📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenPERANCANGAN SOURCEBOOK ILUSTRASI KEBERAGAMAN MAKHLUK MITOLOGI JAWA BARAT UNTUK DEWASA MUDA USIA 18-25 TAHUN
Globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat memudahkan masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi produk budaya populer dari luar negeri, seperti media seni modern berupa film, komik, atau gim dengan unsur kebudayaan dan mitologi lokal dari masing-masing negara. Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang luas serta memiliki budaya non benda yang sangat beragam, salah satunya adalah cerita rakyat yang diturunkan antar generasi yang juga memuat berbagai makhluk mitologi di dalamnya. Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki makhluk mitologi yang beragam adalah Jawa Barat, dengan memuat sosok yang dikenal secara luas seperti Nyi Roro Kidul atau Maung Bodas. Makhluk mitologi memiliki potensi besar untuk memajukan industri kreatif Indonesia dengan mengadaptasinya ke dalam bentuk seni modern, terutama wilayah Jawa Barat yang dianggap strategis dalam mengembangkan ekosistem industri kreatif Indonesia dan memiliki makhluk mitologi yang khas. Maka dibutuhkan perancangan sourcebook yang dapat memuat informasi dan visualisasi makhluk mitologi yang berfungsi sebagai pengarsipan visual dan penyedia data bagi dewasa muda yang bekerja di industri kreatif Indonesia.
KAJIAN ESTETIK DAN IDENTITAS SULAM TUMPAR (SULAM) SUKU DAYAK BENUAQ
Tumpar (sulam) merupakan salah satu kerajinan khas suku Dayak Benuaq yang mencirikan kebudayaan lokal Kalimantan khususnya Kalimantan Timur. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, makna serta pakem dari motif yang ada pada tumpar mulai berganti. Penelitian ini mengkaji identitas budaya dalam perspektif estetika menggunakan teori Djelantik pada tumpar suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan memahami unsur-unsur estetik yang terkandung dalam motif tumpar serta identitas yang terkandung dalam tumpar, suku Dayak Benuaq. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam kepada perajin tumpar, serta pelaku budaya, dan dokumentasi artefak (tumpar). Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap motif pada tumpar tidak hanya mempresentasikan keindahan visual, tetapi juga menyimpan pesan tersendiri di setiap motifnya. Selain itu penampilan yang ada pada tumpar juga menjadi ciri dari keterampilan yang dimiliki perajin suku Dayak Benuaq. Dengan demikian, tumpar suku Dayak Benuaq tidak hanya menjadi produk yang memiliki nilai estetis saja, namun juga memiliki nilai identitas yang terkandung dalam setiap motifnya.
ADAPTASI VISUAL CERITA RAKYAT SUNDA SI KABAYAN PADA MOTIF TOILE DE JOUY SEBAGAI MEDIA STORY-TELLING
Penelitian ini mengadaptasikan cerita rakyat yang mulai ditinggalkan oleh generasi muda, karena nilainya sudah dianggap tidak sesuai dengan zaman modern. Kearifan lokal dan nilai budaya yang terkandung di dalam cerita rakyat suku Sunda seperti ‘Si Kabayan’ bukan hanya terletak di artefak lokal yang sudah tercipta saja, tetapi sebenarnya dapat juga diimplementasikan ke dalam gubahan baru yang mengikuti kebutuhan zaman. Kabayan adalah tokoh cerita rakyat yang fleksibel, bertransformasi ke dalam berbagai media cerita lain, tetapi belum ada di dalam media tekstil. Motif Toile de Jouy adalah motif yang berasal dari Prancis dan sama sama bersifat “fleksibel”, mengalami banyak perubahan oleh desainer-desainer semenjak abad-18 hingga abad-21, tetapi berhasil mempertahankan ciri khas dan karakteristiknya. Maka kesamaan di antara dua komponen tersebut, menciptakan peluang untuk dikolaborasikan. Penelitian ini juga terinspirasi dari fenomena banyak batik kolaborasi dengan ragam hias dan budaya Eropa sebagai simbol hubungan bilateral dan akulturasi, penelitian ini bertujuan untuk mengonversikan ilustrasi cerita rakyat Sunda ‘Si Kabayan’ menjadi ornamen pada motif ‘Toile de Jouy’ sebagai media story-telling.
INTEGRASI KEBUDAYAAN, TEKNOLOGI, DAN EKONOMI KREATIF: PUSAT KEBUDAYAAN NUSANTARA DI IKN
Di tengah maraknya globalisasi, salah satu aspek yang terdampak yaitu aspek budaya, terutama budaya lokal dari masing-masing daerah. Generasi muda yang merupakan pewaris dari kebudayaan ini justru menjadi lebih tertarik terhadap budaya asing yang dianggap lebih keren dan lebih modern. Apabila tidak dilakukan upaya untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap budaya lokal, kelak budaya-budaya ini pun akan menghilang dan hanya menjadi sejarah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan secara arsitektural yaitu dengan menyediakan fasilitas pembelajaran dan pelestarian kebudayaan seperti pusat kebudayaan. Proyek pusat kebudayaan ini terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dan dirancang dengan empat fungsi utama: fungsi seni dan budaya, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi sosial. Pusat kebudayaan ini pun dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti penyewaan pakaian tradisional, pameran digital yang interaktif, serta pemeran fisik untuk menyediakan pengalaman yang lebih imersif bagi para pengunjung. Melalui berbagai pengalaman dan aktivitas yang disediakan, diharapkan pengunjung dapat lebih memahami keberagaman budaya lokal di Indonesia sehingga budaya-budaya tersebut akan terpelihara. Tak hanya masyarakat dan wisatawan, pusat kebudayaan ini juga turut mewadahi komunitas-komunitas lokal untuk berkarya dan memperdagangkan hasil karya tersebut.