📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PEMODELAN TUTUPAN LAHAN BERBASIS SKENARIO KEBIJAKAN SPASIAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP POTENSI LIMPASAN PERMUKAAN DI KOTA SEMARANG

Urbanisasi di Kota Semarang mendorong perubahan tutupan lahan yang meningkatkan potensi limpasan permukaan dan risiko banjir pluvial. Meskipun RTRW berperan mengarahkan perubahan tersebut, implikasi berbagai skenario kebijakan terhadap kondisi hidrologi wilayah belum banyak dievaluasi. Penelitian ini bertujuan memodelkan perubahan tutupan lahan berbasis skenario kebijakan serta mengevaluasi implikasinya terhadap potensi limpasan permukaan di Kota Semarang. Tiga skenario yang dianalisis meliputi Business-as-Usual (S1), RTRW Compliant (S2), dan Active Resilience (S3). Penelitian menggunakan data citra Landsat-8 dan Sentinel-2, data curah hujan CHIRPS, peta Hydrologic Soil Group (HSG), serta variabel pendorong perubahan tutupan lahan lainnya. Analisis dilakukan melalui klasifikasi tutupan lahan menggunakan algoritma Random Forest, pemodelan proyeksi menggunakan metode Cellular Automata–Markov (CA-Markov), serta estimasi limpasan permukaan menggunakan model InVEST Urban Flood Risk Mitigation (UFRM) berbasis metode Soil Conservation Service– Curve Number (SCS-CN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2015–2025 luas lahan terbangun meningkat sebesar 2.625,84 ha (7,11%), sedangkan vegetasi non-pertanian berkurang sebesar 3.281,70 ha (8,89%). Proyeksi tahun 2030 menunjukkan bahwa S1 menghasilkan ekspansi lahan terbangun terbesar, S2 mampu mengendalikan perkembangan kawasan sesuai arahan RTRW dengan mengurangi lahan terbangun sebesar 1.104,04 ha dibandingkan S1, sedangkan S3 menghasilkan tutupan vegetasi non-pertanian tertinggi sebesar 14.579,80 ha, meningkat 614,62 ha dibandingkan kondisi tahun 2025. Evaluasi hidrologi menunjukkan bahwa S3 menghasilkan volume limpasan permukaan terendah dengan penurunan sebesar 1,86% dibandingkan S1. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi kebijakan tata ruang dan peningkatan tutupan vegetasi lebih efektif dibandingkan pembatasan spasial semata, serta dapat menjadi masukan dalam evaluasi RTRW Kota Semarang menuju pembangunan yang lebih adaptif terhadap risiko hidrologi.

2026
👤 Penulis: Fahreza Nurkartika Hapsari
🏷️ Urbanisasi 🏷️ Analisis Potensi Limpasan Permukaan 🏷️ Kebijakan Tata Ruang

KAJIAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN LIMPASAN PERMUKAAN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEBIJAKAN TATA RUANG (STUDI KASUS: SUB DAS CIKERUH)

Perubahan tata guna lahan merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi keseimbangan hidrologis suatu Daerah Aliran Sungai. Dinamika perubahan guna lahan khususnya di wilayah perkotaan seringkali meningkatkan limpasan permukaan (run-off) dan memperbesar risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tata guna lahan di Sub DAS Cikeruh pada periode 2014 – 2024, menghitung dampaknya terhadap limpasan permukaan menggunakan metode Soil Conservation Service – Curve Number (SCS-CN), serta mengevaluasi implikasinya terhadap kebijakan tata ruang. Analisis dilakukan melalui pemrosesan citra penginderaan jauh, penghitungan nilai CN berdasarkan klasifikasi tutupan lahan, dan pengujian kesesuaian dengan kebijakan tata ruang yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan lahan signifikan dari lahan pertanian dan hutan menuju kawasan terbangun sehingga pada tahun 2024 proporsi lahan terbangun mencapai ±60% dari total wilayah. Perubahan tersebut meningkatkan nilai CN dari 78,40 (2014) menjadi 78,52 (2024) dan diproyeksikan naik hingga 80,06 berdasarkan skenario RTRW Provinsi Jawa Barat 2022 – 2042. Peningkatan CN menandakan penurunan kapasitas infiltrasi tanah dan kenaikan volume limpasan permukaan yang berimplikasi pada peningkatan risiko banjir. Evaluasi kebijakan menunjukkan adanya inkonsistensi antar dokumen tata ruang khususnya pada alokasi kawasan lindung yang dialihkan menjadi kawasan budidaya. Temuan ini menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan tata ruang lintas wilayah dan level pemerintahan untuk menjaga fungsi ekologi Sub DAS Cikeruh sekaligus mengurangi risiko hidrometeorologi.

2025
👤 Penulis: Ikhsan Rahmawan
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Kebijakan Tata Ruang
💬