📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 7 dokumenMEASURING THE EFFECTIVENESS OF MARKETING COMMUNICATION USINGAISAS ARCAS MODEL (CASE STUDY: BAGOES BAG BY PT.GREENERATION INDONESIA)
Komunikasi pemasaran merupakan salah satu komponen penting dari pemasaran sebagai alat untuk membuat titik kontak dengan konsumen. Fungsi komunikasi pemasaran adalah untuk menjembatani konsumen atau target pasar dengan produk dan juga perusahaan. Komunikasi pemasaran yang efektif dapat meningkatkan pemahaman konsumen tentang produk dan merangsang pembelian. Obyek dalam penelitian ini adalah BaGoes, eco-bag yang dibuat oleh PT. Greeneration Indonesia dan telah berjalan selama 2 tahun. Dalam perjalanannya, produk menghadapi stagnasi dalam permintaan ritel dan citra produk sehubungan dengan penjualan saat ini. Perbaikan beberapa dan inovasi telah dilakukan tetapi pemahaman tentang kinerja perusahaan komunikasi pemasaran mereka tidak menemukan belum. Model AISAS ARCAS digunakan sebagai kerangka penelitian untuk mengukur efektivitas komunikasi pemasaran untuk BaGoes dalam rangka meningkatkan penjualan mereka dan membangun kembali citra produk. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa langkah, mulai dari penelitian eksploratif, identifikasi masalah, landasan teoritis, pengumpulan data, analisis data dan menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi untuk produk perusahaan. Beberapa teknik yang peneliti menggunakan penyebaran angket, wawancara dengan target pasar BaGoes dan pengamatan di toko konsinyasi dan acara yang dihadiri BaGoes. Analisis data untuk penelitian kuantitatif terdiri dari analisis data deskriptif dan analisis statistik seperti analisis faktor dan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil pada analisis faktor dan penelitian kualitatif, Perhatian dan bunga adalah faktor yang paling berpengaruh untuk Action. Faktor-faktor yang kernudian dianalisis dalam analisis regresi. Hasil akhir menunjukkan bahwa faktor Attention menjelaskan 24,97%, faktor Interest 11,99% menjelaskan dari penelitian ini dan faktor Action menjelaskan varians sebesar 50.10%. Analisa ini memperkuat oleh hasil analisis kualitatif yang menggambarkan bahwa Attention, Interest dan Sustain adalah dasar penting untuk membuat keputusan pembelian. Dalam rekomendasi, BaGoes disarankan untuk meningkatkan variabel Attention dan variabel Interest dari promosi mereka dan Sustain untuk aspek produk. Untuk variabel Sustain, BaGoes sebaiknya menyediakan metode alternatif di samping menjual penjualan online dan strategi pemasaran konvensional. Saran lain juga disampaikan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi pemasaran seperti meningkatkan variabel Attention dan Interest di dunia digital seperti memperkuat keberadaan iklan cetak dan menggunakan brand ambassador. Pada akhir rekomendasi, variabel Action harus ditingkatkan dengan memberikan reward bagi pembeli dan menciptakan tindak lanjut program di web mereka untuk mempertahankan interaksi dengan konsumen. Kata Kunci: Pemasaran, Komunikasi Pemasaran, Model AISAS ARCAS, Iklan, Promosi
PERUMUSAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TERINTEGRASI SECARA ETIS UNTUK MENINGKATKAN AKUISISI ANGGOTA UNTUK PRODUK BEBAS ROKOK PT HM SAMPOERNA TBK
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat konsumsi rokok tertinggi di dunia, sehingga menimbulkan tantangan tersendiri dalam upaya pengurangan dampak kesehatan akibat konsumsi rokok. Menanggapi kondisi tersebut, Philip Morris International menetapkan visi strategis untuk membangun masa depan tanpa asap rokok, yang diimplementasikan di Indonesia oleh PT HM Sampoerna Tbk melalui pengembangan produk bebas asap rokok. Namun demikian, meskipun perusahaan telah melakukan berbagai inovasi dan menunjukkan komitmen yang kuat terhadap transformasi tersebut, tingkat akuisisi anggota produk bebas asap rokok masih belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketatnya regulasi pemerintah serta kebijakan internal perusahaan yang membatasi aktivitas komunikasi pemasaran dalam industri tembakau. Selain itu, perbedaan karakteristik dan kesiapan perilaku konsumen dalam beralih ke produk bebas asap rokok menuntut pendekatan komunikasi yang lebih terstruktur, beretika, dan patuh terhadap regulasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi Integrated Marketing Communication (IMC) yang relevan dalam mendukung akuisisi anggota produk bebas asap rokok di PT HM Sampoerna Tbk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Weighted Scoring Model untuk mengevaluasi dan memprioritaskan saluran komunikasi, elemen desain komunikasi, serta prinsip etika pemasaran. Data primer akan diperoleh melalui kuesioner terstruktur, yang didukung oleh data sekunder dari literatur akademik, laporan perusahaan, dan dokumen regulasi. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah tersusunnya kerangka strategi IMC yang aplikatif, berorientasi pada perilaku konsumen, serta mampu memberikan kontribusi manajerial bagi PT HM Sampoerna Tbk dan pengembangan kajian IMC dalam industri yang sangat teregulasi.
