📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 10 dokumenPERAN BRAND AWARENESS DALAM MEMEDIASI HUBUNGAN ANTARA STRATEGI SOCIAL MEDIA MARKETING DAN BRAND LOYALTY: STUDI PERBANDINGAN PADA MEREK KECANTIKAN LOKAL YANG BERHASIL DAN GAGAL DI INDONESIA
Studi ini akan mengeksplorasi peran kesadaran merek memediasi hubungan antara strategi pemasaran media sosial dan loyalitas merek dengan membandingkan merek kecantikan lokal yang sukses dan tidak sukses di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 100 konsumen Indonesia melalui survei online dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis regresi berganda, uji Sobel, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran media sosial berpengaruh positif terhadap kesadaran merek pada kedua kelompok merek, sementara kesadaran merek memiliki efek positif yang signifikan terhadap loyalitas merek dan berperan sebagai mediator dalam hubungan antara strategi SMM dan loyalitas merek. Analisis deskriptif lebih lanjut membuktikan bahwa merek yang sukses secara konsisten menunjukkan tingkat persepsi pemasaran media sosial, kesadaran merek, dan loyalitas merek yang lebih tinggi dibandingkan dengan merek yang gagal. Secara keseluruhan, studi ini menyoroti kesadaran merek sebagai faktor yang krusial dalam membangun loyalitas merek jangka panjang di industri kecantikan Indonesia.
PERAN GUERRILLA MARKETING, CITRA MEREK, DAN KESADARAN MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN: STUDI KASUS PADA LUXXE STUDIO
Luxxe Studio adalah merek fashion premium yang beroperasi terutama secara daring, berbasis di Indonesia, dan didirikan pada tahun 2019 dan berfokus pada pembuatan pakaian modern khusus untuk wanita muda berusia 18–35 tahun. Secara utama, Luxxe Studio menggunakan Instagram dan Shopee sebagai platform utama untuk melakukan aktivitas daring. Luxxe Studio telah menerima perhatian khusus di platform digitalnya dengan peningkatan jumlah pengikut Instagram yang meningkat dari 470.000 pada Januari 2025 menjadi 561.000 pada September 2025. Rata-rata, dalam pesanan bulanan, jumlahnya cenderung stabil sekitar 450 pembelian. Meskipun banyak konten memiliki jumlah tayangan dan berbagi yang tinggi, hal ini tidak sejalan dengan peningkatan dalam pembelian yang sebenarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemasaran gerilya, citra merek, dan kesadaran merek; strategi yang digunakan oleh Luxxe Studio dipersepsikan oleh pelanggan dan apakah hal tersebut memiliki peran penting di akhir perjalanan konsumen, yang menunjukkan keputusan untuk melakukan pembelian. Guerrilla marketing, yang didefinisikan sebagai pendekatan promosi berbiaya rendah namun sangat kreatif yang dirancang untuk menarik perhatian konsumen dan menghasilkan word-of-mouth yang kuat, dimasukkan sebagai salah satu variabel utama dalam penelitian ini. Penelitian ini mengkaji hubungan antara Pemasaran Gerilya dan keputusan pembelian serta menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mempertimbangkan peran Kesadaran Merek dan Citra Merek dalam mempengaruhi hubungan ini. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan kemudian dianalisis menggunakan metode statistik Partial Least Squares dari Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Dengan menggunakan analisis PLS-SEM, semua jalur struktural terbukti signifikan, yang merupakan petunjuk bahwa model konseptual yang diusulkan memiliki kekuatan yang baik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah: Membangun Citra Merek Mewah yang Kuat dan Kredibel yang Memenuhi Preferensi Konsumen Muda Perkotaan, Menciptakan Pengalaman Pembelian Mewah yang Jelas dan Menyenangkan yang Disesuaikan untuk Pembeli Digital-Native, serta Memanfaatkan Pemasaran Gerilya untuk Meningkatkan Kesadaran Merek dan Keinginan di Kalangan Dewasa Muda yang Berfokus pada Tren.
