📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenAPAKAH PENGGUNAAN KEUANGAN DIGITAL MEMPENGARUHI AKSES RUMAH TANGGA TERHADAP PANGAN DAN KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA?
Inklusi keuangan digital telah muncul sebagai instrumen yang dapat memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di negara-negara berkembang, namun bukti pada tingkat mikro masih terbatas di Indonesia. Penelitian ini dapat menganalisis hubungan antara penggunaan transaksi digital dan ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia, menggunakan analisis regresi untuk menilai dampak perilaku keuangan terhadap nutrisi rumah tangga. Dengan menggunakan data survei rumah tangga yang diperoleh dari World Bank dan menerapkan regresi Ordinary Least Squares (OLS), penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan transaksi digital memiliki efek positif secara statistik signifikan terhadap ketahanan pangan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rumah tangga yang lebih banyak menggunakan keuangan digital cenderung memiliki akses pangan yang lebih baik. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara Keuangan Digital dan Akses Rumah Tangga terhadap Pangan & Ketahanan Pangan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan keuangan digital memiliki efek positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia, sambil juga menyoroti bahwa keuangan digital sebagai nilai atau faktor tunggal tidak dapat sepenuhnya menjelaskan kompleksitas ketahanan pangan di Indonesia. Keywords: Akses Rumah Tangga terhadap Pangan & Ketahanan Pangan; Keuangan Digital; Indonesia; Data Survei Rumah Tangga
RISIKO KEUANGAN DAN MANAJEMEN UTANG DI KALANGAN PEMUDA
Penelitian ini mengkaji bagaimana anak muda mengelola utang dan membuat keputusan keuangan dalam konteks ekonomi digital yang berkembang pesat. Studi ini mengeksplorasi kondisi literasi keuangan saat ini, tantangan perilaku, serta tingkat paparan risiko keuangan di kalangan generasi muda. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dipandu oleh PRISMA 2020 V2, artikel-artikel dikumpulkan dari basis data Scopus. Setelah proses penyaringan, sebanyak 18 artikel berkualitas tinggi dipilih untuk dianalisis secara kualitatif. Temuan penelitian menyoroti isu-isu utama seperti perilaku keuangan impulsif, kurangnya pendidikan keuangan yang terarah, serta peran layanan keuangan digital dalam membentuk pengambilan keputusan anak muda. Melalui analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer, studi ini juga mengidentifikasi tren riset dan kesenjangan konseptual terkait risiko dan literasi keuangan generasi muda. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperjelas pemahaman mengenai bagaimana kerentanan finansial berkembang pada anak muda, serta memberikan arahan untuk strategi edukasi keuangan dan pengembangan kebijakan yang lebih berlandaskan pendekatan perilaku.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GAGAL BAYAR DALAM PINJAMAN ONLINE DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana motivasi ekonomi, modal sosial, perilaku berisiko, dan literasi keuangan dapat mempengaruhi gagal bayar pinjaman daring di Indonesia, dengan menanggapi meningkatnya kekhawatiran akan meningkatnya tingkat gagal bayar pinjaman. Platform pinjaman daring telah berkembang pesat sebagai layanan keuangan alternatif, terutama di kalangan pekerja informal dan masyarakat kurang mampu. Meskipun menawarkan kemudahan dan aksesibilitas, banyak pengguna menghadapi tantangan dalam pembayaran kembali, yang menyebabkan gagal bayar yang meluas. Penelitian sebelumnya sering kali berfokus pada faktor-faktor yang terisolasi, tetapi hanya sedikit yang mengeksplorasi efek gabungan dari motivasi peminjam, lingkungan sosial, pemahaman keuangan, dan kecenderungan risiko. Studi kuantitatif ini menargetkan peminjam digital di Indonesia dengan menggunakan data cross-sectional yang dikumpulkan melalui survei daring yang dilakukan pada bulan April-Mei 2025. Sebanyak 400 respons yang valid dikumpulkan menggunakan teknik sampel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam SPSS dan regresi logistik biner untuk memeriksa hubungan antara setiap variabel dan kemungkinan gagal bayar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ekonomi memiliki dampak positif terkuat pada gagal bayar, sementara modal sosial dan literasi keuangan secara signifikan mengurangi risiko gagal bayar. Perilaku pengambilan risiko, meskipun terkait positif, tidak signifikan secara statistik. Studi ini berkontribusi pada literatur pinjaman daring dengan mengintegrasikan dimensi perilaku, sosial, dan ekonomi, serta menawarkan rekomendasi praktis untuk platform teknologi finansial dan pembuat kebijakan, seperti memperkuat penilaian peminjam, mengintegrasikan edukasi keuangan ke dalam aplikasi pinjaman, dan mengembangkan langkah-langkah perlindungan sosial untuk peminjam yang rentan. Keterbatasannya meliputi distribusi sampel yang luas dan tidak merata serta ketergantungan pada data yang dilaporkan sendiri. Penelitian di masa mendatang didorong untuk mengeksplorasi perbedaan regional, faktor budaya, dan wawasan kualitatif yang mendalam tentang perilaku peminjam.