📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 13 dokumenPERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI CV SAHARA PRATAMA BERDASARKAN ALUR PROSES BISNIS
CV Sahara Pratama merupakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di industri konversi kertas yang berfokus pada proses pemotongan kertas dari gulungan besar menjadi gulungan kecil. Berdiri sejak tahun 2017, perusahaan mengalami peningkatan permintaan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan tersebut belum diimbangi dengan pengembangan pengelolaan internal perusahaan. Kondisi ini ditunjukkan oleh belum jelasnya pembagian tugas dan kewenangan, belum efektifnya pelaksanaan tanggung jawab antarbagian, serta belum terdokumentasinya proses bisnis perusahaan. Akibatnya perusahaan menghadapi permasalahan terkait beban kerja, koordinasi aktivitas, dan ketepatan waktu pengiriman. Oleh karena itu, diperlukan perancangan struktur organisasi berdasarkan alur proses bisnis. Perancangan struktur organisasi pada penelitian ini didasarkan pada teknologi organisasi berupa interdependensi antar proses bisnis. Hal ini diidentifikasi melalui pemetaan proses bisnis existing dan proses bisnis usulan berdasarkan standar acuan Process Classification Framework (PCF). Proses bisnis usulan kemudian divalidasi dan digunakan sebagai dasar identifikasi keterkaitan antar proses bisnis, departementalisasi, dan pemetaan tingkat tanggung jawab menggunakan matriks RASCI untuk menghasilkan rancangan struktur organisasi usulan perusahaan. Penelitian ini menghasilkan rancangan proses bisnis usulan yang mengintegrasikan proses bisnis existing dengan proses tambahan yang diperlukan untuk mendukung pengelolaan perusahaan. Proses bisnis yang diusulkan berfokus pada penguatan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan pelanggan yang meningkat melalui penyelarasan strategi perusahaan, perencanaan produksi, pengelolaan kualitas, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian ini menghasilkan struktur organisasi yang terdiri atas 6 departemen dan 13 fungsi jabatan dengan tiga tingkatan hierarki. Hasil perancangan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan dan koordinasi dalam perusahaan.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS: PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS TERHADAP TANTANGAN KRITIS PERUSAHAAN (STUDI KASUS PT PERTAMINA HULU ENERGI)
PT Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream Pertamina, menghadapi tantangan utama berupa penurunan produksi alamiah pada lapangan mature, risiko integritas aset, volatilitas harga komoditas, dan peningkatan biaya operasi. Kondisi tersebut menuntut Dewan Komisaris (BoC) untuk memusatkan perhatian pengawasan pada isu yang paling memengaruhi laba bersih setelah pajak (NPAT) dan pencapaian Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memprioritaskan tantangan bisnis PHE serta merancang sistem pengawasan BoC yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan sequential exploratory mixed-methods. Tahap kualitatif menggabungkan kajian dokumen perusahaan dan empat belas wawancara semi-terstruktur dengan anggota BoC, eksekutif, dan subject-matter experts. Tahap kuantitatif menggunakan Best-Worst Method (BWM) terhadap dua belas responden berdasarkan lima kriteria: Impact, Urgency, Probability, Detectability, dan Controllability. Penelitian mengidentifikasi lima belas tantangan bisnis dan tujuh kelemahan dalam proses pengawasan. Impact menjadi kriteria dengan bobot tertinggi. Seluruh tantangan kemudian dikelompokkan ke dalam tiga tingkat prioritas, yaitu empat tantangan Tier 1, tujuh Tier 2, dan empat Tier 3. Hasil penelitian diterjemahkan menjadi Tiered BoC Oversight System yang terdiri atas rencana kerja bertingkat, monitoring toolkit, escalation and contingency protocol, serta enabling conditions. Sistem ini diintegrasikan ke dalam arsitektur pengawasan PHE untuk mendukung proses pengawasan yang lebih terfokus, antisipatif, dan akuntabel.
PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN JOB DESCRIPTION PT ARGOS INOVASI INDONESIA BERDASARKAN PROSES BISNIS
PT Argos Inovasi Indonesia merupakan anak perusahaan Arkadia Works yang bergerak di sektor manufaktur furnitur. Perusahaan ini didirikan untuk memastikan kualitas furnitur yang konsisten, menekan biaya produksi, dan memperluas sumber pendapatan. Seiring pertumbuhan bisnis dan bertambahnya klien independen, muncul berbagai tantangan organisasi, seperti beban kerja tidak merata, tingginya turnover karyawan, serta keterlambatan penyelesaian proyek. Permasalahan ini diidentifikasi sebagai akibat dari ketiadaan struktur organisasi, job description, dan proses bisnis formal yang menjadi pedoman pelaksanaan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang struktur organisasi dan job description yang sesuai dengan proses bisnis PT Argos. Tahapan dilakukan dengan pemetaan proses bisnis existing untuk mengidentifikasi proses utama dan pendukung. Selanjutnya, dilakukan perancangan proses bisnis usulan berdasarkan standar APQC. Pemetaan proses bisnis PT Argos menghasilkan dokumen proses bisnis usulan yang digunakan sebagai dasar dalam merancang struktur organisasi dan job description yang lebih terarah. Pengelompokan fungsi dilakukan berdasarkan tingkat keterkaitan antaraktivitas dalam proses bisnis, dilanjutkan dengan analisis departementalisasi dan pemetaan Matriks RASCI untuk menentukan pembagian tanggung jawab setiap jabatan serta perancangan struktur organisasi yang sesuai. Hasil penelitian mengusulkan 26 proses tambahan sehingga total proses bisnis mencapai 122 proses. Struktur organisasi fungsional yang diusulkan terdiri atas 3 departemen inti dan 14 jabatan, masing-masing dilengkapi dengan job description. Usulan tersebut dirancang untuk mengatasi permasalahan operasional perusahaan dengan memperjelas alur kerja, rantai komando, serta tanggung jawab antarfungsi. Diharapkan, hasil rancangan ini dapat meningkatkan efektivitas tata kelola dan kesiapan perusahaan dalam menghadapi pertumbuhan dan kompleksitas usaha di masa depan.
STUDI KINERJA PERUSAHAAN: MUSIM JABATAN CEO, KEASINGAN CEO, DAN KEBERHASILAN PASAR INTERNASIONAL
Studi tentang dampak masa jabatan CEO terhadap kinerja perusahaan domestik telah banyak ditulis dalam literatur manajerial, namun, wawasan tentang bagaimana masa jabatan secara khusus memengaruhi kinerja perusahaan secara internasional belum dieksplorasi. Makalah ini menyajikan hasil studi empiris yang dilakukan untuk mengamati dampak masa jabatan CEO terhadap kinerja perusahaan di pasar internasional dengan mengamati penjualan internasional perusahaan. Selain itu, kami memperluas dimensi internasional lebih jauh dengan memeriksa apakah seorang CEO dengan asal yang berbeda dengan perusahaan (keasingan CEO) memoderasi hubungan ini. Dengan menggunakan kumpulan data panel yang terdiri dari 97 perusahaan global dan serangkaian masa jabatan CEO yang beragam, kami mengungkapkan bahwa: (1) masa jabatan CEO memiliki hubungan berbentuk U terbalik dengan kinerja penjualan internasional, yang mencapai puncaknya pada tahun ke-10 masa jabatan; dan (2) keasingan CEO tidak memoderasi hubungan ini dan tidak memiliki dampak yang signifikan. Temuan kami menegaskan pentingnya literatur tentang masa jabatan CEO dengan memperkenalkan wawasan baru untuk dinamika global kepemimpinan dan kinerja perusahaan.
