📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

“EKSPRESI RAHWANA” DALAM DIRI MANUSIA SEBAGAI REFLEKSI KEKACAUAN DAN KETERATURAN

Kesenian tradisi kerap terikat dengan mitos, seperti narasi Ramayana yang dituangkan dalam pertunjukan wayang purwa. Rahwana sebagai tokoh antagonis dalam epos ini merupakan manifestasi dari kekacauan kosmos sebagai oposisi kosmik dari protagonisnya. Amarah, salah satu sifat dalam dasamuka Rahwana, dipilih secara spesifik untuk menggambarkan kekacauan secara ekspresif. Demi mengembalikan keseimbangan kosmos, konsep seni musik gamelan berupa laras diadaptasi ke bentuk seni rupa untuk merespon chaos dalam karya lukis. Seni tradisi wayang purwa menjadi penghubung paradoks kekacauan Rahwana dengan keselarasan gamelan. Metode pembuatan karya menggunakan pendekatan Ekspresionisme cat minyak dengan teknik pisau palet dan konsep laras gamelan dalam karawitan. Teknik grattage dari aliran Surealis, ditarik mundur oleh seniman ke idiom Ekspresionisme dalam menggunakan pisau palet sebagai metode pengolahan ekspresi atau emosi intens dari alam bawah sadarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengekspresikan tentang mitos Rahwana berdasarkan alam bawah sadar seniman sebagai refleksi yang disampaikan melalui media seni lukis. Selain itu, karya ini diharapkan dapat menghadirkan bentuk ekspresi dari kekacauan dan keteraturan secara bersamaan dalam karya lukis ekspresif. Adapun hasil capaian dari proyek akhir ini berupa karya seni lukis yang merefleksikan kekacauan dan keteraturan berdasarkan bentuk wajah Rahwana dari alam bawah sadar, sebagai wujud “ekspresi Rahwana” dari dalam diri manusia.

2026
👤 Penulis: Laelia Qodryafna Dewi
🏷️ Kesenian Tradisional 🏷️ Refleksi Kekacauan Dan Keteraturan 🏷️ Ekspresionisme Seni Lukis

VISUALISASI RAGAM HIAS CIREBON PADA DEKORASI DINDING BERBAHAN DASAR GERABAH

Sejarah dan kebudayaan merupakan komponen esensial dalam pembentukan identitas suatu bangsa, termasuk bangsa Indonesia yang memiliki warisan budaya lokal yang beragam, salah satunya kesenian Topeng Babakan Cirebon, Pada awalnya topeng babakan menampilkan 16 karakter topeng dalam pertunjukannya, namun eksistensi kesenian ini mengalami degradasi akibat minimnya regenerasi dan pendokumentasian terdahulu. Di sisi lain, tren coffee shop di Indonesia mulai meningkat khususnya pada kalangan anak muda. Hal ini membuka peluang baru untuk menyebarluaskan nilai budaya melalui pendekatan interior yaitu dekorasi dinding. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi visual 16 Topeng Babakan Cirebon ke dalam bentuk dekorasi dinding bergaya industrial pada interior coffee shop. Adapun metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif berupa studi dokumentasi pada jurnal yang membahas seputar topeng, dekorasi dinding, coffee shop, dan gaya industrial. Selain itu, dilakukan juga wawancara dengan beberapa narasumber yaitu praktisi topeng, konsultan desain interior, dan pegawai coffee shop bergaya industrial. Dengan memanfaatkan daya tarik visual dan fungsi estetika dekorasi dinding pada ruang interior coffeeshop, pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat khususnya generasi muda terhadap budaya tradisional, sekaligus mempertahankan eksistensi kesenian lokal dalam format yang relevan dengan zaman modern.

2025
👤 Penulis: Margo Gracia Malikidini
🏷️ Kesenian Tradisional 🏷️ Desain Interior Coffee Shop 🏷️ Pengembangan Budaya

KAJIAN PENGEMBANGAN ANGKLUNG TOEL DALAM UPAYA PELESTARIAN KESENIAN ANGKLUNG

Angklung merupakan sebuah bentuk kesenian tradisional yang bersifat komunal dan memiliki hubungan yang kuat dengan masyarakat. Seiring perkembangan zaman, angklung telah bertransformasi dari sebuah bentuk upacara ritual, media pendidikan, hingga menjadi sebuah bentuk seni pertunjukan yang telah menjadi salah satu identitas budaya Indonesia dan salah satu warisan budaya tak benda yang diakui oleh UNESCO. Dalam mempertahankan relevansinya, angklung secara alat musik telah melalui banyak pengembangan. Beberapa di antaranya telah memberi pengaruh baik terhadap pola interaksinya dengan pemainnya, dan juga membantu perkembangan kesenian angklung itu sendiri. Salah satu contohnya adalah Angklung Toel, yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Sebagai pengembangan dari artefak kebudayaan, Angklung Toel telah memunculkan pro dan kontra. Di satu sisi, aspek nilai, makna, dan filosofi pada kesenian angklung perlu dipertahankan. Tetapi di sisi lain, angklung juga memerlukan adanya pengembangan yang membuatnya tetap relevan terhadap perkembangan zaman. Maka dari itu, penelitian ini memetakan lingkup sosio-kultural berupa beberapa aspek pertimbangan yang mempengaruhi, serta dipengaruhi oleh pengembangan Angklung Toel. Dengan demikian, luaran dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pengembangan alat musik tradisional di masa depan.

2024
👤 Penulis: Roly Salley Anwary Sumadi
🏷️ Kesenian Tradisional 🏷️ Pengembangan Alat Musik 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Budaya

VISUALISASI KARAKTER TOPENG PADA TARI TOPENG CIREBON DENGAN TEKNIK NEEDLEWORK MELALUI ANALISIS BAHASA RUPA ANAK

Visualisasi terhadap suatu objek tertentu, pada kasus ini adalah karakter berdasarkan topeng pada kesenian Tari Topeng Cirebon, merupakan suatu hal yang majemuk. Hasil visualisasi yang terwujud merupakan rangkaian interpretasi yang memiliki hasil berbeda pada tiap individu. Interpretasi anak-anak mengenai suatu kesenian, memiliki keunikan tersendiri terutama karena perbedaan sudut pandang dengan pencipta asli kesenian yang adalah orang dewasa. Memahami interpretasi anak dengan golongan usia 7-9 tahun yang merupakan masa peralihan dipahami dengan metode bahasa rupa anak. Karakteristik serta bagaimana anak-anak menceritakan kembali topeng-topeng tersebut dapat dianalisis melalui kajian bahasa rupa anak. Pendekatan ini dilakukan untuk dapat memahami bagaimana anak-anak dengan golongan usia tersebut menginterpretasikan makna simbolik yang dipahami secara sederhana. Bahasa rupa anak digunakan sebagai sebuah metode analisis yang menjelaskan lapisan-lapisan yang terbentuk di masyarakat mengenai interpretasi kesenian yang terus berkembang dari masa ke masa. Melalui penelitian ini, penciptaan karya menempatkan seniman kedalam posisi antara kedua lapisan interpretasi kesenian tersebut yang memosisikan gaya berbahasa rupa anak dengan penggabungan teknik ‘kebebasan’ berbasis media tektsil.

2024
👤 Penulis: Mahogany Ramla Lubis
🏷️ Kesenian Tradisional 🏷️ Analisis Bahasa Rupa Anak 🏷️ Persepsi Anak Terhadap Kesenian
💬