📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

PERANCANGAN KAMPUNG SUSUN BALADEWA: PEMBENTUKAN KARAKTER SOSIAL ANAK MELALUI PENDEKATAN DESAIN PARTISIPATIF

Eksistensi kampung kota merupakan salah satu karakteristik kota-kota besar di Indonesia. Kampung kota identik dengan karakter sosial yang begitu melekat dengan masyarakatnya. Struktur sosial yang kuat dan intensitas interaksi masyarakat yang tinggi mampu menciptakan ikatan dan rasa kepemilikan masyarakat terhadap kampung huniannya. Hal ini juga banyak tercermin melalui interaksi anak-anak di dalamnya yang menghidupkan suasana kampung. Namun, seiring laju urbanisasi, densitas penduduk kampung kota meningkat, memicu tumbuhnya permukiman informal yang abai terhadap ruang sosial. Kontradiksi antara ruang sosial dan tekanan urbanisasi tersebut pun juga terjadi di Kampung Baladewa yang berlokasi di RW 08, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Kawasan tersebut merupakan zona perumahan berkepadatan tinggi dengan demografi yang beragam, ditinggali oleh kelompok lanjut usia, kelompok usia produktif dengan mayoritas mata pencaharian sebagai buruh, pedagang, dan jasa konveksi, serta kelompok anak-anak dengan jumlah yang cukup tinggi. Terdapat banyak potensi terjadinya interaksi intergenerasi dari setiap kelompok tersebut. Namun, keterbatasan ruang sosial menghambat perwujudannya. Anak-anak pun hidup dalam keterbatasan akses ruang bermain dan berinteraksi, tempat mereka berkembang secara sosial dan emosional. Hal ini semakin mendorong masyarakat kampung kota kehilangan karakternya. Oleh karena itu, perancangan Kampung Susun Baladewa menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas hunian, baik dari aspek fisik maupun aspek sosial yang dilakukan dengan pendekatan arsitektur partisipatoris. Pendekatan ini melibatkan masyarakat melalui workshop arsitektur partisipatoris sebagai sarana menyampaikan aspirasi. Workshop ini utamanya ditujukan untuk anak-anak dalam merancang ruang publik untuk berinteraksi dan ruang bermain yang diharapkan mampu meningkatkan kehidupan sosial kampungnya. Anak-anak dipilih sebagai partisipan utama karena merupakan salah satu kelompok yang paling membutuhkan ruang inklusif serta masa perkembangannya banyak terpengaruhi atas kehadiran ruang sosial di kampungnya sehingga desain ramah anak menjadi salah satu pertimbangan utama. Hasil perancangan berupa transformasi kampung kota menjadi hunian vertikal dengan konsep tumbuh-kembang yang diwujudkan melalui desain learning space tematik, yakni kreativitas, alam, sosial, hingga motorik. Selain itu, konsep ini juga tercermin dari ruang ekonomi komunitas dan unit hunian yang adaptif. Perancangan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatoris pada anak dapat ditranslasikan dalam desain hunian vertikal yang menyediakan ruang sosial inklusif sebagai upaya penjagaan karakter sosial kampung kota, terutama anak-anak sebagai masyarakat masa depan.

2026
👤 Penulis: Asa Mutiara Bestari
🏷️ Desain Partisipatoris 🏷️ Kecerdasan Buatan (Learning Space Tematik) 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
💬