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSANDALAM STRATEGI OPERASI DI PERUSAHAAN KASAKADENGAN MENGGUNAKAN METODE SMART
Kasaka sebagai perusahaan yang bergerak di industri furnitur kustom, ingin terus bertumbuh agar dapat terus meningkatkan pendapatannya. Namun di sisi lain, sumber daya operasi yang dimiliki dirasa belum mampu mendorong pertumbuhan tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan adanya Analisa untuk mendapatkan strategi-strategi alternatif di lingkup area operasi yang dapat membantu untuk merealisasikan tujuan Perusahaan. Sebagai perusahaan menengah yang sedang berkembang, pengambilan Keputusan yang cepat, akurat dan berdasarkan data menjadi sesuatu yang krusial untuk memastikan bisnis dapat bertahan, berkembang, dan bersaing di pasar. Penelitian ini memfokuskan pada area operasi produksi di Kasaka company. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, penulis mengumpulkan data dengan wawancara, observasi serta Analisa data laporan keuangan dan produksi. Analisa Strategi Operasi digunakan untuk menganalisis performa operasi di area produksi Perusahaan. Juga dilakukan analisis Porter five forces untuk mengetahui bagaimana posisi Perusahaan dalam lingkungan industri. Kemudian untuk mendapatkan area Keputusan di lingkup area operasi, dilakukan Analisa dengan menggunakan matrix strategi operasi. Setelah mendapatkan area Keputusan, maka penulis mengadakan FGD dengan pemimpin-pemimpin di Perusahaan Kasaka dan mendapatkan tiga alternatif Keputusan strategi yaitu Membangun workshop baru, Workshop Partnership dan Pembelian mesin baru. Untuk mendapatkan strategi terbaik, Ketiga alternatif tersebut kemudian dilakukan pembobotan dengan menggunakan metode SMART. Hasil dari pengunaan SMART diperoleh bahwa pembelian mesin baru mendapatkan nilai aggregate tertinggi yaitu 114, kemudian Membangun workshop baru 112 dan Workshop partnership dengan poin 106. Dengan pembelian mesin baru, area operasi produksi akan focus pada kecepatan dan kualitas barang. Dan bisa mendapatkan posisi pasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan para pesaing yang masih menggunakan metode tradisional.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DATA PRODUKSI TRAKTOR DEREK ELEKTRIK PT XYZ MENGGUNAKAN METODE SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE
PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi traktor derek elektrik. Dalam menjalankan proses bisnis ini, masih terdapat permasalahan terkait komunikasi dan dokumentasi. Untuk mengidentifikasi akar permasalahan tersebut, dilakukan wawancara yang kemudian dianalisis menggunakan fishbone diagram. Hasil analisis menunjukkan bahwa kendala ini berhubungan dengan pengelolaan informasi yang belum terintegrasi dalam proses produksi penanganan material. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi yang dapat membantu pendokumentasian dan komunikasi dalam proses produksi traktor derek elektrik. Pengembangan sistem informasi dilakukan secara internal untuk memastikan kustomisasi sesuai dengan kebutuhan pengguna dan menghindari ketergantungan pada vendor eksternal. Sistem informasi dirancang menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) yang meliputi tahapan inisiasi sistem, analisis sistem, desain sistem, dan implementasi sistem. Penelitian ini dilakukan hingga tahap desain sistem. Sistem informasi yang dirancang menggunakan Power Apps. Hasil rancangan sistem informasi dilakukan proses verifikasi dan validasi. Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian sistem informasi dengan kebutuhan sistem, sedangkan validasi dilakukan untuk memastikan sistem informasi telah memenuhi harapan pengguna. Dari proses verifikasi dan validasi, sistem informasi telah dirancang sesuai dengan kebutuhan sistem dan harapan pengguna.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN LAPORAN AKHIR SHIFT PADA PT MODULE INTRACS YASATAMA
PT Module Intracs Yasatama atau Intracs merupakan perusahaan swasta yang berperan dalam pembangunan dan pemeliharaan berbagai macam peralatan tol di Indonesia. Setiap teknisi Intracs diwajibkan untuk mencatat detail aktivitas yang dilakukan selama shift berlangsung dalam laporan akhir shift (LAS). LAS dikumpulkan dan direkapitulasi untuk pembuatan laporan ruas tol yang perlu dievaluasi oleh pihak manajemen. Namun, pihak manajemen mengeluh karena sering terjadinya perbedaan hasil perhitungan pada laporan ruas tol dengan catatan gudang. Selain itu, pihak manajemen juga menyayangkan bahwa banyak teknisi yang tidak lengkap mengisi LAS. Setelah dilakukan pencarian akar masalah dengan 5 whys, didapat akar masalah yaitu sistem yang dimiliki perusahaan masih cukup rumit untuk digunakan dan belum dapat mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan LAS. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang sistem informasi yang dapat mengelola LAS dengan baik dan mudah digunakan oleh para stakeholders. Perancangan sistem informasi dilakukan dengan menggunakan salah satu metodologi pengembangan sistem informasi, yaitu prototyping. Metodologi ini terdiri dari empat tahap umum yang terdapat pada metodologi pengembangan sistem informasi lainnya, yaitu tahap pendahuluan, tahap analisis kebutuhan sistem, tahap desain sistem, serta tahap analisis dan evaluasi rancangan sistem. Tahap analisis kebutuhan sistem dan desain sistem dilakukan secara iteratif hingga prototipe yang dibuat memenuhi seluruh ekspektasi dari para pengguna. Penelitian ini menghasilkan rancangan sistem informasi untuk proses pengelolaan LAS berupa proses bisnis usulan, logical design terkait proses dan struktur data, serta prototipe dalam bentuk user interface. Hasil rancangan sistem informasi diverifikasi dengan kebutuhan sistem dan divalidasi dengan objektif pengembangan sistem oleh pengguna. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi, dapat dikatakan bahwa hasil rancangan sistem informasi untuk pengelolaan LAS mempermudah proses pengelolaan LAS secara keseluruhan.
