📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenDESAIN KONFIGURASI MOORING UNTUK SISTEM BONGKAR MUAT CURAH CAIR MENGGUNAKAN SINGLE POINT MOORING (SPM) TIPE CALM BUOY
Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan mengevaluasi konfigurasi sistem mooring untuk fasilitas bongkar muat curah cair menggunakan Single Point Mooring (SPM) tipe Catenary Anchor Leg Mooring (CALM) Buoy yang terhubung dengan Floating Storage and Offloading (FSO). Pemodelan dan analisis dinamik dilakukan menggunakan perangkat lunak OrcaWave untuk memperoleh koefisien hidrodinamika kapal dan OrcaFlex untuk simulasi respon dinamik secara keseluruhan. Input pemodelan mencakup variasi pembebanan lingkungan berdasarkan dua kondisi, Design Operating Condition (DOC) dan Design Environmental Condition (DEC). Evaluasi struktur didasarkan pada tinjauan tegangan efektif pada mooring chain dan hawser, minimum bending radius pada underbuoy hose dan floating hose, serta gaya lateral pada jangkar. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi DOC dan DEC, tegangan maksimum pada mooring chain dan hawser masih berda di bawah batas tegangan izin. Bend radius yang terjadi pada sistem hose juga tidak melampaui batas minimum bending radius. Selain itu, berdasarkan gaya lateral maksimum pada titik jangkar, sistem ini direkomendasikan menggunakan jangkar tipe STEVPRIS MK5 dengan berat 8 MT. Secara keseluruhan, konfigurasi mooring yang dirancang telah memenuhi seluruh kriteria desain.
PENENTUAN KOREKSI KECEPATAN KAPAL PADA PENGUKURAN ARUS SECARA KINEMATIK MENGGUNAKAN C-NAV DGPS
Pengukuran arus secara kinematik saat ini hanya dapat dilakukan dengan baik dengan menggunakan sistem yang sudah difasilitasi bottom-tracking untuk mengukur arus relatif terhadap permukaan dasar laut. Alat pengukuran arus secara statik juga dapat digunakan untuk pengukuran arus secara kinematik dengan memperhitungkan kecepatan kapal (wahana tempat alat pengukur arus ditempatkan) sebagai faktor koreksi nilai arus yang didapatkan langsung dari alat untuk mendapatkan nilai arus absolut (relatif terhadap dasar permukaan laut). Untuk mendapatkan kecepatan kapal dibutuhkan data posisi yang memiliki tingkat akurasi dan presisi yang cukup secara real-time. C-Nav yang merupakan salah satu sistem Diferensial GPS digunakan untuk diuji keterandalannya dalam menentukan kecepatan kapal tersebut dibandingkan dengan Real-Time Kinematic (RTK) yang juga merupakan sistem penentuan posisi real-time dan memiliki tingkat akurasi yang lebih baik. Uji dilakukan dengan melihat nilai ketelitian dari posisi yang dihasilkan C-Nav dan membandingkan kecepatan kapal yang dihasilkan C-Nav terhadap RTK. Ternyata didapatkan bahwa C-Nav dapat digunakan untuk penentuan kecepatan kapal pada pengukuran arus secara kinematik dengan baik pada rentang kecepatan 0.80 sampai 1.68 m/s untuk arus yang memiliki nilai tidak lebih kecil dari 0.10 m/s.
ANALYSIS AND OPTIMIZATION OF PROPELLER APPLIED IN VESSEL MT RATU RENGGANIS
Desain propeller menentukan efisiensi propulsi, beban mesin, dan konsumsi bahan bakar kapal. Di banyak galangan domestik, termasuk PT Barokah Galangan Perkasa (BGP), pemilihan propeller sering didasarkan pada pengalaman, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara daya mesin dan kebutuhan propeller. Penelitian ini mengkaji kasus tersebut pada MT Ratu Rengganis, kapal tanker 8000 DWT milik PT Armada Samudra Global (ASG), melalui evaluasi ulang kinerja dan optimasi propeller tanpa mengganti mesin. Tahanan kapal dihitung dengan metode Holtrop dan Mennen, daya terpasang diestimasi sesuai panduan ITTC, dan kinerja propeller dianalisis menggunakan diagram Wageningen B-series B4-85. Tiga konfigurasi diuji: propeller diameter 2.15 m (gearbox ratio 6.00), propeller eksisting diameter 2.50 m (gearbox ratio 7.17), dan propeller optimal diameter 3.00 m (gearbox ratio 10.40), seluruhnya dengan pitch-diameter 0.901, expanded area ratio 0,75, dan jumlah daun propeller 4. Hasil menunjukkan propeller 2.15 m melebihi batas daya mesin, 2.50 m memiliki margin daya terbatas pada pengoperasian, sedangkan 3.00 m menurunkan daya terpasang dari 1.341 kW menjadi 1239 kW, meningkatkan efisiensi open-water dari 54% menjadi 60%, dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Dengan bahan bakar B35 (SFC 211 g/kWh, densitas 0.85 kg/L, harga IDR 21000/L), penghematan mencapai ±26 L/jam atau IDR 65,5 juta per pelayaran lima hari, setara lebih dari IDR 1,5 miliar per tahun. Optimasi propeller terbukti memberikan manfaat teknis dan ekonomis signifikan bagi perencanaan kinerja kapal.