ANALISIS EFEKTIVITAS INSTAGRAM SEBAGAI ALAT PEMASARAN MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN NIAT BELI DENGAN KESADARAN MEREK SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA BISNIS RAMEN: DALAM KASUS PADA SEMANGKOEK
Di era digital, platform media sosial memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumen, khususnya di kalangan audiens muda. Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas pemasaran media sosial melalui Instagram dalam meningkatkan niat beli terhadap Semangkoek, merek ramen beku asal Bandung, dengan menggunakan kerangka teori Stimulus-Organism-Response (SOR). Metode kuantitatif digunakan dengan melibatkan 208 responden yang pernah mendengar atau mengetahui semangkoek, berdomisili di Bandung dan Jakarta serta aktif menggunakan Instagram. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS versi 4.1.1.4. Hasil menunjukkan bahwa pemasaran media sosial melalui Instagram berpengaruh signifikan terhadap kesadaran merek dan niat beli, sementara kesadaran merek juga memediasi sebagian hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa kesadaran merek memperkuat pengaruh pemasaran media sosial terhadap keputusan konsumen. Studi ini memberikan wawasan strategis bagi bisnis makanan dan minuman untuk mengoptimalkan konten media sosial guna meningkatkan visibilitas, engagement, dan penjualan.
PENELITIAN TENTANG PENGARUH KESADARAN MEREK DAN PERSEPSI NILAI TERHADAP NIAT BELI DALAM INDUSTRI MAINAN EDUKATIF DI INDONESIA
Industri mainan edukatif di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil, didorong oleh meningkatnya kesadaran orang tua tentang pentingnya perkembangan anak usia dini serta daya beli orang tua milenial yang semakin kuat. Namun, banyak bisnis tahap awal di sektor ini, seperti Eduture, masih menghadapi tantangan dalam mengonversi eksposur digital menjadi pembelian nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh kesadaran merek dan persepsi nilai terhadap niat beli, dengan tujuan akhir merancang strategi Go-To-Market (GTM) yang lebih efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner online kepada 204 orang tua di wilayah perkotaan Bandung dan Jabodetabek. Kesadaran merek diukur melalui brand recall, brand recognition, dan top-of-mind awareness, sedangkan persepsi nilai dinilai melalui dimensi kualitas produk, manfaat emosional, harga, persepsi sosial, nilai edukasi, dan aspek keamanan produk. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, serta didukung oleh pengujian asumsi klasik seperti normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran merek dan persepsi nilai sama-sama berpengaruh signifikan terhadap niat beli, dengan pengaruh persepsi nilai yang lebih dominan. Model ini mampu menjelaskan 43,7% variabel niat beli, yang menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut memiliki peran penting dalam mendorong niat pembelian mainan edukatif. Temuan ini menekankan pentingnya bagi brand mainan edukatif tahap awal untuk tidak hanya membangun visibilitas, tetapi juga menyampaikan proposisi nilai yang kuat dan relevan sesuai dengan harapan orang tua terkait kualitas, aspek edukasi, dan keamanan produk. Memperkuat faktor-faktor ini dapat membantu merek meningkatkan kepercayaan konsumen, memperbesar keterlibatan, dan mengoptimalkan konversi pasar.
USULAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL: PENINGKATAN KESADARAN MEREK UNTUK PROGRAM DESIGN THINKING DALAM KEBIJAKAN PUBLIK
Penelitian ini mengidentifikasi inisiatif Design Thinking for Public Policy (DTPP) dari The Local Enablers melalui kajian strategi pemasaran digital dalam memengaruhi niat pembelian melalui mediasi sikap terhadap pemasaran digital, kesadaran merek, dan citra merek. Program ini menghadapi tantangan dalam memperluas pasar dan mempertahankan keunggulan kompetitifnya di antara pasar targetnya, yang mencakup profesional kebijakan publik, akademisi, penggiat kebijakan publik dan inovasi, serta aparatur sipil negara (ASN). Penelitian ini memberikan gambaran mengenai dinamika pemasaran digital yang semakin berkembang di sektor pendidikan dan pelatihan profesional, di mana persepsi dan niat perilaku dipengaruhi oleh inisiatif pemasaran strategis seperti aktivitas pemasaran media sosial (SMMAs), email dan media sosial, serta electronic word-of-mouth (e-WOM). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja pasar DTPP, dengan penekanan khusus pada aspek-aspek yang terkait dengan kesadaran merek dan niat pembelian calon peserta. Penelitian ini menjelaskan mekanisme psikologis yang ada dalam psikologi konsumen yang kuat yang memotivasi konsumen untuk merespons rangsangan pemasaran digital dengan menggunakan paradigma Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan structural equation modeling (SEM) pada partial least squares (PLS) yang melibatkan survei terhadap 187 individu dari pasar target untuk program DTPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran merek, citra merek, dan sikap konsumen sangat dipengaruhi oleh inisiatif pemasaran digital, termasuk SMMAs, email marketing, dan eWOM. Faktor-faktor ini kemudian memberikan pengaruh positif terhadap niat pembelian. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi peluang bagi pendekatan pemasaran DTPP untuk ditingkatkan, khususnya dalam hal memperkuat citra merek melalui konten digital yang lebih konsisten dan terarah, menggunakan jaringan alumni untuk mengadvokasi perusahaan, sekaligus meningkatkan strategi lain untuk menjadikan produk lebih inklusif. Dengan menunjukkan efektivitas strategi digital yang terintegrasi dalam meningkatkan kesadaran merek dan mendorong perilaku konsumen dalam konteks pelatihan kebijakan publik, penelitian ini memberikan kontribusi pada bidang pemasaran digital di sektor pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya model psikologis seperti kerangka S-O-R dalam memahami proses pengambilan keputusan konsumen yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan inovasi strategi komunikasi dan pengembangan posisi program di pasar guna mencapai keberlanjutan jangka panjang dan mengoptimalkan strategi pemasaran digital.