MEMFORMULASIKAN STRUKTUR ORGANISASI PADA PERUSAHAAN EPC (STUDI KASUS: PT. X)
PT. X merupakan perusahaan kontraktor swasta nasional yang bergerak di bidang mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) serta energi terbarukan di bidang engineering, pengadaan, dan konstruksi (EPC). PT. X mengandalkan aliran dana berdasarkan proyek yang masuk. Setiap tahunnya mereka harus memiliki beberapa proyek untuk mencapai target tersebut. PT. X mengalami kondisi dimana struktur organisasi terus menerus mengalami restrukturisasi. Terjadi perubahan struktural hampir setiap tahun. Hal ini terjadi akibat terbentuknya struktur di PT. X terjadi secara organik. Permasalahan yang dialami PT. X bertemu secara rutin dan mengamati bahwa jawaban terbaik belum teridentifikasi dengan melihat keadaan perusahaan dari perspektif proyek, yang memiliki dampak dinamis terhadap operasional bisnis. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mencari struktur organisasi yang sesuai pada PT. X. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kelebihan dan kekurangan perubahan struktur organisasi yang terjadi pada PT. X, mengevaluasi struktur organisasi yang digunakan, dan merumuskan struktur organisasi pada PT. X. Kriteria matriks analisis yaitu APKL dan matriks analisis USG faktor akan digunakan untuk mengetahui permasalahan atau faktor yang timbul pada permasalahan yang dialami. Selain itu, kondisi internal perusahaan akan diperiksa melalui analisis SWOT yang akan menghasilkan solusi yang diperlukan. Berdasarkan analisis APKL muncul permasalahan yang tervalidasi yaitu “Sering terjadi perubahan pada struktur organisasi secara keseluruhan”. Hasil analisis USG menemukan penyebab “Seringnya perubahan struktur organisasi secara keseluruhan” yaitu “Struktur belum mampu mengakomodasi tugas dan peran yang ada”. Analisis SWOT menunjukkan kuadran empat yaitu bagaimana meningkatkan pemenuhan target kinerja dengan membentuk struktur organisasi yang dapat mengakomodir tugas dan fungsi PT. X.
USULAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK (CV JFE)
Penelitian ini mengeksplorasi dunia produksi kopi yang beragam. Meskipun perubahan iklim merupakan ancaman yang signifikan, dengan meningkatnya suhu dan pola cuaca yang tidak dapat diprediksi yang berdampak pada tanaman, dan keberlanjutan juga menjadi isu global, ada juga peluang yang menarik. Penelitian ini mengkaji bagaimana perubahan ini dapat berdampak pada daerah penghasil kopi seperti Indonesia, dengan fokus khusus pada dampaknya terhadap produsen kopi terkemuka seperti JFE dan peran potensial dari teknologi pemasaran yang terus berkembang. Selain masalah iklim, JFE juga menghadapi persaingan. Namun, penelitian ini menyoroti kekuatan JFE yaitu kualitas biji kopinya yang luar biasa, inovasi dalam campuran dan metode penyeduhan baru, dan potensi ekspansi ke pilihan minuman siap saji. Strategi-strategi ini memposisikan JFE untuk menavigasi lanskap kompetitif. Era digital menghadirkan pengubah permainan. Platform seperti media sosial dan SEO sebagai pemasaran digital memungkinkan JFE untuk terhubung dengan audiens global penggemar kopi. Dengan menampilkan komitmen JFE terhadap kopi berkualitas tinggi, praktik berkelanjutan, dan dedikasi kepada petani, mereka dapat membangun kesadaran merek di seluruh dunia dan menumbuhkan basis pelanggan setia melalui komunikasi yang ditargetkan dan penawaran eksklusif. Kehadiran digital ini sangat penting bagi kesuksesan JFE dalam lanskap kopi yang terus berkembang.
PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI ADORABLE PROJECTS BERDASARKAN ALUR PROSES BISNIS
Adorable Projects merupakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal di industri mode, dengan produk unggulannya adalah sepatu, tas, dan aksesoris lainnya. Berdiri sejak tahun 2008, maraknya usaha mode lokal yang bermunculan membuat Adorable Projects memiliki tantangan untuk tetap bersaing di antara kompetitornya. Persaingan usaha yang ketat ini memerlukan penerapan langkah-langkah strategis oleh pihak manajemen perusahaan bagi kelangsungan usahanya. Adorable Projects saat ini dinilai belum memiliki manajemen yang baik, yang ditandai dengan adanya keluhan karyawan perusahaan terkait beban kerja yang tidak sesuai. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya struktur organisasi yang dapat mendefinisikan rantai komando dengan baik. Adorable Projects telah menerapkan proses bisnis perusahaan pada rutinitas operasional bisnisnya, sehingga dibutuhkan rancangan struktur organisasi yang didasarkan oleh alur proses bisnis perusahaan. Dalam merancang struktur organisasi, teknologi organisasi perlu diperhatikan. Teknologi organisasi yang ditinjau merupakan interdependensi antar proses. Hal ini diidentifikasi melalui pemetaan proses bisnis existing Adorable Projects dan perancangan proses bisnis usulan berdasarkan standar acuan. Setelah proses bisnis usulan relevan dengan perusahaan, dilakukan identifikasi keterkaitan antar proses bisnis, yang menjadi dasar penentuan departementalisasi. Selanjutnya, dilakukan pemetaan tingkat tanggung jawab untuk setiap fungsi. Tahapan-tahapan tersebut menghasilkan struktur organisasi usulan Adorable Projects. Penelitian yang dilakukan menghasilkan rancangan proses bisnis usulan yang meliputi proses bisnis yang bersifat strategis, yaitu pengelolaan perusahaan secara strategis, manajemen risiko perusahaan, dan pengelolaan kualitas perusahaan, serta proses bisnis yang bersifat teknis, yaitu peramalan jumlah permintaan produk, pengelolaan vendor, analisis data kepuasan produk, serta pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan. Penelitian ini juga menghasilkan struktur organisasi fungsional dengan 7 divisi dan 19 sub-divisi. Struktur organisasi yang dirancang memiliki tiga tingkatan hierarki, yaitu Direktur, pimpinan divisi, dan sub-divisi. Harapannya, struktur organisasi yang diusulkan dapat menyelesaikan permasalahan perusahaan dengan adanya chain of command yang terdefinisi dengan baik. Keputusan terkait penerapan hasil penelitian dimiliki sepenuhnya oleh Adorable Projects.
KARAKTERISTIK DEWAN DAN KINERJA ESG: STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA
Penelitian ini menguji dampak dari karakteristik dewan direksi dan komisaris terhadap kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) perusahaan-perusahaan publik di Indonesia. Penelitian ini menguji dampak komposisi dewan terhadap skor ESG dengan menganalisis perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam indeks KOMPAS100. Hal ini termasuk memeriksa variabel-variabel seperti jumlah direktur dan komisaris, keragaman gender, independensi, keberadaan anggota asing, dan keberadaan komite keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan data dari Sustainalytics, laporan keuangan, dan laporan keberlanjutan. Penelitian ini juga mempertimbangkan variabel kontrol seperti saham publik, laba atas aset, leverage, usia perusahaan, ukuran perusahaan, dan kepemilikan negara. Korelasi yang signifikan ditemukan antara karakteristik dewan, komite keberlanjutan, dan peringkat yang terkait dengan masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Perusahaan dengan dewan direksi yang lebih besar dan rasio dari dewan direksi perempuan dan direksi asing yang lebih tinggi menunjukkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) yang lebih rendah, sementara perusahaan dengan porsi anggota komisaris asing yang lebih tinggi menunjukkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) yang lebih tinggi. Komite keberlanjutan berperan dalam menurunkan kinerja ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan keberlanjutan bergantung pada penerapan sistem tata kelola yang terstruktur dengan baik dan pemanfaatan komposisi dewan yang beragam. Penelitian ini menerapkan model regresi untuk menganalisis dampak karakteristik dewan terhadap kinerja ESG. Disarankan agar para pembuat kebijakan membuat kebijakan yang mendorong pembentukan dewan yang beragam dan komite keberlanjutan. Para eksekutif perusahaan disarankan untuk secara strategis menyesuaikan komposisi dewan mereka agar sesuai dengan tujuan keberlanjutan, sehingga dapat meningkatkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) dan meningkatkan kinerja keuangan.
