📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenPENGEMBANGAN KONSEP DESAIN SEPATU TRAIL RUNNING UNTUK PELARI DENGAN RIWAYAT ANKLE SPRAIN/INSTABILITAS PERGELANGAN KAKI BERDASARKAN PENDEKATAN BIOMEKANIK
Trail running merupakan salah satu cabang olahraga lari yang dilakukan pada lintasan alam terbuka dengan karakteristik medan yang tidak rata, berbatu, berlumpur, serta memiliki variasi elevasi yang tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini mengalami pertumbuhan popularitas yang signifikan di Indonesia maupun dunia seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang. Namun, karakteristik medan yang dinamis menyebabkan pelari menghadapi risiko cedera yang lebih tinggi dibandingkan lari di permukaan datar. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ankle sprain merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang paling sering dialami pelari trail dengan prevalensi mencapai sekitar 30% dari keseluruhan kasus cedera. Risiko tersebut semakin tinggi pada individu yang memiliki riwayat Chronic Ankle Instability (CAI), yaitu kondisi ketidakstabilan pergelangan kaki yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cedera berulang. Di sisi lain, perkembangan desain alas kaki trail running saat ini lebih banyak berfokus pada peningkatan performa melalui pengurangan bobot, peningkatan responsivitas bantalan, dan efisiensi energi, sehingga aspek pencegahan cedera belum menjadi fokus utama dalam proses pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep desain sepatu trail running yang mampu meningkatkan stabilitas pergelangan kaki dan membantu mengurangi risiko terjadinya maupun berulangnya ankle sprain pada pelari. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed-methods) yang mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tahapan penelitian meliputi studi literatur mengenai biomekanika cedera pergelangan kaki dan desain alas kaki olahraga, survei terhadap pelari trail di Indonesia untuk mengidentifikasi pengalaman cedera dan preferensi produk, serta wawancara mendalam dengan pelari trail, fisioterapis olahraga, dan praktisi industri alas kaki guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan pengguna dan peluang inovasi desain. Hasil analisis menunjukkan bahwa mekanisme cedera yang paling dominan terjadi akibat gerakan inversi berlebih ketika kaki kehilangan kestabilan pada permukaan yang tidak rata. Selain itu, ditemukan bahwa banyak pengguna menginginkan sepatu yang mampu memberikan rasa aman dan stabil tanpa mengorbankan kenyamanan, fleksibilitas, serta performa saat berlari. Berdasarkan sintesis temuan biomekanika, kebutuhan pengguna, dan kajian produk eksisting, penelitian ini menghasilkan konsep desain dengan pendekatan “lateral-stabilizing” yang mengintegrasikan geometri sol bertorsi rendah untuk menurunkan kecenderungan kaki terguling, penguatan sidewall dan outsole flare pada sisi lateral untuk meningkatkan resistansi terhadap gaya inversi, serta sistem penguncian zonal pada area tumit dan collar guna memaksimalkan kontrol pergerakan kaki di dalam sepatu. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan konsep alas kaki trail running yang secara khusus menempatkan pencegahan cedera sebagai dasar perancangan melalui integrasi strategi stabilisasi lateral dan pendekatan biomekanika pengguna. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian desain produk olahraga berbasis keselamatan pengguna serta menjadi referensi bagi industri alas kaki dalam mengembangkan produk yang lebih preventif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelari di lingkungan medan ekstrem.