ Kawasan Transit Oriented Development (Tod) 🏷️ Identifikasi Potensi Wisata
💬