📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenUJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA (L.) URB.), LADA HITAM (PIPER NIGRUM L.), KUNYIT (CURCUMA LONGA L.), DAN JAMUR LION’S MANE (HERICIUM ERINACEUS (BULL.) PERS.) TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA MODEL PENYAKIT ALZHEIMER YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOSIN INTRACEREBROVENTRICULAR PADA MENCIT GALUR BALB/C
Penyakit Alzheimer masih menjadi tantangan besar karena penurunan kognitif terjadi secara progresif, sementara terapi yang tersedia belum mampu menghentikan kerusakan neuron secara menyeluruh. Kondisi ini semakin kompleks karena patogenesis Alzheimer melibatkan berbagai proses yang saling berkaitan, seperti akumulasi ?-amyloid, hiperfosforilasi tau, neuroinflamasi, stres oksidatif, dan gangguan hipokampus. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan neuroprotektif multitarget, salah satunya melalui kombinasi bahan alam. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica), kunyit (Curcuma longa), lada hitam (Piper nigrum), dan jamur Lion’s Mane (Hericium erinaceus) pada mencit BALB/c model Alzheimer yang diinduksi streptozotosin secara intracerebroventricular. Sebanyak 49 mencit jantan dibagi menjadi tujuh kelompok, yaitu kelompok vehicle, kontrol negatif STZ-ICV, kontrol positif donepezil, serta kelompok perlakuan kombinasi ekstrak komposisi A dan B pada dosis 71,5 dan 143 mg/kg bobot badan. Induksi STZ-ICV dilakukan pada hari ke-0 dan ke-2, dilanjutkan evaluasi perilaku pascainduksi, pemberian perlakuan oral selama 14 hari, evaluasi perilaku pascaterapi, dan terminasi untuk pengambilan jaringan otak. Evaluasi fungsi kognitif dilakukan menggunakan Morris Water Maze dan Y-Maze. Kadar ?-amyloid, phosphorylated tau, dan IL-1? dianalisis menggunakan metode ELISA, aktivitas asetilkolinesterase dianalisis menggunakan metode Ellman, kadar malondialdehyde dianalisis menggunakan metode TBARS, aktivitas katalase dianalisis menggunakan metode SSA-CAT, dan gambaran morfologi hipokampus diamati melalui pemeriksaan histopatologi. Induksi STZ-ICV menyebabkan gangguan kognitif, peningkatan biomarker patologis, dan degenerasi hipokampus. Kombinasi ekstrak mampu memperbaiki parameter dibandingkan kontrol negatif, dengan Komposisi B dosis 71,5 mg/kg bobot badan menunjukkan efek neuroprotektif paling konsisten.