PENGEMBANGAN PELATIHAN UNTUK MENGHILANGKAN KESENJANGAN KOMPETENSI DI BAGIAN COMPONENT REBUILD (PT LC)
Pekerja merupakan faktor penting dan memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan tugas di sebuah perusahaan. Perusahaan memahami bahwa pekerja yang terampil dapat memberikan hasil yang sangat baik. Peningkatan kinerja pekerja mengarah pada peningkatan produktivitas dan hasil yang diinginkan, sehingga mempengaruhi kualitas produk. Kompetensi merupakan faktor kunci yang meningkatkan kinerja karyawan. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah adanya perbedaan kompetensi antara kebutuhan perusahaan dengan kompetensi tenaga kerja yang tersedia. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT Lignite Coal khususnya yang bekerja di Bagian Component Development dan objek dalam penelitian ini adalah variabel kompetensi kerja dan kinerja karyawan. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, focus group discussion dan wawancara serta pengelolaan data atau dokumen yang berkaitan dengan pelatihan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode analisis dengan proses kode terbuka. Dengan diperolehnya data terkait kesenjangan kompetensi yang terjadi di Bagian Component Rebuild, maka dapat dilakukan analisa untuk program pelatihan yang dikembangkan dari program pelatihan yang sudah ada agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan kerja dibagian perbaikan komponen sehingga tidak terjadi lagi kesenjangan kompetensi. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan kompetensi yang terjadi karena adanya perbedaan kemampuan beradaptasi, pengetahuan dan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing tenaga kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kompetensi karyawan yang dapat meningkatkan kinerja karyawan yang berdampak pada kualitas produk. Program pelatihan dengan materi yang tepat dan metode penyampaian yang tepat dengan beradaptasi pada teknologi terkini akan sangat membantu dalam menghilangkan kesenjangan kompetensi dan mengembangkan kompetensi karyawan sehingga karyawan mampu bekerja dengan baik dimana karyawan mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan mampu meningkatkan pengetahuannya yang pada akhirnya mampu menganalisa dan memberikan rekomendasi perbaikan yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja komponen yang mampu mencapai target umur pakai yang telah ditentukan.
USULAN STRATEGI UNTUK PENINGKATAN KESADARAN MEREK PT. LALUASA CIPTA ASIA
Tesis ini mengusulkan strategi peningkatan branding yang komprehensif untuk PT Laluasa Cipta Asia, terutama salah satu bisnis unitnya yang bernama Gizalab, dengan fokus pada evaluasi layanan desain UIUX mereka. Tujuan utama adalah untuk mengevaluasi proses layanan saat ini guna mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, memahami perilaku pelanggan, dan menganalisis lanskap persaingan. Melalui analisis ini, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi branding dan pemasaran yang efektif untuk meningkatkan persepsi merek dan memposisikan perusahaan sebagai pemimpin di pasar untuk meningkatkan keberlanjutan perusahaan (business sustainability). Metodologi penelitian melibatkan analisis internal dan eksternal. Analisis internal mencakup kerangka kerja VRIO (Value, Rarity, Imitability, Organization) untuk menilai sumber daya dan kemampuan perusahaan. Analisis eksternal menggunakan PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, Environmental) dan Porter’s Five Forces untuk memahami dinamika pasar dan lanskap kompetisi. Analisis ini mengkaji wawasan tentang faktor situasional dan kondisi sekitarnya yang mempengaruhi bisnis. Aspek utama dari strategi yang diusulkan adalah meningkatkan personal branding dari pemimpin perusahaan, khususnya CEO, yang visibilitas dan keterlibatannya dalam bisnis dan komunitas profesional dapat secara signifikan mempengaruhi persepsi merek. Strategi ini juga menekankan pentingnya optimasi SEO, pembuatan konten, dan kampanye pemasaran digital yang ditargetkan untuk meningkatkan kehadiran online dan keterlibatan pelanggan. Dengan memanfaatkan platform seperti LinkedIn, YouTube, dan Instagram, perusahaan bertujuan untuk mempublikasikan konten yang relevan dan menarik yang menyoroti keahlian mereka dan proyek-proyek yang berhasil. Pada akhirnya, studi ini bertujuan untuk menciptakan strategi branding dan pemasaran yang memanfaatkan kekuatan unik perusahaan dan mengatasi kelemahannya, memanfaatkan peluang pasar, dan mengurangi potensi ancaman. Dengan menjadi pilihan utama untuk layanan desain di Indonesia, PT Laluasa Cipta Asia dapat mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan peningkatan ekuitas merek.