📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 10 dokumenEKSPLORASI KARAKTERISTIK VISUAL GLASIR TENMOKU DAN PENERAPANNYA PADA MATCHA BOWL
Tenmoku merupakan jenis glasir cokelat dan hitam khas Tiongkok dan Jepang yang menyimpan rekam jejak eksplorasi panjang sejak era Dinasti Song. Secara teknis, karakteristik unik Tenmoku tercipta akibat tingginya kandungan iron (iron saturated) yang memicu reaksi kimiawi selama proses pembakaran. Fenomena tersebut menghasilkan karakter visual yang sangat memikat, unik, dan kaya akan elemen spontanitas organik. Sifat iron oxide dan sensitifitasnya terhadap variabel pembakaran membuka ruang inovasi yang luas, serta memberikan peluang besar untuk menyingkap sekaligus memperluas spektrum kemungkinan visual baru melalui berbagai pendekatan. Melalui eksplorasi glasir dan rekayasa proses pembakaran oksidasi suhu tinggi di atas 1220°C, penelitian ini sukses memicu fenomena self-reduction pada red iron oxide. Eksplorasi base glaze dengan persentase material yang tepat berhasil mengendalikan viskositas dan fluiditas untuk menghasilkan efek visual seperti oil spot, hare’s fur, breaking to rusted, hingga lustre. Penambahan oksida warna pendamping juga memperkaya gradasi warna baru berupa biru dan hijau. Karakteristik visual yang unik ini diaplikasikan pada produk akhir berupa koleksi matcha bowl (chawan) yang memadukan bentuk Chinese style dan Japanese style, menghasilkan total 33 buah chawan yang terbagi ke dalam 7 visual yaitu, Amber Break, Golden Rusted, Tea Dust, Tiger’s Eye, Light, dan Cat’s Eye.
PERANCANGAN KERAMIK BIORESEPTIF SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PERTUMBUHAN LUMUT UNTUK ALTERNATIF DESAIN MOSS BAG DALAM BIOMONITORING PENCEMARAN UDARA
Material keramik secara historis dikenal memiliki sifat berpori, inert dan berdurabilitas tinggi yang banyak dimanfaatkan dalam sistem pengelolaan air dan praktik agrikultural. Namun, dalam praktik kontemporer, keramik lebih sering diposisikan sebagai media dekoratif, sehingga potensi materialnya untuk integrasi ekologis cenderung terabaikan. Di sisi lain, meningkatnya permasalahan pencemaran udara menuntut metode pemantauan lingkungan yang lebih partisipatif dan mudah untuk diakses. Lumut telah lama digunakan sebagai bioindikator pencemaran udara melalui media Moss Bag , meskipun bentuk konvensionalnya masih memiliki kekurangan secara estetis dan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perancangan keramik bioreseptif sebagai media pendukung pertumbuhan lumut serta sebagai alternatif desain Moss Bag dalam fungsi bioindikator pencemaran udara. Eksperimen formulasi material, pembentukan karya dan kultivasi lumut dalam penelitian ini menawarkan integrasi riset material keramik, bioreseptivitas, praktik biomonitoring serta kontribusi pada pengembangan desain keramik, biodesain dan seni ekologis.