DARI BERPUSAT PADA PENDIRI MENJADI BERPUSAT PADA MEREK: KERANGKA KERJA STRATEGIS YANG DIUSULKAN UNTUK UKM MENGGUNAKAN PENDEKATAN PRISMA IDENTITAS MEREK KAPFERER, MEREK MAGNET, KOMUNIKASI PEMASARAN YANG TERINTEGRASI (STUDI KASUS: MAMBUCHA)
Studi ini mengkaji proses penyempurnaan yang dibutuhkan UKM yang dipimpin oleh pendiri yang lahir dan berkembang melalui penceritaan media sosial untuk berkembang menjadi organisasi yang terukur dan berpusat pada merek. Dengan menggunakan Mambucha, merek kombucha dari Indonesia, sebagai studi kasus, studi ini menyoroti bagaimana ketergantungan yang berlebihan pada pendiri, ketika mengungguli saluran merek resmi, menciptakan kerentanan strategis. Tujuannya adalah untuk mengusulkan kerangka kerja strategis yang menyempurnakan dan menyelaraskan saluran komunikasi pendiri dan merek, memastikan keberlanjutan merek. Studi ini menerapkan desain metode campuran dalam empat fase: (1) mendiagnosis identitas merek internal Mambucha menggunakan Prisma Identitas Merek Kapferer; (2) memetakan persepsi konsumen melalui survei; (3) menyempurnakan narasi merek melalui Metode Magnet Branding 15 Langkah; dan (4) mengembangkan peta jalan Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC) untuk mengurangi ketergantungan pada pendiri. Temuan menunjukkan ketidakselarasan yang signifikan antara identitas yang diinginkan dan yang dipersepsikan. Hasilnya adalah pemosisian yang lebih halus dan otonom di bawah kategori emosional dan fungsional baru, "Ritual Probiotics™", yang menjaga keaslian pendiri sekaligus membangun ekuitas merek yang independen. Kerangka kerja ini praktis bagi UKM yang berkembang melalui media sosial tetapi tetap rentan karena strategi komunikasi yang tidak seimbang. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan membutuhkan penyempurnaan yang cermat, bukan penggantian, narasi pendiri menjadi sistem terstruktur yang berorientasi merek yang menyelaraskan niat internal dengan persepsi konsumen.
USULAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN ADOPSI PENGGUNA TERHADAP APLIKASI TRAVOY
Dalam rangka memberikan pengalaman berkendara di jalan tol yang lebih nyaman, aman, dan lancar Jasa Marga mengembangkan Travoy sebagai aplikasi pendamping perjalanan bagi pengguna jalan tol di Indonesia. Travoy dikembangkan dengan bermacam fitur dan layanan seputar jalan tol, antara lain peta perjalanan, CCTV, kondisi lalu lintas, resi digital, layanan darurat, dan informasi rest area. Pengoperasian Travoy terintegrasi dengan Intelligent Traffic System dan Jasamarga Integrated Digitalmap menjadikan sumber informasi dan data yang disajikan akurat dan real-time. Oleh karena itu, Travoy diposisikan untuk bersaing dengan aplikasi seperti Google Maps dan Waze karena memiliki fitur dan manfaat yang mirip. Namun demikian, tingkat adopsi Travoy masih rendah bila dibandingkan dengan jumlah pengguna jalan tol di Indonesia yang menjadi target marketnya. Adanya selisih antara jumlah pengguna dengan jumlah pengguna jalan tol di Indonesia menjadi isu bagi keberadaan Travoy saat ini. Rendahnya adopsi pengguna Travoy dapat disebabkan karena strategi marketing yang diterapkan tidak berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari rendahnya brand awareness Travoy secara nasional. Selain itu, kegiatan promosi Travoy selama ini lebih banyak mengandalkan saluran komunikasi milik Jasa Marga yang ternyata kurang menjangkau dan berdampak pada target market yang diharapkan. