📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PANDUAN PERANCANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DI RW 004 KELURAHAN KAMPUNG MELAYU, KECAMATAN JATINEGARA, KOTA JAKARTA TIMUR DENGAN KONSEP WATER SENSITIVE URBAN DESIGN (WSUD)

Kawasan permukiman di RW 004 Kelurahan Kampung Melayu merupakan salah satu wilayah di Jakarta Timur yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana banjir akibat kedekatannya dengan Sungai Ciliwung, tingginya kepadatan penduduk, serta terbatasnya ruang terbuka hijau. Kondisi tersebut diperparah oleh menurunnya daya resap tanah dan belum optimalnya sistem pengelolaan air perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan panduan perancangan kawasan permukiman berbasis konsep Water Sensitive Urban Design (WSUD) sebagai pendekatan adaptif dalam mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang didukung oleh observasi lapangan, survei persepsi dan preferensi masyarakat, studi literatur, serta metode benchmarking terhadap preseden penerapan WSUD. Analisis dilakukan melalui identifikasi kondisi eksisting, analisis persepsi dan preferensi masyarakat, serta gap analysis untuk membandingkan kondisi aktual dengan kondisi ideal berbasis prinsip WSUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan WSUD di kawasan studi dapat diarahkan melalui pengembangan komponen perancangan yang mencakup bangunan adaptif terhadap banjir, sistem jaringan jalan dengan perkerasan berpori, optimalisasi ruang terbuka hijau sebagai elemen resapan dan retensi, serta penguatan fungsi sempadan sungai sebagai koridor biru-hijau yang multifungsi. Selain itu, integrasi sistem drainase alami, pemanfaatan air hujan, serta peningkatan konektivitas jalur evakuasi menjadi aspek penting dalam mendukung ketahanan kawasan terhadap banjir. Penelitian ini menghasilkan panduan perancangan yang bersifat kontekstual dan aplikatif pada skala permukiman padat di kawasan rawan banjir perkotaan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan konsep perancangan berbasis siklus air serta menjadi referensi bagi perencanaan kawasan yang lebih berkelanjutan, resilien, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

2026
👤 Penulis: Ahmad Fawwaz Fahmi
🏷️ Kebijakan Perumahan 🏷️ Manajemen Air Perkotaan 🏷️ Hidrologi

TINJAUAN PENGEMBANGAN STRATEGI PENYEDIAAN HUNIAN PADA KAWASAN BERORIENTASI TRANSIT DUKUH ATAS

Dalam mengatasi keterbatasan hunian di tengah kota, konsep transit-oriented development (TOD) diperkenalkan untuk menciptakan komunitas yang dinamis dengan mengintegrasikan ruang hunian, komersial, dan rekreasi dalam radius berjalan kaki dari fasilitas transit (Calthorpe, 1993). Kawasan berorientasi transit (KBT) MRT Jakarta merupakan salah satu pengembangan TOD yang tengah berjalan di Indonesia, dengan terdiri dari 5 (lima) kawasan, salah satunya adalah KBT Dukuh Atas. KBT Dukuh Atas memiliki potensi penyediaan hunian terbanyak, sejumlah 13.200 unit atau 83% dari total potensi penyediaan hunian sepanjang koridor MRT Jakarta saat ini. Namun, harga lahan yang tinggi di kawasan pusat kota menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, melalui dokumen Panduan Rancang Kota KBT Dukuh Atas, PT MRT Jakarta memberikan beberapa opsi alternatif strategi penyediaan hunian. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi pengembangan strategi penyediaan hunian pada KBT Dukuh Atas, mengingat alternatif strategi yang umum perlu disesuaikan dengan konteks dan karakteristik pengembangan setiap kawasan yang berbeda antara satu dengan yang lain (Chava & Newman, 2016). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik hunian pada KBT Dukuh Atas, sedangkan data kualitatif digunakan untuk menilai alternatif strategi penyediaan hunian berdasarkan persepsi pemangku kepentingan terkait. Penilaian pemangku kepentingan dilakukan dengan pendekatan consult untuk memperoleh timbal balik mengenai kesesuaian strategi yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik hunian pada KBT Dukuh Atas secara harga rata-rata hanya terjangkau bagi rumah tangga kelas atas. Penilaian pemangku kepentingan terhadap delapan alternatif strategi yang ditawarkan menunjukkan bahwa strategi konsolidasi lahan dan pengembangan bergulir dianggap paling sesuai dengan karakteristik KBT Dukuh Atas, tetapi terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti tingginya harga lahan, spekulasi properti, dan resistensi pemilik lahan.”

2024
👤 Penulis: Achmad Lutfi Harjanto
🏷️ Kebijakan Perumahan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Pemangku Kepentingan
💬