MENINGKATKAN NIAT BELI MELALUI KETERLIBATAN DIGITAL DAN KESADARAN MEREK: STUDI PADA KONSUMEN ROTI KEMASAN DI PULAU JAWA
Industri roti di Indonesia terus mengalami pertumbuhan seiring perubahan gaya hidup modern dan kebutuhan masyarakat akan makanan praktis. Namun demikian, tantangan besar masih dihadapi oleh banyak merek roti dalam membangun brand awareness dan mempertahankan loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social media engagement dan sales promotion terhadap brand awareness, serta pengaruh brand awareness dan product attributes terhadap customer experience, yang pada akhirnya memengaruhi purchase intention konsumen terhadap produk roti Yamazaki MYROTI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS. Data dikumpulkan dari 200 responden di Pulau Jawa. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa social media engagement memberikan pengaruh positif terhadap brand awareness dengan nilai pengaruh sebesar 0,509, dan sales promotion juga menunjukkan pengaruh positif dengan nilai 0,434. Selanjutnya, brand awareness memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap customer experience dengan nilai pengaruh sebesar 0,938, sedangkan product attributes justru tidak berpengaruh signifikan dengan nilai -0,066. Terakhir, customer experience memberikan pengaruh paling dominan terhadap purchase intention, dengan nilai pengaruh sebesar 0,913. Temuan ini menekankan pentingnya memperkuat strategi komunikasi digital secara interaktif serta menyusun kampanye promosi yang menyeluruh guna membangun keterlibatan emosional konsumen dengan merek. Studi ini memberikan rekomendasi strategis bagi MYROTI untuk mengembangkan loyalitas konsumen dan memperkuat daya saingnya di industri roti yang kompetitif di Indonesia.
STARTEGI MARKETING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK (KASUS STUDI: VEGO)
Popularitas vegetarianisme dan pola makan berbasis nabati yang semakin meningkat di Indonesia memberikan peluang unik bagi VEGO untuk memasuki pasar yang sedang berkembang. Namun, merek ini menghadapi hambatan seperti rendahnya kesadaran merek dan penjualan yang tidak merata, yang membatasi jangkauan pasar dan potensi pertumbuhannya. Penelitian ini menganalisis teknik untuk meningkatkan kesadaran merek VEGO dan daya saingnya di industri makanan vegetarian. Penelitian ini mengadopsi pendekatan mixed-methods, menggabungkan data survei kuantitatif dari 206 responden dengan wawasan kualitatif dari wawancara mendalam. Analisis klaster mengungkapkan lima kelompok konsumen dengan preferensi unik, yang membawa VEGO untuk memilih Klaster 3: Pendukung Keberlanjutan sebagai target pasar utama mereka. Responden dalam klaster ini memprioritaskan kemasan ramah lingkungan, bahan alami, dan harga yang terjangkau, yang sejalan dengan prinsip dasar dan produk VEGO. Studi ini menggunakan metode pemasaran seperti kerangka kerja STP, analisis PESTEL, dan model Five Forces Porter untuk mengkaji dinamika pasar dan menciptakan strategi pemasaran yang disesuaikan. Temuan utama menyoroti pentingnya menggunakan platform digital seperti Instagram dan TikTok untuk promosi, melibatkan influencer yang peduli lingkungan, dan menerapkan teknologi modern untuk meningkatkan kualitas dan umur simpan produk. Strategi pemasaran yang diusulkan bertujuan untuk memperkuat posisi unik VEGO sebagai merek produk berbasis jamur yang berkelanjutan dan peduli kesehatan. Dengan memenuhi kebutuhan konsumen dan menyelaraskan strateginya dengan tren pasar yang berkembang, VEGO diharapkan dapat meningkatkan kesadaran merek, mendorong loyalitas pelanggan, dan mencapai kesuksesan jangka panjang di pasar makanan vegetarian yang kompetitif.
PENGEMBANGAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK DAN KINERJA PENJUALAN NOERA BEAUTY CARE
Saat ini, industri kecantikan dan perawatan kulit mengalami pertumbuhan yang pesat, didukung oleh maraknya penggunaan platform digital untuk promosi dan pemasaran produk. Perkembangan ini memberikan peluang bagi Noera Beauty Care, sebuah merek kecantikan lokal, untuk memperluas bisnisnya. Meskipun memiliki produk berkualitas tinggi dan loyalitas pelanggan yang baik, Noera Beauty Care menghadapi beberapa tantangan, termasuk kesadaran merek yang terbatas dan kinerja penjualan yang fluktuatif. Noera sering kali belum mencapai target penjualannya dan belum masuk dalam daftar tujuh besar merek kosmetik local yang paling banyak digunakan di Indonesia. Masalah ini diidentifikasi melalui data perusahaan dan penelitian awal yang dilakukan oleh penulis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi Noera Beauty Care, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi brand awareness dan niat beli, serta mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan brand awareness dan sales performance Noera. Analisis mencakup analisis eksternal yang dilakukan menggunakan analisis Porter Five Forces, PESTEL analysis, competitor analisis, dan analisis pelanggan. Sedangkan analisis internal menggunakan analisis Segmentasi, Targeting, Positioning, Marketing Mix 4P, analisis VRIO, dan value chain analysis. Teori-teori terkait yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pemasaran digital, pemasaran konten, pengaruh endorsement, keterlibatan merek, dan kesadaran merek. Pemasaran digital mencakup penggunaan media sosial dan teknologi untuk mempromosikan produk, sementara pemasaran konten berfokus pada pembuatan konten yang menarik dan bernilai bagi konsumen. Pengaruh endorsement membahas bagaimana figur publik dapat meningkatkan penerimaan dan popularitas merek. Keterlibatan merek menggambarkan proses interaksi emosional antara konsumen dan merek, sedangkan kesadaran merek mengukur sejauh mana konsumen dapat mengenali dan mengingat merek. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan CEO dan kepala departemen pemasaran Noera Beauty Care dan diambil dari catatan perusahaan dan sumber online lainnya. Data sekunder diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 200 pengguna aktif media sosial yang menggunakan sosial media sebagai tempat berbelanja atau sekedar memperoleh informasi mengenai suatu product. Hasil kuesioner dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan perangkat lunak Smart PLS. Penelitian ini menguji lima hipotesis: pemasaran digital, pemasaran konten, dan pengaruh endorsement memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap brand awareness, sementara brand engagement tidak. Brand awareness, pada gilirannya, memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat beli. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pemasaran digital yang kreatif dan inovatif, konten yang informatif, dan penggunaan influencer yang strategis secara signifikan meningkatkan brand awareness. Namun, brand engagement tidak ditemukan memiliki pengaruh signifikan terhadap brand awareness. Brand awareness memiliki pengaruh positif terhadap niat beli, yang menunjukkan bahwa pengenalan merek yang lebih tinggi menyebabkan peningkatan keinginan konsumen untuk membeli. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini mengusulkan beberapa strategi pemasaran untuk meningkatkan brand awareness dan kinerja penjualan Noera, termasuk inovasi produk melalui kolaborasi dengan influencer, sesi try-on live shopping, pembaruan situs web, investment in IT infrastructure and data analytics technology, dan membuat konten kreatif yg informative tentang produk Noera untuk menghindari persaingin dalam industry ini. Strategi-strategi ini bertujuan untuk mengatasi tantangan bisnis yang teridentifikasi dan memanfaatkan peluang pasar. Dengan demikian, Noera Beauty Care diharapkan dapat mengatasi hambatan saat ini, memanfaatkan peluang pasar, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ilmu pengetahuin di bidang pemasaran, khususnya dalam konteks strategi pemasaran digital dan pengelolaan merek di inudstri kecantikan. Penelitian ini juga diharapkan dapat membantu perusahaan kecantikan lainnya dalam mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan brand awareness dan kinerja penjualan mereka. Penelitian di masa depan sebaiknya fokus pada analisis faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan terhadap produk kecantikan, memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang strategi pemasaran yang efektif dan dampaknya terhadap persepsi serta kepuasan konsumen.