STUDI PENGARUH VARIASI KETEBALAN PELAPISAN CR3C2– 20NICR DENGAN METODE HIGH VELOCITY OXYGEN FUEL TERHADAP NILAI KEKUATAN IKATAN DAN KEKERASAN
Penelitian ini membahas pengaruh variasi ketebalan pelapisan Cr?C?–20NiCr dengan metode High Velocity Oxygen Fuel (HVOF) terhadap kekuatan ikatan dan kekerasan lapisan pada substrat baja AISI 1030. Latar belakang penelitian didasari oleh kebutuhan PT Sulzer Indonesia akan data teknis terkait performa lapisan pada restorasi poros, khususnya ketika ketebalan pelapisan melebihi standar praktik optimal perusahaan sebesar 0,25 mm. Variasi ketebalan yang diuji adalah 0,1 mm, 0,25 mm, 0,5 mm, 0,75 mm, dan 1 mm. Proses pelapisan HVOF dilakukan di PT Sulzer Indonesia, sedangkan pengujian dan karakterisasi dilakukan di Laboratorium Teknik Material ITB. Karakterisasi awal meliputi pengujian kekerasan Rockwell dan komposisi kimia pada baja AISI 1030, serta analisis morfologi dan komposisi serbuk Cr?C?–20NiCr menggunakan SEM-EDS. Pengujian sifat mekanik mencakup uji kekuatan ikatan (ASTM C633) dan kekerasan mikro (ASTM E384), sedangkan karakterisasi lapisan dilakukan dengan mikroskop optik dan SEM-EDS. Hasil menunjukkan bahwa seluruh spesimen mengalami kegagalan pada perekat epoksi, sehingga nilai kekuatan ikatan yang diperoleh merepresentasikan batas minimum (>53,31 MPa) dan bukan kekuatan aktual lapisan. Nilai kekerasan tertinggi dicapai pada ketebalan 0,5 mm (919,88 HV), yang dikaitkan dengan distribusi partikel Cr?C? yang homogen (63,66%) dan porositas terendah (1,075%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketebalan 0,5 mm memberikan kombinasi optimal antara kekerasan tinggi, distribusi partikel merata, dan porositas rendah, serta memberikan data awal untuk evaluasi restorasi poros dengan ketebalan di atas standar industri.
HUBUNGAN NILAI CERCHAR ABRASIVITY INDEX (CAI) DENGAN PARAMETER FISIK DAN MEKANIK PADA BATUAN BEKU TERALTERASI
Cerchar Abrasivity Index (CAI) merupakan parameter penting dalam mengevaluasi tingkat abrasivitas batuan yang dapat berdampak langsung terhadap efisiensi operasional dan umur pakai peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai CAI dengan berbagai parameter fisik dan mekanik batuan berdasarkan sampel batuan dari daerah Cisadang. Pengujian dilakukan melalui Cerchar Abrasivity Test sesuai standar ISRM, dan analisis statistik meliputi korelasi Spearman serta regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik, saturasi memiliki korelasi negatif yang paling signifikan terhadap nilai CAI untuk sifat fisik batuan, sedangkan modulus Young memiliki korelasi positif paling signifikan untuk sifat mekanik batuan. Model prediktif terbaik diperoleh dari regresi antara CAI dan saturasi dengan nilai R² sebesar 0,368.
APLIKASI RAGAM HIAS RUMAH GADANG DALAM MIXED MATERIAL KACA PATRI DAN KERAMIK PADA PRODUK HOME DECOR KONTEMPORER
Penelitian ini menjelaskan aplikasi ragam hias Rumah Gadang dalam mixed material kaca patri dan keramik pada produk home decor kontemporer. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melestarikan budaya Minangkabau melalui pendekatan desain modern bergaya kontemporer. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan observasi lapangan untuk menentukan dan mengeksplorasi motif motif khas yang pada umumnya terukir pada tubuh Rumah Gadang. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan inovatif dalam menggabungkan seni tradisional dengan fungsi modern, sehingga menghasilkan karya bernilai estetis serta mengangkat budaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan seni kriya di Indonesia dan menyebarluaskan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat luas.
EKSPLORASI GLASIR ABU TULANG IKAN PADA TABLEWARE DENGAN MOTIF KAIN ULOS DALAM PENYAJIAN KULINER BATAK DI RESTORAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemanfaatan glasir keramik dengan abu tulang ikan sebagai salah satu bahannya dengan pendekatan penyajian keramik yang terinspirasi dari budaya suku Batak. Suku Batak memiliki tradisi dan kuliner yang kaya dan beragam, sehingga diperlukan penyajian yang estetis dan fungsional. Keberagaman kuliner ini tercermin dari variasi peralatan makan yang digunakan dalam penghidangan, baik dari segi ukuran maupun jenisnya. Alat makan ini menggunakan glasir yang mengandung bahan organik berupa limbah tulang ikan yang diolah menjadi abu lewat proses kalsinasi. Penggunaan abu tulang ikan sebagai bahan utama glasir tidak hanya memanfaatkan limbah organik yang sering terbuang, tetapi juga mendukung konsep keberlanjutan dalam kriya keramik. Dalam eksplorasi ini, glasir dikembangkan dengan komposisi 60% abu tulang ikan dan 10% oksida campuran yang menghasilkan efek lelehan dan distribusi warna yang unik. Selain itu, motif kain ulos Batak dihadirkan pada badan keramik melalui teknik relief negatif menggunakan stensil berbahan toyobo, memberikan dimensi estetika yang mendalam pada setiap peralatan makan. Hasil akhir glasir memberikan nilai estetika berupa efek leleh yang dramatis dengan kesan rustic dan sejalan dengan tema budaya Batak. Selain visual, glasir ini juga memenuhi fungsi praktis dalam penyajian kuliner, sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan bahan limbah yang ramah lingkungan.
