πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

PENGEMBANGAN MODEL OPTIMISASI ALOKASI SUMBER DAYA UNIT KERJA AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS DAN MULTI-OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING

Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah institusi pendidikan yang telah berdiri lebih dari 100 tahun di Indonesia. ITB bergerak melalui arah pengembangan yang dituang pada Rencana Induk Pengembangan (RENIP) untuk jangka waktu 25 tahun ke depan, yang kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Strategis (Renstra) untuk periode 5 tahun, dan kemudian diterjemahkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Salah satu tantangan utama dalam penyusunan RKAT adalah menentukan alokasi anggaran yang diterima suatu unit kerja, yang digunakan oleh unit kerja tersebut untuk merealisasikan output kinerja. Keterbatasan anggaran yang ada menjadi isu yang mendorong problemowner (Direktorat Perencanaan ITB) untuk bisa membuat suatu sistem alokasi sumber daya yang bertujuan untuk memaksimalkan realisasi output secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematis yang dapat digunakan untuk menetapkan alokasi anggaran tahunan ITB guna memaksimalkan pencapaian output kinerja unit-unit kerja, khususnya Unit Kerja Akademik (UKA) yang menjalankan secara langsung kegiatan tridarma perguruan tinggi. Proses pengembangan model memanfaatkan model referensi untuk menyusun suatu metode yang mengintegrasikan realisasi output UKA dan batasan anggaran yang tersedia. Model dikembangkan dengan mengintegrasikan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk memperoleh skor inefisiensi (dua model DEA) dan Multi-Objective Linear Programming (MOLP) untuk realokasi sumber daya (empat model MOLP) dengan mengacu pada model referensi Korhonen & SyrjΓ€nen (2004). Dengan menggunakan model yang dikembangkan, dapat diidentifikasi unit-unit kerja yang sudah efisien dan yang belum efisien dalam memanfaatkan sumber daya yang diberikan. Dengan model yang dikembangkan dapat dilakukan percobaan untuk menentukan besaran penambahan atau pengurangan anggaran yang mempertimbangkan kapabilitas dan skala unit. Pada uji coba realokasi, persentase DMU yang mengalami pengurangan anggaran tercatat sebesar 27,10% (Model 1), 25,87% (Model 2), 36,41% (Model 3), dan 37,13% (Model 4); sedangkan pada realokasi berbasis tridharma, persentase DMU yang mengalami pengurangan anggaran adalah 28,47% (pendidikan), 44,38% (penelitian), dan 28,36% (pengabdian masyarakat). Secara keseluruhan, model dan algoritma yang dikembangkan mampu membentuk sistem optimisasi alokasi sumber daya yang mempertimbangkan kondisi total anggaran, batas bawah dan batas atas perubahan anggaran tiap unit, serta asumsi kebijakan yang ditetapkan problem-owner, sehingga dapat menjadi dasar alokasi yang lebih berbasis kinerja dan transparan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Billy Hadinata
🏷️ Data Envelopment Analysis (Dea) 🏷️ Multi-Objective Linear Programming (Molp) 🏷️ Kepemimpinan Akademik

