π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERANCANGAN BUKU INTERAKTIF JOURNALING 'NATA KATAβ BERBASIS PRINSIP COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY SEBAGAI MEDIA DALAM PENGELOLAAN KECEMASAN PADA DEWASA MUDA
Kecemasan merupakan pengalaman emosional yang umum dialami individu sebagai respons terhadap situasi yang dipersepsikan mengancam atau penuh ketidakpastian, khususnya pada kelompok dewasa muda usia 18β25 tahun yang berada pada fase transisi kehidupan dengan berbagai tuntutan akademik, karier, dan relasi sosial. Apabila tidak dikelola secara adaptif, kecemasan umum berpotensi mengganggu fungsi kognitif, emosional, serta aktivitas sehari-hari. Salah satu pendekatan psikologis yang relevan dalam pengelolaan kecemasan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yang menekankan keterkaitan antara pikiran, emosi, dan perilaku, serta dapat diterapkan dalam konteks non-klinis melalui aktivitas reflektif seperti journaling. Perancangan ini bertujuan menghasilkan buku interaktif journaling Nata Kataberbasis prinsip Cognitive Behavioral Therapy sebagai media pendukung non-klinis dalam pengelolaan kecemasan pada dewasa muda. Metode perancangan yang digunakan meliputi studi literatur mengenai kecemasan, CBT, dan journaling, wawancara dengan psikolog sebagai narasumber ahli, serta analisis produk journaling serupa. Landasan teori mencakup konsep kecemasan pada dewasa muda, prinsip CBT, serta journaling sebagai media refleksi diri yang bersifat preventif dan pendamping. Hasil analisis menunjukkan bahwa journaling dapat membantu ewasa muda mengenali pola pikir, emosi, dan respons perilaku melalui proses menulis reflektif, namun memerlukan struktur dan panduan agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, buku Nata Kata dirancang dengan pendekatan visual, struktur konten terarah, dan elemen interaktif yang aman, tidak menghakimi, serta relevan dengan karakteristik dewasa muda, sehingga diharapkan dapat mendukung proses refleksi diri dan pengelolaan kecemasan secara adaptif dalam kehidupan sehari-hari.
PENGEMBANGAN APLIKASI MONITOR KECEMASAN BERBASIS PENGENALAN POLA DENGAN INTEGRASI SENSOR PHOTOPLETHYSMOGRAPHY DAN GALVANIC SKIN RESPONSE
Kecemasan yang tidak terdeteksi dan tidak dikelola dengan baik berpotensi berkembang menjadi permasalahan kesehatan mental yang lebih serius. Oleh karena itu, monitoring kecemasan menjadi aspek penting dalam upaya deteksi dini dan mitigasi risiko gangguan mental. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kecemasan adalah melalui analisis sinyal fisiologis seperti Photoplethysmography (PPG) dan Galvanic Skin Response (GSR), yang mencerminkan respons sistem saraf otonom terhadap rangsangan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model klasifikasi kecemasan berbasis sinyal PPG dan GSR serta merancang aplikasi mobile untuk memantau kecemasan pengguna. Model klasifikasi terbaik yang diperoleh yaitu Support Vector Machine (SVM) memiliki akurasi sebesar 93%. Akan tetapi model masih belum mampu memprediksi data pengujian yang diakusisi menggunakan sensor GSR Grove dan sensor PPG Dfrobot SEN0203 sebab perbedaan distribusi data. Dilakukan pelatihan ulang model dengan data dari sensor tersebut dan diperoleh akurasi mencapai 82% pada tahap pelatihan namun mengalami penurunan pada tahap pengujian. Pengembangan lebih lanjut diperlukan guna meningkatkan akurasi model dengan meningkatkan jumlah dataset yang digunakan. Model klasifikasi diimplementasikan pada sebuah aplikasi mobile berbasis Android Studio dengan Kotlin dan Jetpack Compose yang memungkinkan pengguna untuk memantau tingkat kecemasan mereka secara real-time dengan memanfaatkan Bluetooth low energy untuk transmisi data dari sensor ke aplikasi. Aplikasi dilengkapi dengan visualisasi data hasil prediksi kecemasan, notifikasi ketika persentase durasi kecemasan pengguna berada pada kategori tinggi, serta fitur relaksasi sebagai intervensi kecemasan. Berdasarkan hasil pengujian fungsional, aplikasi telah memenuhi sebagian besar fungsi sesuai dengan apa yang dirancang. Sementara itu menurut hasil usability testing dan user experience testing, aplikasi mendapat nilai tertinggi untuk aspek kemudahan penggunaan dan navigasi dengan nilai sebesar 4.50, diikuti dengan efektivitas fitur relaksasi dengan nilai 4.41.