📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5 dokumenSURVEI KEPUASAN DAN KEBUTUHAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI KLINIK BMG ITB
Pelayanan kefarmasian merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan yang berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman dan efektif serta meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan dan mengidentifikasi kebutuhan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik BMG ITB. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian adalah 95 pasien Klinik BMG ITB yang menerima pelayanan kefarmasian. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri atas dua bagian, yaitu kuesioner kepuasan berbasis model Service Quality (SERVQUAL) yang mencakup lima dimensi kualitas pelayanan (bukti terukur, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati), serta kuesioner kebutuhan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas konten dan bahasa, uji validitas konstruk menggunakan korelasi Spearman, serta uji ?±?ð ð?ð? ??±?ãã?? ÿ ???????? ®í?????!??í ????!? ?ð?ð?ÿ±?? ? ?ÿ?????±?¸ð? ÿ?ÿ ??±?ãã?? kan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA), sedangkan analisis kebutuhan konsumen dilakukan secara deskriptif berdasarkan distribusi nilai responden. Hasil penelitian menunjukkan nilai CSI sebesar 90,47% yang termasuk dalam kategori sangat puas. Meskipun demikian, hasil analisis IPA menunjukkan adanya beberapa atribut pelayanan pada dimensi keandalan yang berada pada kuadran prioritas perbaikan. Hasil analisis kebutuhan konsumen menunjukkan bahwa konsumen membutuhkan peningkatan pada aspek ketersediaan obat, kemudahan akses dan alur pelayanan kefarmasian, serta kejelasan penyampaian informasi obat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Klinik BMG ITB telah memberikan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, namun masih diperlukan perbaikan dan pengembangan pelayanan berdasarkan kebutuhan konsumen untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kefarmasian secara berkelanjutan.
PENGARUH DIMENSI KUALITAS PRODUK TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SKINCARE LOKAL DI INDONESIA
Di pasar skincare yang semakin ramai, konsumen Indonesia menjadi lebih sadar dan selektif terhadap produk yang mereka percaya dan gunakan. Survei pendahuluan mengungkap bahwa kualitas produk merupakan faktor terpenting yang memengaruhi keputusan pembelian mereka. Berdasarkan wawasan ini, studi utama mengeksplorasi dimensi-dimensi spesifik dari kualitas produk yang paling penting bagi konsumen. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dari 256 responden Gen Z dan Milenial yang telah menggunakan produk skincare lokal dikumpulkan dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasilnya menunjukkan bahwa kedelapan dimensi seperti performa, estetika, daya tahan, fitur, keandalan, kesesuaian, kemudahan layanan, dan kualitas yang dirasakan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap proses keputusan pembelian. Di antara semua dimensi tersebut, performa produk dan kualitas yang dirasakan muncul sebagai pendorong terkuat. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumen menginginkan lebih dari sekadar efektivitas; mereka mencari produk yang sesuai dengan ekspektasi, terasa andal, dan mencerminkan kualitas yang diperhitungkan. Bagi merek skincare lokal, memberikan hasil nyata dan membangun kepercayaan merupakan kunci untuk menciptakan loyalitas jangka panjang.
MENINGKATKAN KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN DI WALKING DRUMS ANCOL: PENDEKATAN STRATEGIS
Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen di Restoran dan Kafe Walking Drums Ancol di Jakarta, Indonesia. Dalam lanskap restoran Jakarta yang kompetitif, memahami preferensi konsumen dan mendorong loyalitas sangat penting untuk keberhasilan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan survei kuesioner dan Structural Equation Modeling (SEM) dengan Smart PLS untuk menganalisis hubungan antara dimensi kualitas layanan 7P Marketing Mix terhadap kepuasan konsumen, dan loyalitas. Hasil menunjukkan bahwa ketiga dimensi kualitas layanan secara signifikan dan positif mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen. Berdasarkan hasil ini, rekomendasi diberikan untuk Walking Drums Ancol, termasuk meningkatkan kehadiran online melalui aplikasi seluler, menerapkan program loyalitas yang kuat, memanfaatkan kemitraan strategis, dan mengatasi daya saing harga sambil mempertahankan standar kualitas. Strategi-strategi ini bertujuan untuk memperkuat keunggulan kompetitif restoran dan memupuk hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
ANALISA KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP JASA PARKIRAN UMUM KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN JENDERAL AHMAD YANI KOTA BANDUNG
Salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi oleh masyarakat di kota bandung dalam memenuhi kebutuhan terletak pada Jalan Jenderal Ahmad Yani yang berada di pusat kota Bandung, namun area parkir khususnya parkir on-street terdapat permasalahan pada fasilitas parkir yang digunakan, hal ini menyebabkan adanya kesenjangan mengenai kepuasan yang dirasakan oleh konsumen atau pengguna parkir. Oleh karena itu, tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen atau pengguna parkir dalam penerapan dimensi kualitas jasa pada perparkiran umum kendaraan bermotor, untuk mengetahui skala prioritas dari dimensi kualitas jasa pada perparkiran umum kendaraan bermotor, dan menyusun usulan perbaikan pada dimensi kualitas jasa terhadap kepuasan konsumen atau pengguna parkir kendaraan bermotor di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Dengan analisis menggunakan metode Customers Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis pada metode CSI diperoleh dengan nilai indeks kepuasan sebesar 87% dan metode IPA diperoleh dalam bentuk diagram kartesius dengan skala prioritas dari dimensi kualitas jasa yang dikategorikan dalam 4 kuadran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bahwa tingkat kepuasan pelayanan jasa parkir memiliki predikat “sangat puas” dengan nilai CSI sebesar 87% , dari hasil analisis IPA yaitu Kuadran I (Prioritas Utama) yang berisi pertanyaan “Kapasitas parkir, Ketersediaan rambu parkir dan Petugas parkir memberikan informasi”. Kuadran II (Pertahankan Prestasi) yang berisi pertanyaan “Kehadiran tukang parkir, Kejujuran petugas parkir terhadap tarif parkir, Kemahiran petugas parkir mengarahkan kendaraan, Tanggap petugas parkir menangani kendaraan yang akan diparkir, Keamanan yang diberikan petugas parkir terhadap kendaraan dan kelengkapannya”. Kuadran III (Prioritas Rendah) berisi pertanyaan “Respon petugas parkir terhadap keluhan, Layanan yang diberikan petugas parkir, Kemampuan komunikasi petugas parkir, Petugas parkir yang menerima saran dan kritik dari pengguna, Petugas parkir yang menerapkan salam, senyum dan sapa”. Serta Kuadran IV (Berlebihan) berisi pertanyaan “Atribut dan seragam juru parkir, Tugas dan fungsi petugas parkir”. Serta diberikan usulan pada kuadran III yaitu mengusulkan adanya pemisah antara tempat parkir kendaraan mobil dan motor agar memudahkan pengguna parkir dalam memarkirkan kendaraan, memasang rambu parkir dan larangan parkir pada setiap ruang parkir sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia pada BAB II mengenai Spesifikasi Teknis Rambu Lalu Lintas, serta meningkatkan keandalan petugas parkir dalam berkomunikasi dengan pengguna parkir dengan cara melakukan sosialisasi pada petugas parkir mengenai cara menangani pengguna parkir tentang berkomunikasi secara jelas dan memberikan informasi yang tepat agar pengguna parkir merasa aman, nyaman dan dapat dipercaya.
STRATEGI MARKETING MIX UNTUK MENINGKATKAN VOLUME B2C PADA NINJA XPRESS
Penelitian ini berfokus pada pengembangan dan analisis strategi marketing mix untuk meningkatkan segmen B2C (business-to-consumer) Ninja Xpress, penyedia layanan logistik dan pengiriman terkemuka di Indonesia. Studi ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Ninja Xpress dalam meningkatkan volume pengiriman harian dan mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran yang saat ini diterapkan. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, termasuk survei, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini mengkaji dampak dari 7P pemasaran (Produk, Harga, Tempat, Promosi, Orang, Bukti Fisik, dan Proses) terhadap sikap dan niat beli konsumen. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja customer behavior untuk memahami bagaimana individu membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia. Dengan menerapkan kerangka ini, penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana setiap elemen dari bauran pemasaran mempengaruhi sikap konsumen terhadap Ninja Xpress dan selanjutnya niat pembelian mereka. Temuan utama menunjukkan bahwa kualitas produk, strategi harga, aktivitas promosi, dan layanan pelanggan secara signifikan mempengaruhi kepuasan konsumen dan loyalitas merek. Melalui analisis SWOT yang mendalam, penelitian mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh Ninja Xpress di pasar logistik yang kompetitif. Studi ini juga mengajukan rekomendasi strategis berdasarkan analisis TOWS untuk meningkatkan upaya pemasaran perusahaan. Rekomendasi ini meliputi peningkatan kualitas layanan, penawaran harga yang kompetitif, perluasan kampanye promosi, dan optimalisasi proses operasional untuk memenuhi ekspektasi konsumen secara lebih efektif. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan komprehensif tentang dinamika pemasaran di industri logistik Indonesia, menawarkan rekomendasi praktis bagi Ninja Xpress untuk meningkatkan pangsa pasar di segmen B2C. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang strategi pemasaran di sektor logistik dan memberikan cetak biru bagi perusahaan lain yang menghadapi tantangan serupa di lanskap e-commerce yang berkembang pesat.