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk menganalisa bagaimana memformulasikan strategi komunikasi pemasaran yang sesuai untuk meningkatkan secara signifikan adopsi pengguna Travoy. Penelitian ini menggunakan metode gabungan antara pendekatan qualitative dan quantitative. Dalam pendekatan qualitative menggunakan hasil interview semi-structured kepada manajemen Jasa Marga sebagai data primer untuk mencari tahu bagaimana strategi terkait Travoy saat ini dan ke depannya. Dalam pendekatan quantitative menggunakan hasil kuosioner kepada sejumlah pengguna jalan tol yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bandung (Jadodetabekdung) sebagai data primer untuk mencari tahu bagaimana persepsi dan kepuasan mereka terhadap Travoy. Data-data primer tersebut dilengkapi dengan data-data sekunder yang diperoleh dari berbagai dokumen, artikel, jurnal, dan penelitian sebelumnya. Selanjutnya dilakukan analisis internal dengan menggunakan metode STP, 7P Marketing Mix, VRIO, dan analisis eksternal dengan menggunakan metode PESTLE, Porter’s Five Forces, Competitor Analysis, dan Customer Analysis. Berdasarkan hasil temuan penelitian diketahui bahwa Travoy memiliki potensi untuk digunakan oleh banyak pengguna namun potensi tersebut tidak didukung oleh strategi pemasaran yang sesuai sehingga tidak banyak pengguna yang mengetahui potensi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan suatu strategi komunikasi pemasaran yang dapat digunakan untuk mendorong naiknya jumlah adopsi pengguna Travoy. Diawali dengan membuat analisa SWOT untuk mencari strategi marketing yang sesuai lalu menetapkan STP dan 7P Marketing Mix yang baru untuk Travoy kemudian menetapkan pesan inti dari strategi marketing yang akan diimplementasikan melalui pendekatan Omnichannel dan IMC. Strategi komunikasi pemasaran yang diusulkan juga harus memenuhi kerangka AIDA sehingga setiap tahapan dari rencana implementasi strategi dapat menstimulasi awareness pengguna hingga terdorong untuk menggunakan Travoy. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi penelitian lainnya yang memiliki objek serupa tentang bagaimana mendorong penggunaan aplikasi khusus pendamping perjalanan tol. Penelitian ini juga memberikan data, informasi, dan gambaran mengenai bagaimana strategi komunikasi pemasaaran aplikasi pendamping perjalanan tol sebaiknya dibuat. Selain itu, rekomendasi yang diusulkan dalam penelitian ini merupakan hal yang dapat diteliti lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar efektivitas rekomendasi tersebut jika diterapkan pada aplikasi pendamping perjalanan tol serupa dengan Travoy.
STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN MELALUI PLATFORM E-COMMERCE PADA CV. CAKRAWALA HARAPAN JAYA
CV. Cakrawala Harapan Jaya merupakan penyedia pengadaan barang pendidikan yang berfokus pada pasar sekolah penerima dana BOS. Di tengah persaingan platform e-commerce seperti SIPLah, CV Cakrawala Harapan Jaya menghadapi tantangan dalam menyampaikan keunggulan produk secara efektif dan membangun kepercayaan sebagai mitra pengadaan. Kurangnya promosi digital, ketidakteraturan katalog, dan komunikasi yang belum terintegrasi menyebabkan rendahnya konversi pembelian dari calon pelanggan institusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur kepada kepala sekolah, operator, dan tim internal CV Cakrawala Harapan Jaya. Data juga diperkuat melalui analisis kompetitor dan kondisi eksternal menggunakan SWOT dan matriks TOWS. Temuan utama menunjukkan bahwa sekolah lebih memilih vendor yang menawarkan kemudahan input katalog, kejelasan informasi produk, serta bukti sosial seperti testimoni dari sekolah lain. Hambatan utama CV Cakrawala Harapan Jaya adalah kurangnya konsistensi pesan dan belum optimalnya kanal komunikasi seperti WhatsApp dan katalog SIPLah. Sebagai solusi, penelitian ini merumuskan strategi komunikasi pemasaran terpadu (IMC) yang mencakup optimalisasi WhatsApp Business, penyusunan katalog bundling per jenjang sekolah, aktivasi konten media sosial, dan pengumpulan testimoni untuk membangun kredibilitas. Strategi ini bertujuan menjadikan CV Cakrawala Harapan Jaya bukan sekadar penjual produk, tetapi mitra pengadaan sekolah yang terpercaya dan solutif di era digital.
USULAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN UNTUK MEREK PENANTANG BARU : STUDI KASUS UNTUK SIG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peluncuran merek penantang. Fokus penelitian adalah pada tantangan yang dihadapi oleh pemimpin pasar di industri semen, yang sudah memiliki merek unggulan, di era munculnya pemain ekonomis. Tujuan utamanya adalah untuk memungkinkan merek penantang bersaing secara agresif melawan pemain ekonomis dan secara bersamaan mencegah kanibalisasi dengan merek unggulan, sehingga perusahaan semen dapat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan 8 informan internal, pada putaran kedua wawancara semi-terstruktur dilakukan melibatkan 9 peserta dari kontraktor kecil dan kepala tukang. Data sekunder menggunakan laporan internal terbaru Indeks Ekuitas Merek yang dilakukan pada tahun 2023. Penelitian ini menganalisa bagaimana sikap dan perilaku tukang terhadap merek semen. Ditemukan bahwa tukang memandang harga sama dengan kualitas, penelitian ini juga mengungkapkan tren yang berkembang Dimana tukang dan kontraktor menggunakan semen berdasarkan aplikasi untuk memaksimalkan keuntungan. Faktor kunci untuk meminimalkan risiko kanibalisasi adalah diferensiasi. Target baru untuk merek penantang dengan detail psikografis dan perilaku, serta penentuan posisi merek diusulkan untuk menciptakan strategi dan komunikasi pemasaran yang tertarget. Penelitian ini memberikan wawasan yang berguna untuk manajemen komunikasi dan pemasaran dalam mengembangkan dan menciptakan diferensiasi untuk merek penantang. Penelitian ini dianalisis menggunakan jenis perilaku keputusan pembelian pada akhirnya memberikan saran aktivitas pemasaran menggunakan model 5A. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi perusahaan dan industri semen secara umum, menggunakan pendekatan strategi multi-merek untuk menghadapi tantangan masa depan. Implementasi aktivitas pemasaran diharapkan dapat memberikan manfaat dan menciptakan manajemen merek yang sukses
USULAN STRATEGI PEMASARAN INDIHOMEMELALUI SALURAN DIGITAL(KASUS PT. TELKOM INDONESIA – WITEL JAKARTA PUSAT)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya kebutuhan akan internet. Internet merupakan suatu kebutuhan yang dapat menjadi kebutuhan primer saat ini. Dengan kemajuan internet saat ini, pemasaran digital menjadi salah satu aspek yang sangat terpengaruh. Tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia memberikan peluang bagi berkembangnya pemasaran digital. Telah terjadi perubahan signifikan dalam strategi pemasaran baik barang maupun jasa. Dengan banyaknya pemain Internet Service Provider saat ini, IndiHome yang merupakan produk layanan dari PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, perlu menunjukkan kekuatan positioningnya. Salah satu kelebihan IndiHome adalah satu-satunya yang memiliki Layanan Triple Play yang terdiri dari Internet, TV Interaktif, dan Telepon. Awalnya IndiHome hanya menggunakan jalur konvensional dalam menjual produknya yaitu penawaran langsung oleh Sales Agent kepada pelanggan, namun sejak Agustus 2022 Witel Jakarta Pusat menerapkan langganan IndiHome melalui jalur digital yang dapat dilakukan melalui Website, Landing Page maupun Media Sosial ( FB, IG, Twitter). Bahkan, calon pelanggan merasa asing dengan cara berlangganan IndiHome melalui saluran baru ini. Fenomena tersebut menyebabkan penurunan hasil penjualan IndiHome pada September 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal penyebab menurunnya penjualan IndiHome di Witel Jakarta Pusat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, observasi dan angket dengan jumlah responden sebanyak 140 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel internal dan eksternal yang mempengaruhi penurunan penjualan IndiHome selain karena harga IndiHome yang lebih mahal dibandingkan penyedia internet lainnya, pelanggan kesulitan untuk berlangganan IndiHome melalui saluran digital sehingga tetap memilih penjualan. agen sebagai cara yang lebih nyaman. Pelanggan juga kesulitan mendapatkan update terkait tahapan berlangganan. Selain itu, pelanggan juga mengkhawatirkan keamanan data pribadi yang mereka unggah ke sistem saat melakukan langganan. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah dengan menerapkan Komunikasi Pemasaran