📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenEVALUASI KATALIS UNTUK SINTESIS BAHAN AKTIF WEWANGIAN ESTRAGOL YANG RAMAH LINGKUNGAN
Pembcntukan ikatan karbon-karbon mclalui reaksi Fricdcl-Crafls, khususnya dalam pcmbuatan scnyawa turunan bcnzcna fungsional scpcrti cstragol mcmiliki nilai tinggi di industri wewangian dan fannasi. Penelitian ini bertujuan untuk mcngkaji hasil rcaksi alilasi anisol dcngan alil asetat dalam sintesis estragol bcscrta cvaluasi katalis yang digunakan, yaitu katalis hcterogen dan homogcn. Katalis asam hcterogcn yang digunakan adalah Silica Sulfuric Acid (SSA) dan Ambcrlyst-16, scdangkan katalis asam homogen yang digunakan adalah asam sulfat, asam fosfat, dan asam trifluoroasetat. Rcaksi dengan katalis hcterogen dijalankan dalam sistcm tanpa pclarut pada suhu 100-120 °C dalam tabung Schlcnk, sedangkan rcaksi dcngan katalis homogcn dijalankan menggunakan sistem mikrorcaktor alir pada suhu 150-200 °C. Karaktcrisasi produk hasil reaksi dilakukan mcnggunakan spektroskopi NMR . Basil penclitian menunjukkan bahwa kedua katalis hetcrogen mampu memfasilitasi reaksi alilasi Friedel-Crafls dan mcnghasilkan estragol, berdasarkan terkonfmnasinya keberadaan sinyal-sinyal khas proton alilik yang tcrikat pada karbon aromatik pada daerah o'H 3,3-5,9 ppm di spektrum 'H-NMR, dcngan Amberlyst-16 menunjukkan aktivitas katalitik yang Jebih unggul dengan nilai konvcrsi 10,08% dibandingkan SSA dengan nilai konversi 4,86% pada suhu yang relatif lebih rendah . Sementara itu, penggunaan katalis homogcn asam sulfat dan asam fosfat pada mikroreaktor alir berhasil mengonversi anisol sccara optimal, tcrutama pada suhu 200 °C dan laju alir 0,3 mUmcnit, namun bukan menghasilkan cstragol sebagai produk utama. Pcnggunaan katalis hctcrogcn SSA dan Ambcrlyst-16 dalam sintesis cstragol mcnawarkan altematif prosedur sintcsis yang memiliki performa lebih baik, ramah lingkungan, dapat diregencrasi, serta lebih mudah dipisahkan dari produk dibandingkan dcngan katalis homogcn yang diuji.
SINTESIS STABILISATOR PANAS POLOVINIL KLORIDA DARI MINYAK BIJI KAPUK
Polivinil klorida (PVC) adalah salah satu polimer yang paling banyak digunakan di dunia. PVC digunakan secara luas di berbagai aplikasi industri, teknis dan sehari-hari termasuk penggunaan dalam aplikasi bangunan, transportasi, pengemasan, listrik/elektronik dan perawatan kesehatan. Namun PVC memiliki kelemahan yaitu terdegradasi karena panas. Jika degradasi tidak dicegah, PVC berubah menjadi poliena dan menjadi gelap serta rapuh sehingga tidak dapat dibentuk. Penyebab utama degradasi adalah keberadaan klorida alilik dalam PVC. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan penambahan aditif berupa stabiliser termal pada PVC. Stabilisator konvensional umumnya berbasis timbal, kalsium, atau seng, yang meskipun efektif, dapat menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, pengembangan alternatif stabilisator yang lebih ramah lingkungan sangat penting. Salah satu bahan potensial yang dapat digunakan adalah minyak biji kapuk. Minyak biji kapuk yang kaya akan asam lemak tak jenuh, diolah melalui proses kimia untuk menghasilkan senyawa dengan kemampuan menstabilkan PVC terhadap degradasi termal. Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis stabiliser campuran logam, menguji efektivitas stabiliser campuran logam (Ca/Zn) yang berbasis minyak biji kapuk dan Membandingkan efek stabilisasi stabiser termal campuran logam (Ca/Zn) yang dihasilkan dengan stabiliser termal campuran logam komersial. Uji efek stabilisasi yang dilakukan meliputi uji dinamik (roll mill) dan uji statik (congo red dan dehidroklorinasi). Hasil penelitian ini adalah kalsium dan seng karboksilat telah dibuat dari minyak biji kapuk. Pembentukan kedua karboksilat logam tersebut dikonfirmasi dengan spektrofotometri FTIR. Analisis TGA menunjukkan bahwa kalsium dan seng karboksilat yang dibuat praktis stabil pada suhu 200oC. Minyak biji kapuk berhasil disintesis, Ca-kapuk (berupa dihidrat): 6.2% Ca dan 87.3% asam lemak, Zn kapuk: 10.5% Zn dan 89.3% asam lemak. Stab Ca/Zn kapuk terbukti efektif menyetabilkan resin PVC, mampu mempertahankan warna PVC tidak coklat tua selama 30-55 menit dengan dosis 3-5 phr dalam uji roll mill pada 190oC dan bersaing dengan campuran kalsium/seng stearat yang biasa digunakan di industri.