📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenOPTIMALISASI SISTEM ANTREAN DENGAN TRIASE PSIKOLOGI DIGITAL UNTUK LAYANAN KONSELING MAHASISWA DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Kesehatan mental mahasiswa merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan akademik dan kualitas hidup selama studi. Di Institut Teknologi Bandung (ITB), tingginya permintaan layanan konseling psikologi tidak sebanding dengan ketersediaan psikolog sehingga waktu tunggu antrean konsultasi dapat mencapai lebih dari satu bulan. Sistem penjadwalan berbasis first come, first serve berisiko terlambatnya penanganan kasus mahasiswa dengan kondisi psikologis kritis. Penelitian ini merancang algoritma triase psikologi untuk mengoptimalkan proses penjadwalan konseling. Algoritma ini memanfaatkan hasil skrining oleh Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) pada tahap pra-konseling untuk menilai tingkat urgensi, memberikan skor prioritas (Intervensi Mandiri (Self-Help), Layanan Konseling Terjadwal (Reguler), Layanan Konseling Prioritas (Urgent), dan Keadaan Darurat Psikologis (Emergency)), dan mengarahkan mahasiswa ke layanan yang sesuai. Pengujian menggunakan confusion matrix dilakukan untuk mengukur tingkat kesesuaian hasil triase berbasis PHQ-9 terhadap penilaian psikolog ITB sebagai acuan. Pada desain awal, akurasinya mencapai 64% dan nilai F1 sebesar 75%. Setelah dilakukan penyempurnaan struktur decision tree dengan mengeksklusi kasus darurat, akurasi meningkat menjadi 84% (+20%) dan nilai F1 sebesar 88% (+13%), mengindikasikan bahwa algoritma mampu meniru pola penilaian psikolog secara lebih konsisten dan andal. Pengujian sistem menunjukkan kenaikan skor UEQ (-0.5 menjadi 0.72) dan SUS dari kategori Not Acceptable menjadi Marginal (+11.9 poin). Dari hasil perhitungan terhadap data layanan BK ITB, algoritma triase psikologis digital di Bimbingan Konseling ITB mampu mempercepat penanganan kasus berisiko tinggi (16,81% pengguna layanan konseling mendapatkan jadwal 1-3 hari sejak pendaftaran), serta mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas layanan konseling (30,17% dari total kapasitas layanan). Sehingga, implementasi triase digital psikologis dapat meningkatkan optimalisasi waktu tunggu layanan konseling psikologis untuk mahasiswa.
PERANCANGAN INTERIOR PUBLIC STUDENT CENTER UNTUK MAHASISWA DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC
Mahasiswa di Kota Bandung menghadapi tantangan tekanan akademik, finansial, dan sosial yang mempengaruhi kesehatan mental mereka, sehingga membutuhkan intervensi yang tepat. Sayangnya, lingkungan kampus seringkali tidak menyediakan fasilitas sosial yang kondusif untuk mendukung interaksi mereka. Pendekatan biophilic menjadi solusi desain yang efektif, membantu menciptakan ruang yang mendukung interaksi sosial sekaligus mengurangi stres. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang interior Public Student Center yang mendukung sosialisasi mahasiswa di Kota Bandung dengan mengintegrasikan unsur biophilic untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental. Data yang dijadikan analisis adalah berdasarkan studi literatur, survei pembanding, dan survei kuesioner dengan mahasiswa di Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif . Teori yang dijadikan landasan penelitian adalah teori desain biophilic dan teori public space. Fasilitas Public Student Center ini akan menyediakan sarana untuk memfasilitasi interaksi sosial antar mahasiswa dengan harapan dapat mengurangi tingkat stres dan mendukung kesehatan mental mereka.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI UNTUK PENGAWASAN KINERJA LAYANAN PENDAMPING SEBAYADIINSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Pentingnya kesejahteraan fisik, mental, dan sosial ditekankan dalam standar kesehatan dan koordinasi kesehatan masyarakat global yang telah dikembangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak tahun 1948. Menurut WHO, sehat adalah kondisi kesejahteraan mental, fisik, dan sosial yang utuh, bukan hanya ketiadaan penyakit atau disabilitas. Dalam masyarakat yang penuh tekanan saat ini, kesehatan mental sering kali terancam. Kesepian adalah masalah kesehatan mental yang umum, yang jika diabaikan, dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk stres berlebihan, depresi, masalah kesehatan fisik, dan penurunan kognitif. Selain itu, kesepian dapat menghambat pertumbuhan sosial dan emosional seseorang dengan menyebabkan rendahnya harga diri, isolasi sosial, dan tindakan berbahaya yang didorong oleh kebutuhan akan pengakuan. Untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB), Direktorat Kemahasiswaan ITB (Ditmawa ITB) menyediakan Layanan Konseling (BK ITB). Salah satu program penting di dalamnya adalah Pendamping Sebaya (PS ITB), yang bertujuan memberikan bantuan awal kepada mahasiswa yang menghadapi masalah emosional. Karena mahasiswa yang tergabung dalam PS ITB bukanlah tenaga medis profesional, peningkatan manajemen dan pengawasan dalam layanan ini diperlukan agar prosedur pendampingan lebih terstruktur dan mencegah pembebanan berlebih pada PS ITB. Keluhan umum termasuk koordinasi yang lambat antar anggota dalam merespons tugas dan pelaporan hasil interaksi yang kurang terarah. Tujuan dari tugas akhir ini adalah mengembangkan sebuah sistem informasi untuk manajemen dan pengawasan program layanan PS ITB. Tujuannya adalah menyediakan metode bagi PS ITB untuk input data ke dalam sistem informasi, memastikan data tersebut akurat, dan memberikan batasan akses data bagi BK ITB untuk membaca. Untuk meningkatkan pengawasan dan transparansi kegiatan PS ITB, tugas akhir ini juga berupaya menciptakan sistem informasi yang memungkinkan akses terbatas bagi BK ITB untuk membaca dan mengevaluasi kinerja PS ITB. ii Untuk menjamin bahwa kebutuhan dan preferensi pengguna terpenuhi, penelitian ini menggunakan desain yang terpusat pada pengguna sebagai metodologi perancangan, bekeja sama dengan pengguna untuk memastikan kebutuhan fungsionalnya terpenuhi. Wawancara mendalam dengan BK ITB dilakukan untuk mendukung pengujian secara fungsional dan kegunaan untuk mendapatkan umpan balik kualitatif tentang efektivitas sistem yang dikembangkan. Hasil implementasi aplikasi web bernama Peer Supervision App dapat disimpulkan bahwa sistem input data oleh PS ITB dirancang untuk memastikan kelengkapan informasi dan membatasi akses BK ITB hanya pada jadwal dan laporan pendampingan, tanpa dapat mengubah data dan melihat identitas asli dampingan. Admin PS ITB memiliki akses penuh ke antrian dampingan masuk, sementara BK ITB dapat memantau statistik kegiatan secara anonim. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini berfungsi dengan baik, layak digunakan, dan diterima oleh pengguna.