UPACARA IMLEK VERSIKU”: REPRESENTASI FORMALITAS UPACARA IMLEK DALAM INSTALASI KERAMIK
Sebagai seorang Tionghoa Indonesia generasi ketiga dari keluarga Totok, penulis merasa terasing dari budaya Tionghoa. Penulis mencoba membongkar aspek alienasi ini dengan menelusuri kembali perayaan Imlek melalui wawancara dengan ibu penulis dan bertanya tentang benda-benda yang hanya muncul saat Imlek. Di sini, penulis mencoba mererpresentasikan imlek melalui karya keramik dan membangun konfigurasi tanda untuk menampilkan narasi imlek yang penulis mau. Penulis membuat kembali artefak imlek menggunakan medium keramik. Hal ini merupakan representasi tiga rangkaian kegiatan utama Imlek: penghormatan leluhur, makan-makan, dan pemberian angpao. Bentuk artefak yang penulis buat tidak dimaksudkan meniru sempurna, justru penulis memang ingin membuat objek versi penulis sendiri yang berbeda dari ideal. Imlek yang menurut penulis sekadar formalitas direpresentasikan dengan found object foto dan plastik yang menutupi meja. Foto menunjukkan suasana ideal versi penulis yang belum pernah dialami, sementara plastik menciptakan kekaburan antara angan dan kenyataan. Dua hal berbeda ini merupakan ketegangan realitas yang diinginkan dan ideal dari imlek menurut penulis. Semua hal ini digabungkan dalam bentuk karya instalasi yang berjudul “Upacara Imlek Versiku” Melalui karya ini, penulis menyadari bahwa selama ini penulis hanya menjalankan Imlek tanpa memaknai. Setelah membuat, penulis merasa sedikit mengetahui tentang upacara imlek walau tetap merasa jauh dengannya karena penulis tidak memiliki kapabilitas mengubah apa pun untuk sekarang. Penciptaan karya ini menjadi usaha untuk memahami kebingungan penulis dengan identitas penulis sebagai seorang Tionghoa.
DEKORASI INTERIOR KERAMIK DENGAN VISUAL ARCHETYPE SPIRIT CHARMER DARI YU-GI-OH! OCG
Yu-Gi-Oh! Trading Card Game adalah permainan kartu yang dibuat oleh komikus asal Jepang, Kazuki Takahashi, pada tahun 1996 dan telah berkembang menjadi salah satu permainan kartu terbesar di dunia. Perkembangan ini melahirkan banyak kebutuhan pada keberlangsungan permainannya, salah satunya adalah dengan bertambahnya aksesoris yang bisa digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan keunikan visual yang bisa didapat oleh unsur keramik pada aksesoris permainan kartu Yu-Gi-Oh! Trading Card Game dengan tema archetype monster yang ada di dalam permainan tersebut, yaitu Spirit Charmers. Dengan menggunakan metode stilasi, penelitian ini meminjam elemen-elemen visual yang terdapat pada monster-monster pada ilustrasi archetype Spirit Charmers dan mengaplikasikannya ke bentuk produk aksesoris berbahan keramik baik yang bersifat bisa dibawa ke dalam permainan, bersifat koleksi, maupun yang bersifat keduanya. Produk-produk aksesoris tersebut adalah sebagai berikut: deck box, aksesoris kalung, dadu, field center, mug, dan figure. Pemilihan jenis aksesoris tersebut sambil mengkonsiderasikan aturan yang terdapat pada permainannya, sehingga aksesoris bisa secara legal digunakan pada turnamen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan unsur keramik pada aksesoris permainan kartu Yu-Gi-Oh! TCG dengan tema Spirit Charmers dapat menghasilkan keunikan visual tersendiri. Dengan teknik glasir tertentu, aksesoris keramik yang dibuat dapat memperlihatkan visual tertentu dari masing-masing monster Spirit Charmers. Selain itu, penelitian ini memperlihatkan bahwa keramik bisa menjadi aksesoris permainan kartu Yu-Gi-Oh! TCG yang sinergis dengan kebutuhan pemain. Dengan demikian, penerapan tersebut diharapkan dapat membawa nilai unik yang menjadi daya saing di pasar. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk aksesoris permainan kartu lainnya dengan unsur keramik dengan tema archetype lainnya.