MODEL RISIKO KEUANGAN NEGARA YANG BERASAL DARI PEMBIAYAAN RISIKO BENCANA

Sebagai perguruan tinggi negeri, Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki misi dalam menciptakan, berbagi, dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan kemanusiaan serta menghasilkan sumber daya insani yang unggul untuk menjadikan Indonesia dan dunia lebih baik. Salah satu penerapan dari misi tersebut adalah terciptanya suatu mata kuliah wajib yaitu Kerja Praktik. Laporan ini membahas kerja praktik mahasiswa Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB dalam riset "Penyusunan Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana." Kerja praktik ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan LPDP. Kerja Praktik ini didasari oleh kerja sama antara Kementerian Keuangan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sebagai lembaga yang bertugas untuk mengelola dana pendidikan nasional, LPDP memiliki suatu program berupa Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya saing bangsa melalui komersialisasi produk atau implementasi kebijakan/tata kelola atau publikasi. Pada Kerja Praktik ini, mahasiswa membantu dalam riset Penyusunan Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana yang bertujuan untuk mengelompokkan bangunanbangunan baik milik negara maupun daerah sesuai dengan taksonomi bangunannya. Pengelompokan ini dilakukan dalam rangka penyusunan risiko keuangan berdasarkan kerusakan bangunan milik daerah dan negara akibat bencana. Mahasiswa melakukan dua studi terpisah, yakni kerusakan bangunan akibat gempa di Sumedang dan penilaian kerugian bencana di Indonesia Timur. Kegiatan yang dilakukan mencakup pengumpulan data dan pembuatan database dengan metode survei cepat dan studi desktop. Pengelompokkan data dilakukan berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada setiap provinsi di Indonesia Timur. Dalam kegiatan survei Sumedang diperoleh hasil bahwa mayoritas tingkat kerusakan bangunan yaitu rusak ringan dan mayoritas jenis taksonominya yaitu MUR. Taksonomi yang berjenis MUR lebih rentan terhadap pergeseran, dalam hal ini yaitu gempa bumi. Hal tersebut dikarenakan tidak ada tulangan yang menopang bangunan ketika terjadi sedikit pergeseran. Sementara hasil survei menunjukkan bahwa secara umum taksonomi bangunan menguat, mengikuti kenaikan kelas IPM-nya. Pada data sekolah, scatterplot menunjukkan bahwa secara umum taksonomi bangunan menguat seiring dengan naiknya IPM. Sementara itu, data fasilitas kesehatan tidak menunjukkan trendline positif. Sebaliknya, trendline menurun atau negatif. Hasil kerja praktik ini diharapkan dapat membantu Kementerian Keuangan dalam mengelola risiko keuangan negara dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui beasiswa pendidikan tinggi.

2024
πŸ‘€ Penulis: Fadila As-Syifa Febriana
🏷️ Kepemimpinan Akademik 🏷️ Analisis Risiko Keuangan 🏷️ Pendidikan Tinggi

MODEL RISIKO KEUANGAN NEGARA YANG BERASAL DARI PEMBIAYAAN RISIKO BENCANA

Sebagai perguruan tinggi negeri, Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki misi dalam menciptakan, berbagi, dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan kemanusiaan serta menghasilkan sumber daya insani yang unggul untuk menjadikan Indonesia dan dunia lebih baik. Salah satu penerapan dari misi tersebut adalah terciptanya suatu mata kuliah wajib yaitu Kerja Praktik. Laporan ini membahas kerja praktik mahasiswa Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB dalam riset "Penyusunan Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana." Kerja praktik ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan LPDP. Kerja Praktik ini didasari oleh kerja sama antara Kementerian Keuangan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sebagai lembaga yang bertugas untuk mengelola dana pendidikan nasional, LPDP memiliki suatu program berupa Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya saing bangsa melalui komersialisasi produk atau implementasi kebijakan/tata kelola atau publikasi. Pada Kerja Praktik ini, mahasiswa membantu dalam riset Penyusunan Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana yang bertujuan untuk mengelompokkan bangunanbangunan baik milik negara maupun daerah sesuai dengan taksonomi bangunannya. Pengelompokan ini dilakukan dalam rangka penyusunan risiko keuangan berdasarkan kerusakan bangunan milik daerah dan negara akibat bencana. Mahasiswa melakukan dua studi terpisah, yakni kerusakan bangunan akibat gempa di Sumedang dan penilaian kerugian bencana di Indonesia Timur. Kegiatan yang dilakukan mencakup pengumpulan data dan pembuatan database dengan metode survei cepat dan studi desktop. Pengelompokkan data dilakukan berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada setiap provinsi di Indonesia Timur. Dalam kegiatan survei Sumedang diperoleh hasil bahwa mayoritas tingkat kerusakan bangunan yaitu rusak ringan dan mayoritas jenis taksonominya yaitu MUR. Taksonomi yang berjenis MUR lebih rentan terhadap pergeseran, dalam hal ini yaitu gempa bumi. Hal tersebut dikarenakan tidak ada tulangan yang menopang bangunan ketika terjadi sedikit pergeseran. Sementara hasil survei menunjukkan bahwa secara umum taksonomi bangunan menguat, mengikuti kenaikan kelas IPM-nya. Pada data sekolah, scatterplot menunjukkan bahwa secara umum taksonomi bangunan menguat seiring dengan naiknya IPM. Sementara itu, data fasilitas kesehatan tidak menunjukkan trendline positif. Sebaliknya, trendline menurun atau negatif. Hasil kerja praktik ini diharapkan dapat membantu Kementerian Keuangan dalam mengelola risiko keuangan negara dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui beasiswa pendidikan tinggi.

2024
πŸ‘€ Penulis: Aldi Firdiansyah
🏷️ Kepemimpinan Akademik 🏷️ Analisis Risiko Keuangan 🏷️ Pendidikan Tinggi
πŸ’¬