MENINGKATKAN KESADARAN MEREK MELALUI VISUAL BRANDING : STUDI KASUS PET&CO
Pertumbuhan pesat kepemilikan hewan peliharaan di Indonesia telah menyebabkan ekspansi signifikan dalam industri perawatan hewan peliharaan. Namun, pertumbuhan ini juga membawa risiko kejenuhan pasar, sehingga kesadaran merek menjadi faktor krusial untuk mempertahankan keunggulan kompetitif. Penelitian ini berfokus pada Pet&Co, sebuah perusahaan startup di pasar perawatan hewan peliharaan Indonesia, untuk mengeksplorasi bagaimana strategi branding visual dapat meningkatkan kesadaran merek. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan 12 peserta, termasuk 7 pelanggan Pet&Co, 2 ahli pemasaran, 2 ahli desain, dan 1 ahli industri hewan peliharaan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci dalam penerapan branding visual pada produk suplemen hewan peliharaan, dengan temuan yang menyoroti elemen seperti desain logo, skema warna, tipografi, ukuran, bentuk, dan gambar/ilustrasi sebagai faktor penting dalam membangun identitas merek yang kuat. Berdasarkan faktor-faktor kunci ini, penelitian ini juga mengeksplorasi strategi yang sesuai untuk Pet&Co dalam meningkatkan kesadaran merek, merekomendasikan pendekatan eksposur multi-platform. Pendekatan ini mencakup peluncuran kampanye media sosial komprehensif di Instagram, meningkatkan ketersediaan produk di platform e-commerce, bermitra dengan pet shop, klinik, atau influencer untuk meningkatkan visibilitas, memperluas pasar B2B, dan inovasi berkelanjutan dalam penawaran produk serta strategi pemasaran. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan kesadaran merek Pet&Co di pasar perawatan hewan peliharaan yang kompetitif.
MENGEMBANGKAN STRATEGI KESADARAN MEREK DAN KETERLIBATAN MELALUI INSTAGRAM: STUDI KASUS NALA BEAUTY
Industri kecantikan telah mengalami pergeseran signifikan menuju peron digital, didorong oleh pengakuan akan potensi besar pemasaran online. Merek-merek semakin memanfaatkan media sosial untuk menjangkau dan melibatkan konsumen secara global. Nala Beauty, sebuah merek yang mengkhususkan servis dalam lokakarya kecantikan, telah menggunakan Instagram sebagai peron utama untuk meningkatkan kesadaran merek dan keterlibatan, dengan tujuan menjadi pilihan utama konsumen. Dengan fokus pada Instagram, Nala Beauty bertujuan untuk menonjolkan keunikan lokakarya-nya dan memberikan nilai emosional dan fungsional kepada audiensnya. Strategi pemasaran merek ini dipandu oleh AIDAL (Awareness, Interest, Desire, Action, Loyalty) funnel, yang memastikan pendekatan terstruktur dalam membangun loyalitas pelanggan. Untuk menonjol dari pesaing dan menarik minat pasar, strategi media sosial Nala Beauty harus mempertimbangkan tren pasar, keselarasan dengan kebutuhan audiens, dan tujuan keseluruhan merek. Studi ini menggunakan metodologi pemecahan masalah, menilai faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi strategi pemasaran Instagram Nala Beauty. Dengan menerapkan analisis 5 Whys, penelitian ini mengungkapkan penyebab mendasar dari tantangan saat ini dan menawarkan solusi spesifik. Kesimpulan studi ini mengarah pada rekomendasi praktis untuk menciptakan strategi pemasaran Instagram yang lebih menarik dan efektif, yang menyoroti kebutuhan dukungan finansial untuk berhasil melaksanakan strategi tersebut.