INVESTIGASI KEGAGALAN RETAK PADA CASING GARDAN KENDARAAN LISTRIK RODA TIGA DAN USULAN PERBAIKAN
Dalam mendukung komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai semakin gencar dilaksanakan. National Center for Sustainable Transportation Technology (NCSTT) di Institut Teknologi Bandung bertujuan menyediakan solusi sistem transportasi terintegrasi dan berkelanjutan. NCSTT telah mengembangkan e-trike sebagai moda transportasi pengiriman barang. Salah satu sistem mekanik pada e-trike adalah transaxle yang berfungsi meneruskan daya dari motor listrik menuju masing-masing roda dan memiliki peran penting dalam performa operasi. Pada penggunaannya, terjadi kegagalan berupa retak pada bagian casing gardan yang menghubungkannya dengan axle housing. Hal ini diduga terjadi akibat pembebanan berlebih pada casing gardan akibat penggantian jenis motor listrik. Serangkaian analisis dilakukan untuk menginvestigasi penyebab terjadinya kegagalan, yang meliputi fraktografi, pengujian mekanik dan komposisi kimia material casing gardan, analisis static, dan analisis fatigue. Penyebab terjadinya kegagalan yang diidentifikasi bersama dengan hasil analisis dinamika gerak longitudinal kendaraan akan dijadikan dasar dalam menyusun usulan perbaikan. Kegagalan retak pada casing gardan diprediksi bukan disebabkan oleh penambahan beban oleh penggantian motor melainkan kemungkinan adanya cacat akibat proses produksi atau kesalahan proses assembly. Casing gardan dengan desain yang sama tetap dapat digunakan dengan memastikan kesesuaian proses assembly. Rancangan awal gardan yang sesuai dengan kebutuhan operasi e-trike terkini telah dihasilkan dengan melakukan optimasi gear train dan konfigurasi transaxle.
PENERAPAN TEKNIK GLASIR CELADON PADA SERVEWARE SEBAGAI PEMAKNAAN TRADISI BAKCANG PERAYAAN PEH CUN
Celadon merupakan artefak keramik Cina dengan nilai prestise yang menjadi salah satu bukti perjalanan sejarah penciptaan keramik. Melalui penelitian ini teknik glasir celadon diterapkan pada produk keramik serveware sebagai bentuk pembaharuan studi literatur penciptaan keramik celadon di Indonesia. Keramik serveware dipilih berdasarkan hasil korelasi dari tradisi bangsa Cina yaitu tradisi tangible keramik celadon dan juga tradisi intangible dari budaya perayaan Peh Cun. Tradisi Peh Cun atau yang dikenal juga sebagai Dragon Boat Festival memiliki salah satu mata tradisi yang memiliki keunikan makna filosofis dan nilai akulturasi yaitu tradisi bakcang. Penyajian bakcang yang menjadi mandatori tradisi Peh Cun menjadi peluang eksplorasi bentuk peranti yang umumnya digunakan pada pelaksanaan tradisi tersebut. Inovasi berupa serveware yang digunakan untuk penyajian Bakcang perayaan Peh Cun menjadi medium dalam penerapan teknik glasir keramik celadon. Penelitian ini ditujukan sebagai sarana melestarikan dan mengenalkan tradisi bakcang perayaan Peh Cun melalui alur kebutuhan hidup era modern yaitu industri keramik peranti penyajian hidangan kelas menengah keatas. Dengan adanya inovasi ini, industri kuliner menengah ke atas akan semakin memiliki nilai yang bukan hanya dari kualitas makanan, namun juga peranti makanan tersebut yang memberi nilai pemaknaan tradisi di dalamnya.