📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

FATIGUE LIFE PREDICTION OF HIGH-SPEED TRAIN CARBODY USING FINITE ELEMENT METHOD FOR DIFFERENT SPEED AND RAIL CONDITIONS

Kereta Api Cepat (HSR) merupakan sistem transportasi darat yang penting karena kecepatan, skalabilitas, dan efisiensi. Rangkaian kereta modern seperti Kereta Api Cepat Merah Putih (KCMP) menggunakan alloy aluminium AL6061 T6 secara ekstensif untuk pengurangan berat. Namun, aluminium tidak memiliki batas ketahanan (endurance limit), sehingga rentan terhadap kegagalan kelelahan akibat beban berulang. Penelitian ini melakukan analisis umur kelelahan strucktur komprehensif pada bodi KCMP menggunakan Computational Aided Engineering (CAE). Metodologi ini mengintegrasikan simulasi Metode Elemen Hingga (FEM) pada ABAQUS dengan analisis daya tahan fe-safe, serta memasukkan respons dinamis dari data Multi-Body Dynamics (MBD). Teknik pemrosesan utama meliputi algoritma Rainflow-counting untuk ekstraksi siklus beban, relasi Goodman yang dimodifikasi untuk koreksi tegangan rata-rata, dan aturan Palmgren-Miner untuk perhitungan kerusakan kumulatif. Hasil studi parametrik mengidentifikasi konsentrasi tegangan kritis pada diskontinuitas geometris, khususnya di sekitar pintu dan jendela. Sudut bawah rangka pintu pada carbody ideal menunjukkan prediksi umur minimum 4,14 juta kilometer. Analisis desain KCMP menunjukkan 15 elemen kritis dengan puncak tegangan statis Mises 117,5 MPa pada antarmuka rangka bogie. Meskipun desain saat ini efisien dalam mengisolasi beban utama, analisis fatik komputasi berkelanjutan sangat penting untuk memastikan integritas struktural jangka panjang dan optimasi berat.

2026
👤 Penulis: Muhammad Faishal Fadhlurahman
🏷️ Kereta Api Cepat 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Metode Elemen Hingga

ANALISIS KELAIKTABRAKAN PERANGKAT PENYERAP ENERGI KERETA API CEPAT BERDASARKAN SNI 8826:2019

Kereta api cepat merupakan transportasi yang menawarkan kecepatan tinggi, dengan kecepatan minimal 200 km/jam, dan efisiensi yang baik, tetapi juga memiliki risiko kecelakaan yang tinggi, seperti tabrakan, tergelincir, dan terguling. Meskipun sudah dilengkapi sistem keselamatan aktif untuk mencegah terjadinya tabrakan, dalam beberapa kasus, masih saja terjadi tabrakan antar kereta api. Untuk meminimalkan dampak kecelakaan terhadap keselamatan penumpang, perangkat penyerap energi yang efektif sangat dibutuhkan sebagai salah satu komponen sistem keselamatan pasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa perangkat penyerap energi pada kereta api cepat berdasarkan SNI 8826:2019 yang merupakan standar keselamatan nasional untuk kendaraan rel di Indonesia. Sebagai bahan kajian, model perangkat penyerap energi dibuat mengacu pada paten US 11,021,176 B2 oleh Aiqin Tian dan disederhanakan agar sesuai dengan keterbatasan ruang di bagian depan kereta api cepat. Simulasi tabrakan dilakukan menggunakan perangkat lunak simulasi dinamik eksplisit dengan dua skenario utama, yaitu: tabrakan kereta api cepat dengan dinding kaku pada kecepatan 36 km/jam dan tabrakan dua kereta api cepat identik sesuai SNI 8826:2019. Pada skenario tabrakan dengan dinding kaku, perangkat penyerap energi menyerap energi sebesar 0,84 MJ dengan deformasi 810 mm dan perlambatan rata-rata sebesar 7,86 g. Sedangkan pada skenario tabrakan antar dua kereta identik, perangkat tersebut menyerap energi sebesar 0,47 MJ atau 22,17% dari potensi maksimal penyerapan energi impak, dengan deformasi 725 mm dan perlambatan rata-rata 3,49 g. Berdasarkan hasil simulasi dan analisis yang dilakukan, perangkat penyerap energi yang dikembangkan masih perlu ditingkatkan lebih lanjut untuk memenuhi persyaratan keselamatan yang tercantum dalam SNI 8826:2019.

2025
👤 Penulis: Muhammad Fatah Nugraha
🏷️ Kereta Api Cepat 🏷️ Sistem Keselamatan 🏷️ Perangkat Penyerap Energi

PENGARUH FLEKSIBILITAS BADAN KERETA TERHADAP RESPON GETARAN YANG TERJADI PADA KERETA API KECEPATAN TINGGI

Kereta api cepat merupakan salah satu teknologi kereta api yang masih dikembangkan hingga saat ini. Sesuai dengan namanya, kereta api cepat merupakan kereta api dengan kecepatan maksimum yang tinggi, yaitu di atas 200 km/h. Oleh sebab itu, kereta api cepat harus menggunakan material yang ringan dengan tujuan menghemat energi. Permasalahan yang timbul adalah material yang ringan umumnya memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi. Dengan begitu, pemodelan badan kereta sebagai benda yang kaku sempurna sudah tidak dapat digunakan lagi pada analisis dinamik kereta api cepat. Pada penelitian ini, penulis akan melakukan simulasi dinamik untuk mengetahui perbedaan respon getaran yang terjadi pada badan kereta kaku dan fleksibel sebagai akibat dari eksitasi ketidakrataan jalan rel. Pemodelan badan kereta fleksibel akan dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga pada perangkat lunak ANSYS Mechanical dan model tersebut akan diintegrasikan ke perangkat lunak sistem benda jamak, yaitu Universal Mechanism (UM) dengan aturan file yang sudah diubah terlebih dahulu sesuai dengan persyaratan yang diminta UM untuk melakukan simulasi dinamik. Hasil FFT menunjukkan bahwa badan kereta fleksibel memiliki puncak yang paling tinggi di sekitar frekuensi 10 Hz dan tidak dimiliki oleh badan kereta yang kaku, sehingga badan kereta fleksibel memiliki amplitudo getaran yang tinggi dengan bentuk modus getar vertical bending ketika dioperasikan.

2024
👤 Penulis: Nathan Pratama Soenarja
🏷️ Kereta Api Cepat 🏷️ Analisis Dinamik 🏷️ Fleksibilitas Badan Kereta
💬